Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Eps 36


__ADS_3

" Kamu sudah makan Rendy?" tanya Ratih setelah kepergian Rania dan Zahra.


" Belum ma," jawab Rendy.


" Kalau begitu kamu sebaiknya makan duku," sahut Rendy.


" Iya ma, Rendy akan makan dulu baru istirahat," jawab Rendy


" Hmmm, baiklah, mama juga sudah siapkan makanan kamu," sahut Ratih.


" Apa ada masalah Rendy?" tanya Ratih yang bisa merasakan ada yang sesuatu yang terjadi.


" Maksud mama?" tanya Rendy.


" Dan Rania, ada apa dengannya mama melihat seperti ada sesuatu padanya, Rendy bukannya dia akan menikah tinggal beberapa hari lagi. Dan bukannya sangat tidak pantas jika kamu harus berduan dengannya. Hal ini bisa menimbulkan fitnah," ucap Ratih menegur putranya.


" Rendy mengerti ma, Rendy tidak sengaja bertemu Rania dan Rania mengalami insiden dan dia juga tidak bisa pulang kerumahnya dan meminta Rendy untuk mengantarnya ke tempat Zahra dan mungkin Rania tidak tau kalau Zahra tinggal bersama kita. Jadi semuanya tidak ada kesengajaan," ucap Rendy menjelaskan.


" Insiden, insiden apa?" tanya Ratih.


" Rania mengalami kecelakaan. Mobil dan isinya masuk jurang," jawab Rendy.


" Inalillahi," sahut Ratih schok dengan menutup mulutnya dengan tangannya.


" Memang apa yang terjadi sampai Rania mengalami hal seperti itu. Mama juga melihat gadis itu seperti sedang terluka?" tanya Ratih. Rendy terdiam. Dia merasa tidak punya hak untuk menceritakan masalah Rania kepada siapapun. Walaupun itu ibunya sendiri.


" Ya sudah, kamu sebaiknya makan dulu," sahut Ratih yang seolah mengerti. Karena dia juga bukan Wanita yang kepo yang harus ingin tau urusan pribadi orang lain.


Dia juga sudah mendengarkan alasan putranya kenapa membawa seorang wanita yang bisa di katakan darah manis karena akan menikah dengan dengan keponakannya dengan penjelasan itu baginya sudah cukup.

__ADS_1


" Rendy makan dulu ya ma," ucap Rendy. Ratih mengangguk dan Rendy pun pergi langsung menuju dapur.


" Ya Allah aku hanya berharap semua di berikan kelancaran. Aku tidak tau kenapa perasaanku tidak enak. Gadis itu terlihat sangat hampa. Dia seolah memiliki beban yang banyak yang ingin di bagi tetapi seakan tidak bisa membaginya. Ya Allah engkau yang maha memberi petunjuk, aku hanya meminta engkau berikan gadis itu petunjuk agar masalah yang di hadapinya terselesaikan," batin Ratih yang begitu tulus berdoa untuk seorang wanita yang bari di kenalnya.


*******


Akhirnya Ratih mengetahui apa yang terjadi pada Rania. Rania adalah orang yang tertutup. Tetapi kali ini dia sangat terbuka, mungkin tidak sanggup menahan beban itu sendirian yang akhirnya membuat mulutnya terbuka menceritakan pada Ratih tentang kejadian yang di alaminya.


Tidak tau kenapa dia begitu percaya kepada Ratih dan merasa nyaman bercerita. Bahkan Rania tidak pernah bercerita kepada ibunya sendiri.


Setelah menceritakan semuanya kepada Ratih. Rania tampak plong dan sekarang sudah tertidur di kamar Zahra. Zahra dan Ratih berdiri di dekat ranjang melihat gadis malang itu dengan wajah mereka yang sangat simpatik dan pasti sangat terkejut dengan apa yang terjadi.


" Ya Allah, apakah gadis ini sungguh istimewa untukmu. Sehingga engkau memberikannya banyak sekali ujian. Apa dia adalah mahluk yang paling engkau cintai sampai ujian demi ujian iya dapatkan," batin Ratih dengan raut wajah nya yang sangat sedih bahkan dengan matanya yang berkaca-kaca melihat apa yang terjadi pada gadis yang tertidur pulas itu.


" Tante, untung saja Rania tidak apa-apa. Untung saja dia selamat," ucap Zahra merasa bersyukur.


" Allah masih menjaganya Zahra," sahut Ratih. Zahra mengangguk-angguk.


" Ya sudah Zahra. Ayo Zahra, biarkan dia Istirahat dulu," ajak Ratih yang melihat pukul 1 malam.


" Iya Tante," sahut Zahra mengangguk. Mereka pun akhirnya keluar dari kamar dan membiarkan Rania di dalam kamar untuk beristirahat.


*******


Zahra dan Ratih pun menghampiri ruang tamu di mana ada Rendy di sana yang duduk di sana. Rendy sudah selesai makan dan juga sudah mandi dan yang lainnya.


Ratih dan Zahra pun ikut duduk di ruang tamu bersama Rendy.


" Tante, bagaimana ini kelanjutannya?" tanya Zahra.

__ADS_1


" Aku sangat mengkhawatirkan hubungan Rania dan Gilang, aku sungguh tidak percaya jika dia bisa mengalami insiden yang berbahaya itu,"


" Zahra, yang terjadi pada Rania dan Gilang. Jelas hanya Rania yang bisa mengambil keputusannya. Tante juga tidak percaya jika Gilang bisa melakukan hal yang sangat tidak bermoral itu," sahut Ratih dengan wajahnya yang penuh kekecewaan terhadap keponakannya.


Yang pasti dia tau keponakannya sangat tau agama tau mana yang salah dan benar. Tau dengan dosa, tau dengan karma, tau dengan balasan di akhirat. Tetapi tidak menyangkan keponakannya bisa melakukan hal yang diluar pemikirannya.


" Aku tidak percaya. Jika kali ini pernikahan Rania akan terhambat dengan kenyataan yang sangat pahit. Gilang yang begitu di percayai nya dan Rania meletakkan banyak harapan kepada Gilang. Tetapi Gilang sungguh tega menghiyanatinya memberikan luka pada Rania. Apa dia tidak kasihan dengan Rania. kenapa dia sanggup mempermainkan Rania," ucap Zahra geleng-geleng dengan wajahnya yang begitu murung.


" Tetapi itulah yang di namakan musibah. Zahra yang terjadi pada Rania saat ini adalah ujian untuknya dan semoga Allah memberinya pikiran yang tenang agar bisa menghadapi semuanya dan pastinya bisa mengambil hikmah dari kejadian ini," sahut Ratih.


" Lalu apa itu artinya. Pernikahan Rania memang akan kembali di batalkan?" tanya Zahra memastikan. Ratih terdiam dan tidak bisa mengatakan apa-apa.


" Kenapa Gilang bisa mempermainkan Rania apa alasan dia melakukan hal seperti itu," batin Rendy yang juga tidak habis pikir.


" Jika sampai batal, aku tidak percaya bagaimana selanjutnya. Semuanya sudah di persiapkan dan mungkin undangan juga sudah ada di sebar. Ya Allah kenapa Rania yang harus mengalami semua ini lagi," ucap Ratih terlihat gelisah dengan memijat kepalanya.


" Kita doakan yang terbaik ya," sahut Ratih. Zahra mengangguk dengan wajahnya yang tidak bisa bohong jika dia kasihan dengan wanita yang tak lain adalah temannya dan juga bosnya sendiri.


**********


Rania yang tertidur pulas membuka matanya perlahan. Dia tidak tau kenapa begitu tenang saat berada di rumah itu. Rania menoleh kesampingnya tidak ada Zahra di sana dan Rania mencoba untuk duduk.


Dia memang sangat lelah dan kepalanya sangat berat dengan menahan beban yang banyak. Tetapi tidak seberat di awal. Bahkan sekarang rasa beban yang di alaminya berkurang sedikit.


Saat Rania duduk Rania melihat arloji di tangannya pukul 5 subuh dia merasa sudah lama tidur. Tetapi tidak disangkanya dia tertidur hanya beberapa jam tetapi seakan dia begitu nyenyak tidur dan bahkan tidur tanpa beban.


Rania menoleh kebawah dan melihat Zahra yang ternyata ada di lantai yang sedang duduk tahyatut akhir yabg sedang menunaikan ibadah sholat subuh.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2