
Dengan kandungan Rania yang semakin besar yang sudah memasuki bulan yang ditunggu-tunggunya. Rania sekarang berjalan-jalan di taman belakang yang di temani Nia.
Rania membaca di buku. Jika katanya kalau ingin melahirkan lancar harus banyak jalan-jalan. Hal positif itu pun di lakukannya yang berjalan-jalan di taman belakang dengan Nia yang duduk di kursi sambil mengetik pesan di ponselnya.
Rania memang di biarkan bolak-balik jalan-jalan dengan mulutnya yang sambil bicara-bicara. Namun Nia tetap dengan kesibukannya yang fokus pada ponselnya dalam pengetikan pesan.
..." Memang kakak kapan berangkat ke Paris?" tanya Nia dalam ketikan pesannya yang mengirim pada Mario....
..." Dalam bulan ini. Kenapa kamu tidak ingin aku berangkat ke Paris?" tanya Mario yang membuat Nia tersenyum geli....
..." Aku tidak mengatakan apa-apa," jawab Nia....
..." Mungkin kalau kamu melarangku. Aku bisa pertimbangkan untuk tidak pergi," Mario....
...Lagi-lagi Nia tersenyum dengan percakapan intens mereka dalam bentuk pesan Wa....
" Aku tidak punya alasan untuk melarang kakak pergi," ucap Nia.
" Tanpa alasan pun. Jika kamu tidak ingin aku pergi. Maka aku akan pergi," ucap Mario lagi.
" Tidak kak. Kakak pergilah!" Nia.
..." Sepertinya kamu begitu risih aku ada di sampingmu sampai harus mengusirku!" Mario....
..." Jangan berpikiran buruk, aku tidak mengatakan apa-apa. Kakak ke Paris untuk menyelesaikan S-3. Jadi jika hal itu baik. Aku harus mendukung bukan malah mencegah," Nia....
..." Terima kasih Nia kamu sudah mendukungku," Mario....
..." Sama-sama," Nia....
Ehemm.
Nia tersentak kaget saat Rania tiba-tiba sudah ada di sampingnya. Nia mendadak cemas dan menyimpan handphone karena merasa panik dengan kehadiran Rania n
__ADS_1
" Kak Rania, se_ sejak kapan di sini?" tanya Nia gugup.
" Sejak kamu sibuk main handphonenya," jawab Rania santai.
" Bukannya tadi kakak di sana belajar jalan," sahut Nia semakin gugup.
Rania tersenyum melihat kegugupan adik iparnya itu yang tertangkap dalam melakukan sesuatu, " memang kamu pikir kakak anak kecil apa yang harus belajar jalan. Lagian kamu sih asik-asiknya main handphonenya. Sampai tidak dengarkan kakak bicara, kakak sampai di anggurin," keluar Rania.
" Maaf kak," sahut Nia yang merasa tidak enak dengan kakak iparnya itu.
" Memang lagi balas pesan siapa?" tanya Rania kepo.
" Pesan kak Mario," jawab Nia jujur dengan menunduk.
Rania mendengarnya tersenyum yang melihat adik iparnya lagi berbunga-bunga.
" Kenapa tersenyum?" tanya Nia menautkan ke-2 alisnya.
" Memang tidak boleh tersenyum apa. Melihat adik iparnya sedang jatuh cinta. Masa iya tersenyum tidak boleh," sahut Rania sedikit menggoda.
" Sudahlah Nia. Kakak juga pernah jatuh cinta. Jadi kakak tau rasanya bagaimana," ucap Rania.
" Tapi kan aku tidak jatuh cinta, hanya membalas pesan di bilang jatuh cinta. Kakak aneh," sahut Nia yang membantah pemikiran kakak iparnya itu.
" Wajah kamu itu tidak bisa bohong. Jika kamu memang sedang jatuh cinta," sahut Rania yang berubah menjadi pakar ekspresi.
" Tidak kok, aku hanya bertanya saja pada kak Mario kapan kak Mario ke Paris. Masa iya bertanya saja di bilang jatuh cinta," sahut Nia yang berusaha untuk menjelaskan agar kakak iparnya tidak berpikiran yang buruk-buruk padanya.
" Padahal kakak tidak tanya lo kamu sedang apa. Tapi kamu sudah kasih tau aja. Kamu itu terlalu jujur," ucap Rania yang terus menggoda adik iparnya itu yang wajahnya semakin memerah.
" Kak Rania sudahlah, jangan bahas itu terus. Nia minta maaf kalau Nia sudah mengacuhkan kakak, jadi stop membahas masalah cinta-cintaan," ucap Nia yang merasa bersalah.
" Iya-iya. Kakak hanya bercanda saja. Oh iya memang Mario ke Paris mau apa?" tanya Rania yang tetap kepo.
__ADS_1
" Mau melanjutkan S-3 di sana yang mungkin hanya setahun atau 2 tahun," jawab Nia.
" Kalian LDR dong," sahut Rania.
" Apa-apaan sih kak. Orang nggak ada hubungan apa-apa juga. Kakak mulai deh," sahut Nia semakin malu yang kembali di goda oleh Rania.
" Iya maaf. Yang penting doa kakak apapun hubungan kamu sama Mario semoga baik-baik saja. Semoga hubungan kalian membuat kalian ber-2 semakin berpikir positif dan di jauhkan dari hal-hal negatif," ucap Rania memberi pesan adik iparnya itu.
" Iya kak makasih sarannya. Lagian Nia juga tidak mau pacar-pacaran," sahut Nia.
" Kakak tau itu. Lagian untuk saat ini kamu memang tidak akan boleh pacaran. Karena kamu harus bantuin kak Rendy untuk jagain keponakan kamu," ucap Rania tersenyum dengan mengusap-usap perut buncitnya. Rania hanya diam dengan melihat wajah kakak iparnya yang semakin lama semakin cantik.
" Kamu mau kan gantiin kakak untuk menjaga dia. Karena hanya kamu tantenya," ucap Rania yang meminta pada Nia. Tanpa menjawab Nia hanya menganggukkan kepalanya dan langsung memeluk kakak iparnya itu.
Apa lagi jika bukan air matanya sudah jatuh dengan kata-kata kakak iparnya yang pasti mengarah pada kematian. Rania belakangan ini jika berbelanja keperluan bayi selalu melibatkan Nia. Dia sengaja membawa Nia agar Nia terbiasa dan tau apa-apa yang penting dan tidak penting masalah bayi.
" Kamu akan menjadi Tante kesayangan anak kakak nanti. Jadi jangan galak-galak ya sama anak kakak," ucap Rania.
" Jangan bicara lagi. Kita akan menjaganya bersamanya," ucap Nia yang tidak tahan mendengar kata kakaknya itu.
" Insyaallah," sahut Rania.
" Kaka pasti sembuh, Nia yakin itu. Allah tidak mungkin mengambil orang yang baik dengan cepat. Dia pasti membiarkan kita semua hidup bahagia. Membesarkan bayi kakak bersama-sama," ucap Nia. Rania hanya tersenyum dengan mengusap-usap rambut adik iparnya itu.
" Nia pikir punya kakak laki-laki seperti kak Rendy, sudah keberuntungan paling besar untuk Nia dan Nia tidak mau apa-apa lagi. Tetapi ternyata Allah memberikan satu hadiah kakak perempuan yang begitu cantik, sangat baik, sabar, membuat hidup Nia begitu sempurna. Jadi jangan pergi kemanapun tetaplah menjadi kakak ipar Nia," ucap Nia dalam pelukan itu yang pastinya menangis.
" Iya Nia kita akan membesarkannya bersama-sama," sahut Rania.
" Kalau begitu jangan membicarakan hal yang lain-lain lagi. Aku tidak mau mendengarnya," sahut Nia.
" Iya-iya kakak hanya ingin mengingatkan kamu saja jika kamu harus membantu kak Rendy menjaga keponakan kamu. Hanya itu saja. Kakak ingin kamu ada untuk anak kakak agar dia tidak kesepian," ucap Nia.
" Tuh kan di bahas lagi Nia kan sudah bilang jangan di bahas lagi," ucap Nia yang semakin mewek dengan kata-kata kakak iparnya itu.
__ADS_1
Bersambung