Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 118 Malam terindah


__ADS_3

Lama dalam ciuman bibir. Ciuman itu turun pada leher Rania memberikan tanda kepemilikan di sana. Rania hanya memejamkan matanya saat Rendy melakukan apapun yang di inginkannya.


Di sela ciuman itu tangan Rendy perlahan membuka kancing baju Rania dengan lembut. Tidak ada penolakan sama sekali. Sentuhan lembut Rendy mampu membuatnya terbang ke atas sana.


Lama bermain di leher istrinya. Rendy bangkit dari tubuh Rania dan menarik kausnya keatas. Rania membuka matanya perlahan. Mata sayu yang di penuhi gairah itu melihat tubuh kekar suaminya membuatnya menoleh kesamping seakan malu melihat tubuh itu.


Setalah pakaiannya terbuka Rendy kembali menindih tubuh Rania. Menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Yang mana pakaian yang di pakai Rania akhirnya juga lepas dari tubuhnya.


Pakaian yang basah kuyup itu terbuang di atas lantai. Sementara pasangan suami istri itu masih sibuk dalam ciuman lembut yang saling membalas dan penuh kenikmatan.


Tubuh mereka sudah sama-sama polos dengan Rendy yang terus menyentuh tubuh istrinya yang tidak satupun di lewatkannya. Ke-2 nya sama-sama di penuhi gairah.


Sebelum Rendy ingin memberikan istrinya nafkah batin. Rendy menatap Rania terlebih dahulu. Mata indah yang juga melihatnya di mana mata itu sedari tadi menangis.


Tidak ada pembicaraan di antara ke-2nya. Namun Rania ketika memejamkan matanya. Meremas seprai saat merasa ada yang sakit di bawah sana yang membuat air matanya kembali keluar. Kepalanya yang miring terus terlihat menahan sakit.


Rendy tidak tega melihat istrinya yang kesakitan membuatnya merasa bersalah dan mendekatkan wajahnya pada Rania lalu mencium lembut kelopak mata Rania. Rasanya pasti asin karena air mata. Rendy kembali meraih bibir Rania memberinya ciuman lembut untuk memberikan ketenangan.


Tidak sampai di situ. Tangan Rania yang meremas seprai. Rendy menautkan tangannya pada tangan Rania saling menggenggam erat untuk merasakan nikmatnya surga dunia.


Setelah merasa Rania nyaman Rendy kembali melanjutkan penyatuannya. Dengan lembut tanpa ingin menyakiti istrinya. Karena dia tidak ingin malam pertama itu hanya memberikan luka. Dia hanya ingin memberikan kesan kelembutan. Karena apa yang mereka lakukan adalah ibadah yang belum pernah mereka lakukan.


Keringat membasahi tubuh Ke-2nya. Tidak Rania ataupun Rendy. Lama dalam penyatuan tubuh dalam cinta. Rendy melakukan pelepasan dengan menyemburkan ribuan benihnya pada rahim istrinya dengan doa dan harapan mereka akan di berikan keturunan.


Setelah melakukan hal itu. Rendy menjatuhkan tubuhnya di samping Rania. Dengan tangannya berada di bawah kepala Rania dan membawa Rania kedalam pelukannya mencium lembut kening Rania. Ciuman itu bisa di rasakan Rania, ciuman penuh ketulusan dan kebahagian yang di dapatkan suaminya.


" Terimakasih ya Allah untuk malam indah ini," batin Rendy yang memeluk tubuh istrinya dengan erat. Tubuh Rania yang begitu lemas. Namun pasti dia merasakan kebahagian yang tidak bisa di ungkapkan nya.

__ADS_1


***********


Subuh hari yang begitu dingin. Ternyata hujan deras tadi malam belum berhenti. Namun sekarang hujannya tidak sederas tadi malam. Rendy sudah terbangun yang berbaring miring dengan membelai-belai rambut Rania yang tertidur membelakanginya.


Rania juga tertidur berbantalkan lengan oleh Rendy. Belaian pada rambutnya akhirnya membuat Rania membuka matanya perlahan.


" Kamu sudah bangun!" lirih Rendy dengan mencium bahu Rania yang masih polos. Dengan perlahan Rania membalikkan tubuhnya dan melihat jelas wajah suaminya di mana Rendy juga masih tidak memakai pakaian yang mana mereka masih berada di dalam ringkupan selimut.


Mata mereka saling bertemu dan Rendy langsung mencium kening lembut kening Rania. Yang membuat air mata Rania menetes.


" Ada apa?" tanya Rendy menyeka air mata Rania. Rania menggelengkan kepalanya dia juga tidak tau apa yang membuatnya meneteskan air mata.


" Apa aku memaksamu?" tanya Rendy yang merasa bersalah. Dia berpikiran apa yang di lakukan tadi malam tidak di inginkan Rania.


" Maafkan aku Rania. Aku sudah membuatmu terluka. Maafkan aku meragukanmu," ucap Rendy yang merasa bersalah. Rendy meraih tangan Rania lalu menciumnya dengan lembut.


" Aku mempercayaimu Rania. Kamu adalah istri yang sangat kuat. Aku adalah suami yang beruntung yang sudah memiliki istri seperti kamu. Kamu sangat baik Rania. Kamu begitu tulus. Kamu sudah menjaga diri kamu. Marwah kamu sebagai istri kamu jaga dengan baik. Maafkan aku Rania yang sudah meragukan kamu. Maafkan aku malam ini yang tidak bisa mengatasi masalah dengan bijak. Aku membentakmu hanya karena aku tidak dewasa menghadapi masalah ini. Maafkan aku," ucap Rendy yang menyesal kepada sang istri.


" Aku yang minta maaf. Karena aku sudah menutupi masalah Elang dari mu. Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku ingin memberi tahunya. Tapi aku tidak tau harus memulai dari mana," ucap Rania. Rendy tersenyum mencium kembali kening Rania.


" Kamu tidak perlu minta maaf. Semua yang terjadi karena kesalahan ku. Karena aku yang sudah meninggalkan mu. Aku mengetahui semauanya. Tetapi membiarkan mu mengalami semua ini," sahut Rendy yang bicara lembut dengan mengusap-usap lembut pipi itu.


" Aku janji tidak akan menutupi apapun lagi dari mu. Aku janji Rendy," lirih Rania. Rendy tersenyum mengangguk.


" Jangan menagis lagi!" ucap Rendy kembali mengusap air mata itu.


" Apa itu artinya kamu tidak marah lagi padaku?" tanya Rania yang masih takut suaminya marah padanya.

__ADS_1


" Rania, aku marah padamu. Jadi jangan berpikir apa-apa," ucap Rendy. Rania mengangguk tersenyum dengan hatinya yang begitu lega.


" Terimakasih untuk malam ini," ucap Rendy. Yang berterima kasih atas nikmat yang di rasakannya bersama istrinya. Rania mengangguk pelan mendengarnya.


" Kamu tidak menyesalkan?" tanya Rendy. Rania menggelengkan kepalanya dengan cepat.


" Kenapa aku harus menyesal. Bukannya itu adalah hak kamu," sahut Rania. Rendy tersenyum dan lagi-lagi mencium kening Rania.


" Mandilah, kita akan sholat subuh berjamaah," ucap Rendy yang sudah mendengar suara azand yang indah. Rania menengguk dan perlahan ingin duduk dan di bantu Reny.


Saat Rania ingin kekamar mandi, baru bergerak dari ranjang tiba-tiba eksperesi wajahnya terlihat menahan sakit.


" Ada apa Rania?" tanya Rendy memegang istrinya. Rendy tampak panik dan seolah mengerti.


" Apa sesakit itu?" tanya Rendy. Rania mengangguk yang tidak bisa bohong jika memang terasa sakit di are sensitifnya.


" Apa aku terlaluan? tanya Rendy merasa bersalah.


" Tidak kok," sahut Rania dengan cepat menggelengkan tangannya.


" Aku tidak apa-apa. Aku hanya merasa sakit sedikit," ucap Rania.


" Maafkan aku ya," ucap Rendy. Rania mengangguk pelan dan akhirnya turun perlahan dari ranjang dengan selimut yang masih membalut tubuhnya. Rendy merasa iba dengan Rania yang berjalan begitu susah.


Mata Rendy turun pada seprai putih dan melihat bercak darah. Hal itu membuatnya tersenyum dengan penuh kebahagian. Dia lah orang yang pertama yang menyentuh Rania. Ya Rendy tau Rania seperti apa.


Walau orang mengatakan ini itu. Tetapi dia sangat mengetahui istrinya itu. Tapi dia sangat menyesal jika tadi malam meragukan istrinya itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2