Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 286


__ADS_3

Rasa aneh itu membuat langkah Rendy terhenti dan menoleh kebelakang, melihat wanita yang berjalan memakai pakaian serba hitam lengkap dengan cadarnya, Rendy terus melihat punggung wanita itu. Jantungnya terus berdetak tidak menentu. Detakan seperti dia bersama istrinya. Karena setiap hari Rendy selalu jatuh cinta pada istrinya.


Rendy membuyarkan lamunannya untuk tidak terlalu fokus pada wanita yang menggetarkan hatinya itu. Karena bagaimanapun dia harus menjaga keimanannya. Rendy menarik napasnya dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu membalikkan tubuhnya untuk melanjutkan langkahnya.


Seketika Rendy sudah tidak melihat ke arah wanita yang membuat hatinya bergetar. Namun Aisyah menggantikan langkahnya dan melihat ke belakangnya. Melihat Pria yang berpakaian putih yang berjalan lurus itu.


Aisyah memegang dadanya terasa ada yang bergetar di dadanya. Tidak tau apa itu. Tetapi tiba-tiba lintasan bayangan pernikahan melekat di pikirannya. Namun itu hanya sebentar ingatan itu muncul. Air matanya jatuh begitu saja yang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi air mata itu hanya jatuh begitu saja.


************


Aisyah kembali ke hotel tempatnya menginap setelah melaksanakan ibadah dari pagi sampai sore. Sekarang dia ingin beristirahat.


" Assalamualaikum!" sapa Aisyah saat membuka pintu hotel.


" Walaikum salam," jawab Mariyam ibu yang menjaganya selama ini.


" Aisyah bawa makanan kita, ibu pasti belum makan," ucap Aisyah meletakkan apa yang di bawanya di atas meja yang terdapat di ruangan itu.


" Kamu itu tau aja ibu belum makan," sahut Maryam tersenyum dan langsung duduk membantu Aisyah mengeluarkan makanan itu dari dalam kantung plastik itu.


" Bagaimana Aisyah ibadahnya hari ini?" tanya Mariyam di sela-sela makannya.


" Alhamdulillah Bu, semuanya lancar. Semoga saja ada hikmah di balik semua ini," ucap Aisyah dengan harapan yang begitu besar.


Mariam tersenyum dengan memegang tangan Aisyah, " ibu percaya, jika kamu berusaha maka semuanya akan baik-baik saja. Jadi jangan khawatir setiap usaha pasti akan menghasilkan. Percaya pada ibu. Ingatan kamu akan kembali pulih secepatnya," ucap Mariam yang tidak henti-hentinya memberikan semangat untuk Aisyah.


" Makasih ya Bu. Aisyah juga berharap seperti itu. Aisyah ingin segera mengingat semuanya," sahut Aisyah dengan wajahnya yang terlihat begitu sendu.


" Ya sudah kamu makan lagi!" titah Mariyam. Aisyah mengangguk dan melanjutkan makannya.


" Siapa laki-laki itu. Kenapa aku merasa begitu dekat dengannya. Apakah itu hanya perasaanku saja. Tetapi kenapa jantungku berdetak kencang. Kenapa aku merasa dia ada di hidupku. Aku tidak jelas melihat wajahnya. Ya Allah aku hanya terus meminta kepadamu. Aku mohon ya Allah untuk engkau memberikan ku pengunjuk. Agar hatiku tidak terus seperti ini," batin Aisyah yang hanya mampu berdoa dengan matanya yang berkaca-kaca.

__ADS_1


*********


Rendy juga kembali ke apartemen dan langsung memasuki kamar. Tadinya suasana hati Rendy begitu bimbang. Rendy resah tidak tenang dan pikiran banyak. Namun ketika masuk kamar mendapati putrinya yang melaksanakan sholat membuatnya tersenyum. Hatinya teduh melihat malaikat hatinya itu.


Rendy melangkah mendekati tempat tidur dan duduk di atas tempat tidur menunggu putrinya itu selesai sholat. Yang Rendy tunggu-tunggu adalah apa kira-kira yang akan di doakan putrinya. Namun sayang Rendy memang tidak akan pernah mendengarkan putrinya itu berdoa apa. Karena selalu di dalam hati. Sama seperti sekarang ini dia pun tidak dapat mendengarkan apa yang di doakan putrinya itu.


" Amin ya Allah," ucap Asyifa yang selesai berdoa dan menghadap kebelakang sudah menemukan ayahnya. Asyifa langsung berdiri dan memeluk ayahnya.


" Ayah sudah selesai ibadah?" tanya Asyifa.


" Sudah sayang," jawab Rendy.


" Besok Asyifa ikut ya," ucap Asyifa.


" Pasti! tapi ingat jangan jauh-jauh dari ayah, nanti Asyifa hilang dan ayah pusing," ucap Rendy mengingatkan sebelum hal itu terjadi.


" Baik ayah. Lagian Asyifa akan terus sama Tante Willo, Tante Nia yang jagain Asyifa dan juga kak Lulu dan kak Dedy," ucap Asyifa yang masih memeluk ayahnya.


" Makasih ayah. Ayah juga sangat baik," sahut Asyifa yang memang kalau bicara begitu sweet.


" Asyifa ayah boleh tanya sesuatu tidak sama Asyifa?" tanya Rendy. Asyifa melonggarkan pelukannya dan melihat ke arah Rendy.


" Boleh apa itu?" jawab Asyifa dengan menganggukkan kepalanya.


" Kalau Asyifa sholat, Asyifa minta doa apa sama Allah. Kenapa ayah tidak pernah dengar Asyifa berdoa?" tanya Rendy yang begitu penasaran.


Asyifa tersenyum lebar dengan wajahnya yang terlihat berpikir-pikir membuat Rendy menaikkan 1 alisnya melihat putrinya yang selalu membuatnya mati kutu.


" Hey, di jawab," ucap Rendy.


" Rahasia Asyifa sama Allah. Ayah tidak boleh tau," jawab Asyifa dengan wajahnya yang mengeluarkan tawa.

__ADS_1


" Jadi sekarang main rahasia-rahasiaan," sahut Rendy menaikkan 1 alisnya.


" Maaf ayah," sahut Asyifa.


" Baiklah, kalau anak ayah main rahasia-rahasiaan sama Allah. Ya sudah ayah tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Rendy yang tidak akan pernah memaksa putrinya itu untuk mengatakan apa doanya. Karena dia juga tidak ingin putrinya nantinya akan terpaksa menjawab. Atau malah berbohong karena tidak mau jujur.


" Ya sudah ayah, ayo kita turun. Bukannya kita harus makan malam," ucap Asyifa yang selalu menjadi pengingat ayahnya.


" Baik anak cantik. Tapi ayah mau mandi dulu, bolehkan," ucap Rendy.


" Baik ayah, Asyifa tunggu di bawah ya," ucap Asyifa. Rendy mengangguk dengan mengusap-usap pucuk kepala putrinya yang pintarnya kelewatan. Asyifa memiliki IQ di atas rata-rata.


***********


Mentari pagi kembali lagi. Hari ini Rendy beserta keluarga lengkap berjalan-jalan di sekitar Mekah, selesai melaksanakan ibadah tadi mereka meluangkan untuk berjalan-jalan. Di mana sekarang.


Mereka sedang berada di tempat merpati-merpati yang berterbangan. Anak kecil memang sangat suka hal itu. Termasuk Asyifa tidak henti-hentinya bermain bersama merpati itu dengan sepupunya Lulu dan Dedy.


Tidak jauh dari sana, Nia, Willo, neneknya, opanya dan Rendy sedang cerita-cerita sambil duduk yang sekali-kali melihat anak-anak itu bermain. Mereka tetap mengawasi dari jauh.


Asyifa sangat imut sekali dengan pakaian muslimnya yang pasmina seukuran dirinya yang begitu cocok di kepalanya. Anak itu memang muslimah yang sangat modis.


Dia begitu asyik bermain bersama sepupunya dengan tawa yang begitu bahagia. Ya namanya anak-anak kebahagiannya itu simpel.


Tiba-tiba di tengah ke asyikannya bermain Asyifa melihat wanita yang sama lagi. Aisyah yang tiba-tiba lewat. Aisyah tetap bercadar. Namun Asyifa sangat memperhatikan mata wanita itu dan membuatnya tiba-tiba kepikiran meninggalkan tempat itu dan mengejar wanita itu.


" Asyifa mau kemana?" tanya Lulu menahan tangan keponakannya itu.


" Assyifa mau panggil ibu," ucap Asyifa dengan spontan membuat Lulu heran.


Lulu yang bengong tidak menyadari Asyifa sudah pergi. Namun Lulu tidak berpikiran apa-apa. Karena dia masih melihat Asyifa di sekitarnya di antara merpati-pati yang terbang dan Lulu pikir Asyifa tidak akan kemana-mana.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2