
Rendy yang berada di dalam kamar sedang bersiap-siap yang kelihatan ingin pergi yang pasti apa lagi jika tidak menjalankan tugasnya di rumah sakit.
Rania keluar dari kamar mandi dan tersenyum melihat suaminya yang bersiap sampai membuat Rendy heran dengan istrinya tersebut.
" Ada apa sayang?" tanya Rendy yang mengkancing lengan bajunya. Rania langsung mendekati Rendy dengan memeluk Rendy erat membuat Rania heran.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Rendy.
" Kau bahagia sekali hari ini," ucap Rania.
" Benarkan! apa yang membuatmu bahagia?" tanya Rendy.
" Aku ada hadiah untukmu," ucap Rania melepas pelukannya dan mendongakkan kepalanya ke atas melihat Rendy.
" Katakan hadiah apa yang di persiapkan pagi-pagi begini?" tanya Rendy.
" Tutup mata dulu," ucap Rania.
" Harus tutup mata?" tanya Rendy. Rania menganggukkan kepalanya. Rendy tersenyum dan langsung menutup matanya. Rania mengeluarkan hadiahnya yang di sembunyikannya sejak tadi.
" Bukalah!" titah Rania dan dengan perlahan Rendy membuka matanya. Wajah Rendy langsung di kejutkan dengan apa yang di lihatnya yang mana berupa tespeck. Tubuh Rendy seakan tersengat listrik bergetar hebat dengan jantungnya yang 10 kali lipat berdetak kencang saat melihat garis 2 di tespeck itu. Matanya yang memerah dan tampak berkaca-kaca langsung melihat ke arah Rania yang mana senyum Rania yang tidak hilang sama sekali.
" Aku hamil," ucap Rania dengan bahagianya dengan kehamilannya yang berbeda dengan Rendy diam kaku dengan wajahnya yang memerah.
" Sayang kamu kenapa?" tanya Rania heran dengan tanggapan Rendy.
__ADS_1
" Tidak apa-apa. Apa kamu yakin kamu hamil?" tanya Rendy dengan suara beratnya.
" Yakinlah, kan aku sudah tes pakai ini dan kamu lihat harus dua, aku juga telat yang itu artinya aku memang hamil, tapi nanti kita akan tea ke Dokter lagi untuk memastikannya," ucap Rania dengan bahagianya yang menjelaskan pada Rendy.
" Ya Allah, apa ini ujian dari mu. Apa memang istriku harus mengandung. Apa yang harus aku lakukan. Jujur ya Allah aku sangat takut," batin Rendy dengan matanya berkaca-kaca yang membuat Rania heran sampai Rania memegang pipi suaminya.
" Kamu tidak bahagia aku hamil?" tanya Rania yang memastikannya. Rendy diam dan tidak menjawab apa-apa.
" Sayang!" lirih Rania meraih tangan Rendy yang begitu dingin dan membuatnya di perut rampingnya.
" Aku sedang mengandung anak kita. Kenapa kamu terlihat tidak bagia. Apa salah jika aku hamil?" tanya Rania lagi yang ikut sedih dengan responden Rendy.
" Tidak Rania, itu tidak salah," jawab Rendy seolah terpaksa bahagia dengan kabar kehamilan Rania. Mendengarnya Rania tersenyum dan kembali memeluk suaminya yang masih terlihat begitu shock.
" Aku tidak percaya, ternyata Allah memberikan kepercayaan itu begitu cepat, sekarang aku mengandung yang itu artinya kita akan menjadi orang tua kembali. Kita harus menjaga bayi ini betul-betul. Aku tidak mengorbankannya lagi. Aku seorang ibu yang seharusnya aku yang berkorban buka dengan janin yang di titipkan di rahimku," ucap Rania memeluk erat Rendy.
Rendy sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Dia hanya diam tanpa bicara. Di katakan bahagia jelas Rendy tidak bahagia sama sekali. Namun Rania sangat bahagia dengan kehamilannya. Apa yang di tunggu-tunggunya akhirnya terkabul juga.
************
Rendy berada di dalam mobilnya di lampu merah. Namun Rendy terlihat melamun dan dengan lembaran kertas yang berserakan di jok di sampingnya yang mana terlihat itu adalah data kesehatan Rania dan pasti semua resiko dengan kehamilan Rania.
Rendy mengusap kasar wajahnya dengan ke-2 tangannya yang dengan wajahnya yang tetap memerah.
" Rania kenapa harus milih jalan seperti ini. Kamu ini berbahaya Rania, kamu tau resikonya. Rania kenapa harus mengorbankan diri kamu," batin Rendy dengan mengusap kasar wajahnya dengan napasnya yang terasa begitu berat.
__ADS_1
Ting. Tiba-tiba bunyi pesan notif di handphone Rendy terdengar dan membuat Rendy langsung membukanya yang ternyata pesan dari Rania.
" Sayang, jangan lupa ya nanti siang kita Dokter kandungan. Sayang aku tidak mau Dokter Anggi. Aku takut nanti Dokter Anggi bicara yang membuatku kecewa. Kita jangan ke sana ya. Kita di rumah sakit lain ya sayang untuk ke Dokter kandungan," tulis Rania dalam pesannya.
Rendy membuang napasnya dengan kasar melihat pesan dari istrinya yang begitu semangatnya dengan kehamilannya tersebut.
" Rania apa kamu benar-benar akan melanjutkan semua ini. Kamu harus tau Rania aku takut," batin Rendy yang menjadi lemah dengan segala kondisi istrinya.
***********
Mobil Rendy berhenti di depan Masjid dan Rendy langsung memasuki masjid untuk pelaksanaan sholat. Di mana Rendy langsung mengambil air wudhu yang sama juga dengan Rania yang berada di rumah yang sepertinya ingin sholat. Karena dia juga mengambil air wudhu.
Rendy dan Rania yang selesai mengambil air wudhu di tempat yang berbeda langsung menuju tempat sholat, dengan Rania yang memakai mukenanya dan selesai memakainya langsung melaksanan sholat sama dengan Rendy.
Pasangan suami istri itu sama-sama sholat di ditempat yang berbeda. Rania di rumah dan Rendy di mesjid sama-sama khusuk sampai tanpa di sadari ke-2nya keluar air mata yang membasahi pipi mereka.
Rania maupun Rendy sudah selesai dalam sholat dan mengadahkan tangan ke atas yang meminta pada penciptanya.
" Ya Allah, aku hanya meminta kepadamu dengan semua berdasarkan kehendakmu. Jika ini hanya menyanyi istriku aku memohon ya Allah untuk menarik anugrahmu. Aku minta maaf ya Allah, aku bukannya tidak bersyukur dengan semua yang apa yang aku dapatkan ini. Bukannya aku tidak bersyukur dengan kehadiran janin di rahim istriku. Tetapi ya Allah aku sangat takut jika harus kehilangannya. Aku tau ya Allah, kematian takdir dan hanya milikmu. Tapi aku tidak ingin istriku menderita," ucap Rendy di dalam hatinya yang berdoa dengan khusyuk dan air mata mengalir di pipinya.
" Terima kasih ya Allah atas kepercayaan yang engkau berikan di rahimku. Ya Allah aku tau suami tidak sepenuhnya bahagia dengan kehamilanku. Aku tau dia takut, marah, dan sangat tidak menyukai kabar ini. Tetapi ya Allah aku hanya melakukan semuanya demi kebahagiannya. Dia imam yang engkau berikan ke padaku yang mengubah hidupku, menjadi seorang wanita yang beruntung. Jika kematian adalah jalandengan memberikannya keturunan. Aku ikhlas ya Allah, aku sanggup menghadapinya demi memberinya kebahagian," ucap Rania di dalam hatinya.
" Pindahkan rasa sakit yang di alami istriku kepadaku, aku tidak ingin melihatnya menderita," ucap Rendy.
" Ya Allah, jika memang kehamilan sangat menyakitkan, menurunkan kondisiku. Maka aku meminta ya Allah, saat sakit itu datang jangan berikan saat aku bersama suamiku. Aku tidak ingin melihatnya mengkhawatirkanku," batin Rania.
__ADS_1
" Hanya kepadamu hamba berserah ya Allah, aku pasrahkan semuanya kepadamu, mohon berikan kekuatan kepada kami ya Allah," batin Rania dan Rendy yang secara bersamaan.
Bersambung