Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Indahnya Negeriku


__ADS_3

Leo dan Zara mau pergi jalan-jalan ke pantai bersama sahabat mereka King, Niken,


Gerald, Nafiza, Nunu, Harun, Beni, Kemal,dan Andi.Mereka berkumpul dialun-alun sambil mengecek perlengkapan dan peralatan yang harus dibawa.Leo dan Zara membantu King membereskan bawaannya.


"King Lo mau naik gunung atau ke pantai?"tanya Leo sambil membereskan barang-barang diransel milik King.


"Ke pantai lah Leo"ucap King.


"Ngapain Lo bawa tali, tenda, palu, panci dan kompas segala?"tanya Leo.


"Lha memang bukannya ke pantai harus bawa ginian ya"ucap King.


"Udah Leo, anak mami ini memang gak jelas.


Bawaannya paling banyak dan gak penting bikin orang lain susah harus ikut bawain ranselnya.


Orang bawa ransel satu aja ini sampai tiga"ucap Niken.


"Cewek galak bawel,ini ransel isinya penting semua tahu, ransel pertama ada makanan kemasan, ransel kedua ada pelengkapan berkemah,bransel ketiga baru perlengkapan pribadiku"ucap King.


"Lagian mau ke pantai pakai bawa perlengkapan berkemah, bikin berat aja, terus bawa makanan kemasan sampai setas gede gitu, siapa coba yang mau bawain"ucap Niken.


King dan Niken terus saja beradu mulut Sementara Nafiza kakinya lagi kesemutan, Gerald berusaha membantu Nafiza.


"Naf kenapa?"tanya Gerald menghampiri Nafiza yang sedang duduk dikursi.


"Kakiku kesemutan mungkin karena hawanya dingin"ucap Nafiza.


"Biar ku bantu ya"ucap Gerald.


Nafiza hanya mengangguk menanggapi ucapan Gerald.Kaki Nafiza dikompres air hangat oleh Gerald.


"Naf, gimana udah enakkan belum?"tanya Gerald.


"Iya, enakkan. Makasih ya Gerald"ucap Nafiza.


"Sama-sama, mau ku bawakan ranselnya?"tanya Gerald.


"Gak merepotkanmu?"tanya Nafiza.


"Gak kok, lagian bawaanku cuma sedikit"ucap Gerald.


Akhirnya ransel Nafiza dibawa oleh Gerald. Sementara Harun, Beni, Andi dan Kemal sedang membicarakan lokasi pantai yang akan dituju mereka.


"Kemal bener kita mau ke Pantai Muara Buaya"


ucap Harun.


"Iya, disana daerahnya masih asri, ada perkebunan teh, pegunungan dan pantainya bersih banget"ucap Kemal.


"Tapi jauh kayanya, aksesnya juga cukup curam dan terjal"ucap Beni.


"Seru kali kalau banyak tantangannya"ucap Andi.


"Jadi pemandu jalannya mobilnya King didepan ya"ucap Harun.


"Pak Ekos, siap?"tanya Andi.


"Siap Den"ucap Pak Ekos.


Leo menghampiri Zara dan memakaikannya jaket. Zara bahagia Leo begitu perhatian padanya.Mereka berdiri dan berhadapan,Leo membelai pipi Zara dan bicara padanya.


"Zara, semoga hari ini menyenangkan dan kita semua bisa menikmati perjalanan ini"ucap Leo.


"Semoga kita semua selamat sampai tujuan ya Leo"ucap Zara.


"Iya Zara sayang"ucap Leo.


Mereka semua mulai berangkat.Leo, Zara, Niken, Nafiza, King, dan Gerald naik mobil milik King.


Sementara Harun, Beni, Andi, Kemal dan Nunu dimobil milik ayahnya Leo.


Didalam mobil milik King, mulai gaduh.Mereka mulai mengobrol satu sama lain.Leo duduk didepan, Niken, Nafiza, dan Zara duduk ditengah, King dan Gerald duduk dibelakang.


"Anak mami bagi snack yang ada diranselmu" ucap Niken sambil menengok ke kursi belakang.

__ADS_1


"Gak ada Snack"ucap King.


"Tadi kamu bilang bawa makanan kemasan diranselmu"ucap Niken.


"Iya,tapi bukan Snack"ucap King.


"Terus apa?"tanya Niken penasaran dengan ucapan King.


"Sarden,kornet,mie instan,gula pasir,kopi,susu sama beras"ucap King.


"Anak mami Lo itu mau jalan-jalan atau mau bagi-bagi sembako sih,pantesan aja tadi Gerald ngeluh berat bawa ransel Lo kalau isiinya begituan"ucap Niken.


"Biar kita disana kita bisa masak-masakan ditepi laut"ucap King.


"Niken, aku rasa King benar, mungkin seru kalau kita masak ditepi laut"ucap Zara.


"Iya pasti nikmat makan ditepi laut sambil melihat indahnya pemandangan laut"ucap Nafiza.


Mobil itu melaju keluar dari kota menuju ke daerah pedesaan. Kemudian memasuki daerah perbukitan dan gunung. Jalannya naik dan turun.


Kanan dan kiri jalan bukit serta jurang yang dalam. Jalan menuju ke tempat yang dituju hanya bisa dilewati untuk dua mobil yang berpapasan.


Selain itu jalannya bolak belok dan juga keluar masuk hutan belantara.


"Leo, harus ada yang turun satu orang ngarahin mobil kita, jalan didepan rusak setengah, mana kiri jalan jurang lagi"ucap King.


"Oke aku turun"ucap Leo.


Leo turun dari mobil, dia melihat pemandangan yang indah, pegunungan hijau sejauh mata memandang, udara terasa sejuk, dan bunyi burung bersiul terdengar merdu.


"Indahnya negeriku"ucap Leo.


Zara turun dari mobil menghampiri Leo yang takjub melihat indahnya pemandangan.


"Leo, kau melihat yang aku lihat?"tanya Zara.


"Iya, indah sekali Zara. Aku bersyukur terlahir dinegara ini. Selain kaya sumber daya alam,kaya budaya daerahnya dan ini pemandangan yang indah terlihat oleh mata kita. Terkadang kita selalu berpikir ingin pergi ke luar negeri untuk berlibur padahal negara kita begitu indah dan asri, bahkan pemandangan seperti ini tak harus bayar mahal-mahal"ucap Leo.


"Iya Leo. Pemandangannya indah sekali"ucap Zara.


Mereka juga ikut melihat pemandangan yang indah itu. Mereka akhirnya berfoto dengan back ground pemandangan yang indah itu. Berbagai fose mereka lakukan supaya fotonya menarik.


"Cewek galak bawel gaya bebek bukan gaya ular, Lo mau matuk gue ya"ucap King.


"Suka-suka gue, lucu juga kok gaya ular"ucap Niken.


"Gerald Lo dari tadi gayanya kaya batu diem aja ditempat gak ada perubahan"ucap King.


"Ini yang disebut gaya vampire masih belum aktif nyedot darah,anak mami ngerti gak"ucap Niken.


"Nafiza lagi udah kaya robot kaku banget deket Gerald,kalian pada suka ya"ucap King.


Niken langsung menutup mulut King yang kaya netizen dadakan itu.


"Bawel banget, biarin apa orang bahagia dengan caranya sendiri, Lo itu mulutnya kaya netizen dari tadi ketus banget, mau gue plaster sampai tempat tujuan"ucap Niken.


King hanya menggelengkan kepalanya menjawab ucapan Niken. Dia tahu cewek galak bawel akan marah besar kalau macam-macam.


Setelah itu mereka memperhatikan setengah jalan yang rusak sehingga hanya bisa dilewati satu mobil.


"Leo, kenapa kau foto jalan yang rusaknya?"tanya King.


"Untuk diperlihatkan pada pejabat daerah setempat, pemandangan disini indah tapi sayang jalannya rusak. Coba kalau jalannya dibetulkan. Siapa tahu banyak turis yang berkunjung dan menjadi pendapatan untuk masyarakat setempat"


ucap Leo.


"Kalau begitu kita unggah saja pemandangan indah ini siapa tahu kalau viral,banyak orang tahu nanti sampai juga pada pejabat daerah beritanya"


ucap King.


"Ide bagus King"ucap Gerald.


"Papaku kenal pejabat daerah wilayah ini, aku mau coba kirim foto-fotanya pada papaku"ucap Leo.


"Iya ya, kalau bukan kita yang peduli pada negeri kita, siapa lagi coba, masa orang asing yang harus turun tangan juga"ucap Gerald.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita ke kebun teh diatas itu kayanya indah kita berfoto disana"ucap King.


"Ayo"ucap Semuanya.


Mereka masuk ke perkebunan teh yang luas, dibawahnya ada sungai besar yang airnya jernih dan bebatuannya tertata begitu indah dipandang mata, disamping sungai ada air terjun kecil yang jernih dan bersih.Mereka main air disana.


"Wah ikannya banyak dan besar-besar"ucap Zara.


"Iya Zara sayang ikannya besar-besar dan terlihat jelas karena airnya jernih"ucap Leo.


"Leo, kita makan siang disini aja, seru juga"ucap King.


"Kita menangkap ikan untuk dibakar pasti enak dan manis, soalnya ini ikan yang tumbuh dialam"ucap Gerald.


"Gue telpon yang lain dulu biar istirahat disini sambil makan siang dan mandi kayanya seru main air disini"ucap Leo.


"Setuju"ucap Semuanya.


Leo menelpon Harun agar berhenti didekat mobil King. Rombongan Harun, Andi, Beni, Kemal dan Nunu datang menghampiri mereka. Para gadis menyiapkan makanan yang dibawa mereka untuk diletakkan pada tikar yang dibawa Kemal. Para lelaki menangkap ikan untuk dibakar. King mencoba memancing ikan dengan alat panci yang ada di mobilnya.


"King Lo mancing?"tanya Gerald.


"Iya dong, biar dapat ikannya lebih gampang, dari pada kaya Leo dan temannya nguber-nguber ikan gak dapat-dapat"ucap King.


"King memang udah dikasih umpan?"tanya Gerald.


"Umpan?....."tanya King kebingungan.


"Itu cacing kecil atau umpan yang udah jadi"ucap Gerald.


"Gak, gue cemplungin gitu aja ke air"ucap King.


"Pantes dari tadi Lo gak dapet ikan King,gak dikasih umpan mana ada ikan 🐟🐟🐟 yang bakal nyangkut"ucap Gerald.


Gerald akhirnya mengajak King mencari cacing disawah dekat sungai itu.


"Gerald lihat nih gue dapet cacing lebih besar dari punya Lo"ucap King sambil menunjukkan tangkapannya


"King itu anak uler"ucap Gerald.


"Anak uler? berarti ada emaknya dong, serem.Gue lepas aja cari aman, dari pada dipatok sama emak uler bisa babak belur"ucap King.


Sementara King mencari umpan,Leo dan sahabatnya menangkap ikan 🐟🐟🐟 dengan mengepung mereka dengan jaring yang dipinjam dari petani disawah dekat sungai itu.


"Ayo Harun Lo dari depan, Beni dari samping kiri, Kemal dari samping kanan, Andi Lo sama gue dari belakang"ucap Leo.


"Oke"ucap Semuanya.


Mereka mengepung ikan-ikan itu sampai terjepit dan masuk ke jaring mereka.


"Asyik dapet ikan gede-gede nih"ucap Leo.


"Banyak lagi Leo"ucap Andi.


Leo melepas sebagian ikan yang berukuran kecil dan mengambil secukupnya saja.


"Leo kok dilepas lagi sebagian, kan sayang kita udah susah payah nangkepnya"ucap Beni.


"Beni kalau kita mengambil segala sesuatu secara berlebihan maka tidak akan ada sisanya untuk generasi penerus, kepunahan akan terjadi dimana-mana.Sudah seharusnya kita melestarikan yang ada biar orang lain dan generasi penerus bisa merasakannya juga. Lagi pula ini juga sudah cukup untuk kita semua"ucap Leo.


"Iya, dari mubazir tar gak habiskan juga sayang.


Lebih baik ngambil secukupnya"ucap Kemal.


"Oke setuju"ucap Harun, Beni dan Andi.


Mereka akhirnya membakar ikan itu.King dan Gerald juga membawa hasil tangkapan mereka.


King memegang ikan lele dengan tangannya.


"King itukan ikan lele,Lo ngapain megang kepalanya gitu,dipatil Lo tar"ucap Harun.


Bener deh kata Harun,King dipatil juga oleh ikan lele.


"Aw.......ini ikan lele kaya emak mertua aja kejam banget sih"ucap King.

__ADS_1


__ADS_2