Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 296 End.


__ADS_3

1 bulan kemudian.


Rendy yang siap-siap ingin kerumah sakit yang sedang berdiri di depan cermin. Tiba-tiba Rendy mendapat pelukan hangat dari belakang, memeluk erat sampai dadanya, membuat Rendy tersenyum lebar.


" Ada apa ini sayang," ucap Rendy.


" Aku ada sesuatu untuk kamu," ucap Rania.


Rendy membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah istrinya dengan memeluk pinggang istrinya agar lebih dekat lagi dengannya, " katakan apa yang kamu ingin kamu berikan," ucap Rendy.


" Tutup mata dulu," ucap Rania membuat Rendy menautkan ke-2 alisnya.


" Ayo tutup mata dulu," ucap Rania.


" Baiklah," sahut Rendy yang akhirnya menutup matanya membuat Rania tersenyum lebar.


" Sekarang di buka," ucap Rania. Dengan perlahan Rendy membuka mata itu dan langsung di suguhkan tespeck dengan garis 2 yang membuat Rendy kaget dan melihat ke arah Rania.


" Kamu hamil?" tanya Rendy tidak percaya. Rania menganggukkan kepalanya.


" Alhamdulillah," ucap Rendy yang langsung memeluk Rania yang merasa bahagia istrinya mengandung anak ke-2 mereka.


" Ya Allah sayang, terima kasih ya," ucap Rendy dengan begitu bahagianya yang sudah melepas pelukan itu dan langsung mencium kening Rania. Menciumi wajah itu dengan bahagianya.


" Kita jaga sama-sama anak kita ya," ucap Rendy.


" Iya. Kamu bahagia?" tanya Rania.


" Iya sayang aku sangat bahagia. Makasih sayang untuk kebahagian ini," ucap Rendy.


" Aku juga bahagia," sahut Rania yang merasa haru. Dengan Rendy membelai pipi istrinya itu


" Assalamualaikum ibu ayah," tiba-tiba Asyifa memasuki kamar membuat Rendy tidak jadi mencium bibir istrinya.


" Walaikum salam Asyifa," jawab Rendy dan Rania serentak.


" Asyifa mau sekolah?" tanya Rania.


" Iya ibu," jawab Asyifa. Asyifa melihat Rania memegang benda yang membuatnya penasaran.


" Apa ini ibu?" tanya Asyifa heran dengan memegang benda itu. Rendy dan Rania saling melihat. Dan Rendy menganggukkan kepalanya.


" Sini biar ayah kasih tau," Rendy langsung mengangkat Asyifa duduk di pinggir ranjang yang juga di lakukan hal yang sama dengan Rania duduk di samping Asyifa.


" Ini itu namanya tes kehamilan," ucap Rendy membuat wajah Asyifa bingung.


" Apa itu hamil?" tanya Asyifa heran.


" Hamil itu artinya seperti Asyifa dulu yang sebelum lahir ke dunia Asyifa berada di perut ibu," jelas Rendy dengan tata bahasa yang mudah di mengerti Asyifa.


" Itu artinya perut ibu juga sekarang ada bayinya?" tanya Asyifa yang langsung menangkap dengan cepat.


" Benar sayang, di dalam perut ibu ada bayi kecil yang masih sangat kecil," jawab Rania membenarkan.


" Berarti Asyifa akan punya adik?" tanya Asyifa memastikan karena sudah bisa mencerna maksud dari kata hamil itu. Rendy dan Rania saling melihat dan sama-sama mengangguk.


" Horeeee, Asyifa akhirnya punya adik, Asyifa ada temannya," ucap Asyifa mengangkat ke-2 tangannya dengan bahagianya.


Asyifa langsung beranjak dari ranjang dan berdiri di depan ibunya dengan tangannya mengusap perut ramping Rania.


" Adik Asyifa jangan buat ibu sakit ya. Adik Asyifa harus jaga ibu Asyifa, kalau ada apa-apa bilang sama kakak aja. Oke," ucap Asyifa yang mengajak calon adiknya bicara. Rania dan Rendy sama-sama tersenyum dengan Rendy mengusap-usap rambut Asyifa


" Asyifa juga harus bantu ibu ya untuk jagain dedeknya," ucap Rendy.

__ADS_1


" Pasti ayah. Asyifa akan jagain ibu. Ibu tidak boleh capek pokoknya. Kalau ibu butuh apa-apa harus bilang sama Asyifa dan juga ayah," ucap Asyifa.


" Baik Bu bos," sahut Rania dengan bercandaan.


" Yeeee, Asyifa sudah tidak sabar untuk lihat dedek Asyifa lahir. Apa masih lama ibu?" tanya Asyifa tidak sabaran.


" Masih sayang, kita berdoa saja biar dedeknya di beri kesehatan," ucap Rania.


" Baik ibu, ya Allah jaga dedek Asyifa di dalam perut ibu ya. Amin," ucap Asyifa yang langsung berdoa.


" Hmmm, ibu Asyifa boleh tidak bilang sama nenek dan Tante Nia kalau Asyifa akan punya adik?" tanya Asyifa ingin permisi dulu. Rendy dan Rania sama-sama saling melihat.


" Boleh," sahut Rendy.


" Horeeee, Asyifa keluar dulu. Assalamualaikum ibu ayah," ucap Asyifa yang langsung keluar kamar dengan lari-larian.


" Walaikum salam," sahut Rania dan Rendy sama-sama tertawa.


Dan suara Asyifa yang berisik sudah menggemparkan penghuni rumah dan pasti kabar bahagia itu membuat warna baru lagi.


Rendy dan Rania saling melihat dengan intens dan Rendy langsung mencium bibir Rania, mereka pun berciuman di pagi yang indah. Sementara Asyifa masih promo kebahagian di luar sana.


**********


Pernikahan Nia dan Mario.


Akhirnya hari bahagia Mario dan Nia pun di laksanakan yang sudah di persiapkan dari jauh-jauh hari. Di mana pernikahan itu di adakan di pinggir pantai yang tadi sebelumnya Rendy yang menjadi wali nikah itu dan Alhamdulillah proses Ijab kabul berjalan dengan lancar.


Tidak lupa Zahra dan Elang juga hadir bersama bintang anak mereka. Anisa dan Agam juga hadir dan pasti keluarga Rania. Sekalian kangen-kangenan bersama Rania yang memang baru di temui Zahra maupun Anisa.


Acara berlangsung hikmat dan Nia sudah sah menjadi istri Mario. Mereka juga tadi foto-foto mengabadikan momen dan banyak mengikuti acara dari adat sampai resepsi kecil-kecilan yang pastinya kebahagian juga terlihat di wajah pengantin baru Nia dan Mario yang mana sekarang sedang berdansa di sore hari dengan senja yang begitu indah.


Sebagai seorang ibu Ratih sangat bahagia bisa melihat ke-2 ananknya yang menemukan pasangan yang baik-baik. Ya menantu pilihan dari Allah. Hanya doa setiap hari yang tidak lupa di panjatkan Ratih untuk kebahagian putrinya dan putranya.


" I love you," ucap Mario saat wajahnya berdekatan dengan Nia.


Berbeda dengan Rania Rendy dan Asyifa yang menyepi dari acara pesta. Di mana mereka di pinggir pantai dengan jelas melihat matahari terbenam. Rendy yang berlutut di depan Rania sejajar dengan Asyifa yang di samping Rania.


Rendy, Rania dan Asyifa sama-sama memakai pakaian serba putih bersih yang Rania dan Asyifa sama-sama begitu cantik dan Rendy yang sangat tampan.


Rendy mengusap-usap perut Rania yang masih ramping dengan menciumnya berkali-kali. Bahkan bergantian dengan Asyifa.


" Adiknya jangan di ganggu ayah," ucap Asyifa pelan.


" Namnya ayah kangen," ucap Rendy.


" Tapikan tidak boleh, adiknya lagi bobo, kasian ayah," sahut Asyifa.


" Iya putri ayah yang bawel," ucap Rendy.


Rania hanya senyum-senyum melihat anak dan suaminya yang pasti bukan kali ini mereka sama-sama bertengkar perkara bayi di perutnya. Asyifa notabene yang tidak suka ayahnya mengganggu adiknya dan Rendy yang gemes yang ingin terus menciumi, memeluk perut istrinya. Ya Rania harus menjadi wasit untuk 2 orang yang paling di cintainya itu.


Rendy pun berdiri dan langsung menggendong Asyifa dengan tangannya yang merangkul bahu istrinya.


" Asyifa ada sesuatu untuk Ayah dan Ibu," ucap Asyifa yang berada di gendongan ayahnya.


" Apa itu?" tanya Rendy.


Asyifa terlihat mengambil sesuatu dari kantung bajunya dan memperlihatkan gulungan kertas dan Asyifa langsung membukanya yang ternyata gambaran yang cantik yang bisa di pastikan adalah ibunya, ayahnya dan dirinya. Namun ada tanda tanya yang pasti posisi untuk adiknya nanti.


" Cantik sekali sayang," puji Rania.


" Makasih Ibu. Tetapi masih ada satu lagi," ucap Asyifa lagi.

__ADS_1


" Apa lagi itu Asyifa?" tanya Rendy.


" Tutup mata deh," sahut Asyifa. Rendy dan Rania pun menurutinya.


" Di buka ibu ayah," sahut Asyifa. Rendy dan Rania pun membukanya dan memperlihatkan gelang hasil buatannya sendiri gelang yang sama dengan inisial R.


" Untuk ibu Rania dan ayah Rendy," ucap Asyifa.


" Asyifa yang buat ini?" tanya Rania.


" Iya di bantu kak Lulu, dan kak Deddy," jawab Asyifa.


" Makasih sayang," sahut Rania dengan matanya berkaca-kaca.


" Sama-sama ibu," sahut Asyifa yang bergantian mencium ibu dan ayahnya.


Asyifa yang berada di gendongan itu terus tersenyum melihat ibu dan ayahnya yang juga sama-sama tersenyum Rendy juga mencium kening Rania setelah mengucapkan cinta.


" Terima kasih Rendy kau selalu menjadi suami yang sempurna untukku. Sangat lembut, penyayang dan tidak pernah marah, kau adalah iman yang sudah di tulisakan untukku. Tertulis dalam imamku," batin Rania yang menatap intens suaminya itu.


" Hadirmu Rania di dalam hidupku menjadikan aku Pria paling beruntung. Kamu wanita yang begitu hebat, sabar dan sangat tulus, terima kasih untuk semua pengorbanan mu dan telah melahirkan putri kita yang sangat cantik ini. Terimakasih mempercayai ku sebagai imammu. Aku mencintai Rania," ucap Rendy di dalam hatinya yang kembali mencium kening Rania.


Mereka kembali saling melihat dengan wajah yang penuh kebahagian. Wajah berseri-seri dengan penuh cinta yang tulus. Berdiri di pinggir pantai menunggu matahari terbenam.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹Tammat 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


🌹Teruslah menjadi orang baik. Karena sesungguhnya Allah telah menjanjikan pendamping yang baik untukmu. Ada yang istimewa di dalam diri Rania sehingga mendapatkan suami seperti Rendy sama dengan Rendy ada keistimewaan di dalam dirinya yang mendapat istri seperti Rania.


🌹Garis jodoh sudah di takdirkan dari Allah. Tergantung kita bagaimana cara mensyukurinya. Karena tidak ada yang sempurna di dunia ini dan mencintai setelah pernikahan itu jauh lebih indah.


🌹Karena pada dasarnya menikah dengan yang di cintai itu haram, tetapi jatuh cinta dengan yang di nikahi itu adalah kewajiban. Dan bersyukurlah dengan pasangan yang sudah di takdirkan untuk kita.


🌹Semoga kita bisa jatuh cinta dengan cara yang baik, Bertemu dengan orang yang baik, berjodoh dengan orang yang baik, menikah dengan tujuan yang baik.


🌹Karena menikah bukan untuk mendapatkan anak. Anak itu hanya lah bonus. Tetapi untuk ibadah yang panjang dan hidup menua bersama.


🌹Jika ingin mendapatkan suami seperti Rendy yang baik, lembut, Sholeh, sering mengalah, kalau bertengkar minta maaf duluan padahal bukan dia yang salah. Maka harus menjadi Rania dulu yang hidupnya penuh dengan roller coaster. Sangat sabar dan wao ujiannya. Tetapi ini hasilnya dari segalanya. Karena usaha tidak akan pernah mengingkari apapun.


...Terima kasih untuk novel tertulis dalam imam ku. Ini Novel religi pertama aku ya tidak terlalu Religi. Tetapi aku bangga bisa menyelesaikannya dengan baik. Terima kasih untuk para readers yang baik hati untuk mendukung semuanya. Yang suport dalam kritikan komen, semua komennya begitu membangun dan membuat ide-ide untukku....


...Kata terima kasih banyak yang bisa aku ucapkan untuk kalian semua yang setia menemani karya tertulis dalam imam ku, terimah kasih sekali lagi untuk, like, komen, Vote dan jadiin vavorite kalian.....


...Siapa yang setuju jika saya membuat cerita tentang Asyifa. Asyifa yang sudah dewasa. Aku tunggu masukan dari para readers ku....


Jangan lupa ya mampir di karya aku yang masih on going.


🌹Ceo Tampan Di Antara 2 Wania.


🌹Terpaksa Menikah Dengan Mantanku Saat koma.


🌹Pernikahan dalam ikatan surat kontrak.


...Untuk Novel aku yang sudah tammat jangan lupa mampir juga....


🌹Pria kejam yang merampas kehormatan ku


🌹Detak Love Story' School.


🌹Takdir Cinta Datang Untuk Kiara Dan Kevin.


🌹Raihan Si Pria Arrogant.


🌹Istri Buta Sang Pengacara.

__ADS_1


🌹Sahabatku Menghancurkan Hidupku Dalam 1 Malam.


🌹🌹🌹🌹🌹 Tammmatttt 🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2