
New York.
Elang dan Zahra akhirnya tiba di New York di Bandara mereka di jemput oleh supir dari keluarga Elang. Pasangan itu layaknya seperti pengantin baru yang sedang berbulan madu.
Tidak butuh waktu lama akhirnya Elang dan Zahra pun sampai ke rumah mewah Elang. Di mana mobil itu berhenti di depan rumah orang tua Elang. Yang mana terlihat wanita yang sekitar berusia 50 tahunan ke atas dan Pria yang juga sekitar usia 60 tahunan yang menunggu di depan pintu.
Zahra yang berada di dalam mobil yang duduk di belakang, di samping Elang merasa begitu gugup. Karena Zahra tidak pernah bertemu dengan orang tua Elang dan ini yang pertama kali bertemu dan jelas itu membuat Zahra begitu gugup untuk pertemuan pertama kali itu.
" Ayo Zahra!" ajak Elang.
" Apa orang tua kamu baik?" tanya Zahra pelan. Elang mendengus tersenyum mendengar perkataan Zahra.
" Kenapa kamu bertanya seperti itu," ucap Elang.
" Hmmmm, aku takut salah bicara nanti, kan ini pertama kali aku bertemu mereka," ucap Zahra dengan pelan.
" Kamu bisa lihat anaknya. Anaknya seperti apa. Berarti orang tuanya seperti itu," sahut Elang. Zahra mengkerutkan dahinya mendengar kata-kata Elang.
" Berarti orang tua kamu jahat dong," sahut Zahra yang to the point.
" Apa aku sejahat itu. Sampai kamu mengatai orang tua aku jahat," sahut Elang dengan menaikkan 1 alisnya. Zahra mengangkat ke-2 bahunya ke atas.
" Sudahlah ayo kita turun. Mereka sudah menunggu," ucap Elang. Zahra mengangguk yang berusaha tenang dengan beberapa kali membuang napasnya perlahan kedepan.
" Hmmmm, aku memang harus tenang," batinnya.
" Supir membukakan pintu mobil untuk ke-2 pasangan suami istri itu. Zahra dan Elang pun sama-sama turun. Elang meletakkan tangannya di bahu Zahra, merangkul istrinya itu yang membuat Zahra begitu gugup sampai melihat kearah Elang.
" Zahra, akhirnya kita bertemu langsung," ucap wanita yang langsung menghampiri Zahra. Wanita itu tampak ramah dengan senyumnya dan langsung memeluk Zahra. Wanita itu pasti bisa merasakan kegugupan Zahra yang begitu bergetar.
" Ya ampun ternyata menantu mama begitu cantik," ucap wanita itu yang merasa begitu bahagia. Zahra tersenyum manis yang merasa lega. Jika orang tua Elang kelihatannya menerimanya.
" Apa kamu sayang," ucap wanita itu yang sudah melepas pelukannya dari Zahra.
" Baik Bu," sahut Zahra yang masih begitu gugup.
" Perjalanan kalian bagaimana Elang?" tanya Pria itu yang mana papa dari Elang.
__ADS_1
" Alhamdulillah lancar pah," sahut Elang.
" Elang, ternyata kamu sangat pintar ya mencari seorang istri. Dia sangat cantik," puji wanita itu yang memegang pipi Zahra yang mulai memerah karena begitu malu.
" Dia pasti belajar dari papa, kan papa juga mendapatkan istri cantik," sahut Pria itu.
" Issss, papa ini ikut-ikutan aja," sahut wanita itu. Elang dan Zahra tertawa kecil.
" Maaf ya sayang kami tidak bisa hadir di pernikahan kalian," ucap wanita itu yang merasa bersalah.
" Tidak apa-apa Bu," sahut Zahra.
" Hmmm, bagaimana kandungan kamu? apa baik-baik saja?" tanya wanita itu. Mendengar hal itu Zahra kaget dan langsung melihat ke arah Elang. Di mana Zahra seolah bertanya apa memang orang tua Elang tau jika dia hamil.
" Sayang kamu kenapa diam?" tanya wanita itu. Elang menganggukkan matanya pada Zahra yang menjawab pertanyaan Zahra.
" Iya Bu baik-baik aja," sahut Zahra yang kembali gugup.
" Alhamdulillah, semoga kamu nya juga sehat ya," ucap wanita itu dengan doanya. Zahra hanya mengangguk menjawab pertanyaan tersebut.
" Zahra kamu jangan memanggil ibu. Kamu panggil kami mama papa ya. Sama seperti Elang," sahut papa Elang.
" Ya sudah sekarang sebaiknya kita masuk. Masa iya sedari tadi hanya di luar terus," sahut papa Elang.
" Iya kalian makan dulu. Mama sudah siapkan masakan yang lezat-lezat. Zahra mengangguk. Mama Elang langsung merangkulnya dan mengajaknya memasuki rumah. Elang tersenyum dengan orang tuanya yang menerima Zahra dengan cepat.
Padahal orang tuanya tau Cindy adalah kekasihnya dan sudah lama mengenal Cindy. Namun memang Elang mengatakan mereka putus dan mengatakan akan menikah. Walau orang tuanya kaget mendengar hal itu. Tetapi akhirnya memberikan restu dalam pernikahan itu.
Pada acara pernikahan orang tua Elang memang tidak bisa datang. Karena ada pekerjaan di New York dan lagian acara itu mendadak. Jadi tidak bisa pergi atau apapun. Tetapi Elang sebelumnya pernah menunjukkan foto istrinya ke pada orang tuanya.
Orang tua Elang benar-benar begitu ramah dengan kepada Zahra dan sangat melayani Zahra dengan baik. Sama seperti hari ini Zahra di suguhkan makanan yang sengaja di siapkan oleh mertuanya itu.
" Ayo sayang kamu makan. Ini itu makanan Favorite dari Elang," ucap mama mertuanya itu.
" Makasih ma," sahut Zahra yang merasa tidak enak yang di layani dengan baik oleh orang tua Elang.
" Kamu juga makan ya Elang. Setelah makan kalian istirahat. Kamar kalian sudah di siapkan," ucap mama Elang.
__ADS_1
" Iya mah," jawab Elang.
" Memang kapan acara pestanya?" tanya Zahra.
" Besok sayang," sahut mama mertuanya itu.
" Begitu rupanya," jawab Zahra dengan pelan.
" Ya sudah ayo makan jangan malu-malu anggap saja ini rumah sendiri," ucap mama Elang.
" Iya ma," jawab Zahra yang menikmati makanan bersama Elang dan juga mertuanya itu.
" Aku tidak percaya jika orang tua Elang se humble ini," batin Zahra yang merasa bahagia.
Setelah menikmati makan bersama dengan keluarga itu. Elang dan Zahra pun memasuki kamar yang sudah di siapkan. Bahkan koper mereka sudah terlebih dahulu sudah dia di antarkan kedalam kamar.
" Aku yang mandi duluan atau kamu?" tanya Elang pada Zahra.
" Hmmmm, kamu aja duluan," jawab Zahra. Elang mengangguk.
" Elang ada yang ingin aku bicarakan," sahut Zahra tiba-tiba sebelum Elang memasuki kamar mandi.
" Ada apa?" tanya Elang heran.
" Hmmm, orang tua kamu tau tentang kehamilanku?" tanya Zahra Elang mengangguk.
" Apa mereka juga tau. Kalau aku hamil di luar nikah," sahut Zahra dengan pelan. Elang mengerti apa yang di khawatirkan Zahra. Elang pun mendekati Zahra dengan memegang ke-2 bahu Zahra.
" Aku masih punya malu Zahra. Untuk tidak mengumbar aib. Jika Allah menutup aib kita berdua. Maka biarlah itu tertutup. Orang tua aku tau kehamilan kamu. Tapi tidak tau apa yang terjadi sebenarnya," ucap Elang menjelaskan dengan detail.
" Zahra kamu jangan khawatir. Tidak akan terjadi apa-apa. Kita jangan mengingat masa itu lagi. Yang sekarang bagaimana kita berusaha untuk memperbaiki semuanya," ucap Elang menjelaskan pada Zahara.
" Hmmmm, kamu benar. Aku hanya takut. Jika orang tuamu tau. Mereka akan berpikiran yang tidak-tidak kepadaku," ucap Zahra.
" Kamu jangan mengkhawatirkan hal itu," sahut Elang. Zahra mengangguk tersenyum.
" Ya sudah aku mandi dulu ya," ucap Elang. Zahra hanya mengangguk dan Elang pun langsung menuju kamar mandi.
__ADS_1
" Syukurlah. Jika memang apa yang terjadi denganku dan juga Elang masih tertutupi," batin Zahra yang merasa lega.
Bersambung