Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 199 Elang dan Zahra.


__ADS_3

New York.


Akhirnya Anniversary pernikahan mama Elang dan papanya di adakan dengan pesta mewah di kediaman rumah keluarga Elang. Yang pasti tamu-tamu yang datang bule-bule semuanya dan ada beberapa yang lokal juga. Yang teman-teman orang tuanya dan juga Elang yang menetap di New York.


Zahra terlihat cantik dengan gaun hitam yang berbentuk mermaid. Meski hamil. Namun perut Zahra belum terlihat membesar. Masih tetap ramping sehingga dia memakai gaun itu masih tetap ramping dan membentuk lekuk tubuhnya.


Elang juga begitu takjub melihat kecantikan istrinya yang terlihat elegan dan sangat berkelas. Elang terus berada di sampingnya yang terus menjaganya.


Elang juga mengenalkan Zahra pada keluarga Elang yang lainnya yang memang kebanyakan tinggal di New York. Dari sepupu Elang, Om, Tante dan yang lainnya yang di perkenalkan Elang.


Lagi-lagi keluarga besar Elang begitu ramah yang membuat Zahra sungguh sangat nyaman berada di sana.


" Kamu nyaman di sini?" tanya Elang.


" Hmmm, aku nyaman, keluargamu dan teman-temanmu sangat baik," jawab Zahra yang tersenyum lebar. Elang merasa lega mendengarnya.


" Kita kesana!" ajak Elang yang melihat mama dan papanya. Zahra mengangguk setuju dan merekapun menghampiri ke-2 orang tua Elang.


" Mah, pah," sapa Elang.


" Zahra, Elang. Zahra apa kamu suka pestanya?" tanya sang mama mertua.


" Hmmmm, iya ma aku menyukainya," jawab Zahra.


" Syukurlah kalau begitu," sahut mama.


" Selamat ya ma, untuk anniversary pernikahan mama, semoga mama dan papa terus di berikan keberkahan dalam pernikahan ini," ucap Zahra yang mengutarakan doanya.


" Makasih sayang. Kalian juga ya, semoga pernikahan kalian terus panjang sampai maut memisahkan," ucap mama yang kembali mendoakan. Zahrah dan Elang saling melihat dengan sama-sama tersenyum.


" Amin," sahut Elang yang begitu tulus mengaminkan membuat Zahra tersenyum tipis.


" Ya sudah kalian nikmati pestanya mama dan papa mau menjamu tamu dulu," ucap mama.

__ADS_1


" Iya mah," sahut Elang dan Zahra serentak.


" Kamu jaga istri kamu Elang," ucap papa.


" Iya pah," sahut Elang. Ke-2 orang tua Elang pun langsung pergi.


" Hmmm, Elang aku boleh tidak istirahat di kamar. Aku tiba-tiba tidak enak badan ingin istirahat saja," ucap Zahra dengan mengusap belakang lehernya yang terasa lelah.


" Kamu mau kekamar?" tanya Elang. Zahra mengangguk.


" Hmmm, ya sudah kamu sebaiknya memang istirahat saja," sahut Elang yang tidak masalah sama sekali.


" Biar aku antarkan," ucap Elang menawarkan.


" Nggak usah, aku pergi sendiri saja," sahut Zahra yang langsung menolak.


" Kamu yakin?" tanya Elang. Zahra mengangguk.


" Ya sudah istirahatlah. Kalau ada apa-apa. Kamu panggil pelayan di rumah ini, kalau tidak bisa menyuruh mereka untuk memanggilku," ucap Elang yang memegang bahu Zahra. Zahra mengangguk mendengarnya.


" Hmmm, semoga dia benar-benar nyaman tinggal di rumah ini," batin Elang yang begitu memikirkan kenyamanan Zahra yang ikut dengannya.


Elang kembali menyapa-nyapa para tamu kembali dan juga beberapa teman-temannya yang sudah lama tidak di temuinya. Sekalian mereka ajang reunian dulu. Karena memang sudah lama tidak bertemu. Ya jadi sekalian aja dulu.


************


Acara pesta akhirnya berjalan dengan lancar. Para tamu juga sudah pulang kerumah masing-masing. Sama dengan sanak saudara yang juga pulang kerumah mereka.


Tinggal mamanya yang sekarang mengarahkan para pelayan untuk membersihkan rumah itu, mengatur segalanya agar rumahnya kembali bersih. Walau tidak bisa di selesaikan semuanya. Paling tidak ada yang di bersihkan dan tinggal besok sedikit lagi.


" Mah, Elang kekamar dulu ya," ucap Elang yang menghampiri sang mama.


" Oh, ya sudah Elang, kamu juga harus istirahat," sahut mamanya.

__ADS_1


" Mama juga jangan lama-lama istirahatnya," ucap Elang mengingatkan mamanya.


" Iya Elang. Sana kamu kekamar. Kamu temani istrimu dia juga pasti sudah lelah," ucap mama.


" Iya mah," sahut Elang yang langsung pergi. Mamanya hanya tersenyum melihat kepergian putranya itu.


***********


Elang pun akhirnya sampai kekamar dan melihat Zahra yang sudah tertidur dengan lelap. Elang melangkah mendekati ranjang dan menyelimuti Zahra.


" Hmmm, kamu pasti lelah. Maaf ya Zahra aku sudah merepotkanmu," ucap Elang yang menatap nanar Zahra dengan tersenyum yang melihat ke cantiknya wajah Zahra. Apalagi jika tidur. Wajah itu seperti bayi yang begitu polos.


Elang membungkukkan tubuhnya dan tiba-tiba mencium lembut kening Zahra dengan memejamkan matanya. Mendapat ciuman hangat di keningnya membuat Zahra perlahan membuka matanya yang bersamaan dengan Elang yang membuka matanya yang sampai akhirnya mereka saling melihat dengan wajah yang berdekatan. Hembusan napas yang saling bertemu dengan mata yang tetap saling melihat.


Ada debaran jantung yang berdenyut di dalam sana. Yang ke-2nya sama-sama bisa merasakan hal itu. Elang kesulitan menelan salivanya. Sementara Zahra semakin gugup dengan kedekatannya dengan Elang. Mata Elang tiba-tiba fokus pada bibir ranum Zahra.


Elang pun semakin mendekatkan wajahnya pada Zahra yang membuat hidung mereka saling bersentuhan dan pada akhirnya bibir itu saling menempel.


Awalnya mengecup dan tampak tidak ada penolakan dari Zahra. Yang membuat Elang harus melanjutkan mencium bibir itu dengan lembut. Zahra memejam kan matanya yang menikmati ciuman Elang yang semakin dalam. Elang memegang pipi Zahra yang untuk mempermudah baginya untuk menelusuri seluruh mulut istrinya itu.


Tidak tau kenapa Zahra tidak menolak sama sekali. Mungkin juga Zahra tidak menolak bukan karena dia adalah istri. Tetapi dia tidak menolak. Mungkin sudah ada perasaan yang muncul di dalam sana yang tidak dapat di artikannya. Tetapi jelas Zahra bisa merasakan ketulusan dalam ciuman itu.


Dengan posisi yang tetap sama ciuman itu akhirnya berhenti setelah melewati 3 menit. Di mana dengan perlahan Elang melepas ciuman itu dan sama-sama membuka mata dengan perlahan yang bersamaan dengan Zahra.


Zahra mengatur napas yang terasa berat. Yang mana dengan tiba-tiba Zahra begitu gugup di depan Elang. Mungkin ini ciuman pertama mereka setelah menikah, lain waktu Elang yang memaksa saat di dalam kamar mandi.


Elang mengusap-usap lembut pipi Zahra yang mulai memerah dengan Elang mengeluarkan senyum manis dan kemudian mencium lembut kening Zahra.


" Maaf aku sudah mengganggu tidur mu," ucap Elang dengan suara lembutnya.


" Tidak apa-apa," sahut Zahra.


" Ya sudah kamu istirahat lagi. Aku mau ganti baju dulu," ucap Elang. Zahra menganggukkan matanya. Sebelum pergi Elang kembali merapikan selimut Zahra dan setelah kepergian Elang. Tiba-tiba saja Zahra tersenyum tipis yang melihat kepergian Elang kekamar mandi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2