
Pagi hari kembali tiba. Zahra sudah bangun terlebih dahulu, bahkan dia sudah mandi dan sudah rapi-rapi. Namun Elang masih saja tidur yang membuat Zahra mendekati ranjang. Duduk di samping ranjang.
" Elang bangun!" ucap Zahra dengan lembut yang membangunkan Elang dengan menggoyang pelan tubuh Elang.
2 x Zahra membangunkannya. Akhirnya Elang pun kembali bangun dan melihat kearah Zahra. Elang tersenyum pada Zahra yang membuat Zahra heran. Pagi-pagi Elang sudah main senyum-senyum aja padanya.
" Apa ada yang lucu sampai kamu harus tersenyum seperti itu?" tanya Zahra dengan heran.
" Apa salah jika aku tersenyum pagi-pagi?" tanya Elang.
" Ya nggak sih. Aku hanya heran saja. Nggak biasanya," sahut Zahra merasa aneh. Elang pun perlahan duduk yang sudah duduk di hadapan Zahra dekatnya mereka membuat Elang memiringkan kepalanya dan mengecup bibir Zahra membuat Zahra melotot yang tiba-tiba dapat morning kiss.
" Elang!" pekik Zahra spontan memukul Elang dengan jarinya yang memegang bibirnya.
" Kenapa memukulku?" tanya Elang.
" Ya kamu ngapain?" tanya Zahra yang terlihat kesal.
" Ya mencium. Masa kamu tidak tau namanya, bibir dan bibir bertemu itu namanya kecupan dan kau bibir dan bibir saling ******* itu namanya ciuman. Masa iya kamu tidak tau hal itu," sahut Elang dengan santai membuat Zahra mengkerutkan dahinya.
" Bukan itu maksudku. Kalau itu aku juga tau yang aku maksud kenapa kamu menciumku," sahut Zahra dengan geram.
" Kita suami istri pasangan halal. Jadi salahnya di mana Zahra," sahut Elang dengan santai.
" Tapikan tidak biasanya," sahut Zahra dengan geram.
" Ya kalau gitu harus kita biasakan," sahut Elang santai. Zahra semakin aneh dengan sikap Elang, " coba deh nanti kamu Vidio Call sama Rania," ucap Elang yang membuat Zahra bertambah heran.
" Untuk apa?" tanya Zahra heran.
__ADS_1
" Kamu tanya-tanya Rania masalah hal-hal wajib yang di lakukan suami istri. Bukan masalah melayani membuatkan kopi menyiapkan pakaian itu hal yang biasa. Tetapi hal pada umumnya yang berurusan dengan kamar. Ya seperti bangun pagi, istri harus bagaimana dan suami harus bagaimana dan tanya juga malam-malam wajib untuk suami istri itu kapan yang tepat dan suasana apa yang enak," jelas Elang memberikan saran yang membuat Zahra mengkerutkan dahinya yang tiba-tiba geli mendengar kata-kata Elang.
" Kamu gila ya," celetuk Zahra.
" Issss, kok gila sih. Ya bukannya itu biasa aja. Kita itu suami istri dan masa iya hubungan kita kayak gini-gini aja. Kita kan harus cari-cari kesenangan sendiri. Jangan kaku," ucap Elang dengan santai.
" Terserah kamu deh," sahut Zahra langsung berdiri.
" Kayaknya kamu sakit, sana kamu berobat dulu," ucap Zahra yang malas mendengar kata-kata Elang yang bisa-bisa membuatnya gila.
" Aku tidak sakit, aku waras. Kamu aneh ya," sahut Elang dengan santai.
" Issss, suka-suka kamu," sahut Zahra kesal dan langsung pergi. Namun Elang dengan cepat berdiri dan mengejar Zahra yang ingin membuka pintu. Elang langsung memeluknya dari belakang yang membuat Zahar semakin schock bahkan menjadi panik.
" Elang apa yang kamu lakukan?" tanya Zahra yang berusaha memberontak yang kelihatan sangat risih dengan Elang yang tingkahnya ada-ada saja.
" Aku tidak sakit Zahra. Aku sadar dan waras Zahra dan aku melakukan ini memang sungguhan," ucap Elang yang bicara mode serius.
" Aku ingin memperbaiki rumah tangga kita. Pernikahan kita bukan hanya setahun dua tahun. Tapi akan selamanya. Aku ingin kita sama-sama memulai semuanya," ucap Elang yang begitu serius bicara dengan Zahra.
" Zahra, jangan ragukan aku lagi. Jujur demi Allah. Di hatiku sudah tidak wanita lain yang itu juga belum ada kamu di hatiku. Hati ku masih kosong. Dan hati ini akan menjadi tempatmu. Jadi masuklah Zahra pada hatiku dan aku juga akan masuk kedalam hatimu," ucap Elang.
Zahra mendengarnya begitu bergetar. Dia memang belakangan ini begitu nyaman dengan Elang. Mata Zahra yang menatap Elang pun melihat ketulusan yang besar dari Elang.
" Kamu memberiku kesempatan kan untuk memulai semuanya?" tanya Elang memastikan. Zahra mengangguk dengan tersenyum tipis yang membuat Elang merasa bahagia dengan keputusan Zahra.
" Sungguh Zahra," tanya Elang yang tidak percaya.
" Jika kamu memberi banyak kesempatan lalu kenapa aku tidak. Mungkin memang ini yang terbaik untuk kita," sahut Zahra yang memang akan membuka hatinya lapang-lapang Elang.
__ADS_1
" Makasih Zahra," sahut Elang yang langsung memeluk Zahra. Zahra tersenyum dan juga membalas pelukan itu yang memberikan kesempatan untuk ke-2nya untuk saling menerima dan saling membuka hati-hati masing-masing untuk kehidupan mereka kedepannya.
************
Zahra dan Elang tidak lama-lama berada di New York. Karena mereka memang harus ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umroh di sana. Sebelumnya mereka sudah jalan-jalan juga di New York yang kayaknya pasangan pengantin baru yang bulan madu.
Setelah perjalanan mereka yang cukup panjang mereka juga sudah tiba di Mekkah. Selamat sampai tujuan dan bahkan sudah berada di hotel untuk beristirahat. Karena memang sampainya malam dan pasti apalagi jika bukan untuk istirahat.
Elang memasukkan 2 koper mereka ke dalam hotel dan menutup pintu hotel. Sementara Zahra berjalan-jalan melihat ke jendela hotel yang mana bisa langsung melihat Masjidil Haram.
Zahra tersenyum dengan keindahan itu. Untuk Zahra pasti bukan pertama kali melakukan ibadah umroh dan sama dengan Elang yang juga pasti bukan perma kalinya. Tetapi namanya juga berkunjung ketanah suci, rumah Allah. Tanah kelahiran nabi siapa yang tidak bahagia dan rasa bahagianya sangat berbeda dan lebih merasa begitu teduh.
" Hmmm, aku mandi dulu. Kalau kamu mau istirahat. Istirahat aja," sahut Elang.
" Iya," jawab Zahra.
" Kopernya jangan di beresin. Biar aku yang beresin nanti," ucap Elang mengingatkan istrinya.
" Hmmmm, iya Elang," sahut Zahra.
" Hmmm, oh iya kamu sudah kabari mama. Kalau kita sudah sampai?" tanya Elang.
" Hmmm, ini aku mau kabari mama dan juga Tante Ratih," sahut Zahra.
" Ya sudah bagus kalau begitu. Katakan kita sudah sampai dan baik-baik aja. Sampaikan juga salam mama dan papa pada Tante Ratih," ucap Elang memberikan pesan.
" Iya aku akan menelpon mereka. Kamu sana mandi aja," sahut Zahra.
" Baiklah, aku mandi dulu," sahut Elang. Zahra mengangguk lagi dan Elang pun langsung kekamar mandi.
__ADS_1
Zahra tersenyum dengan melihat keindahan di luar kamar. Zahra pun mengambil handphonenya dan langsung memberikan kabar pada keluarganya.
Bersambung