
Setelah selesai Operasi Rendy memasuki ruangannya. Rendy juga sudah membuka pakaian operasinya dan hanya memakai kemeja saja. Rendy duduk di kursinya dengan meminum air mineral.
Tok-tok-tok-tok. Pintu ruangan Rendy di ketuk.
" Masuk!" perintah Rendy setelah selesai minum. Yang ternyata suster Yani yang datang.
" Suster, ada apa?" tanya Rendy heran.
" Ini Dokter Rendy!" sahut suster yang memberikan apa yang di berikan Rania tadi.
" Apa ini?" tanya Rendy heran yang sudah mengambilnya.
" Tadi istri Dokter yang memberikannya," sahut suster.
" Rania maksudnya?" tanya Rendy menebak-nebak.
" Benar Dokter?" sahut suster.
" Kenapa tidak memberinya langsung kepadaku. Apa dia sudah pulang," batin Rendy yang melihat-lihat kotak itu.
" Ya sudah Dokter kalau begitu saya kembali dulu," sahut suster.
" Iya, makasih ya dan maaf sudah merepotkan," ucap Rendy merasa tidak enak. Suster mengangguk lalu langsung keluar dari ruangan Rendy.
" Apa ini, kenapa dia tidak menungguku. Bukannya tadi katanya ingin makan siang bersama," ucap Rendy yang penasaran dengan apa yang di berikan istrinya.
Ting
tiba-tiba pesan wa masuk pada handphone Rendy dan Rendy langsung melihatnya.
..." Aku minta maaf, aku tidak bisa menunggumu. Soalnya Zahra tadi tidak enak badan. Aku jadi tidak bisa makan siang bersama. Maaf ya," ucap Rania dengan dengan emote maaf dan love yang sangat banyak....
Rendy tersenyum melihat pesan Rania.
__ADS_1
..." Ya sudah tidak apa-apa, kamu jangan lupa makan ya," balas Rendy untuk pesan pada istrinya....
Rendy kembali meletakkan handphonenya di atas meja. Lalu Rendy kembali fokus pada kotak kecil itu.
Rendy yang penasaran dengan apa yang di berikan Rania kepadanya. Rendy langsung membukanya yang pertama di lihatnya surat dengan amplop pink. Rendy mengambil surat itu. Dahi Rendy mengkerut saat melihat benda berupa tespeck yang membuatnya kebingungan dengan bertanya-tanya.
Rendy mengambil tespeck tersebut dan melihat garis dua. Jantung Rendy berdetak kencang dengan apa yang di lihatnya.
" Apa maksudnya ini!" lirih Rendy yang kesulitan untuk bicara. Rendy pun membuka amplop tersebut. Ternyata bukan hanya surat yang ada tetapi juga melihat 2 lembar foto yang tak lain adalah hasil USG.
Mata Rendy berkaca-kaca melihat hasil USG tersebut. Rendy seakan tidak bisa menyimpulkan apa-apa. Karena takut jika dia berharap dengan buru-buru Rendy pun membaca surat dari istrinya tersebut.
..." Suamiku seharusnya aku belum memberitahukan ini kepadamu. Maafkan aku aku diam-diam tes kehamilan. Kemarin waktu mama menemukan tespeck. Aku juga penasaran dengan diriku. Dan beberapa hari setelah itu aku mencoba untuk tes iseng-iseng ternyata aku positif. Aku takut ada kesalahan. Aku mencoba memeriksa ke Dokter tanpa sepengetahuan kamu dan ternyata benar aku positif hamil. Suamiku seharusnya aku belum memberitahu ini kepadamu. Aku ingin memberitahunya nanti saja. Tapi karena kita bertengkar karena masalah ada yang di tutupi jadi aku harus memberitahunya sekarang. Aku tidak kamu mengetahui dari orang lain dan akhirnya kamu marah karena aku menutupi hal ini. Makanya aku beritahu sekarang. Jika aku istrimu Rania sedang mengandung. Aku mengandung hasil buah cinta kita berdua. Dan kamu suamiku yang pertama kali aku beritahu jangan marah ya kepadaku. Aku berharap kamu bahagia dengan kehadiran calon anak kita yang mana sebentar lagi aku dan kamu akan menjadi ibu dan ayah....
...Maaf ya aku baru memberitahumu sekarang....
...I love you....
Tulis surat dari Rania membuat air mata Rendy jatuh. Bagaimana tidak perasaannya jelas begitu bahagia, istrinya sedang mengandung suami mana yang tidak bahagia dengan kabar kehamilan istrinya.
" Terima kasih Rania, kamu sudah memberiku kebahagian yang berlipat. Maafkan aku jika pertengkaran kita kemarin membuat kamu kepikiran sampai-sampai kamu takut untuk melakukan semuanya, maafkan aku Rania," batin Rendy yang justru merasa bersalah pada Rania.
Rendy yang begitu bahagia langsung bangkit dari duduknya dan buru-buru keluar dari ruangannya yang tidak tau Rendy akan pergi kemana.
Rania memang berniat ingin memberikan kejutan kepada Rendy. Namun Rania tidak akan mengulangi kesalahan yang membuat Rendy marah kepadanya yang apa lagi jika bukan menutupi sesuatu.
Tidak ingin mencari ribut dengan suaminya. Rania pun akhirnya memilih untuk memberitahu Rendy. Sebelum Rendy mengetahui dari orang lain. Walau memang Rendy suaminya lah yang pertama kali di beri tahunya.
*********
Rania menuruni anak tangga dengan merogoh-rogoh tasnya yang sepertinya Rania sedang mencari-cari sesuatu yang dengan cepat menemukannya yang ternyata kunci mobilnya.
" Rania kamu mau kemana?" tanya Ratih yang melihat Rania yang kelihatan mau pergi.
__ADS_1
" Oh, itu mah, Rania mau kekantor sebentar, soalnya ada yang harus Rania kerjakan. Zahra sudah istirahat kok," jawab Rania.
" Oh, begitu, ya sudah kamu hati-hati ya," ucap Ratih.
" Iya mah, ya sudah Rania berangkat dulu ya mah," sahut Rania mencium punggung tangan Ratih. Ratih tersenyum mengangguk.
" Hati-hati," ucap Ratih berpesan. Rania tersenyum mengangguk.
Rania pun akhirnya keluar rumah. Saat ingin membuka pintu mobilnya tiba-tiba mobil Rendy berhenti di belakang mobil Rania.
" Rendy tumben dia pulang siang-siang begini," batin Rania heran dengan keberadaan suaminya yang tiba-tiba datang.
Rania juga heran dengan Rendy yang buru-buru keluar dari mobil dan langsung berlari menghampirinya tanpa basa-basi Rendy langsung memeluk Rania membuat Rania kaget.
" Terima kasih Rania, terima kasih untuk semuanya, aku mencintai mu Rania aku tidak percaya kamu akan mengandung buah hati kita, terima kasih sudah memberikan kebahagian untukku," ucap Rendy yang terus memeluk Rania erat.
Rania tersenyum yang ternyata membuat suaminya yang memeluknya. Karena sudah melihat apa yang di berikannya.
Rendy melepas pelukan itu dan memegang ke-2 pipi Rania. Mata Rendy berkaca-kaca menatap dalam-dalam Rania.
" Kamu sungguh hamil?" tanya Rendy yang masih ingin memastikan. Rania menganggukan kepalanya membenarkan pernyataan itu.
" Aku akan menjadi seorang ayah?" tanya Rendy. Rania mengangguk lagi.
Rendy semakin terharu dengan berita bahagia itu dengan lembut dia mencium kening Rania. Tidak hanya itu Rendy menciumi wajah Rania yang memperdengarkan suara kecupan. Karena saking bahagianya Rendy hanya bisa melakukan itu.
Rendy pun kembali memeluk erat Rania dan yang benar saja Rendy sampai menggendong Rania ala bridal style dan memutarkan Rania di dalam gendongannya Yang membuat Rania begitu kaget.
" Rendy, aku bisa jatuh, turunkan aku!" teriak Rania yang mengalungkan tangannya pada leher Rendy.
" Rendy, turunkan, turunkan Rendy!" teriak Rania yang bisa spot jantung.
" Aku mencintaimu Rania, aku sangat mencintaimu," teriak Rendy yang tidak perduli mereka berada di mana. Yang jelas dia ingin menumpahkan kebahagiannya pada istrinya.
__ADS_1
Bersambung