
Pagi hari kembali tiba. Rendy tadi keluar kamar hotel untuk mencari sarapan untuk dia dan Rania. Setelah selesai mendapatkan sarapan Rendy langsung membuka kamar hotel.
" Kamu sudah selsai?" tanya Rendy begitu membuka pintu. Namun seketika Rendy tampak terkejut sampai bengong yang melihat istrinya. Di mana Rania yang memakai gamis hitam lengkap dengan jilbab syar'inya yang terlihat sangat anggun.
" Udah," jawab Rania yang menghadap Rendy. Rendy malah bengong di depan pintu dengan matanya yang tidak berkedip sama sekali. Masyallah begitu cantiknya istrinya itu yang menutup auratnya dan bahkan aura Raina benar-benar berbeda terlihat sangat bercahaya.
" Ada yang salah?" tanya Tania memeriksa penampilannya yang sepertinya membuat Rendy bengong. Rania bahkan berkaca kembali benar-benar melihat penampilannya.
" Rendy ada yang aneh dengan diriku?" tanya Rania terlihat gelisah. Rendy menyadarkan dirinya dengan menggoyangkan kepalanya lalu membuang napasnya perlahan kedepan kemudian menutup pintu kamar dan menghampiri Rania.
" Ada yang salah?" tanya Rania tampak panik melihat ke arah Rendy.
" Tidak ada yang salah. Aku hanya takjub melihat penampilan kamu," ucap Rendy.
" Takjub, memang apa yang membuat kamu takjub?" tanya Rania masih saja gelisah memeriksa penampilannya
" Kamu sangat cantik Rania?" jawab Rendy jujur. Rania langsung kaget mendengar pujian pertama Rendy dan membuatnya langsung salah tingkah.
" Ma_ma_ maksud kamu?" tanya Rania gugup dengan wajahnya yang memerah. Rendy mendekatinya dan memegang pipinya.
" Kamu terlihat berbeda," ucap Rendy.
" Apa aku aneh memakai pakaian ini?" tanya Rania dengan pelan.
" Aneh bagaimana. Aku sudah mengatakan kamu sangat cantik," jawab Rendy yang kembali memuji Rania. Rania tersenyum tipis yang akhirnya menjadi malu.
" Ayo sarapan!" ucap Rendy. Rania mengangguk dan mengambil tempat duduk sarapan di pinggir jendela saling berhadapan yang di mana ke indahan Masjidil Haram kembali terlihat dan benar-benar begitu indah.
Sementara Rendy masih terkesima dengan kecantikan istrinya yang terlihat sangat adem. Sampai beberapa kali dia haru mencuri-curi pandang pada Rania yang sarapan begitu tenang di depannya.
" Ehemm," Rania berdehem saat merasa grogi yang menyadari dirinya sedari tadi di pandangi.
" Kamu mau minum?" tanya Rendy dengan cepat.
" Sudah ada," sahut Rania menu mengarahkan matanya pada minuman di sampingnya.
" Oh, ada ternyata," sahut Rendy yang terlihat begitu gugup. Rendy memang kurang fokus melihat bidadari di depannya itu.
" Rendy sebelum aku kemari aku bertanya pada Zahra dulu dan dia yang mengusulkan pakaian ini," ucap Rania.
" Aku tidak bertanya apa-apa," sahut Rendy.
" Ya siapa tau kamu penasaran. Sedari tadi melihati ku terus. Di tanya ada yang aneh katanya nggak. Tapi melihat terus," ucap Rania dengan sewot.
" Mungkin aku hilang fokus karena melihatmu yang sangat cantik," jawab Rendy yang lagi-lagi memuji Rania. Rania Benar-benar akan melayang. Kalau di puji terus.
" Kamu bisa saja," sahut Rania yang kembali menunduk malu. Mereka pun sarapan malah terasa berbeda, semakin canggung satu sama lain.
**********
Selesai sarapan Rania dan Rendy pun langsung melaksanakan ibadah umroh, di mana Rania yang memang baru pertama kali dan bahkan baru di pelajari nya tadi malam. Tetapi dia sudah tau caranya dan melaksanakannya dengan khusyuk.
Saat berada di depan Ka'bah Rania yang berdoa tidak henti-hentinya meneteskan air mata. Hatinya benar-benar terketuk dengan keberadaannya yang pasti tidak percaya orang sepertinya bisa berada di tempat suci itu.
Rania dan Rendy sama-sama melakukan ibadah dengan Khusyuk dan pasi berdoa untuk keselamatan rumah tangga mereka.
Setelah selesai melaksanakan ibadah umroh. Rendy mengajak Rania berjalan-jalan ketempat sejarah-sejarah para Nabi.
" Tempat apa itu?" tanya Rania melihat banyak orang berkumpul di bebatuan yang terdapat di atas bukit.
" Itu Jabal Rahmah tempat bertemunya Nabi Adam as dan Siti Hawa," jawab Rendy melihat istrinya.
__ADS_1
" Apa itu tempat yang sering di bicarakan orang-orang?" tanya Rania.
" Memang apa yang bicarakan orang-orang?" tanya Rendy.
" Ya katanya kalau berdoa di sana. Meminta jodoh akan di pertemukan secepatnya dan juga jika sudah pasangan bisa ditulis dan akan jadi jodohnya," jawab Rania.
" Ya mungkin saja. Ayo kita kesana," ucap Rendy. Rania mengangguk. Rendy menggenggam tangannya dan mengajaknya kesana.
Rania dan Rendy ketika sampai di atas melihat-lihat tempat itu dan memang banyak sekali Rania melihat tulisan orang-orang di sana yang memang menuliskan nama pasangan mereka.
Seketika mata Rania tiba-tiba saja melihat tulisan yang menarik perhatiannya di mana terdapat nama Rendy 💝 Rania. Rania sampai mengucek matanya untuk memastikan tulisan itu benar atau tidak.
" Apa namaku sungguh pasaran. Tapi nama cowoknya juga sama," batin Rania terlihat bingung. Tania melihat ke arah Rendy dan ternyata Rendy sedang berdoa. Sementara Rania bingung sendiri jadinya.
Melihat Rendy yang berdoa. Rania pun ikut-ikutan yang berdoa dan tidak lama mereka berdoa mereka sama-sama amin dan sama-sama melihat dengan dengan tersenyum lebar yang saling bahagia.
" Ya Allah jadikan aku suami yang membahagiakan istriku," batin Rendy yang masih berdoa ketika melihat wajah Rania.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka ketempat- tempat yang bersejarah. Meski di Mekkah begitu panas. Rania dan Rendy tetap semangat dan sangat menikmati perjalanan mereka.
Setiap tempat yang tunjukkan Rendy padanya pasti Rendy akan menjelaskan tempat-tempat apa itu. Selain berprofesi sebagai suami dia juga sebagai agen travel gratis untuk istrinya. Banyak yang mereka kunjungi di kota Mekkah itu.
Tidak terasa waktu sudah malam hari mereka sudah sampai ke hotel. Rendy tadi terlebih dahulu mandi sementara Rania masih di kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Rendy terlihat menutupi jendela dengan tirai putih dan tirai coklat.
Tidak lama Rania keluar dari kamar mandi. Syar'i nya sudah di lepas dan sekarang tampil seksi dengan pakaian dress tidurnya yang berwarna putih memanjang kebawah. Rendy melihat Rania sebentar lalu menaiki ranjang untuk berbaring.
Namun Rania masih melakukan rutinitasnya sebelum tidur memakai handbody di tangan dan kakinya bahkan menyemprotkan parfum yang wanginya begitu romantis.
Rendy hanya melihat aktivitas yang di lakukan istrinya itu tanpa mengatakan apa-apa.
" Ada apa?" tanya Rania yang lagi-lagi melihat Rendy melihat dirinya.
" Tidak apa-apa," jawab Rendy.
" Rendy aku mau tanya sesuatu boleh?" tanya Rania menengok kearah Rendy.
" Tanya apa?" jawab Rendy menoleh sebentar ke arah Rania.
" Aku ada 2 pertanyaan sih," sahut Rania.
Rendy memiringkan tubuhnya dengan satu tangannya yang saling menyatu di bawah pipinya.
" Katakan apa yang ingin kamu tanyakan?" ucap Rendy dengan lembut. Rania pun langsung menghadap Rendy dan sama seperti Rendy posisinya. Mereka saling berhadapan dengan posisi tangan yang sama-sama di bawah pipi.
" Tapi agak mundur sedikit kebelakang tidak apa-apa?" tanya Rania ragu.
" Memang ada apa sepertinya sangat serius?" tanya Rendy.
" Ini masalah kemarin di rumah. Waktu kamu menyelesaikan masalah salah paham kemarin. Aku lupa menayakannya kepadamu masalah kamu mengatakan jika kamu tau aku sama Elang memang dulu punya hubungan. Aku tidak menceritakannya kepadamu sebelumnya dan kenapa kamu tau. Apa berbohong pada orang-orang di sana. Untuk menutupi kesalahan ku?" tanya Rania yang ragu untuk menayakannya.
" Lalu pertanyaan ke-2?" tanya Rendy.
" Hmmm, tadi aku saat di bukit Jabal Rahman aku melihat ada tulisan nama kita ber-2. Apa itu kebetulan?" tanya Rania yang lebih ragu lagi mempertanyakannya.
" Aku tidak menutupi kesalahanmu. Apa yang aku katakan memang benar aku mengetahui hubungan kamu dengan Elang," sahut Rendy.
" Maksudnya. Bukannya kamu taunya malam itu setelah aku cerita?" tanya Rania pelan.
" Aku tau dari dulu dari bertahun-tahun lalu,' ucap Rendy membuat Rania bingung dan pasti terkejut.
" Maksud kamu?" tanya Rania.
__ADS_1
" Rania aku berteman dengan Elang sudah lama dan saat itu aku sama Elang akan melanjutkan kuliah di Luar Negri dan Elang beberapa kali menceritakan kekasihnya yang akan di tinggalkannya sebelum keberangkatan dia terus galau, bingung harus bagaimana. Sampai akhirnya Elang memutuskan untuk mengambil keputusan sebelum pergi dan pada saat itu aku menemaninya.
Flass back.
Rendy yang menemani Elang menemui Rania di sekolahan Rania. Di mana Rendy berada di dalam mobil dan melihat Rania dan Elang tampak berdebat. Tidak tau apa yang di rasakan Rendy. Tapi dia begitu simpatik dengan Rania. Apa lagi raut wajah Rania yang begitu sedih.
" Kak Elang tunggu. Kita tidak bisa kayak gini. Tunggu!" Rania terlihat mengejar-ngejar Elang yang memasuki mobil dan duduk di samping Rendy.
" Ayo Rendy kita pergi!" ucap Elang. Namun Rania menggedor-gedor pintu mobil yang masih ingin bicara dengan Elang.
" Tapi dia memanggilmu!" ucap Rendy tidak tega dengan Rania.
" Sudahlah hubungan kami sudah selesai. Ayo cepat jalan!" titah Elang dengan berat Rendy pun menjalankan mobilnya dan melihat dari kaca spion bagaimana Rania yang masih mengejar mobil itu. Namun Elang tetap keras kepala meninggalkan Rania. Saat itu hati Rendy begitu terketuk melihat seorang remaja SMA yang menagis karena seorang Pria.
Ternyata pertemuan pertama Rendy dan Rania membekas di dalam ingatan Rendy. Elang yang terlebih dahulu kuliah di Luar Negri dan Rendy menyusul bulan depannya. Namun tidak tau apa yang di pikirkan Rendy. Setiap jam pulang sekolah di SMA Rania. Mobilnya pasti ada di sana dan hanya untuk melihat Rania.
Bahkan Rendy pernah mengikutinya sampai ke tempat Rania tinggal yang masih saat itu masih di perkampungan kumuh.
Flassaon.
" Kamu sudah mengetahui ku dari dulu?" tanya Tania yang tidak percaya mendengar penjelasan Rendy.
" Kamu benar. Aku sudah mengetahuinya dari dulu aku tau kamu adalah mantan dari sahabatku Elang. Aku juga kaget saat Elang tiba-tiba datang kerumah dan aku sudah memperhatikan sikap kalian berdua yang masih canggung!" jelas Rendy.
" Pantasan kamu terlihat dingin. Ketika ada Elang di rumah," sahut Rania yang baru menyadari.
" Aku hanya menunggu kamu untuk menceritakannya," sahut Rendy. Rania terdiam yang memang seharusnya di jujur dari awal.
" Lalu kenapa kamu terus mengikutiku. Apa Elang menyuruhmu?" tanya Rania..
" Dia tidak pernah menyuruhku. Aku tidak tau kenapa aku harus kesana dan kesana lagi. Hati ku membawaku ke sana tanpa bisa aku mengerti. Dan sebelum aku menyusul Elang ke Luar Negri aku melakukan ibadah umroh bersama keluargaku dan saat di Jabal Rahmah aku tiba mengingatmu dan aku tidak tau tanganku sudah menuliskan namamu dengan namaku. Itu untuk jawaban pertanyaan ke-2 mu," ucap Rendy.
Rania langsung shock mendengarnya. Yang ternyata apa yang di lihatnya bukan kebetulan. Tetapi memang benar di tulis Rendy bertahun-tahun lalu.
" Sekarang aku memahami Rania. Jika sebenarnya sejak beberapa tahun lalu sebelum kita bertemu aku sudah menyukaimu sampai aku nekat berdoa di Jabal Rahmah untuk di pertemukan denganmu di suatu saat nanti. Saat kita bertemu pertama kali di jalan lintas saat menolong kecelakaan. Aku kaget yang tidak percaya bertemu dengan mu kembali," jelas Rendy.
Jantung Rania bergerak tidak menentu saat mendengar cerita Rendy yang memang sudah lebih menemuinya. Rendy mendekatkan dirinya pada Rania dengan mengusap pipi Rania. Napas mereka saling menerpa dengan mata yang saling menendang.
" Sampai akhirnya aku menikahimu dan ternyata kamu benar apa yang kamu katakan di Jabal Rahmah tadi. Jika seseorang berdoa di sana akan di kabulkan dan termasuk masalah pasangan. Dan aku menjadi salah satu yang doanya di kabulkan. Kamu sudah di takdirkan untuk menjadi jodohku Rania," ucap Rendy.
Mata Rania sampai berkaca-kaca mendengar kata-kata Rendy yang begitu lembut yang lagi-lagi Rania di jadikan orang special.
" Apa itu ada adil untuk mu Rendy?" tanya Rania.
" Kenapa tidak adil?" tanya Rendy.
" Kamu orang yang berbeda dengan ku. Kita bagaikan langit dan bumi. Kesabaranmu, kebaikanmu dan ibadah yang kamu lakukan jauh di atas langit dan aku sangat rendah di dasar lautan. Bukannya orang-orang mengatakan. Jodoh itu cerminan diri yang mungkin seharusnya kamu mendapatkan orang yang sepantaran dengan mu bukan sepertiku," ucap Rania yang merasa tidak pantas.
" Ada sesuatu yang istimewa darimu yang tidak di miliki wanita lain yang membuat kamu tinggi di langit ketujuh dan membuatku berada di dasar laut. Yang akhirnya Allah memberiku kesempatan untuk menjadikanmu istri. Karena kamu benar jodoh cerminan diri. Aku taat beribadah dan melakukan segalanya dengan harapan akan mendapatkan pasangan yang sangat mulia dan itu di kabulkan dengan aku menikah dengan mu," ucap Rendy.
" Rendy! kenapa kamu menutup matamu untuk keburuhanku?" tanya Rania.
" Rania aku menutup mataku. Karena aku memang tidak melihat kamu wanita buruk atau semacamnya yang aku lihat kamu cerminan dariku. Yang bersyukur itu adalah aku yang menikah dengan wanita sepertimu," ucap Rendy.
Rania menundukkan matanya dengan meneteskan air matanya. Dia adalah wanita bahagia yang di ratukan oleh suaminya. Dia selalu merasa tidak pantas menjadi istri Rendy.
" Kenapa menagis?" tanya Rendy dengan pelan. Rania menggeleng dan Rendy memeluknya erat membuat Rania berada di bawah lehernya dengan Rendy mencium lembut pucuk kepalanya.
" Jangan menagis!" ucap Rendy.
Bagaimana Rania tidak menagis yang mendapatkan kebahagian yang sangat luar biasa.
__ADS_1
Bersambung