Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 216 Anisa panik.


__ADS_3

Kepergian Anisa membuat Sarah mencurigai putrinya itu. Apa lagi Anisa bicara selalu terlihat berbeda seakan menyembunyikan sesuatu.


" Siapa sebenarnya calon suami Anisa. Apa calon suaminya begitu penting melebihi Rendy makanya dia sampai tidak tertarik lagi dengan Rendy dan kenapa Anisa gerak-gerik nya sangat aneh belakangan ini. Aku merasa jika anak itu menyembunyikan sesuatu dari ku. Tapi apa yang di sembunyikannya," batin Sarah yang begitu mencurigai Anisa.


" Sebaiknya aku selidiki siapa sebenarnya calon suaminya. Jangan sampai anak itu mendapatkan suami yang tidak beres. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku harus selidiki Anisa," batin Sarah yang begitu penasaran dengan Anisa sampai ingin menyelidiki Anisa.


**********


Anisa terlihat begitu cemas yang berada di taman belakang.


" Apa mama mulai mencurigaiku. Tidak mama tidak boleh mencurigaiku. Kau harus secepatnya menikah dengan Agam. Aku harus menyuruh Agam untuk datang kerumah untuk melamarku. Aku tidak ingin mama sampai berpikir yang tidak-tidak tentang aku. Apa lagi mama sampai harus tau jika aku sedang hamil. Tidak itu tidak boleh terjadi," batin Anisa yang terlihat begitu cemas.


Anisa langsung mengambil handphonenya dan langsung menekan kontak Agam dan tanpa berpikir lama Anisa langsung menelpon Agam.


...📞" Hallo Anisa ada apa?" tanya Agam....


...📞" Kamu harus datang kerumah," jawab Anisa yang langsung pada intinya kenapa menelpon Agam....


...📞" Memang kita mau kemana?" tanya Agam....


...📞" Kita bukan mau kemana-mana. Tetapi kamu harus datang kerumah untuk melamarku," tegas Anisa....


...📞" Begitu rupanya," sahut Agam yang terlihat santai....


..." Agam kamu itu apa-apaan sih hah! kamu sebenarnya serius tidak untuk menikahiku. Kenapa respon kamu seperti itu," sahut Anisa yang mulai kesal....


...📞" Memang apa yang salah dengan responku dan masalah aku serius atau tidak untuk menikahimu. Ya aku serius lah," sahut Agam....


...📞" Ya kalau serius kamu juga serius bicaranya. Kamu nggak tau apa. Aku itu panik dengan mamaku yang mencurigaiku. Aku tidak mau kalau mama tau semuanya. Jadi kamu harus bertindak sebelum aku yang bertindak," ucap Anisa yang berbicara penuh penekanan dan penegasan pada Agam....


...📞" Iya, iya Anisa. Aku tau apa yang harus aku lakukan. Tapi masalahnya orang tua aku di Luar Negri. Kalau aku datang sendiri itu bukan melamar namanya itu namanya ngapel. Jadi aku harus bawa dulu orang tua aku," sahut Agam yang kali ini bicara serius dan ternyata dia juga tau apa yang harus di lakukannya....

__ADS_1


...📞" Ya kalau gitu kamu bawalah," sahut Anisa....


...📞" Sabar Anisa kan aku bilang di Luar Negri," sahut Agam dengan suara rendah....


...📞" Ya di suruh datang dong Agam. Kalau tidak datang sama aja," sahut Anisa yang semakin kesal....


...📞" Anisa kamu dengar ya. Kamu tenang dulu. Aku itu niat bertanggung jawab itu bukan setengah-setengah. Atau hanya sekedar tanggung jawab saja. Aku juga ingin menikahi kamu bukan hanya menikah yang seperti itu saja. Aku juga ingin keluarga ku hadir di pernikahan kita. Anisa bulan depan orang tuaku kembali ke Jakarta dan saat itu aku akan datang melamar kamu," ucap Agam dengan serius menegaskan pada Anisa....


...📞" Kamu percayalah Anisa. Aku tidak mungkin lari. Jika aku lari aku tidak akan menahanmu saat itu," ucap Agam meyakinkan Anisa...


...📞" Aku hanya takut Agam jika mama mencoba mencari tau siapa kamu. Karena aku tau bagaimana mama," sahut Anisa mengatakan apa yang di Khawatirkan....


...📞" Kalau begitu jangan bertemu jika tidak penting. Dengan begitu mama mu tidak akan mencoba mencari tau apa yang terjadi dan kamu juga harus berhati-hati dan berwaspada selama di rumah. Kamu jangan melakukan sesuatu yang mencurigakan," ucap Agam yang memberikan saran pada Anisa....


...📞" Baiklah kalau begitu aku akan mencoba menerima saranmu dan semoga saja keluargamu bisa kembali lebih awal. Agar masalah ini cepat selesai," sahut Anisa yang sekarang sudah mulai jauh lebih tenang....


...📞" Iya Anisa. Semoga masalah ini memang cepat selesai," sahut Agam yang sama berharapnya dengan Anisa....


...📞" Iya," sahut Agam yang juga langsung memberikan telponnya....


" Benar kata Agam memang sebaiknya keluarga Agam ikut datang untuk melamarku. Jangan hanya Agam sendiri. Jika Agam sendiri. Itu terlihat aneh dan pasti mama menilai jika Agam hanya main-main. Jika aku tidak percaya Agam serius atau tidak. Maka Agam mama harus bisa aku yakinkan jika Agam memang serius," batin Anisa yang terlihat berpikir sendiri. Anisa menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


Setelah menelpon Agam Anisa jauh lebih tenang dengan mendapatkan saran dari Agam dan dia menyetujui saran tersebut.


****************


Meja makan sedang di penuhi orang-orang yang tinggal di rumah itu untuk menikmati makan malam.


" Oma kapan akan pulang?" tanya Nia.


" Mama kurang tau Nia. Nanti juga kalau mau balik pasti akan bilang sama kita," sahut Ratih.

__ADS_1


" Memang kamu merindukan Oma?" tanya Rendy.


" Memang kakak tidak?" tanya Nia.


" Ya pasti rindu juga lah," sahut Rendy.


" Semuanya merindukan Oma. Kita doakan Oma cepat pulang. Biar bisa makan sama-sama dengan kita lagi," sahut Ratih. Yang lain mengangguk.


Sarah yang berhadapan dengan Rania melihat Rania dengan tatapan meremehkan.


" Ehmmm, Zahra bagaimana kandungan kamu?" tanya Sarah tiba-tiba.


" Baik Tante," sahut Zahra.


" Hmmm, kamu harus jaga baik-baik kandungan kamu. Karena bayi kecil itu akan jadi penerang di rumah ini," ucap Sarah. Rania mendengarnya tiba-tiba merasa tidak nyaman.


" Iya Tante pasti," sahut Zahra dengan santai sambil mengunyah makannya.


" Zahrah, Elang. Kalian akan menjadi orang tua pasti sangat bahagiakan menjadi orang tua. Kamu wanita yang hebat Zahra, wanita sempurna yang bisa memberikan keturunan pada suamimu," ucap Sarah. Mendengar kata-kata itu entah mengapa Rania seakan sakit hati dan merasa dirinya itu kurang.


" Ya memang sebagai wanita. Itu lah kesempurnaan yang sesungguhnya. Jika tidak seperti itu. Lebih baik jangan coba-coba untuk menikah kalau tidak mampu melakukannya," ucap Sarah lagi.


Rania yang tersinggung dengan kata-kata itu hanya diam menunduk dengan menahan tangisnya. Pasti Sarah sengaja mengatakan hal itu untuk membuat Rania tau diri. Rendy yang di sampingnya melihat istrinya.


Rendy memegang tangan Rania membuat Rania menoleh kearahnya dan tersenyum pada Rania. Dia seolah tau apa yang di rasakan istrinya. Rania tersenyum pada suaminya itu.


" Ayo makan lagi," ucap Rendy pelan. Rania mengangguk dan melanjutkan makan menutup kuping untuk penghinaan yang di dapatkannya.


" Sudahlah jangan bicara terlalu banyak di meja makan. Makanan harus di makan bukan untuk di ceritakan," sahut Ratih mengaskan. Sarah pun terdiam dan tidak mencari masalah lagi atau menyinggung-nyinggung Rania.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2