
Wanita itu melepas pelukannya dan menghadap Gilang dengan wajahnya yang tersenyum lebar dengan penuh kebahagian yang mungkin tidak bisa di gambarkannya.
" Apa rencanaku begitu bagus?" tanya Gilang membelai pipi wanitanya itu.
" Semuanya sangat sempurna," sahut wanita.
" Itu memang sudah saatnya. Kamu yang akan mendapatkan apa yang kamu mau. Jika dia saingan terberatmu maka dia dia harus di singgirkan dan kamu akan menjadi satu-satunya yang paling terhebat," ucap Gilang dengan menyunggingkan senyumnya.
" Dan setelah itu kita akan menikah. Dan dia akan semakin menderita," sahut wanita itu yang melanjutkan kata-kata Gilang.
" Kamu benar Monica, kita akan menikah setelah kita mendapatkan semuanya,"'sahut Gilang yang ternyata wanita bersamanya adalah Monica.
" Dasar Rania bodoh," sahut Monica tersenyum sinis.
" Kamu benar. Dia hanya wanita bodoh yang sangat mudah di tipu. Walau aku kesulitan membujuk keluargaku. Agar tetap mau menikahinya. Tetapi jelas semuanya membuahkan hasil. Karena saingan kamu akan berkurang. Kamu akan memegang saham terbesar di perusahaan Erlangga dan bukan Rania wanita yang sangat bodoh itu," sahut Gilang dengan tersenyum penuh dengan kemenangan yang berhasil mengelabui Rania.
" Jika begini terus aku jelas semakin mencintaimu. Aku sangat beruntung memiliki mu. Karena kamu sudah membantuku untuk Menyinggirkannya dari perusahaan Erlangga, kamu benar-benar laki-laki yang terbaik. Aku tidak salah memberikan hati ku untukmu," sahut Monica yang meraba-raba dada Gilang. Bahkan membuka kancing kemeja Gilang bagian atasnya.
" Aku juga semakin mencintaimu. Karena aku jelas tidak lupa dengan kamu yang sudah membantuku. Kamu begitu baik. Kamu membantuku sangat banyak dan apa yang aku lakukan untuk jelas tidak ada apa-apanya di bandingkan apa yang kamu berikan kepadaku," sahut Gilang yang ternyata banyak hutang budi dengan Monica yang mungkin saja kekasihnya.
" Kamu benar-benar laki-laki yang bertanggung jawab. Tidak lupa diri. Aku benar-benar sangat mencintaimu," sahut Monica mengecup bibir Gilang.
" Aku juga mencintaimu," jawab Gilang.
" Aku sangat bahagia malam ini. Aku ingin merayakan dengan menghabiskan malam bersamamu," ucap Monica mencium bibir Gilang lagi dan Gilang langsung membalas ciuman itu dan langsung menggendong Monica keatas ranjang dan mungkin akan melakukan hal yang lebih jauh lagi.
Karena pasangan itu ingin merayakan kemenangan mereka yang berhasil menipu Rania. Dan mereka harus merayakannya di atas ranjang.
Ternyata memang tidak ada laki-laki yang benar saat akan bersanding dengan Rania. Beberapa laki-laki pernah melamarnya dari kalangan yang berbeda secara propesi dan yang lainnya tetapi tidak akan ada kelanjutan dari pernikahan itu ketika sudah mengetahui Rania dan keluarganya.
Dan orang tua pasangannya yang biasanya mundur dan tidak melanjutkan apa-apa ke jenjang pernikahannya dan kali ini Gilang dan keluarganya yang juga tau bagaimana Rania dan Rania tidak berharap apa-apa. Tetapi nyatanya Gilang yang berhasil membujuk keluarganya dan melanjutkan pernikahan.
Tetapi pada nyatanya Gilang hanya Pria yang mempunyai maksud tertentu yang hanya ingin menghancurkan Rania. Ingin memiliki aset Rania yang di serahkan pada kekasihnya yang sekarang bermesraan dengannya di atas ranjang.
Ya kalau melihat dari Iren sendiri sangat terlihat jelas. Iren yang sepertinya wanita sangat agamis dan merasa paling benar seperti tidak pernah melakukan kesalahan.
__ADS_1
Bahkan merasa Rania adalah wanita yang sangat hina dan mungkin baginya tidak layak di anggap sebagai manusia. Tetapi pada kenyataannya dia tidak tau kelakukan sang anak yang bahkan lebih menjijikkan dari orang yang suka minum-minum.
Tetapi memang yang terlihat begitu sempurna belum tentu benar dan Rania mungkin sangat jauh dari agama. Paling tidak dia wanita baik-baik.
Jika kakak iparnya pecandu alkohol dia sama sekali tidak pernah meminum minuman haram itu. Meski kakaknya berhati busuk dan suka main fitnah. Dia jelas bukan orang seperti itu. Meski keluarganya berantakan kelas dia juga bukan orang seperti itu.
Rania hanya butuh pendamping yang bisa menjaga dan menegurnya. Jelas di dalam hatinya banyak ingin berubah. Tetapi niat itu masih setengah-setengah. Dan mungkin Rania menjatuhkan harapan itu pada Gilang. Tetapi tanpa iya ketahui Gilang bukanlah yang tepat untuk menitipkan harapan besar itu.
**********
Rendy juga pulang kerumahnya seperti biasa dan langsung menuju makan meja makan untuk menikmati makan malam bersama keluarganya. Yang memang mama dan orang-orang yang ada di rumah itu sudah menunggunya.
" Assalamualaikum," sapa Rendy.
" Walaikum salam," sahut Ratih, Nia dan juga Zahra. Rendy langsung mencium punggung tangan mamanya.
" Bagaimana pekerjaan kamu?" tanya Faridah.
" Baik ma," jawab Rendy.
" Iya ma," jawab Rendy yang langsung mengambil tempat duduk di samping adiknya.
" Bagaimana kuliah kamu?" tanya Rendy yang tidak akan lupa dengan hal itu. Dia memang selalu mempertanyakan masalah pendidikan adiknya.
" Aman, lancar tanpa ada kesulitan," sahut Nia dengan mengedipkan sebelah matanya. Yang dari wajahnya memang kali ini dia tidak mengeluh masalah pendidikannya.
" Alhamdulillah jika begitu, kamu harus lebih rajin belajar," sahut Rendy yang ikut bahagia.
" Iya kakak tenang saja," sahut Nia yang sudah mengunyah makanannya.
" Oh iya Rendy kamu sudah dengar kabar mengenai Gilang?" tanya Ratih tiba-tiba di sela makannya.
" Kabar dari Gilang kabar apa?" tanya Rendy heran sambil menuangkan nasi kepiringnya.
" Benar Tante, memang ada apa Tante?" sahut Zahra yang juga bingung karena juga tidak mendapat kabar apa-apa.
__ADS_1
" Masalah pernikahan Gilang. Kalau Tante Iren tetap melanjutkan pernikahan itu," jawab Ratih menyampaikan kabar itu dengan bahagia.
Pernyataan Ratih membuat yang lainnya kaget dan tidak percaya. Tetapi Rendy terlihat datar menanggapi informasi sang mama. Dia tidak tau menanggapi dengan senang atau apa. Wajahnya hanya berekspresi datar.
" Tante serius?" tanya Zahra yang tidak percaya. Dia juga kaget mendengar hal itu.
" Iya Zahra, Tante serius. Tante juga tidak percaya jika Gilang berhasil meyakinkan Tante Iren dan akhirnya tante Iren memberikan restu juga tanpa melihat keluarga Rania," sahut Ratih menjelaskan.
" Ya syukurlah jika memang kak Gilang jadi menikahi dengan Rania, berarti sudah tidak ada masalah lagi," sahut Nia yang juga menanggapi datar-datar saja. Antara suka dan tidak suka.
" Rendy, kamu kenapa?" tanya Ratih yang melihat Rendy diam tanpa merespon apa-apa.
" Tidak apa-apa ma, aku memang tidak mendengar kabar apa-apa dari Gilang. Tetapi aku cukup bahagia mendengarnya," sahut Rendy yang tidak tau harus menanggapi seperti apa.
Dia juga bingung dengan dirinya sendiri seperti ada rasa sesuatu di hatinya saat mendengarkan kabar pernikahan yang lebih identik dengan ketidak relaan.
" Iya Rania juga memang tidak membicarakan hal itu. Ya semoga saja semuanya di beri kelancaran," sahut Zahra yang pasti berharap banyak untuk sahabatnya itu.
" Amin. Kita doakan saja yang terbaik dan semuanya lancar," sahut Ratih yang lainnya mengangguk-angguk.
" Akhirnya masalah selesai. Ya syukurlah. Jika Tante Iren bisa menerima Rania. Tanpa melihat apa yang terjadi. Karena pasti Rania tidak seburuk apa yang di katakan," batin Rendy.
**********
Rendy memasuki kamarnya dengan duduk di sisi ranjang dengan membuka sepatunya.
" Apa tuhan akan mengampuni orang sepertiku," tiba-tiba teringat kata-kata Rania di pikirannya di sela-sela dia membuka sepatu.
Kenapa aku memikirkannya. Kenapa tiba-tiba kata-katanya terlintas di pikiranku. Ada apa ini. Aku hanya merasa wanita itu sepertinya banyak masalah," batin Rendy yang tiba-tiba harus kepikiran dengan Rania.
Huhhhhh, Rendy menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.
" Itu hanya perasaanku saja. Aku tidak bisa memikirkan dia. Itu bukan hak ku. Jika dia bertanya dan aku sudah menjawab. Itu sudah cukup. Mungkin dia memiliki masalah pribadi dan jelas hal itu tidak perlu aku untuk ikut campur. Lagian masalah sudah selesai. Rania akan menikah dengan Gilang dan mungkin hidupnya akan jauh lebih baik nanti," batin Rendy yang bergerutu di dalam hatinya yang tampaknya aneh.
Rendy memang tidak seperti biasanya. Bisa-bisanya dia memikirkan wanita yang beberapa hari ini ada di sisinya. Dia seakan merasakan ada sesuatu yang tidak bisa di jelaskan.
__ADS_1
Bersambung.