
Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian, Kirana keluar dari kamar Dokter Daniel. Dia menuju ke dapur, tak sengaja Kirana melihat Dokter Daniel sedang membuat sarapan. Kirana menghampiri Dokter Daniel dan berdiri disampingnya.
"Kak Daniel kau rajin sekali memasak padahal masih pagi"ucap Kirana.
"Kebetulan aku memang suka memasak sendiri untuk sarapanku dan ibu"ucap Dokter Daniel.
"Apa aku boleh membantu?"tanya Kirana.
"Boleh, aku hanya membuat roti panggang dan susu"ucap Dokter Daniel.
"Aku bisa membuat salad buah, apa kau mau?" tanya Kirana.
"Boleh, aku suka salad buah"ucap Dokter Daniel.
"Baiklah, aku ambil bahannya dikulkas ya"ucap Kirana.
"Iya"ucap Dokter Daniel.
Kirana mengambil semua bahan untuk membuat salad buah itu. Kemudian mencampurnya jadi sebuah salad buah.
"Nah sudah jadi, maukah Kak Daniel mencobanya?"tanya Kirana.
"Oke"ucap Dokter Daniel.
"Nih"ucap Kirana memberikan satu sendok salad buah ke mulut Dokter Daniel.
Awalnya ragu tapi Dokter Daniel akhirnya membuka mulutnya.
"Yam...yam....enak, seger"ucap Dokter Daniel.
"Kak Daniel suka?"tanya Kirana.
"Iya"ucap Dokter Daniel.
"Aku sajikan dimeja ya, biar Ibu juga bisa merasakannya"ucap Kirana.
"Oke"ucap Dokter Daniel.
Kirana menyajikan salad buah itu di meja makan. Kemudian mereka mulai sarapan bersama dimeja makan itu.
"Salad buahnya enak, apa buatanmu Daniel?" tanya Ibu Rita.
"Bukan, salad buahnya buatan Kirana"ucap Dokter Daniel.
"Nak Kirana terimakasih ya sudah dibuatkan salad buah"ucap Ibu Rita.
"Sama-sama Bu, justru saya yang berterimakasih karena ibu sudah mengizinkan saya menginap disini semalam"ucap Kirana.
"Iya nak, ibu harap kau lebih berhati-hati lagi dan tetaplah percaya pada Allah SWT bahwa tidak ada masalah yang tidak mungkin dapat diselesaikan" ucap Ibu Rita.
"Saya akan selalu ingat itu Bu"ucap Kirana.
Setelah sarapan, Dokter Daniel mengantarkan Kirana mengambil mobilnya dirumah temannya.
Kirana menghampiri mobilnya, saat dia masuk ke mobilnya, Maya menghampiri Kirana.
__ADS_1
"Kirana kau sudah pulang? aku sangat mengkhawatirkanmu"ucap Maya.
"Oya, bukannya kemarin kau menjualku"ucap Kirana.
"Mana mungkin aku menjualmu, kitakan sahabat" ucap Maya.
"Sahabat? kau yakin? mulai sekarang kau bukan sahabatku lagi"ucap Kirana.
"Kirana apa salahku?"tanya Maya.
"Salahmu karena kau menjualku, puas"ucap Kirana.
"Kirana ...."ucap Maya.
Kirana menutup pintu mobilnya lalu mengendarai mobilnya meninggalkan rumah Maya. Dia tak ingin terhasut kembali seperti kemarin. Mulai sekarang Kirana berusaha memperbaiki diri.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Cinta berjalan ditepi jalan sambil menangis. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Rehan. Cinta begitu terluka dengan cara kasar Rehan saat menyentuhnya. Dia seperti tidak mengenal Rehan yang sekarang. Cinta terus berjalan hingga dia bertubrukan dengan seorang lelaki bertopeng.
Dug.................
"Maaf aku tidak melihat jalan"ucap Cinta.
"Tidak masalah Nona muda"ucap Lekaki bertopeng itu.
"Kalau begitu terimakasih, saya harus segera pergi, maaf"ucap Cinta.
Lekaki bertopeng itu terus membuntuti Cinta kesana kemari. Hingga Cinta merasa tak nyaman dan berbicara padanya.
"Nona ini jalan umum, aku hanya mengikuti perasaanku kemanapun aku melangkah"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Iya, tapi kau tidak perlu mengikutiku juga, berjalanlah dijalan yang lain"ucap Cinta.
"Nona aku hanya mengagumimu saja hingga langkah kakimu menggoreskan lukisan indah hingga membuatku ingin terus bersamamu"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Terimakasih karena kau sudah mengagumiku, tapi aku sudah memiliki suami, jika kau terus menempel seperti ini tidak baik. Suamiku akan salahfaham" ucap Cinta.
"Bagus dong, aku akan memilikimu selanjutnya"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Anda ini aneh, maaf aku harus pergi"ucap Cinta.
Cinta berjalan meninggalkan lelaki bertopeng itu, tapi dia terus mengikuti Cinta dibelakangnya. Hingga Cinta kelahan dan pingsan. Lelaki bertopeng itu membopong Cinta dan membawanya ke sebuah kontrakkan. Dia membaringkan Cinta diranjang kontrakkan itu. Lalu tidur disampingnya sambil memeluknya erat.
"Gadis kecil maafkan aku, aku tidak mungkin bisa menjadi yang sebelumnya dihadapanmu"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Biarkan semuanya seperti ini dulu, aku rindu padamu"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Aku akan disisimu meski bukan diriku yang kau kenal"ucap Lelaki bertopeng itu.
Lelaki bertopeng itu terus memeluk Cinta dan tidur bersamanya. Setelah dua jam Cinta terbangun, dia melihat ke sekelilingnya. Ruangan yang sempit dan ada lelaki bertopeng tadi. Dia terus memeluknya erat. Cinta mengambil botol air minum dimeja dekat ranjang dan memukul lelaki bertopeng itu.
Tok....tok....tok........
"Aw......Nona Muda, kau galak sekali padahal aku sudah menolongmu"ucap Lelaki bertopeng itu.
__ADS_1
"Menolongku? kau bahkan cabul padaku, lihat kau tidur memelukku dan satu ranjang denganku, aku ini sudah punya suami, rasakan lelaki cabul"ucap Cinta kembali memukul lelaki bertopeng itu.
Tok.....tok.....tok........
"Aw....sakit"ucap Lelaki bertopeng itu.
Lelaki bertopeng itu menggenggam kedua tangan Cinta. Lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Cinta. Secepatnya Cinta menendang sesuatu yang penting miliknya.
"Aw........sakit sekali"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Rasain makanya jangan cabul sama istri orang"ucap Cinta.
Cinta berdiri dari tempat tidur itu, dia berjalan menuju pintu depan mau kabur tapi pintu kontrakkannya dikunci.
"Yah.....pintunya dikunci"ucap Cinta.
"Ha...ha.....kau sudah jadi tawananku Nona muda, ikuti perintahku jika kau ingin selamat"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Aku tidak sudi mengikuti perintahmu monster, hantu, setan, jin dan siluman yang aneh"ucap Cinta.
"Hei aku ini manusia bukan semacam itu. Dan kalau aku monster, aku akan memakanmu hidup-hidup" ucap Lelaki bertopeng itu.
"Aku tidak mau bersama monster gila sepertimu, pasti kau ini pasien rumah sakit jiwa yang kabur"ucap Cinta.
"Iya kau benar, dan biasanya aku memakan daging manusia hidup-hidup"uca Lelaki bertopeng itu.
"Oh....aku harus menghajarmu lagi kalau begitu" ucap Cinta.
Cinta mengambil sapu dekat pintu kontrakkan itu dan memukul lelaki bertopeng itu.
Tok.....tok....tok........
"Aw.......kau kejam sekali"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Mana kunci kontrakkannya? kalau tidak aku akan memukulmu terus"ucap Cinta.
"Bisa babak belur aku padahal sudah menolongmu tadi"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Aku tak butuh pertolonganmu, mana kuncinya?" tanya Cinta.
"Iya....iya sabar Nona muda, nih"ucap Lelaki bertopeng itu memberikan kuncinya.
"Nah gitu dong"ucap Cinta mengambil kunci itu.
Cinta memasukkan kunci itu tapi tidak bisa dibuka juga pintu kontrakkan itu.
"Lah kok gak bisa?"ucap Cinta.
"Mungkin pintunya rusak"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Pasti ini siasat licikmukan?"tanya Cinta.
"Dari tadi kau menuduhku, aku mau tidur dulu capek"ucap Lelaki bertopeng itu meninggalkan Cinta balik ke ranjangnya.
"Hei bukakan pintunya"ucap Cinta.
__ADS_1
Lelaki bertopeng itu cuek dan tidur di ranjang. Sementara Cinta duduk didepan pintu kontrakkan itu.