
Pagi hari kembali Tiba, waktu begitu cepat berlalu padahal baru malam dan sudah pagi lagi. Rendy berada di kamar mandi sementara Rania membersihkan kamar tidur mereka. Tidak lama Rendy memasuki kamar. setelah selesai mandi.
" Kamu sudah selesai mandi?" tanya Rania melihat ke arah pintu yang dibuka. Namun dengan cepat kembali berputar arah. Ketika melihat Rendy yang masuk kamar telanjang dada dan hanya menggunakan handuk yang di lilit di pinggangnya membuat Rania terkejut. Makanya langsung berbalik badan dan pura-pura menyibukkan diri lagi.
" Hmm, baru selesai?" jawab Rendy santai yang melangkah mendekati lemari yang mungkin ingin megambil pakainnya. Namun Rania tampak terus menghindari pandangannya untuk tidak melihat Rendy.
" Ya ampun apa Rendy sadar, jika di masuk tanpa pakaian," batin Rania yang bertambah gugup saja.
" Rania!" tegur Rendy.
" Hah, iya kenapa?" tanya Rania.
" Kamu lihat, kemeja hitam di sini tidak?" tanya Rania.
" Kayaknya di bagian atas deh," sahut Rania yang berusaha untuk tidak melihat Rendy.
" Di mananya ya?" tanya Rendy kebingungan.
" Bentar aku lihat," sahut Rania berusaha tenang lalu mendekati Rendy mengambil kemeja itu. Namun tetap saja Rania berusaha untuk tidak melihat Rendy yang di sampingnya. Walau apa yang di lakukannya hanya menyulitkan dirinya saja.
Rania pun mengambil kemeja yang di maksud Rendy. Tetapi saat sudah meraihnya Rania yang tidak fokus harus terseleo.
" Aaaa," pekiknya yang hampir jatuh dan Rendy langsung menahan tubuhnya.
Rania memegang kulit lengan Rendy yang masih basah. Rania yang shock dengan apa yang di lakukannya Meles diri dari Rendy. Tetapi malah sasaran yang membuatnya jatuh ketempat tidur dan Rendy pun tertarik.
Alhasil Rendy sekarang berada di atas tubuh Rania. Separuh tubuh Rania yang berada di tempat tidur dan k-2 tangan Rania yang memegang lengan Rendy yang kekar yang membuat ke-2nya saling menatap.
Ke-2 pasang mata indah itu saling berkeliling mengamati wajah masing-masing. Rambut Rendy yang masih basah. Tetasan dari air rambut itu harus menetes pada kelopak mata Rania membuat Rania perlahan menutup matanya dan membuka kembali perlahan dengan mereka yang terus saling menatap.
Napas yang saling menerpa dengan debaran jantung yang kembali saling berdetak kencang yang tidak bisa di jelaskan apa yang terjadi di antara mereka. Apa yang mereka rasakan yang pasti banyak benih-benih cinta yang sudah tumbuh di sana.
" Apa mungkin aku menyukaimu Rania," batin Rendy yang sudah mulai menyadari perasaannya.
" Apa ini sudah waktunya," batin Rania yang tidak mengerti dengan kata-kata yang di ucapkannya tadi.
" Kamu tidak apa-apa?" tanya Rendy. Rania menggeleng pelan. Rendy tersenyum dan membantu Rania berdiri. Terlihat keduanya sama-sama membuang napas perlahan. Seolah ke-nya begitu lega dan setelah adegan saling menatap itu ke-2nya malah salah tingkah.
" Aku keluar dulu," ucap Rania dengan gugup. Rendy mengangguk dan Rania buru-buru keluar. Rendy pun tersenyum merasa aneh dengan kejadian tadi.
__ADS_1
**********
Setelah bersiap-siap. Akhirnya Rendy ke luar dari kamar dan langsung mendapati Rania di ruang tamu.
" Kalau kamu menyusul nanti, kamu bisa datang. Di puskesmas dekat sini," ucap Rendy pada Rania.
" Iya, nanti saja aku akan menyusul, aku masih mau beres-beres koper dulu," ucap Rania.
" Ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu," sahut Rendy pamit.
" Tunggu!" cegah Rania dan buru-buru pergi kedapur dan Rendy heran menunggunya. Tetapi Rania langsung dengan cepat datang yang membawakan kotak bekal.
" Bawalah untuk sarapanmu. Hanya roti dengan selai Nutella," ucap Rania. Rendy tersenyum dan langsung mengambilnya.
" Terima kasih," ucap Rendy. Rania mengangguk.
" Ya sudah aku pergi dulu," ucap Rendy kembali pamit lagi. Rania tersenyum dan mencium punggung tangan Rendy. Lalu Rendy juga mencium lembut keningnya.
" Kamu hati-hati," ucap Rania. Rendy mengangguk. Lalu pergi dan Rania tersenyum lebar melihat kepergian Rendy.
***********
Rania pun mengambil kotak tersebut dan membuka isinya yang ternya sudah banyak di makan. Rania tersenyum yang tidak menyangka jika Rendy akan memakannya.
" Kalau tau begitu aku akan menyiapkannya yang banyak," batin Rania yang terasa senang.
***********
Malam hari tiba. Rania berada di kamarnya, selesai mandi dan duduk di depan cermin menyisir rambutnya. Dan memberi wangi-wangian pada tubuhnya. Karena Rania memang sangat suka wangi.
Ceklek.
Rania menoleh kebelakang dan melihat Rendy. Yang sudah pulang.
" Kamu sudah pulang," ucap Rania.
" Iya," jawab Rendy memijat kepalanya yang tampaknya berat.
" Kamu kenapa?" tanya Rania.
__ADS_1
" Tidak apa-apa, aku hanya lelah saja dan kepalaku sakit," jawab Rendy.
" Apa pekerjaannya sangat banyak?" tanya Rania.
" Iya sangat banyak. Dan kesulitan untuk mengatasinya," jawab Rendy meletakkan jas dan tasnya pada tempatnya. Lalu duduk di pinggir ranjang dan wajah Rendy memang terlihat lelah membuat Rania kasihan.
" Mau aku pijit kepalanya?" sahut Rania menawarkan. Rendy menoleh kearahnya.
" Tidak. Aku hanya pegal sedikit," sahut Rendy menolak. Namun Rania yang tampak tidak tega langsung naik ke atas ranjang dan bersilah kaki di atas ranjang.
" Kemarilah, aku bisa memijat mungkin itu akan membuatmu sedikit membaik. Walau kamu Dokter bukan berarti apa yang aku lakukan tidak bermanfaat," ucap Rania.
Rendy kembali menoleh kebelakang dan melihat Rania.
" Baiklah," sahut Rendy tersenyum dan langsung menjatuhkan dirinya di tempat tidur untuk di pijat Rania. Namun Rania mengangkat kepala Rendy ke atas pangkuannya yang cukup membuat Rendy kaget. Namun tersenyum dan Rania pun langsung memijat kepala Rendy dengan wajahnya yang menunduk dan Rendy pun sangat mudah melihat wajah Rania yang tertutup rambut Rania yang mana ujung rambut itu juga mengusik mata Rendy.
" Aku tidak tau kamu bisa memijat?" sahut Rendy memejamkan matanya yang menikmati pijatan istrinya.
" Bukannya aku wanita serba bisa. Kalau hanya masalah memijat itu masalah kecil," sahut Rania menyombongkan dirinya membuat Rendy hanya tersenyum tipis dengan terus menikmati pijatan lembut Rania yang mana kepalanya di pangkuan wanita itu.
" Oh, iya apa sarapan yang aku buat tadi di makan?" tanya Rania.
" Iya aku memakannya?" jawab Rendy. Rania tersenyum mendengarnya.
" Lalu saat makan siang, kamu makan apa?" tanya Rania.
" Aku memakan di dapur umum yang sudah di siapkan," jawab Rendy, " kamu makan apa?" tanya Rendy.
" Hmmm, aku makan mie instan," jawab Rania.
" Hanya itu?" tanya Rendy.
" Tidak, makan cemilan dan banyak lagi," jawab Rania.
" Jangan biasakan memakan makanan yang tidak sehat," ucap Rendy memberi pesan.
" Hmmm, hanya sekali-sekali," jawab Rania yang terus memijat kepala itu.
Bersambung
__ADS_1