Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Eps 45 malam yg di canggung dengan


__ADS_3

Mereka ber-2 saling menatap dan akhirnya dengan langkah yang terus semakin dekat. Cahaya camera yang terus memotret Rania. Para wartawan memang di tampar dengan kenyataan Rania yang menikah dan isu pernikahan itu benar-benar tidak ada.


Sang ibu pun akhirnya menghantarkan putrinya di samping Rendy dan Rendy langsung mengalihkan pandangannya ke hadapan penghulu. Begitu Rania duduk di sampingnya. Mamanya memakaikan selendang ke atas kepala Rania dan juga Rendy.


Ke-2nya pasti sama-sama gugup. Rendy juga terlihat gugup dengan membuang napasnya panjang kedepan.


" Apa ini sungguh, apa Rendy tidak akan membatalkan pernikahan ini," batin Rania yang masih tidak percaya dengan pernikahan ini.


" Ini adalah keputusan yang sudah kau ambil Rendy. Jadi jalankan lah keputusan ini," batin Rendy yang berusaha untuk tenang.


" Bisa kita mulai?" tanya penghulu. Rania menoleh ke arah Rendy dan melihat Rendy membuang napasnya panjang kedepan.


" Mari kita mulai," sahut Rendy dengan yakin.


" Hmmmm, baiklah kalau begitu," sahut penghulu yang langsung menjabat tangan Rendy.


" Ananda Rendy Aris Sutono saya nikahkan engkau dengan Rania Anastasya Syah Reza bint Rudi dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas 15 gram di bayar tunaiii,"


" Saya terimah nikahnya Rania Anatasya Shay Reja bint Rudi dengan mas kawin tersebut di bayar tunai," sahut Rendy satu kali tarikan napas yang membuat Rania tidak percaya dengan hal itu.


" Bagaimana saksi sah?" tanya penghulu melihat kekanan dan kekiri.


" Sah," sahut semuanya dengan serentak.


" Alhamdullilah," sahut penghulu yang langsung berdoa yang diikuti yang lainnya yang berdoa sama.


Ratih sebagai ibu Rendy berdoa dengan hari yang ikut bahagia dengan anaknya menikah dengan lancar sama halnya dengan Faridah yang pasti tidak percaya jika putrinya sudah menjadi istri orang sekarang.


Putrinya yang selama ini batal menikah dan hari ini dia sah menjadi istri dari Pria yang sempurna dalam segala aspek.


" Akhirnya Rania menikah juga. Syukurlah pernikahan ini lancar," batin Faridah dengan tersenyum lebar.


" Aku berharap Rendy bisa bertanggung jawab untuk memberikan Rania kebahagian. Menafkahi Rania lahir dan batin, dia telah memilih Rania sebagai istrinya yang berarti bertanggung jawab sepenuhnya atas Rendy," batin Ratih yang tersenyum bahagia dengan keharuan bahkan air matanya menetes.


" Semoga saja, laki-laki yang menjadikan Rania sebagai istrinya bisa memberikan Rania kebahagian. Bisa membawa Rania kejalan hidup yang semestinya. Aku telah gagal menjadi ibunya. Dan mungkin Rendy bisa menggantikan ku untuk bertanggung jawab atas Rania," batin Ratih yang berharap banyak dengan Rendy untuk kebahagian putrinya.


Dia memang menyadari dia adalah ibu yang gagal yang tidak bisa melakukan apa-apa yang membuat Rania hidup tanpa arah. Rasa haru mungkin terlihat pada Faridah. Tetapi Rudi papa kandung Rania terlihat santai-santai saja. Terlihat datar yang ekspresinya tidak bisa di ketahui apa.


Tetapi untuk Willo jelas sangat tidak suka dengan sahnya pernikahan itu dengan lancar tanpa ada gangguan sama sekali. Willi berdiri di sudut sana dan menatap sinis pada Rania yang tersenyum lepas. Baginya senyum Rania adalah bencana untuknya.


" Dia sebahagia itu hanya karena menikah. Kamu pikir kamu sudah merasa paling hebat karena sudah menikah. Tidak Rania semuanya masih belum berakhir. Jika aku menderita maka kamu harus jauh lebih menderita," batin Willo dengan sinis menatap tidak suka Rania.


" Ayo cium tangan suamimu," ucap penghulu. Rania mengangguk pelan dan perlahan menghadap Pria yang sudah menjadi suaminya. Rania begitu gugup untuk mencium punggung tangan Rendy untuk pertama kalinya. Mereka ber-2 bisa merasakan dinginnya tangan masing-masing.


Setelah menciumnya Rendy pun mencium lembut kening Rania untuk yang pertama kalinya dan Rania pun memejemkan matanya dengan kehangatan yang di terimanya.


" Ini adalah nyata. Aku sudah menikah dengan Rendy. Rendy adalah suamiku dan aku adalah istrinya, pernikahan ini benar-benar sudah terjadi," batin Rania yang masih tidak percaya dengan posisinya sekarang.

__ADS_1


" Rania sekarang adalah istriku. Dia adalah tanggung jawab ku. Segala dosanya aku yang menanggung. Ketika aku menikahinya. Kewajiban ku untuk membingbingnya dan memberikan arahan padanya. Karena menikah dengannya adalah pilihan ku," batin Rendy melihat Rania dan Rania pun memberanikan diri untuk melihat Rendy


Mereka saling menatap dalam dengan debaran jantung di dalam sana yang belum bisa di simpulkan perasaan itu perasaan yang seperti apa.


Nia dan Zahra saling melihat dengan senyum merekah di dalam hidup mereka.


" Ya Allah, terima kasih atas kelancaran semua ini. Ternyata hanya kuasamu yang bisa memberikan Rania kebahagian. Sahabatku itu adalah orang baik dan Rendy adalah pria yang baik yang akhirnya menikah dengannya. Aku berharap Rendy bisa memberikan banyak kebahagian untuk Rania, yang memberikan Rania hidup dengan penuh kedamaian," batin Zahra yang sangat tau penderitaan sahabatnya. Jadi sangat wajar Zahra menjadi salah satu orang yang paling bahagia dengan pernikahan itu.


" Tidak percaya kak Rania bisa berjodoh dengan kak Rendy," batin Nia yang tampak sangat bahagia dengan apa yang di lihatnya.


************


Acara pernikahan pun lancar tanpa ada hambatan sama sekali. Mungkin niat tua Rendy membuat acara pernikahan itu lancar dan menjauhkan niat-niat buruk dari orang-orang yang tidak suka dengan pernikahan itu.


Astri juga mengatur konferensi pers dengan wartawan. Agar tidak terjadi kericuhan lagi dan spekulasi yang tidak dan Alhamdulillah semuanya juga lancar. Nama baik keluarga Rania tetap terjaga dan tanpa tercemar yang pasti pernikahan Rania wanita yang di kenal oleh masyarakat menjadi tranding topik.


Pernikahan itu membuat karir dan nama baiknya semakin bersih. Karena isu-isu yang terdengar selama ini yang buruk-buruk tentangnya benar-benar bersih dengan adanya pernikahannya. Rendy lah yang menyelamatkannya untuk masuk kedalam dunia baru itu.


********


Anisa berada di dalam kamarnya menangis setelah melihat hanphonnya. Di mana dia melihat live Nia yang yang mem Vidio pernikahan Rendy dan Rania. Tangis terisak-isaknya terdengar begitu sangat menyedihkan.


" Kenapa Rendy, kenapa kamu tega sama aku. Kenapa kamu tidak pernah melihatku sedikitpun. Kita berteman sejak SMP. Aku menyukaimu sejak dulu. Tetapi kenapa kamu malah memilih wanita yang jelas bukan wanita baik-baik," ucapnya menangis sengugukan yang merasa sakit hati dengan keputusan Rendy.


Bahkan Anisa menganggap, jika dirinya jauh lebih baik dan Rania dan yang pantas menjadi istrinya adalah dia bukan Rania.


" Kamu sungguh jahat Rendy kamu benar-benar jahat. Wanita itu sudah menghancurkan impianku. Dia telah menghancurkan impian ku sejak dulu yang ingin menjadi istrimu," Anisa terus menyalahkan Rania.


" Kamu tidak perlu menangis Anisa. Kamu adalah orang yang sudah lama dengan Rendy dan wanita itu masih baru. Kamu yang harus memiliki Rendy. Apapun itu Rendy adalah takdir mu bukan wanita itu," batin Anisa dengan mengepal tangannya dan mengusap air matanya.


Anisa melihat di dalam Vidio wajah Rania yang tampak bahagia dengan senyum yang membuatnya hancur.


" Kamu wanita yang sudah menghancurkan segalanya. Aku tidak akan membiarkan kamu melakukan semuanya dengan suka-suka mu. Tidak akan pernah Rania," batinnya penuh kebencian pada Rania.


*************


Malam hari tiba. Yang berarti adalah malam pengantin Rania dan Rendy. Di mana kamar pengantin yang sudah di hias dengan indah layaknya kamar pengantin pada umumnya yang penuh dengan bunga-bunga mawar indah, dan ruangan yang bisa di katakan besar itu di terangi dengan lilin tanpa ada cahaya lampu.


Rania berada di dalam kamar mandi dengan memakai baju tidur dress memanjang sampai di atas mata kakinya berwarna pink dengan berbahan sifon lengan pendek.


Rania mondar-mandir di depan cermin tampak gelisah. Dengan menggigit jempolnya.


" Hhhhhh, apa yang harus aku lakukan setelah ini. Bukannya aku dan dia baru mengenal. Kami juga tidak saling menyukai. Lalu apa itu harus di lakukan," ucapnya yang gelisah penuh kebingungan.


" Ahhhh, tidak mungkin, aku mana mungkin memberikan itu. Aku memang istrinya. Tapikan kami tidak saling mencintai. Masa iya aku dan dia harus melakukan hal itu tanpa cinta," gerutu Rania yang penuh kebingungan harus melakukan apa.


" Tapi kamu istrinya Rania. Dia sudah menyelamatkan mu berkali-kali bahkan dia rela menikahimu. Padahal kamu sangat tidak pantas menjadi istrinya. Masa iya kamu tidak melakukan tugasmu sebagai istri. Lagian kan tidak ada yang salah. Itu memang adalah tugasmu," ucapnya.

__ADS_1


" Oke baiklah Rania jika dia meminta oke, berikan saja, walau kamu juga tidak tau harus di mulai dari mana. Pokoknya kamu lakukan saja," ucapnya mengambil keputusan.


Rania menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Kembali menarik lagi dan membuang lagi kembali. Lalu memegang kenopi pintu. Setelah penuh keyakinan Rania pun membuka pintu kamar Rania melihat ke ruangan kamar itu tidak menemukan Rendy.


Rania pun melangkah keluar dari kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dan ternyata Rania menemukan Rendy yang sedang sholat dengan tahyatut akhir membelakanginya, melihat Rendy sedang sholat membuat hati Rania tertekun dengan tangannya meremas jarinya.


" Assalamualaikum warahmatullahi, assalamualaikum warahmatullahi," ucap Rendy mengucapkan salam. Lalu mengusap wajahnya seperti biasa. Lalu berdoa kepada Tuhannya di dalam hatinya dan Rania masih berdiri dengan tertekun diam.


Rania yang bengong sampai tidak menyadari jika Rendy sudah selesai shalat, sudah berdiri mengambil sajadahnya lalu membalikkan tubuhnya dan menangkap Rania yang diam mematung dan Rania langsung sadar dengan kebodohannya sendiri dan malah gugup sendiri ketika Rendy melihatnya dengan heran.


" Aku_ aku tadi_" Rania gugup dengan kebingungan yang tidak tau mau bicara apa.


" Ada apa, kamu mau istirahat?" tanya Rendy.


" Hmmm, iya, aku akan istirahat," jawab Rania gugup.


Rendy melipat sajadahnya dan meletakkannya di tempatnya lalu melangkah mendekati Rania yang membuat Rania semakin gugup.


" Apa dia akan memulainya?" batin Rania dengan kepanikan dan refleks mundur selangkah yang membuat Rendy heran dan Rendy pun menghentikan langkahnya.


" Rania aku tau kamu gugup. Aku juga gugup. Karena kita baru menikah. Dan kita sama-sama kaget dengan pernikahan kita yang baru kita jalani. Kamu jangan khawatir seperti apa yang aku katakan sebelum menikah dengan mu. Kamu dan aku menikah tanpa ada perasaan. Jadi kamu tenanglah, kamu tidak perlu melakukan apapun. Aku tidak akan menyentuhmu. Dan kamu tidak perlu merasa harus melakukan semua itu," ucap Rendy yang menjelaskan pada Rania. Seolah dia tau Rania mengkhawatirkan hal itu.


" Aku tau itu adalah kewajiban dan keharusan dalam pernikahan. Tetapi kamu juga punya hak atas dirimu walau aku yang sudah menjadi suami juga mempunyai hak atas dirimu. Tetapi aku tidak akan memaksamu. Aku akan menunggumu sampai siap," lanjut Rendy yang benar-benar lembut kepada Rania. Membuat Rania tertekun mendengarnya.


" Apa kah dia manusia, kenapa dia begitu baik. Dia sudah melakukan banyak hal untukku. Tetapi bahkan dia tidak meminta apapun kepadaku. Termasuk haknya," batin Rania dalam diamnya yang mengagumi Rendy.


" Kamu istirahatlah. Aku akan tidur di sofa, aku tau kamu tidak nyaman. Tetapi tidak mungkin kita berpisah kamara. Jadi kamu tidur di tempat tidur dan aku akan tidur di sofa," ucap Rendy yang langsung beralih dari depan Rania, mengambil 1 bantal dan langsung beralih ke sofa untuk istirahat.


" Kamu belum mau tidur?" tanya Rendy yang duduk di sofa dan melihat Rania masih diam.


" Hah, iya aku akan tidur," sahut Rania dengan gugup dan akhirnya menaiki ranjang. Lalu menarik selimut, dengan beberapa kali membuang napasnya perlahan.


Lalu Rania memejamkan matanya perlahan walau sebenarnya dia tidak bisa tidur karena pasti merasa canggung dengan kehadiran Rendy di dalam kamar itu berduaan dengannya.


" Apa menikah denganku akan membuat hidupnya justru berantakan," batin Rania dalam matanya terpejam yang merasa bersalah karena dia telah menjadi istri dari Rendy.


*********


Pagi hari kembali tiba Rania dan Rendy ternyata harus berpamitan kepada orang tua Rania yang mana Rania akan langsung di bawa Kerumah Rendy.


Mama Rendy dan yang lainnya sudah pulang kemarin setelah acara pernikahan selesai dan sekarang Ratih, Nia dan Zahra akan menjemput Rania untuk di bawa kerumah mereka.


Mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu untuk perpisahan. Di mana.1 koper Rania ada di sampingnya. Bukan hanya keluarga Rendy yang ada di sana. Keluarga Rania termasuk Willo dan adiknya juga ada di sana yang sekedar untuk sungkeman.


" Hanya 1 koper, apa dia masih ada niat untuk tinggal di rumah ini," batin Willo yang tampak sinis melihat Rania.


Willo itu sebenarnya serba salah dia ingin Rania menikah dan jauh-jauh dari hidupnya biar dia merasa damai. Tetapi banyak ketakutan di dalam dirinya. Jika Rania tidak bisa di jadikan mesin ATM lagi.

__ADS_1


Belum lagi dia pasti tidak ingin Rania hidup bahagia. Karena memang otomatis jika Rania menikah. Banyak kemungkinan kehidupan Willo tidak di pedulikannya dan mungkin Rania juga tidak akan seperti dulu lagi.


Bersambung


__ADS_2