Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku
Episode 280


__ADS_3

Tidak ingin membuang-buang waktu akhirnya Rendy pun pergi ke tanah suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah umroh. Rendy pasti tidak lupa mendoakan istrinya yang masih tetap berjuang, Rendy berharap dapat membawakan apa yang di inginkan istrinya. Air zam-zam.


Rania memang sering membahas umroh belakangan ini. Beberapa kali dia bicara intens dengan Rendy yang mana keinginannya untuk berangkat umroh. Dan jika tidak bisa dia bahkan menyuruh Rendy berangkat dan membawakannya air zam-zam.


Sementara di rumah sakit, masih tetap dengan kondisi Rania yang sama di mana sekarang Ratih dan Nia berada di kamar Rania, meletakkan bayi cantik itu di samping Rania. Bayi itu memang sangat tenang bila di samping ibunya.


Namun Nia dan Ratih hanya sama-sama menahan bendungan air mata mereka yang terharu melihat seorang ibu yang tidak bangun juga dan anak kecil yang kelihatan ingin sekali di peluk ibunya.


**********


3 hari berlalu, Rendy berada di tanah suci dan sekarang dia akan pulang untuk membawakan apa yang di inginkan istrinya. Semua persiapan untuk kepulangannya sudah selesai. Namun Rendy masih sholat di depan Ka'bah dan masih berdoa di sana.


" Ya Allah semoga perjalanan ku lancar, semoga aku bisa selamat dan membawakan apa yang di inginkan istriku. Aku tau ya Allah dia begitu tersiksa yang belum bisa pergi. Dia masih mengkhawatirkanku karena belakangan ini aku masih memintanya untuk ada di sisiku. Tetapi aku ikhlas ya Allah. Engkau tau apa yang terbaik, aku ikhlas untuk semuanya. Jika bertahannya membuatnya menderita maka letakkan dia di sisimu, Istri ku yang Sholeha layak mendapatkan tempat yang terbaik di sisimu," ucap Rendy dalam doanya.


" Aku pasrahkan semuanya kepadamu, yang maha pemilik nyawa," lanjut Rendy mengucapkan amin dan langsung mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya yang di selingi dengan air mata.


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt


Tiba-tiba handphone Rendy berdering. Rendy pun langsung melihat panggilan masuk yang ternyata dari adiknya


" Assalamualaikum, ada apa Nia?" tanya Rendy.


Deg


Jantung Rendy berdebar tidak beraturan saat adiknya yang berbicara di telpon itu mampu membuat air matanya jatuh lagi. Dadanya kembang kempis yang terasa begitu sesak dengan handphone yang menempel di telinganya itu jatuh.

__ADS_1


" Rania!" Rendy berteriak dengan bersujud yang seolah hatinya begitu hancur tangannya yang terkepal memukul-mukul lantai dengan tangisannya yang tidak dapat terbendung lagi.


********


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.


Handphone Zahra jaga berdering di atas nakas. Zahra yang selesai memandikan bintang dan memakaikannya baju langsung berjalan menuju nakas untuk melihat panggilan masuk.


" Oma Wati!" lirihnya yang langsung mengangkat telpon itu.


" Hallo Oma," sapa Zahra.


Air mata Zahra langsung menetes dengan wajahnya yang begitu terkejut saat mendapat telpon itu. Bahkan Zahra sampai terduduk lemas di pinggir tempat tidur.


" Zahra ada apa?" Elang memasuki kamar dan melihat istrinya seperti itu. Elang menghampirinya dan langsung mendekati Zahra memegang ke-2 bahu Zahra yang di lihatnya Zahra sedang menangis.


" Rania sudah tidak ada," ucap Zahra yang terasa sesak bicara. Elang kaget mendengarnya dan juga ikut memeluk istrinya. Pasti sangat terkejut mendengarkan berita itu. Hal yang sama sekali tidak pernah di sangka-sangka.


Kabar itu juga sampai ke telinga Anisa. Ya dia juga merasa kehilangan yang sekarang menagis di pelukan suaminya. Agam juga tidak percaya jika secepat itu wanita yang begitu baik itu pergi untuk selama-lamanya setelah berjuang begitu banyak.


**********


1 Minggu kemudian.


Keluarga itu masih di penuhi duka. Seminggu telah kepergian istrinya dan saat yang paling di kesalkan Rendy adalah tidak bisa mengantarkan istrinya ketempat peristirahatan terakhirnya. Karena pesawat Rendy yang di cansel dan keluarga tidak mungkin menunggu Rendy lagi.

__ADS_1


Penyesalan itu masih terus menghantui Rendy yang tidak bisa melakukan apa-apa di pemakaman istrinya.


Rasanya tidak percaya dengan kepergian istrinya yang sudah satu Minggu. Rendy juga terlihat murung di dalam kamarnya yang berstandar di kepala ranjang dengan lembaran-lembaran kertas warna-warni di atas tempat tidurnya apa lagi. Jika bukan surat-surat cinta Rania.


Hanya itu yang di lakukan Rendy membaca bolak-balik surat dari sang istri. Sama dengan apa yang di lakukannya sekarang ini masih membaca surat yang di tuliskan Rania yang terakhir kalinya. Surat di berikannya saat merayakan ulang tahun suaminya dan saat itu Rendy belum bisa membacanya.


..." Assalamualaikum suamiku!"...


...aku begitu mencintaimu. Aku tidak akan pernah berhenti mengucapkan terima kasih atas apa yang kamu lakukan kepadaku. Kita hanya bertemu tidak sengaja. Aku melihat wajahmu begitu kesal saat kamu menyangka aku melarikan diri dan tidak bertanggung jawab dengan anak kecil yang aku tabrak....


...Tapi siapa sangka itu ternyata menjadi garis pertemuan kita. Siapa sangka kita menjadi dekat. Aku masih ingat kita berada di rumah nenek Sandi. Saat itu kamu yang tidak mengenalku memberiku saran. Aku tidak percaya jika ada orang yang bisa menghargai....


...Hmmmmmm, banyak yang kita lalui. amu tau semuanya tentang diriku, tentang kejelekanku yang seharusnya kamu tidak harus menikahiku. Tetapi untuk menutup aib ku dan keluargaku kamu menikahiku, dengan tulusnya kamu mengajakku untuk menikah....


...Aku sering mengatakan betapa sialnya kamu yang telah menikahiku. Tapi tidak pernah mengatakan hal itu. Kamu tidak mengeluh dengan apa yang terjadi kepadaku....


...Sayang aku sangat beruntung telah di kirimkan Pria yang begitu baik selama 2 tahun menjadi imanku. Selama kita menikah, tidak sekalipun kamu membentakku. Kamu begitu lembut yang selalu menjaga perasaanku. Bahkan terkadang aku marah-marah. Kamu bahkan terus mengalah untuk ku....


...Aku tau keputusan yang aku ambil membuat kamu tidak tenang. Karena terlalu mencintaiku dan takut aku kenapa-kenapa. Maafkan aku jika itu hal yang aku lakukan yang membuatmu ketakutan....


...Sayang kita sudah sama-sama berusaha dan aku merasa bahagia dengan semua kesempatan yang di berikan kepadaku. Aku bisa melahirkan putri untukmu. Jaga dia katakan kepadanya ibunya sangat mencintainya. Kamu tidak akan kesepian karena dia akan selalu menjadi pelipur lara untuk kamu. Terimakasih untuk selalu ada untukku. Kamu adalah imam yang tertulis untukku. Aku sangat bahagia. Aku akan menunggu kalian di surga....


...I Love you sayang cintaku akan terus ada untukmu....


Terasa perih hati Rendy membaca surat terakhir dari istrinya. Karena setelah ini tidak akan ada lagi yang memberinya surat. Rendy hanya bisa menagis tersedu-sedu dengan surat yang di letakkan di dadanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2