Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 41


__ADS_3

Rehan menemani Cinta ke rumah sakit untuk kemoterapi. Cinta masuk ke ruangan kemoterapi didampingi Rehan. Melihat Cinta melalui proses kemoterapi itu Rehan tak tega. Dia ingin kekasih hatinya sehat kembali dan selalu tersenyum padanya.


"Gadis kecil kau harus kuat, aku disini sayang" ucap Rehan.


"Iya Kak Rehan"ucap Cinta dengan suara yang pelan.


"I Love You"ucap Rehan.


Cinta tersenyum dengan ucapan romantis dari bibir Rehan.


Setelah proses kemoterapi itu selesai Cinta pulang ke apartemen Rehan. Dia berbaring diranjang apartemen itu.


"Kak Rehan, kenapa aku harus tinggal disini bersamamu?"tanya Cinta.


"Dokter bilang efek samping kemoterapi akan menyebabkan mual, muntah, demam, rambut rontok, nyeri dan masih banyak lagi. Kalau kau tinggal diasrama siapa yang akan mengurusmu" ucap Rehan.


"Tapi kita ini belum menikah, bukannya tidak baik tinggal bersama"ucap Cinta.


"Besok aku akan menikahimu gadis kecil, biar aku bisa menjagamu dan merawatmu"ucap Rehan.


"Maukah kau menikah denganku gadis kecil?" tanya Rehan.


"Tapi gimana kalau aku akhirnya akan pergi jauh, apa kau takkan sedih nantinya"ucap Cinta.


Rehan menghampiri Cinta dan duduk disampingnya.


"Gadis kecil, apapun itu aku akan disisimu selamanya"ucap Rehan.


"Hooooeeek.....hooooeeek...hooooeeek......"Cinta mulai mual dan muntah dilantai karena tak sanggup menahannya lagi.


"Kak Rehan maaf"ucap Cinta.


"Gadis kecil kau tidak usah minta maaf, aku akan merawatmu, sekarang kau tidur ya"ucap Rehan.


Rehan membantu Cinta berbaring diranjangnya.


Kemudian dia membersihkan muntahnya Cinta yang berjatuhan dilantai. Setelah selesai Rehan mengambil selimut didalam lemari, dia melihat sajadah, peci dan sarung yang diberikan Cinta untuknya. Rehan mengambil ketiga barang itu dan menciumnya.


"Tuhan jika kau memang ada tolong sembuhkan Cinta, ambil semuanya penyakitnya. Aku tidak bisa melihatnya tersiksa karena penyakitnya"ucap Rehan.


Rehan ke toilet mengambil air wudhu tapi tata caranya dia bingung. Dia berkali-kali mengulangnya.


"Kak Rehan lagi ngapain?"tanya Cinta.


"Aku....aku ingin wudhu sepertimu"ucap Rehan.


"Subhanallah"ucap Cinta.


"Aku akan mengajarimu"ucap Cinta.


Cinta mengajari Rehan berwudhu setelah itu Cinta mengenakan mukena dan Rehan mengenakan sarung beserta peci yang diberikan Cinta.


"Gimana gadis kecil, calon suamimu ini semakin tampankan?"tanya Rehan.


"Iya Kak Rehan sangat tampan memakai peci dan sarung itu"ucap Cinta.


"Gadis kecil bidadari surgaku, ajari aku sholat biar aku menjadi imammu kelak"ucap Rehan.

__ADS_1


"Pertama kau harus membaca syahadat"ucap Cinta.


"Kalau begitu tuntun aku membaca syahadat" ucap Rehan.


"Iya aku menuntunmu membaca syahadat hik...hik....."ucap Cinta sambil menangis karena terharu melihat Rehan dengan keinginannya sendiri mau membaca syahadat.


"Asyhadu alla illaha illallah"ucap Cinta.


"Asyhadu alla illaha illallah"ucap Rehan.


"Wa asyhadu anna muhammadarrasullullah"ucap Cinta.


"Wa asyhadu anna muhammadarrasullullah"ucap Rehan.


"Sekarang Kak Rehan sudah mulai siap jadi imamku"ucap Cinta.


"Rasanya tenang dan damai setelah aku memiliki Allah dihatiku"ucap Rehan.


"Gadis kecil ajari aku sholat, aku ingin menyembahnya"ucap Rehan.


"Iya"ucap Cinta.


Cinta mengajari Rehan bacaan sholat perlahan-lahan meskipun belum lancar tapi itu bisa dimaklumi karena Rehan baru belajar.


"Cinta boleh aku jadi imam sholatmu walau masih tahap belajar"ucap Rehan.


"Boleh"ucap Cinta.


Rehan menjadi imam sholat dan Cinta makmumnya. Setelah sholat Rehan melihat Cinta yang menengadahkan tangannya untuk berdoa.


Saat Rehan melihat Cinta berdoa, dia mengikuti Cinta ikut berdoa juga.


Selesai berdoa Rehan belajar membaca Al Qur'an dari huruf dasarnya terlebih dahulu. Cinta begitu sabar mengajari Rehan mengaji. Rehan bersunggih-sungguh belajar mengaji. Dia ingin menjadi imam yang baik untuk Cinta nantinya.


"Tuan yang sombong, kau pintar juga. Lebih cepat menangkap apa yang ku ajarkan"ucap Cinta.


"Gadis kecil, calon suamimu ini tidak mungkin jadi CEO dari Perusahaan Bright light Group kalau tidak pintar"ucap Rehan.


"Aku percaya kau pintar"ucap Cinta


"Cinta tidurlah kau harus beristirahat"ucap Rehan.


Cinta mengangguk dengan ucapan Rehan. Dia berbaring diranjang kemudian tidur. Sementara Rehan tidur disofa apatemen itu.


Pagi sekali Cinta sudah bangun untuk membuatkan Rehan sarapan pagi. Dia sibuk didapur memasak. Terdengar suara yang menyapa Cinta.


"Selamat pagi gadis kecilku"ucap Rehan.


"Selamat pagi Tuan yang sombong"ucap Cinta.


"Senengnya kalau punya istri pasti pagi begini sudah dibuatkan sarapan pagi"ucap Rehan.


"Tuan yang sombong tunggulah di meja makan, sebentar lagi aku selesai memasak"ucap Cinta.


"Baiklah calon istriku yang cantik"ucap Rehan.


Rehan keluar dari dapur dan menunggu Cinta menyajikan sarapannya , tak lama Cinta menyajikan semua hidangan itu ke meja.

__ADS_1


"Cinta untuk semua sementara waktu kau cuti sekolah dulu ya"ucap Rehan.


"Cuti?"tapi aku ingin sekolah"ucap Cinta.


"Selama masa kemoterapi kau sekolah online dulu ya"ucap Rehan.


"Baiklah"ucap Cinta.


************


Ibu Meta dan Pak Irwan mendatangi Kirana ke lokasi syutingnya. Mereka menghampiri Kirana yang sedang beristirahat selesai syuting.


"Kirana"ucap Ibu Meta.


"Ibu, Ayah"ucap Kirana.


Ibu Meta langsung memeluk Kirana saat mendekatinya.


"Kirana, Ibu kangen nak"ucap Ibu Meta.


"Kirana juga kangen Ibu"ucap Kirana.


Ibu Meta melepas pelukannya dari Kirana.


"Bu, sekarang kalian tinggal dimana?"tanya Kirana.


"Kami tinggal dikolong jembatan nak"ucap Pak Irwan.


"Apa? dikolong jembatan?"ucap Kirana kaget.


"Kami mau tinggal dimana lagi, kami tak punya uang nak hik...hik......"ucap Ibu Meta disertai air mata buayanya.


"Bu jangan bersedih, Kirana tidak mungkin membiarkan Ayah dan Ibu menderita"ucap Kirana.


Kirana langsung mengeluarkan amplop untuk Pak Irwan dan Ibu Meta.


"Terimakasih nak, kau memang anak yang baik" ucap Ibu Meta sambil menerima amplop itu.


"Ibu dan Ayah kalian bisa sewa kontrakan untuk tinggal kalian dengan uang itu"ucap Kirana


"Kamu memang anak yang baik nak"ucap Bu Meta.


"Ayah bangga punya anak sepertimu, selalu berbakti pada orangtua yang sudah merawatmu"ucap Pak Irwan.


Ibu Meta begitu senang, Kirana bisa ditipu lagi. Dia tahu Kirana itu polos dan bodoh.


"Memang anak yang bodoh, mau aja selalu dimanfaatkan"batin Ibu Meta.


"Kalau Ayah dan Ibu membutuhkan sesuatu bilang pada Kirana ya"ucap Kirana.


"Ayah dan Ibu jadi merepotkanmu nak, padahal kami bukan orangtuamu"ucap Ibu Meta.


"Bagiku kalian adalah orangtuaku juga"ucap Kirana.


"Terimakasih nak, kau sudah menganggap kami orangtuamu"ucap Ibu Meta.


"Iya Bu"ucap Kirana.

__ADS_1


Setelah mendapatkan uang, Pak Irwan dan Ibu Meta pergi dari tempat itu.


__ADS_2