Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 241 Kekecewaan.


__ADS_3

Rania mencoba untuk meredakan emosinya dan berlalu dari hadapan Ardian memilih duduk di pinggir ranjang dengan mengusap kedua wajahnya dengan tangannya dan menutup wajah yang penuh air mata itu yang menangis menenangkan dirinya.


Rendy juga mencoba untuk mengendalikan dirinya dan mengusap wajahnya dengan tangannya lalu melihat Rania. Rendy berjalan menuju nakas dan mengambil obat Rania. Lalu menghampiri Rania dengan berjongkok di depan Rania.


" Sayang aku tidak ingin membahas semua itu lagi. Kita sudah membahas ini berkali-kali dan aku sudah mengatakan berkali-kali kepadamu. Sayang sudah ya sekarang kamu minum obatnya. Jangan mencari masalah dengan membuat kamu semakin menderita," ucap Rendy dengan lembut yang membujuk Rania dengan tangan Rendy memegang tangan Rania menyinggirkan dari wajah itu.


" Aku tidak mau, tolong jangan paksa aku," ucap Rania yang tetap keras kepala.


" Rania aku yang minta tolong sama kamu. Jangan mencari penyakit Rania. Tolong Rania!" ucap Rendy lagi dan Rania mengambil obat itu dengan kasar dari tangan suaminya dan langsung berdiri berjalan menuju jendela dan membuang obat itu semuanya.


" Rabia!" teriak Rendy yang langsung menghampiri Rania.


" Apa yang kamu lakukan hah!" ucap Rendy menekan suaranya dengan memegang pergelangan tangan Rania.


" Aku sudah katakan tidak akan mau meminumnya lagi. Jadi jangan memaksaku, aku tidak ingin melakukannya," ucap Rania menegaskan.


" Kamu benar-benar Rania begitu keras kepala. Kamu tau yang kamu lakukan ini hanya membahayakan dirimu. Kenapa Rania kamu tidak pernah mengerti dengan semua yang aku katakan. Rania jangan orang di luar sana hamil, melahirkan dan mempunyai anak, kamu ikut-ikutan sampai kamu ingin mempertaruhkan nyawa kamu sendiri. Kamu tidak boleh egois Rania," ucap Rendy yang kembali emosi.


" Justru apa yang aku lakukan selama ini sangat egois. Aku hanya memikirkan diriku sendiri tanpa memikirkan kamu. Kamu sudah memberiku semuanya Ardian, kebahagian dan semuanya sudah kamu berikan kepadaku. Dan sekarang aku di vonis kanker rahim dan aku sudah berusaha untuk sembuh. Tapi apa tidak ada, semuanya sia-sia dan ujung-ujungnya apa, rahimku lama kelamaan akan di angkat dan aku juga akan mati tanpa bisa melakukan apapun kepadamu,"

__ADS_1


" Kamu yang harus mengerti perasaan ku Rendy. Aku hanya ingin sekali saja berguna sebagai seorang istri. Aku memberimu keturunan selagi aku bisa dan walau itu nyawaku taruhannya. Aku hanya ingin melakukan dan tidak akan menyesal jika akhirnya aku nanti mati," ucap Rania menegaskan kepada Rendy dengan linangan air matanya.


" Aku mohon kepadamu Rendy, tolong jangan menghentikanku," ucap Rania menyatukan ke-2 tangannya memohon di depan suaminya.


" Aku mohon izinkan aku melakukan ini. Aku melakukannya. Karena aku sangat mencintaimu. Aku ingin memberimu anak. Walau kamu tidak memintanya. Aku mohon jangan buat hidupku sia-sia," ucap Rania yang terus memohon di depan Rendy. Air mata Rendy menetes melihat Rania yang memang begitu ingin memberinya keturunan.


" Terserah kamu. Jika ingin melakukannya, terserah, terserah," ucap Rendy dengan suara berat yang tampak begitu lelah menghadapi keras kepala Rania.


" Ya, terserah, lakukan semua kemauanmu, terserah," ucap Rendy yang berlalu dari hadapan Rania mengambil tasnya lalu keluar dari kamarnya.


Rania langsung terduduk setelah suaminya itu pergi dia kembali menangis senggugukan dengan keributan mereka di pagi hari dan di lihat dari kata-kata Rendy yang begitu kecewa kepadanya dan tidak bisa melakukan apa-apa. Karena memang keputusan Rania sudah begitu bulat yang tidak peduli dengan sakitnya dan hanya peduli dengan Rendy yang ingin di berinya anak.


************


Takut pasti. Itu lah yang di takutkan Rendy yang begitu takut istrinya akan menderita lagi. Rendy sudah tau resikonya dan bahkan sudah menjelaskan resikonya berkali-kali untuk Rania.


Namun tetap Rania tidak mengerti bukan tidak mengerti. Rania mengerti hanya saja dia tidak peduli dan hanya memikirkan kebahagian Rendy. Yang padahal baginya kebahagian bukan perkara anak. Baginya kebahagian adalah dengan Rania yang tidak apa-apa. Itu lah kebahagiannya.


" Kenapa Rania, kamu tidak pernah mengerti dengan apa yang aku lakukan hanya demi kebaikanmu. Kenapa Rania kamu harus melakukan semua ini. Kamu tau itu bahaya. Tetapi kenapa tetap melakukannya," ucap Rendy di dalam hatinya yang begitu kecewa dengan kelakukan istrinya yang tidak bisa di hentikan nya.

__ADS_1


**************


Malam hari tiba. Rendy pulang dari rumah sakit dan memasuki kamar dan melihat Rania sudah tertidur di atas ranjang, berbaring miring di sana. Rendy hanya melihatnya sebentar lalu meletakkan tasnya di tempat biasa dan mengambil baju ganti yang seperti biasa di siapkan Rania untuknya.


Seharian dari pagi sampai malam. Dia dan Rania tidak bicara sama sekali. Tidak ada komunikasi dari telpon atau sekedar bertanya kabat dia dan Rania benar-benar terjadi perang dingin.


Rendy mengambil pakaiannya dan langsung pergi kekamar mandi untuk mengganti pakainnya atau sekalian membersihkan dirinya dan ternyata Rania sama sekali belum tidur. Rania masih terbangun dan hanya minat kebelakang yang melihat Rendy sudah memasuki kamar mandi dan Rania kembali pada posisinya berbaring miring.


Tidak lama akhirnya Rendy keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaian santai yang tadi di siapkan Rania. Rendy menarik napas panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


Lalu duduk di atas ranjang dengan bersandar di kepala ranjang dan Rania yang mwmebelakanginya. Rendy menoleh keatas nakas yang ada tulisan memo di sana.


" Aku sudah menyiapkan makan malam. Makanlah sebelum kamu tidur," tulis Rania yang walau marahan dengan Rendy dua masih melakukan tugasnya seperti biasa.


Rendy melihat ada lagi surat di atas nakas dan Rendy langsung mengambilnya, sebelum membacanya Rendy menoleh sebentar ke arah Rania terlebih dahulu. Baru membaca surat tersebut.


..." Aku tau apa yang aku lakukan membuat kamu marah. Aku tidak bisa memaksamu untuk mengerti perasaanku dan sebaliknya aku juga tidak bisa memahami segala yang kamu inginkan. Tapi aku tau kamu hanya berusaha untuk melakukan yang terbaik kepadaku. Kamu tidak aku kenapa-kenapa. Aku tau itu. Tapi kamu juga harus tau. Jika aku sangat menderita jika merasa tidak berguna. Pahamilah Rendy 1 keinginan ku ini. Hanya ini yang aku inginkan. Pahami Rendy. Kau tidak akan kenapa-kenapa. Aku hanya ingin berjuang untuk memberikan yang terbaik. Aku mohon berikan kesempatan itu kepadaku. Aku mohon," tulis Rania di dalam surat tersebut....


Rendy kembali meneteskan air matanya dengan memejamkan matanya yang mengatur napasnya lagi. Lalu menoleh kearah Rania. Rendy pun tidak bereaksi apa-apa dan berbaring miring membelakangi Rania yang mana mereka harus sama-sama membelakangi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2