
Episode ini Author buat untuk para reader yang suka dan rindu sama tingkah konyol King. Selamat membaca semoga happy
Leo, Zara, King, Niken, Gerald, dan Nafiza pergi ke puncak untuk menikmati indahnya alam. Sudah lama sejak lulus kuliah mereka tidak berkumpul bersama, mereka sibuk dengan urusan keluarga dan pekerjaan mereka masing-masing. Mereka datang ke kandang kuda untuk berkuda.
"Mami kuda putih cucok tuh"ucap King.
"Papi mau berkuda?"tanya Niken
"Leo dan Gerald udah berkuda duluan, nyusul ah" ucap King.
"Yaudah sanalah Pi, berdoa dulu tar apes lagi" ucap Niken.
King akhirnya berdoa sebelum naik kuda.
"Ya Allah lindungilah aku dari keapesan, kesialan dan keterpurukan. Jika terpaksa apes paling tidak ada temennya, jangan sampai apes sendirian gak enak, gak seru. Jangan pisahkan aku dengan keberuntungan, aku sudah punya istri, anak dan sahabat. Istri kedua belum punya, bisa dipotong sama Niken kalau punya istri lagi, belum lagi Raja sama apesnya denganku, semoga apes ini segera berakhir"ucap King.
"Papi baca Novel atau lagi berdoa sih"ucap Niken.
"Tenang Mi, Papi berdoa panjang lebar supaya tidak apes"ucap King.
"Apes mah apes aja"ucap Niken.
Pawang kudanya minta King melakukan pendekatan dulu sebentar sebelum naik kudanya.
King langsung menghampiri kuda putih yang mau dinaikinya. Baru mendekat udah disabet ekor kuda.
Plaaaaak..............
"Aw..........kok belum apa-apa udah ada sambutan keapesan ya"ucap King.
King mencoba mengelus ekor kuda biar tidak menyabetnya lagi. Eh kudanya malah pipis kaya air pancuran sampai ke muka King.
Cuuuuur................
"Alamak, ini kok udah dua kali apes ya, dicatet ah kali aja dapet rekor Muri keapesan terbanyak" ucap King.
"Kalau dari belakang apes coba dari depan saja deh"ucap King.
King pindah ke depan kepala kuda sambil membawa seikat rumput. Dia memberi makan kudanya.
"Nih kuda makan camilan dulu sebelum berangkat jalan-jalan"ucap King.
King memegangi rumput itu, kudanya agresif memakan rumput sampai tangan King dikunyah juga.
"Eh....eh....itu tangan gue bukan rumput, lo kanibal ya atau omnivora, lepasin gak tar gak temenan nih"ucap King.
"Pak buruan lepasin tangannya, nih kuda biasa makan daging loh"ucap Pawang kuda.
"Buset deh tangan gue makanan gratisan dong" ucap King.
"Sini Pak saya bantu narik"ucap Pawang kuda itu.
"Oke"ucap King.
Pawang itu dibelakang King menarik punggungnya.
"Satu, dua, tiga,........"ucap King dan Pawang kuda itu.
"Pak gimana tangannya udah dilepas dari mulut kudanya?"tanya Pawang kuda itu.
"Yang lepas baju saya mas bukan tangan saya, lihat nih"ucap King.
"Eh iya, sorry Pak terlalu semangat"ucap Pawang kuda itu.
Akhirnya Pawang kuda itu memancingnya dengan memberikan sepiring rendang ke kuda itu, tangan Kingpun dilepaskan.
"Ya ampun nih tangan gue dicemil sama kuda" ucap King.
Setelah kudanya kenyang dan mulai akrab dengan King, barulah dia naik kuda itu.
King menyusul Leo dan Gerald ke perbukitan dekat taman.
"King ayo balapan"ucap Leo.
__ADS_1
"Iya bro susul kita-kita"ucap Gerald.
"Tenang aja, kuda gue ini sakti makannya aja rendang, tar gue menang nih"ucap King.
King terus menyusul Leo dan Gerald, tapi tiba-tiba kudanya belok mendekati kuda betina.
"Alamak ini kuda ganjen banget, malah pedekate. Kapan gue menangnya nih"ucap King.
Kudanya malah asyik pacaran sama kuda betina.
"Udah belum nih pacarannya, jangan bertele-tele pedekatenya, cus keintinya aja"ucap King.
"Kenapa gue berasa jadi tamu undangan pernikahan gini, nih kuda serasa pengantin"ucap King.
King akhirnya mengeluarkan rendang lagi untuk memancing kudanya. Dia berjalan sambil membawa rendang biar kudanya mengikutinya. Tak lama kudanya mengikuti King yang membawa rendang.
"Bro, Lo naik kuda apa koki buat kuda"ucap Gerald yang menghampirinya.
"Lo alih profesi ya jadi pawang kuda"ucap Leo.
"Kuda gue lagi kena virus cinta, galau antara mau jalan atau mau pacaran"ucap King.
"Kuda plin plan gitu gak usah dipilih gak maco" ucap Gerald.
"Gak masalah, dari pada kuda Lo ngiler terus dari tadi sepanjang jalan"ucap King pada Gerald.
"Kuda Lo lebih parah King, gak pake pemes jadi tainya jatuh dimana-mana tuh sepanjang jalan" ucap Leo.
"Emang ya? kuda gue belum dipempesin"ucap King.
"King ayo kita ke perkebunan metik jagung, singkong sama padi, bini kita udah pada nungguin disana"ucap Leo.
"Kita duluan ya King, sabar aja ngadepin kuda lebay gitu"ucap Gerald.
Leo dan Gerald meninggalkan King yang mengurusi kuda putih alala kabray.
"Hei, kuda perasaan gue jadi babu, Lo rajanya sih, gue yang merintah Lo tahu, ayo cabut ke perkebunan, tar gue cariin jodoh yang lebih semok deh dari pada kuda betina ceking garing itu"ucap King.
"Alamak ini kok jadi lari maraton gini, nasib dapat kuda alay tur lebay gini"ucap King.
King ikut berlari bersama kuda yang sakit perut hingga masuk ke sungai.
Byuuuuur............
"Yah....basah....aduh dalem nih sungai"ucap King.
Setelah berlari ke sungai kuda itu berlari ke sawah.
Clek.....clek....clek........
"Habis basah kotor kena lumpur"ucap King.
Kudanya masih berlari ke padang ilalang.
"Buset deh abis kena lumpur ke tempelan bulu dari bunga ilalang gini"ucap King.
Kuda itu masih berlari ke tempat pembuangan sampah.
"Alamak nih sampah pada nempel deh, kuda ini terus berlari, mau kemana lagi nih"ucap King.
Akhirnya kuda itu berhenti saat bertemu kuda betina.
"Ya ampun dari tadi gue jadi korban, eh ini kuda tiba-tiba waras mentang-mentang ada bininya"ucap King.
King akhirnya melepas kudanya, dia pergi ke perkebunan bersama sahabatnya. Sampai diperkebunan semuanya kaget melihat King mirip monster gunung.
"Lo siapa? hantu perkebunan yang belum insyaf ya"ucap Gerald.
"Ini pasti monster gunung, getok aja"ucap Leo.
"Udah biar gue pukul pake panci nih"ucap Niken.
Niken menghampiri King dan memukulnya dengan panci.
__ADS_1
Tok....tok....tok......
"Ampun.......ini aku Mami"ucap King.
"Papi, kirain monster gunung"ucap Niken.
"Nasib kelunta-lunta gini, udah lari maraton sama kuda alay eh kena getok bini, berasa jadi pemeran utama disinetron tangisan anak tiri"ucap King.
"King kenapa Lo jadi begini?"tanya Gerald.
"Ini semua karena kuda alay kebanyakan makan rendang"ucap King.
"Lagian Lo ngapain juga kuda dikasih makan rendang, mules deh"ucap Leo.
"Yah Leo, apes mah apes aja jangan salahkan kuda makan rendang, gue yakin kudanya gak makan rendang juga pasti gue tetep kaya gini" ucap King.
"Mau difoto gak buat kenang-kenangan, kostum monster gunung paling natural"ucap Gerald.
"Iya King boleh tuh buat hiburan anak cucu kita" ucap Nafiza.
"Iya, ayo berfoto, ini moment langka"ucap Zara.
"Yaudah deh yang penting kalian seneng gue menderita"ucap King.
Akhirnya Leo, Zara, Gerald, Nafiza, Niken berfoto dengan King dengan tema Monster Gunung.
Setelah berfoto mereka memetik jagung. Leo dan Zara memetik berdua dibarisan tengah.
"Zara, udah lama gak manggil nama. Kalau didepan anak-anak Leo manggil Zara dengan sebutan Mama"ucap Leo.
"Iya ya Leo, waktu berlalu begitu cepat, anak kita sudah remaja. Padahal baru kemarin kita SMA, Zara masih ingat saat kita dikejar anjing demi jambu, makan sepotong roti berdua, tinggal di Rumah Singgah Tuna Wisma, dan masih banyak lagi"ucap Zara.
"Sekarang kita menua, dan mungkin besok akan mati. Semoga kita tetap bersama, Leo ingin mati husnul khotimah bersama Zara"ucap Leo.
"Zara juga ingin mati husnul khotimah bersama Leo"ucap Zara.
Leo memeluk Zara dengan erat, dia selalu bahagia saat bersama Zara entah itu dalam suka maupun duka. Cinta mereka sudah teruji dengan berbagai kesulitan yang datang.
Setelah mereka semua memetik jagung berlanjut mencabut singkong. Para wanita mengupas jagung sementara para pria mencabut singkong.
"Lihat singkong yang gue cabut gedekan"ucap Leo menunjukkan hasil cabutannya.
"Gue juga lumayan gede nih Leo"ucap Gerald.
"Lo King gimana hasil cabutan Lo?"tanya Leo.
"Singkong yang gue cabut bukannya gede, kok malah ada bra ma CD gini"ucap King.
"Wah itu Lo dapat bonus King"ucap Gerald.
"Mungkin yang nanem singkong lupa CD dan bra nya ketanem juga"ucap Leo.
"Udah Lo coba lagi nyabut sekali lagi"ucap Gerald.
King kembali mencabut singkong yang batangnya paling besar.
"Gimana King udah dapet singkong gedenya?" tanya Leo.
"Bukannya dapet singkong gede malah dapet botol wasiat nih"ucap King.
"Wah jangan-jangan isinya peta harta karun nih" ucap Gerald.
King penasaran terus membuka isi surat wasiat didalam botol itu.
"Saya Matsomat, jika Anda sudah membaca surat wasiat ini, mungkin saya sudah tiada. Pastikan Anda kaya dan baik hati, tidak sombong dan rajin menabung. Baca perlahan dan siapkan mental, mungkin setelah membacanya Anda dipastikan gajebo. Saya atas nama pemberi wasiat minta tolong dengan hormat bayarkan hutang saya di Mpok Mimin yang sudah menumpuk dan berjamur biar saya tidak mati gentayangan karena masih harus kerja untuk melunasi hutang walaupun udah jadi pocong, tawaran syuting jadi pocong lumayan banyak, mungkin dengan begitu hutang saya lunas. Tapi jika Anda mau melunasi, saya tak perlu gentayangan dan ikut syuting Film Pocong Ketiban Durian Runtuh, terimakasih atas perhatian dan kebaikkan Anda" ucap King membaca surat wasiat itu.
"Wah King Lo harus melunasi hutang mas ini di Mpok Mimin, kasihan udah mati masih harus syuting jadi pocong ketiban durian runtuh"ucap Gerald.
"Udah King bayarin aja, itung-itung nolong orang biar tenang disana"ucap Leo.
"Oke deh, miris banget ceritanya bikin baper nih" ucap King.
Setelah mencabut singkong mereka bakar-bakaran jagung, singkong, sosis, ikan, ayam, udang dan makanan lainnya. Mereka duduk ditikar menikmati makanan yang sudah dibakar dan minum air kelapa sambil melihat hamparan pegunungan yang indah.
__ADS_1