Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Musim 3 : Akhirnya Part 100


__ADS_3

Farel menghampiri Alina dan ketua suku. Semua orang yang hadir terus memandangnya. Anggota suku mengepung Farel. Mereka takkan membiarkan Farel menghalangi acara pernikahan itu.


"Anak muda berani sekali kau membuat acara pernikahanku tertunda."


"Lelaki tua sepertimu seharusnya mati bukannya menikahi istri orang," ucap Farel kesal.


"Ha ha ha... terserah aku. Yang penting aku suka."


"Berarti kau harus ku hajar sampai mati," ucap Farel.


Farel berusaha maju langsung dihalangi anggota suku. Tak ada lagi cara selain bertarung dan melawan. Anggota suku tumbang semua. Ketua suku segera mengamankan situasi dengan menarik Alina kepelukannya lalu menodongkan pisau dileher Alina.


"Kau menyerah atau wanita ini mati?"


Farel langsung menyerah dari pada terjadi sesuatu pada Alina. Dia mengangkat tangannya, segera anggota suku menangkapnya.


"Ketua acaranya bisa dilanjutkan?"


"Siapa bilang boleh dilanjutkan," ucap Barra.


"Aku tidak akan membiarkan bandot tuamu jadi suami Alina," ucap Alvan.


"Tebas saja kalau masih berani menikahi Alina," ucap Deena.


"Udah bau uzur mestinya inget mati dong," ucap Haura.


Mereka berempat berjalan melewati kerumunan penduduk menuju ke arah ketua suku dan Alina.


Anggota suku langsung berjaga dan menghadang mereka. Babu hantam tak terelakkan diantara mereka. Tak butuh waktu lama semua anggota suku tumbang. Tapi sayangnya Alina masih ditangan ketua suku. Dia tetap menggunakan Alina agar mereka berempat menyerah. Terpaksa mereka menyerah demi Alina. Mereka semua ditangkap dan diikat. Acara pernikahan dilanjutkan. Ketua suku dan Alina duduk dipelaminan. Mereka hendak dinikahkan secara adat. Farel dan yang lainnya berpikir bagaimana caranya untuk menghentikan pernikahan itu.


"Ketua suku selama ini kau berbohong pada warga. Kau sengaja menyebarkan wabah agar wargamu ditumbalkan dipohon besar itu," ucap Farel.


"Wabah itu tidak ada hanya buatan ketua suku agar warga suka rela jadi tumbal dipohon besar," ucap Barra.


"Dasar pemuja setan," ucap Alvan.

__ADS_1


Semua penduduk pulau terkejut mereka membicarakan kebenaran berita itu.


"Kalian semua sudah dibohongi, jangan mau hal bodoh ini terus berlangsung. Kasihan keluarga kalian kalau sampai mengikuti aturan menyesatkan itu," ucap Deena.


"Segala penyakit bisa disembuhkan, ada obatnya," ucap Haura.


"Iya ya," ucap Semua warga.


Warga mulai mempertanyakan kebenaran aturan yang menyesatkan dan meresahkan itu.


"Jangan percaya, mereka itu pembohong." Ketua suku.


"Pembohong kok teriak pembohong," ucap Alvan.


"Gak masuk akal orang sakit diikat dipohon, yang ada makin sakit, tersiksa dan mati," ucap Farel.


"Jangan mau diperintah ketua suku yang jahat ini," ucap Haura.


Penduduk mulai ricuh, mereka sadar yang dikatakan mereka berempat benar. Mereka mulai berdemo dan melawan anggota suku.


"Siapa saja yang berani melawan, bunuh!" perintah ketua suku pada anghotanya.


Anggota suku menghajar siapa saja yang berani melawan. Mereka bahkan melukai penduduk dengan senjata tajam. Akhirnya penduduk terdiam tak berani melawan. Hal ini membuat ketua suku marah dan mempercepat acara pernikahan.


"Lepas, aku tidak mau menikah denganmu," ucap Alina.


Alina berusaha melepas tangannya dari ketua suku tapi justru dia ditampar.


Plaaak...


Alina tetap berusaha melepaskan diri. Farel semakin murka melihat ketua suku menampar Alina. Dia berusaha bergerak tapi susah. Alina dipaksa duduk bersanding dengannya. Dan acara adat dimulai. Hanya saja suara warga ricuh berbarengan suara kera terdengar jelas. Kera-kera berjalan diantara kerumunan warga. Kaisar berjalan bersama kera-kera memimpin kera-kera.


"Bidadari-bidadariku hajar mereka dan selamatkan Tuan putri," ucap Kaisar.


Kera-kera itu mengikuti perintah Kaisar. Mereka melawan anggota suku. Membebaskan Farel dan yang lainnya. Ketua suku ditangkap dua kera. Alina berhasil lolos, berlari ke arah Farel. Segera Farel memeluk Alina.

__ADS_1


"Ayo kera-kera betinaku kalian boleh menikah pilih pejantan yang sesuai kriteria kalian!" perintah Kaisar.


Masing-masing kera memilih satu pasangan. Termasuk kepala suku yang diciumi dua kera sekaligus.


"Nah ini baru cocok, ketua suku pantesnya memang nikahin kera betina," ucap Farel.


"Tuh dua sekalian biar mantap," ucap Barra.


Semuanya tertawa. Ketua suku dan anggotanya ditangkap dan dikurung. Penduduk berterima kasih pada Farel dan kawan-kawan. Pulau pohon tak akan lagi mengikat manusia dipohon hanya karena sakit.


"Saya selaku tetua disini meminta maaf atas ketidaknyamanan nak Farel dan teman-teman. Selama ini kami dibodohi ketua suku. Entah berapa banyak warga kami yang tewas karenanya. Kami yang kurang ilmu ini begitu saja mengikuti aturan menyesatkan itu."


"Pak segala penyakit ada obatnya, selain obat kita juga harus berdoa pada Allah SWT. Karena hanya Allah Yang Maha Menyembuhkan," ucap Farel.


"Kalau sakit ya ke Dokter, puskesmas dan rumah sakit. Jangan menolak tenaga kesehatan masuk pulau ini. Mereka bertugas untuk mengobati orang yang sakit," ucap Barra.


"Iya nak, mulai saat ini kami akan memberi izin pada tenaga kesehatan untuk datang ke pulau kami."


Semua orang gembira termasuk Farel dan teman-teman. Mereka tak menyangka telah melewati masa sulit dan kini tinggal bersenang-senang menghabiskan bulan madu mereka.


"Kaisar sejak kapan kau jadi raja kera gini, gak pakai baju lagi," ucap Barra.


"Tu daun kalau lepas ada sensornya?" tanya Farel.


"Enggak ada, paling pada ngiler," ucap Kaisar.


"Ha... ha... ha... " Semua tertawa.


"Bini lo yang mana? apa yang lagi nyariin kutu tuh?" tanya Alvan.


"Jangan dong, aku masih waras, mereka hanya selir," ucap Kaisar.


"Tenang Kaisar masih satu jenis mamalia, kau pejantan mereka betina," ucap Haura.


"Hampir aja gue kawinin tuh kera, eh sekarang mereka dah nemu jodohnya," ucap Kaisar.

__ADS_1


"Ha... ha... ha... " Semua tertawa lepas.


Tidak ada kebahagiaan yang sempurna tanpa orang-orang tercinta. Farel dan teman-teman akan terus bersama baik sebagai saudara ataupun teman.


__ADS_2