
Elang dan Zahra terlihat mengobrol di teras kamar yang mana pasangan itu terlihat mengobrol santai dengan menikmati sate ayam yang tiba-tiba Zahra sangat ingin makannya dan tadi Elang membelikannya.
" Sejak kapan kamu tau kalau Cindy ada di Bali?" tanya Elang. Mereka memang membahas masalah Cindy. Agar tidak terjadi salah paham lagi di antara ke-2nya.
" Hmmm aku melihatnya saat kita di Bandara, saat itu aku juga melihatnya di jemput supir. Tetapi tidak melihat dengan siapa-siapa. Namun Rania melihatnya dengan seorang pria," jawab Zahra.
" Rania!" sahut Rendy. Zahra mengangguk.
" Rania sebelumnya juga sudah melihatnya di Jakarta dengan pria yang sama. Rania tidak tau kalau Zahra ke Jerman. Pada saat itu Rania merasa tidak ada yang terjadi. Saat di pesawat Rania melihat Pria yang sama dan Rania juga masih kepikiran hanya biasa-biasa saja. Namun saat di Bali. Rania melihat dengan Pria yang sama. Dan apa yang dilihat Rania telah membuat bertanya-tanya dan langsung menanyakan masalah itu kepadaku dan seperti yang kamu katakan. Kalau Cindy telah ke Jerman dan jelas apa yang kami lihat dengan Rania yang membuat kami bertanya-tanya. Ya aku juga tidak bisa mengatakan masalah itu kepadamu. Karena menurutku itu masalah pribadi dan aku juga tidak ingin ikut campur," jelas Zahra.
" Jadi Rania juga sudah tau tentang hubungan Cindy dan juga Pria itu," sahut Elang.
" Mereka memang berhubungan?" tanya Zahra memastikan. Elang mengangguk.
" Saat aku pergi membeli sosis aku tidak sengaja menemui Cindy dengan laki-laki itu. Aku kaget yang melihat keberadaan Cindy yang katanya pergi ke Jerman. Sampai akhirnya aku pun mengikuti Cindy. Aku mengikuti Cindy dan Pria itu. Dan aku melihat semuanya, perselingkuhan Cindy di belakangku dan yang lebih parahnya Pria itu adalah suaminya," jelas Elang dengan wajah sedihnya yang menceritakan masalah itu.
" Cindy sudah menikah?" tanya Zahra yang terlihat schok. Elang menganggukkan matanya yang membenarkan apa yang telah terjadi.
" Aku tidak tau kapan itu. Aku benar-benar frustasi marah, perasaanku bercampur aduk malam itu seakan menerima atau juga menyadari jika itu karma. Aku juga bertengkar hebat dengan Cindy yang ternyata Cindy juga tau kalau aku sudah menikah. Aku tidak tau Zahra aku yang berkhianat atau dia yang berkhianat," sahut Elang yang terlihat lesu.
__ADS_1
" Tapi aku menyadari. Jika sebenarnya akulah yang brengsek. Aku sudah berpacaran dengan Cindy. Tetapi kembali ke Jakarta bukan untuk semakin dekat dengan Cindy. Tetapi aku malah mengejar-ngejar Rania. Masih berharap yang banyak dengan Rania. Padahal saat itu aku juga pacaran dengan Cindy dan lebih brengseknya aku melakukan hubungan itu pada kamu dan memberikan kamu harapan pertanggung jawaban dan membohongi Cindy. Aku dilema yang tidak bisa mengerti tentang semua ini," ucap Elang dengan mengusap wajahnya kasar.
" Mungkin ini karma untukku. Aku tidak pernah memikirkan perasaan siapapun. Terutama perasaan kamu. Aku sangat egois, aku sangat jahat, aku pengecut dan ini pantas aku dapatkan," ucap Elang yang mengakui kesalahannya. Dia menyadari semua yang terjadi teguran dan karma untuknya.
" Maafkan aku Zahra," ucap Elang yang begitu tulus meminta maaf pada Zahra.
" Kamu sering meminta maaf Elang. Terkadang aku bingung Elang apakah maaf kamu itu berati atau maaf kamu hanya sekedar kata saja. Elang jika semuanya sudah terjadi. Kamu tidak perlu meminta maaf terus kepadaku. Sebaiknya kamu mengkoreksi di RI kamu sendiri," sahut Zahra dengan singkat.
" Hubungan ku dan Cindy jelas sudah berakhir. Dia sudah menikah begitu juga dengan aku dan itu sudah cukup," ucap Elang.
" Tapi aku melihat kamu masih belum menerima semua kenyataan itu. Aku melihat kamu hanya berusaha untuk melupakan semuanya dan berusaha mengalihkannya kepadaku," sahut Zahra. Elang memajamkan matanya.
" Elang, aku tau perasaanmu. Tapi aku mohon jangan libatkan aku dalam masalah ini. Aku mohon Elang. Aku tidak ingin jika aku hanya di jadikan pelarian," sahut Zahra dengan menatap dalam-dalam Elang. Elang terdiam dan kembali mengusap wajahnya dengan kasar.
" Hmmmm, sudahlah kita jangan membahas masalah Cindy lagi. Aku lega. Jika kamu menceritakan apa yang terjadi padaku. Aku merasa kamu mempercayaiku makanya menceritakannya kepadaku. Ya sudah aku mau istirahat dulu. Ini juga sudah malam. Kalau kamu mau istirahat maka istirahatlah," ucap Zahra yang memberes-bereskan meja bekas makanannya.
Elang hanya melihati Zahra yang terlihat tenang. Saat Zahra ingin berdiri Elang menahan tangan Zahra dengan memegang lengan Zahra yang membuat Zahra berhenti dan melihat ke arah Elang.
Elang pun berdiri dan mengambil apa yang di pegang Zahra, meletakkan kembali di atas meja dan Elang mendekati Zahra berdiri di depan Zahra dengan ke-2 tangannya memegang bahu Zahra.
__ADS_1
" Hubungan ku sudah berakhir Zahra dan aku menyadari ini adalah teguran untuk aku memperbaiki diriku. Zahra kita sudah menikah. Pernikahan kita sampai pada anak yang kamu kandung lahir. Izinkan aku Zahra untuk memulai semuanya bersamamu," ucap Elang tiba-tiba yang membuat Zahra kaget mendengarnya.
" Apa maksud kamu?" tanya Zahra heran.
" Aku hanya ingin memperbaiki semuanya denganmu. Aku ingin pernikahan ini tetap ada bukan hanya sampai bayi itu lahir. Tetapi sampai kapanpun," ucap Elang yang mengambil keputusan dengan serius. Zahra jelas begitu kaget mendengarnya.
" Kamu juga tidak menjaga hati siapa-siapa. Jika begitu mari Zahra saling mendekat. Saling membuka hati. Mari mulai semuanya," lanjut Elang yang begitu serius bicara yang membuat Zahra tidak bisa berkata apa-apa.
" Aku memang belum mencintaimu. Aku belum menyukaimu. Tetapi mana mungkin perasaan itu tidak akan tumbuh. Jika aku dan kamu sama-sama berusaha. Tidak yang salah jika kita berdua memang mempunya niat itu," ucap Elang lagi.
Zahra hanya diam tanpa bisa bicara apa-apa lagi. Pasti dia tidak percaya dengan kata-kata Elang yang ingin memulai semuanya dari awal dengannya.
" Elang apa yang kamu bicarakan apa kamu bicarakan ini karena masalah kamu dengan Cindy?" tanya Zahra dengan suara seraknya. Elang langsung menggeleng.
" Ini tidak ada hubungannya dengan Cindy. Sama sekali tidak ada, aku hanya ingin memulai semuanya yang bertanggung jawab sebagai suami," sahut Elang yang menegaskan.
Dari tatapan mata Elang memang benar-benar tulus ingin memperbaiki semuanya. Namun pasti bagi Zahra masih banyak keraguan. Elang sangat paham kalau Zahra ragu..Elang pun langsung memeluk Zahra dengan erat.
" Izinkan aku memperbaiki semuanya," ucap Elang yang memeluk dengan erat Zahra. Zahra memejamkan matanya dengan membalas pelukan itu yang mencoba memahami apakah Elang benar-benar tulus atau tidak.
__ADS_1
Bersambung