
Leo sedang membaca berita diaplikasi baca berita. Dia ingin tahu berbagai berita terkini. Tak sengaja dia melihat kabar Erica kakaknya. Karir Erica menjadi artis sedang merosot. Tidak ada film, sinetron ataupun iklan yang dibintanginya.
Dia sedang terpuruk, apalagi gosip mengenainya yang dianggap artis panggilan plus-plus. Saat Leo sedang asyik membaca kabar berita tentang Erica, Sekretaris Beti masuk ke ruangannya.
"Bos ini berkas yang harus ditanda tangani Anda" ucap Sekretaris Beti.
"Oya taruh dimeja, Sekretaris Beti masih ingat Pak Guntur pemilik Rumah Produksi Shinning Stars?" tanya Leo.
"Yang waktu itu menawarkan kerja sama dengan Anda?"tanya Sekretaris Beti balik.
"Betul, saya berencana pergi ke Rumah Produksi Shinning Stars siang ini"ucap Leo.
"Bos mau menerima tawaran Pak Guntur?"tanya Sekretaris Beti.
"Nanti kita bicarakan disana"ucap Leo.
"Baik Bos"ucap Sekretaris Beti.
Sekretaris Beti keluar dari ruangan kerja Leo.
Sementara Leo sedang memikirkan Erica kakaknya yang sedang terpuruk dengan karirnya.
Leo berharap bisa membantunya tanpa diketahui Erica.
************
Leo dan Sekretaris Beti pergi ke Rumah Produksi Shinning Stars. Disana Leo dan Sekretaris Beti bertemu beberapa artis yang sedang ada disana. Sekretaris Beti tak hentinya kegirangan saat melihat artis kesayangannya ada disana. Dia ingin berfoto dan minta tanda tangan tapi dia harus profesional karena sedang bekerja.
"Sekretaris Beti, saya beri waktu satu jam, silahkan menemui artis kesayanganmu"ucap Leo.
"Uuu.....Bos baik banget, makasih Bos dari tadi udah gak tahan liat Fernan Atala artis pria papan atas itu Bos"ucap Sekretaris Beti.
Leo hanya tersenyum, dia memberi waktu untuk Sekretaris Beti berfoto dengan artis kesayangannya. Leo pergi ke ruangan kerja Pak Guntur sendirian, saat sedang berjalan menuju ruangan kerja Pak Guntur, dia berpapasan dengan Erica.
"Leo, ngapain kau disini?"tanya Erica dengan ketus.
"Aku ada urusan Kak"ucap Leo.
"Ooh...kau mau mentertawakan ku atas keadaanku sekarang, kau sengajakan datang kesini untuk mencari tahuku"ucap Erica.
Leo menarik nafas dalam-dalam biar tak tersulut emosinya, biar bagaimanapun Erica adalah kakak kandungnya.
"Maaf Kak, aku pergi dulu. Semoga kau selalu baik-baik saja"ucap Leo berjalan melewati Erica.
"Aku tahu kau sekarang sukses, tapi bukan berarti kau bisa seenaknya menghinaku Leo. Sampai kapanpun aku tidak akan minta maaf padamu dan Zara, ingat itu"ucap Erica.
Leo terus berjalan tanpa mendengarkan ucapan Erica, dia segera menuju ke ruangan kerja Pak Guntur. Disana dia diantar Sekretarisnya Pak Guntur masuk ke ruangan kerja Pak Guntur.
"Selamat siang Pak Guntur"ucap Leo.
"Selamat siang silahkan duduk Bos Leo"ucap Pak Guntur.
Leo duduk disofa berhadapan dengan Pak Guntur yang berada disofa depannya.
"Maksud kedatangan saya kesini untuk menerima tawaran Anda tempo hari"ucap Leo.
"Anda setuju investasi di Film Love Of Game?" tanya Pak Guntur.
"Saya setuju, tapi saya punya satu persyaratan" ucap Leo.
"Apa?"tanya Pak Guntur.
"Saya ingin pemeran utama wanitanya Erica Sisilia, dia berbakat dan sebelumnya banyak menerima penghargaan artis wanita terbaik"ucap Leo.
"Tapi diluaran gosip tentang Erica sedang menjatuhkan nama baiknya"ucap Pak Guntur.
"Pak Guntur itu gosip murahan, tentu Anda yang biasa ada didunia hiburan tahu cara memutar balikkan semuanya dan mengolahnya jadi popularitas bukan begitu"ucap Leo.
"Benar juga, gosip bisa dibuat dan dihentikan dengan gosip lainnya bahkan bisa jadi sebuah popularitas"ucap Pak Guntur.
"Oya, ada hubungan apa Anda dengan Erica Sisilia sehingga Anda begitu peduli padanya?" tanya Pak Guntur.
"Haruskah saya menjawab?"tanya Leo balik.
"Tidak perlu Bos Leo, itu urusan pribadi Anda" ucap Pak Guntur.
Setelah pembicaraan itu Leo dan Pak Guntur menandatangani surat kontrak kerjasama diantara mereka.
Sekretaris Beti berkeliling di rumah produksi itu. Dia mencari Fernan Atala, diujung ruangan itu dia menemukan seorang lelaki mirip Fernan Atala dari segi wajah, rambut, cara berpakaian dan postur tubuhnya. Sekretaris Beti langsung berpikir itu Fernan Atala.
"Boleh minta foto?"tanya Sekretaris Beti.
"Boleh mba"ucap Lelaki itu.
__ADS_1
Cekrek....cekrek........cekrek............
Berbagai pose dilakukan sampai raut wajah paling jelekpun ditampilkan supaya bisa memiliki foto artis kesayangannya.
"Mas Fernan Atala makasih ya atas fotonya"ucap Sekretaris Beti.
"Saya bukan Mas Fernan Atala mba"ucap Kino.
"Bukan?"ucap Sekretaris Beti kebingungan.
"Saya OB disini mba, baru mau berangkat eh mbaknya minta foto. Kebetulan saya juga suka difoto"ucap Kino.
"Tapi kok agak mirip ya"ucap Sekretaris Beti.
"Semua orang juga bilang begitu mba, malah biasa kalau Fernan Atala lagi syuting adegan tonjok-tonjokan saya gantiin dia jadi yang ditonjok, lumayan sekali adegan mengenaskan seperti itu 200 ribu, pernah bahkan pas Fernan Atala syuting hanyut disungai, itu yang hanyut saya mba, terus saat Fernan Atala jatuh dari gedung itu juga saya mba, walau pakai peralatan keselamatan bibir saya sampai dower, gigi sampai kering dan rambut udah kaya lidi berdiri semua"ucap Kino.
"Kasihan, gak enak ya kalau cuma jadi imitasinya" ucap Sekretaris Beti.
"Enaknya kalau adegan ciuman mba, saya gantiin nyium cewek beneran mba, apalagi kadang setiap episode beda cewek lagi. Inget film Playboy Disetiap Gang Buntu mba, nah Fernan Atala kan jadi playboy yang pacarnya banyak tuh" ucap Kino.
"Oh itu pakai peran pengganti aktris dan aktornya ya"ucap Sekretaris Beti.
"Iya dong, satu ciuman Fernan Atala itu kontraknya mahal mba, apalagi difilm itu dituntut berkali-kali ciuman sama cewek dan gonta-ganti, ya saya yang kebanjiran ciuman, mana diulang terus sampai oke lagi, udah gitu ceweknya ada delapan, saya untung selama proses syuting film itu. Duit dapet, ciuman dapet double jadinya" ucap Kino.
"Berarti kamu jadi imitasinya ada untung dan ruginya ya"ucap Sekretaris Beti.
"Begitulah, tapi kemana-mana pada minta foto sama saya, eh pas udah tau imitasinya saya dibuang begitu saja. Habis manis sepah dibuang deh mba"ucap Kino.
"Padahal saya pengen banget foto sama Fernan Atala"ucap Sekretaris Beti kecewa.
"Udah mba jangan sedih, edit aja foto saya tadi mba biar putihan dan hidungnya mancungin kaya Fernan Atala. Orang juga gak akan tahu kalau itu imitasi"ucap Kino.
"Tapi saya pengen ketemu langsung sama orangnya"ucap Sekretaris Beti.
"Sabar ya Mba, bayangin aja saya Fernan Atala yang baru bangun tidur, gantengnya pasti sama"ucap Kino.
"Gak bisa dibayangin mentok, soalnya udah jelas kamu imitasiannya"ucap Sekretaris Beti.
Selesai mengobrol dengan Fernan Atala imitasi, Sekretaris Beti kembali menunggu Leo diluar ruangan kerja Pak Guntur. Setelah pertemuan itu selesai, Leo dan Sekretaris Beti kembali ke perusahaan.
*********
Leo pulang ke rumah larut malam. Dia masuk ke kamar, tak disangka Zara belum tidur. Dia sedang menonton pertandingan bola. Leo langsung menghampirinya. Ketika sudah dekat Leo langsung duduk disampingnya dan mencium pipi Zara.
Cup
"Anak beruang kangen sama Ibu beruang ya"ucap Zara.
Zara langsung memeluk Leo yang masih memakai setelan jas itu.
"Ehm........bau asem, anak beruang mandi dulu" ucap Zara.
"Nanti habis mandi itu ya"ucap Leo.
"Oke Leo sayang tapi nunggu acara pertandingan bolanya selesai ya"ucap Zara.
Leo langsung semangat menuju ke toilet. Dia secepatnya mandi sampai selesai dan memakai handuk saja menghampiri Zara. Mata Zara tertuju pada layar televisi didepannya sehingga tak tahu Leo yang mendekati tubuhnya.
"Leo......,bikin kaget aja"ucap Zara.
"Zara ayo lihat pertandingan bolanya ditempat yang kita suka"ucap Leo.
"Tapi gak boleh lama-lama ya, Zara baru hamil trimester pertama"ucap Zara.
Leo hanya mengangguk lalu membopong Zara ke tempat yang mereka suka. Mereka melakukan pertandingan sepak bola itu dengan penuh cinta dan kemesraan. Leo tahu diri dia tak ingin berlama-lama melakukan hal itu. Kandungan Zara baru satu bulan, dia harus menjaga buah cintanya itu baik-baik. Selesai melakukan pertandingan sepak bola itu, Leo dan Zara berbaring diranjang sambil mengobrol santai.
"Zara tadi aku bertemu Kak Erica"ucap Leo.
"Leo bertemu Kak Erica dimana?"tanya Zara.
"Di Rumah Produksi Shinning Stars"ucap Leo.
"Leo kesana untuk apa?"tanya Zara.
"Untuk melihat artis-artis cantik"ucap Leo menggoda Zara.
"Oh, Leo mulai genit mentang-mentang udah jadi Bos nih"ucap Zara sambil cemberut.
Leo mencolek dagu Zara dan memainkannya.
"Zara sayang, tadi Leo kesana untuk investasi di Film Love Of Game"ucap Leo.
"Leo investasi difilm itu?"tanya Zara.
__ADS_1
"Iya, film itu menceritakan tentang sebuah arti cinta sejati, bahwa cinta itu bukan permainan.
Tapi cinta itu sebuah perasaan yang mendalam diantara dua insan"ucap Leo.
"Cerita cinta, Zara jadi ingin nonton filmnya nanti kalau sudah diputar dibioskop"ucap Zara.
"Zara sayang kita akan jadi tamu VIP di gala primeiere film itu, Leokan investornya"ucap Leo.
"Asyik......bisa nonton paling depan dan paling pertama pasti seru"ucap Zara.
"Sebenernya Leo investasi difilm itu untuk menaikkan kembali karir Kak Erica, Leo tidak tega melihatnya terpuruk seperti sekarang ini"ucap Leo.
"Leo, Zara jadi ingat sebuah pribahasa, buruk-buruk papan jati, seburuk apapun keluarga kita tetaplah keluarga. Meskipun Kak Erica dulu pernah membuat kita kesusahan tapi dia tetaplah kakak kandungmu, kau harus tetap menyayanginya" ucap Zara.
"Terimakasih Zara atas pengertianmu, padahal Kak Erica pernah mencelakaimu. Maafkan dia ya Zara"ucap Leo.
"Aku sudah memaafkan Kak Erica sejak lama" ucap Zara.
Leo senang Zara tidak menyimpan kekesalan dan kemarahannya pada Erica padahal hidup mereka kesusahan saat itu karena ulah Erica. Leo sampai kehilangan semua yang dimilikinya. Dia kembali merintis dari bawah hingga sekarang bisa kembali sukses.
Zara bangun dari tidur melihat ke sampingnya, dia tidak melihat ada Leo. Saat Zara melihat ke jam di dinding kamarnya, Zara langsung bangun dan keluar dari kamarnya. Dia segera turun ke lantai bawah menuju dapur. Ternyata Leo sedang memasak untuk sarapan. Zara langsung menyandarkan kepalanya dipunggung Leo.
"Ibu beruang sudah bangun"ucap Leo.
"Anak beruang pagi-pagi begini sudah didapur memasak"ucap Zara.
"Ibu beruangkan sedang hamil, jadi biar anak beruang yang memasak sekarang"ucap Leo.
"Baunya harum bikin laper, ternyata anak beruang berbakat jadi Chef ya"ucap Zara.
"Nanti anak buruang buka restoran deh biar yang belinya cuma Ibu beruang seorang"ucap Leo.
"Oya, kalau begitu Ibu beruang akan membeli semua menunya, bayarnya pakai ciuman saja ya"ucap Zara.
"Kalau begitu Ibu beruang harus bayar DP nya sekarang"ucap Leo.
Zara langsung mendaratkan bibir cantiknya dipipi Leo.
Cup
Saat Zara mencium pipi Leo, Bi Surti nongol tiba-tiba.
"Aduh belum disensor nih, sepertinya Bibi salah alamat, lanjut muter lagi deh"ucap Bi Surti.
"Bi Surti"ucap Zara.
"Tenang Non, Bi Surti cuma liat sebagian, diblokir selebihnya"ucap Bi Surti.
"Bi Surti ada-ada aja"ucap Zara.
"Den Leo pagi-pagi gini masak sarapan untuk Non Zara, aduh so sweet banget. Berasa nonton film Korea rasa rumahan"ucap Bi Surti.
"Kemarin Zara udah nonton drama yang Bibi rekomendasikan"ucap Zara.
"Pasti Non kebingungan milih cowoknya ya? kalau Bibi jadi pemeran utama wanita udah milih yang cengar-cengir terus Non, tiap hari dikasih hadiah dan diajak makan gratis, secara realistis Non jadi cewek"ucap Bi Surti.
"Kalau Zara suka yang kasar dan cuek, soalnya dia itu terlihat cool dan perhatiannya itu berbeda dari yang lainnya"ucap Zara.
"Kalau Bibi sih mending nikah sama kakeknya aja Non, udah kaya raya masih ganteng lagi, lupakan yang muda jika kantongnya berisi tempe mendoan, setiap diajak kencan pasti makan mie instan, udah deh kibarkan bendera putih tanda menyerah dari cowok seperti itu gak berfaedah"ucap Bi Surti.
"Ha....ha.....Bi Surti bikin Zara ketawa mulu"ucap Zara.
"Non silahkan lanjutkan dua periode, Bi Surti mau berlayar lagi ke pulau kapuk, masih ada mimpi yang belum dilanjutkan"ucap Bi Surti.
Bi Surti pergi meninggalkan dapur itu. Tinggal Leo dan Zara yang sedang menyajikan makanan ke meja makan.
"Bumil gak boleh bawa yang berat-berat, biar Leo yang bawa sayurnya ya"ucap Leo.
"Iya Papa debay"ucap Zara.
Setelah semua makanan tersaji dimeja makan, mereka mulai makan. Zara menyantap semua masakan yang Leo masak.
"Zara sayang, aku sudah meminta teman satu kantor untuk mencarikan pembantu yang akan membantu Bi Surti bekerja. Biar Zara gak perlu memasak untuk Leo selama hamil dan menyusui. Lagi pula rumah ini cukup besar, kasihan Bi Surti jika mengurusnya sendirian"ucap Leo.
"Ide bagus Leo, Zara juga berpikir seperti itu"ucap Zara.
Mereka sepakat untuk mencari pembantu tambahan yang akan membantu Bi Surti dalam mengurus rumah besarnya. Dengan adanya pembantu baru dirumah itu, Zara tidak perlu lagi memasak untuk Leo selama hamil dan menyusui. Leo tidak ingin Zara kelelahan dan itu tidak baik untuk kehamilannya. Dia ingin memberikan yang terbaik untuk Zara dan buah hatinya, karena bagi Leo Zara dan buah hatinya adalah anugerah terindah dari Allah SWT.
Terimakasih untuk yang sudah membaca sampai episode ini dan untuk yang sudah like dan komen.
Jangan lupa like dan komen supaya Author semangat up.
Semoga menghibur dan bermanfaat
__ADS_1