Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 117 Menahannya.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Rendy dan Rania hanya diam dengan Rania yang tidak bicara apa-apa dan Rendy yang menyetir dengan penuh kemarahan dan tiba sampailah mereka di depan rumah. Di mana Rendy keluar dari mobil terlebih dahulu.


" Rendy tunggu!" panggil Rania yang buru-buru membuka pintu mobil dan mengejar Rendy dan berhasil menahan tangan Rendy.


" Rendy aku mohon dengarkan aku duku!" ucap Rania yang menangis. Di mana pasangan suami istri itu berada di bawah hujan yang deras.


" Apa yang harus aku dengarkan. Aku sudah memberimu banyak kesempatan. Untuk mengatakan yang sebenarnya. Jika kamu dan Elang memiliki hubungan masa lalu. Tapi kamu menutupinya," ucap Rendy dengan suara rendah yang terlihat sangat kecewa.


Rania kaget mendengarnya dan semakin menyesal. Karena menutupi semuanya yang akhirnya suaminya tau.


" Maafkan aku Rendy. Aku tidak bermaksud untuk menutupinya. Aku tidak tau bagaimana cara memulainya untuk menceritakannya. Aku bingung Rendy," ucap Rania dengan penuh penyesalan.


" Rania menutupi hal itu. Sudah menjelaskan. Kamu tidak bisa menghargaiku sebagai suamimu," ucap Rendy menegaskan. Rania gelang-gelang mendengarnya. Dia tidak ingin Rendy berpikiran seperti itu kepadanya.


" Tidak Rendy aku tidak pernah tidak menghargaimu. Kamu jangan salah paham Rendy!" ucap Rania. Rendy melepas tangannya dari Rania.


" Sudahlah, aku capek. Jika kamu tidak menyukai pernikahan ini. Kamu bisa tinggalkan. Tanpa kamu harus melakukan hal yang tidak terpuji," ucap Rendy membuat Rania kaget mendengarnya.


" Apa maksud kamu Rendy?" tanya Rania dengan napasnya yang seolah ingin berhenti.


" Aku seorang suami Rania. Aku jelas marah melihat apa yang kamu lakukan. Kamu sebagai istri tidak bisa menjaga dirimu. Kamu menghancurkan kepercayaan ku. Aku berusaha untuk memahami mu. Tapi kamu tidak peduli sama sekali. Apa yang aku lihat tadi sudah membuktikan jika kamu tidak pernah menghargai pernikahan ini," tegas Rendy dengan penuh penekanan pada Rania dan langsung memasuki rumah.


" Rendy! tidak Rendy kamu salah paham. Randy!" teriak Rania yang kembali mengejar suaminya. Rendy memang pergi dengan penuh kekecewaan. Mungkin batas kesabarannya ada. Karena dia hanya manusia biasa.


Sarah dan Anisa berada di balkon dan melihat Rania dan Rendy yang bertengkar di halaman rumah. Mereka saling melihat dengan tersenyum penuh kemenangan.


" Akhirnya mah. Semuanya benar-benar berjalan dengan lancar," ucap Anisa.


" Memang itulah yang kita harapkan selama ini. Kita akan melihat besok pagi wanita itu akan di tendang dari rumah ini," ucap Sarah.

__ADS_1


Anisa mengangguk dengan penuh kebahagian.


*********


Rania terus mengejar Rendy dengan basah-basahan dan Ratih hanya bisa melihat anak dan menantunya itu. Dia sebagai orang tua mana mungkin ikut campur.


" Kamu menikahi Rania. Karena mama yakin kamu tau dia. Mama berharap Rendy kamu bijak dalam menghadapi masalah rumah tangga kalian," batin Ratih yang hanya bisa berdoa yang baik-baik untuk anak dan menantunya.


Saat memasuki kamar Rendy langsung membuka lemari untuk mencari baju ganti. Karena dia sudah basah kuyup. Rania memasuki kamar yang ingin terus menjelaskan pada suaminya.


" Rendy!" lirih Rania. Namun Rendy langsung memasuki kamar mandi.


Rania menagis terduduk di sisi ranjang dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya.


" Kenapa semuanya seperti ini. Kenapa orang-orang banyak tidak menyukaiku. Sehingga apa yang mereka rencanakan akhirnya terjadi," ucap Rania menagis senggugukan yang benar-benar lelah tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tau orang-orang merencanakan hal buruk padanya. Tapi dia hanya sendiri dan tidak bisa melakukan apa-apa.


" Rendy, aku mohon dengarkan penjelasan ku," ucap Rania. Rendy menepis tangan Rania dari tangannya. Lalu beralih duduk di sofa. Namun Rania langsung menghampirinya dan duduk di lantai di depan Rendy. Seolah bersujud di depan suaminya.


" Apa yang kamu lakukan?" tanya Rendy dengan suara dinginnya .


" Aku berani bersumpah. Aku tidak melakukan apapun dengan Elang. Aku dan dia hanya masa lalu. Aku tidak tau kenapa dia ada di kamarku. Aku datang hanya untuk papa. Aku sudah menyuruhnya pulang. Dan tiba-tiba dia sudah ada di kamarku. Aku bersumpah Rendy. Aku tidak melakukan apapun," ucap Rania menjelaskan dan Rendy hanya diam dengan melihat Rania yang penuh air mata. Jujur dia sangat iba melihat Rania.


" Rendy, aku hanya belum ada waktu untuk menceritakan yang sebenarnya. Aku tidak ingin menutupi apapun. Bukannya kita berjanji akan bicara. Tetapi kamu keluar Negri. Aku tidak sempat bicara denganmu," lanjut Rania.


" Pergilah kekamar Nia, istirahat di sana, aku mau istirahat," sahut Rendy dengan suara dinginnya.


Hal itu membuat Rania kaget. Rendy benar-benar sangat kecewa. Sampai tidak ingin tidur satu kamar dengan Rania.


" Rendy! lirih Rania yang tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.

__ADS_1


" Aku capek. Jadi pergilah kekamarnya!" usir Rendy dengan lembut.


" Apa ini untukku?" tanya Rania menyeka dengan menatap Rendy dan Rendy sama sekali tidak melihatnya.


" Aku sendiri dan mereka banyak. Aku tau apa yang terjadi. Tapi aku tidak bisa mencegahnya. Aku juga seakan tau ujungnya akan seperti ini. Tapi tetap aku tidak bisa mencegahnya. Aku hanya memegang 1 senjata. Hanya kepercayaan mu. Aku mempercayai suamiku akan mempercayaiku. Hanya itu yang aku pegang dan sekarang apa lagi. Aku benar-benar sendirian," ucap Rania yang sudah sangat lelah.


" Baiklah. Kalau memang kamu sangat membenciku. Sehingga tidak ingin aku tidur di kamar ini. Aku akan pergi. Aku tidak bisa apa-apa. Dan memang itu sudah takdirku. Tapi aku minta maaf atas apa yang aku lakukan. Aku bersumpah aku sangat menjaga pernikahan ini. Aku menjaga Marwah ku sebagai istri saat suami ku tidak ada. Jika kamu tidak mempercayaiku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Rania dengan menyeka air matanya.


Rania pun akhirnya pasrah dengan apa yang terjadi. Seolah dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Rendy juga seolah tidak ingin melihatnya. Yang membuatnya merasa begitu sakit.


Dengan perlahan Rania berdiri dan pergi dari hadapan Rendy yang mengusirnya dari kamar mereka. Langkah Rania begitu pelan berjalan menuju pintu untuk ke luar dari kamar.


Rendy memejamkan matanya dengan menurunkan napasnya perlahan lalu berdiri dengan cepat. Saat Rania yang membuka pintu kamar, Rendy langsung menahannya membuat Rania kaget.


Rendy menutup kembali pintu kamar dan tangannya langsung bergerak memegang tengkuk Rania. Dia langsungeta meraih bibir Rania yang bergetar.


Rendy menciumnya begitu terburu-buru sehingga Rania merasa di paksa. Namun tidak lama ciuman itu berubah menjadi lembut. Rania juga baru bisa merasa nyaman dan tangannya memegang kuat baju Rendy.


Ciuman yang semakin dalam. Seakan Rendy melimpahkan rasa kecewanya, marahnya, cemburunya yang bercampur aduk kepada Rania.


Ciuman itu tidak berhenti sama sekali. Sampai akhirnya Rendy menggendong Rania ala bridal style. Membawanya ke star tempat tidur. Rendy bisa merasakan tubuh Rania yang menggigil. Karena Rania memang hujan-hujanan jadi wajar dia kedinginan.


Rendy melepas ciumannya ketika sudah menindih tubuh Rania. Rania membuka matanya perlahan dan mengatur napasnya. Mata mereka saling bertemu. Terlihat cinta di antara ke-2nya.


Rendy mencium lembut kening Rania. Mencium kelopak mata yang masih menetes air mata itu. Mencium pipi kanan dan kiri Rania. Wajah Rania di cium dengan lembut. Rendy memejamkan matanya perlahan dan membukanya kembali.


Lalu kemudian meraih kembali mencium bibir Rania. Menciumnya dengan dalam. Dan Rania menerima tanpa ada penolakan dengan ke-2 tangannya memegang baju Rendy.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2