
Pagi itu King berangkat sekolah dengan terburu-buru. Dia bangun kesiangan dan diperjalanan ke sekolah macet parah. Akhirnya King terlambat masuk ke sekolah. Saat dia masuk ke kelas Pak guru tidak mengizinkan dia masuk ke pelajarannya. Pak guru meminta King untuk lari sepuluh kali dihalaman sekolah. King ke luar kelas dan menuju halaman sekolah. Dia bertemu Niken yang juga sedang dihukum karena kesiangan.
"Hei cewek galak bawel ngapain kamu ikut-ikutan aku lari di halaman sekolah," ucap King yang berlari di halaman bersama Niken.
"Eh, siapa ya yang ikut-ikutan kamu lari, aku juga dihukum tahu," ucap Niken sambil berlari bersamaan dengan King.
"Yaudah gak usah deket-deket juga kali, jaga jarak," ucap King. Dia tidak ingin dekat-dekat dengan cewek galak yang selalu membuat masalah dengannya.
"Siapa yang mau deket sama kamu, anak mami,"
ucap Niken. Dia sewot mendengar King yang melarangnya dekat-dekat dengannya.
"Kamu ya manggil aku gak bisa baikan dikit apa," ucap King.
"Kamu juga manggil aku cewek galak bawel,
memangnya aku suka disebut kaya gitu," ucap Niken.
"Itu karena kenyataannya kamu begitu," ucap King.
Mereka berdua berdebat dan bertengkar seperti biasanya. Tak ada yang mau mengalah. Saling meledek dan mengejek. Tak ada kata damai di kamus mereka. Bagaikan anjing dan kucing. Namun takdir selalu mempertemukan dalam waktu dan tempat yang sama.
"Enak aja, kamu yang kenyataannya anak mami,
paling habis dihukum gini, ngadu tuh sama maminya," ucap Niken.
"Gaklah, aku cowok sejati mana mungkin anak mami,"ucap King.
"Tuh udah mau nangis, airmatamu mau jatuh," ucap Niken.
"Mana? mana? gak ada tuh," ucap King.
"Tapi boooong, dadah King kejar aku kalau bisa"
ucap Niken berlari mendahului King.
"Aku gak akan kalah darimu cewek galak bawel,"
ucap King. Dia tak terima diledek oleh cewek galak bawel. Dia harus menang mengalahkannya.
King berusaha mengejar Niken yang berlari lebih dahulu darinya. Mereka kejar-kejaran untuk membuktikan siapa yang lebih hebat. Tapi Niken malah jatuh tersungkur sampai dengkulnya berdarah.
Dug ...
Niken terjatuh di lantai halaman sekolah itu. Kakinya terluka baret. Ada sedikit darah di lukanya. Niken duduk sambil memegangi kakinya yang terluka.
"Aw. ... sakit ...," ucap Niken.
"Hei cewek galak bawel kamu kenapa?" tanya King. Dia penasaran kenapa Niken memegangi kakinya. King mendekat, melihat ke dengkul Niken yang berdarah, tanpa pikir panjang, dia langsung membopong Niken, berjalan meninggalkan halaman sekolah menuju ke UKS.
"Eh ... eh ..., kamu mau ngapain aku, anak mami," ucap Niken. Dia tidak tahu King mau membawanya ke mana.
"Diem cewek galak bawel, aku mau bawa kamu ke UKS, ngerti gak sih?" ucap King.
"Kirain kamu mau ngulik aku," ucap Niken.
"Siapa juga mau nyulik cewek galak bawel kaya kamu, bisa jebol gendang telingaku kalau kelamaan sama kamu," ucap King. Dia tak terima Niken ngomel padanya padahal dia berniat baik untuk menolongnya.
King terus membopong Niken sampai ke UKS. Sampai di UKS, Niken diobati suster Ika. Di dalam
King menemani Niken sampai selesai diobati kakinya. Dia duduk di kursi yang ada di dalam kelas.
"Cewek galak bawel jangan lupa terimakasih sama aku yang udah baik sama kamu," ucap King.
__ADS_1
"Ngapain, lagian tadi aku jatuh juga karena dikejar kamu," ucap Niken.
"Bener-bener ya kamu gak ada jinaknya dari kegalakanmu itu," ucap King. Kesal karena Niken bukannya berterima kasih malah menyalahkan dirinya.
"Biarin, aku gak mau kalau harus baik sama kamu anak mami," ucap Niken.
Mereka terus berdebat bukannya malah berbaikan. suster Ika melihat mereka. Dia tersenyum melihat kedua siswa itu terus menerus berdebat tiada habisnya.
"Yaudah, terserah kamu," ucap King marah membalikkan badannya membelakangi Niken.
"Hei King, kamu marah. Aku minta maaf ya. Terimakasih sudah menolongku tadi," ucap Niken.
"Ha ... ha ..., akhirnya aku menaklukkanmu cewek galak bawel," ucap King. Dia senang melihat cewek galak bawel akhirnya menurunkan egonya dan meminta maaf padanya. Hal langka yang dilakukan Niken kepadanya.
"Oh, jadi kamu tadi marahnya boongan," ucap Niken sinis. Kesal ketika mengetahui King hanya berbohong padanya.
"Dadah, tapi boooong," ucap King keluar dari UKS.
"King ...., awas kamu ya," ucap Niken kesal.
Niken kesal sekali dibohongi King.Dia dan King seperti anjing dan kucing yang tak bisa akur.Mereka selalu bermusuhan setiap bertemu.
****
Leo dan Zara pergi ke rumah orangtua Leo untuk minta tanda tangan surat izin ikut Lomba Cerdas Cermat tingkat Kabupaten. Mereka naik sepeda berboncengan. Zara memeluk pinggang Leo erat-erat seakan tak mau jauh dari Leo, suaminya. Mereka saling melengkapi satu sama lain. Dimana ada Zara di situ ada Leo.
"Kenapa Zara? kau begitu erat memeluk pinggangku?" ucap Leo. Dia heran kenapa istrinya memeluknya erat.
"Aku seneng aja memeluk pinggang Leo," ucap Zara.
"Leo juga seneng dipeluk Zara," ucap Leo.
Jalan demi Jalan dilewati dengan ayunan sepeda itu. Sambil menikmati pemandangan yang indah di kiri dan kanan. Meresapi sejuknya angin yang berhembus.
"Mama, Leo ke sini untuk minta tanda tangan Mama," ucap Leo.
"Iya Mama tahu itu, ayo makan dulu, Mama masak banyak, soalnya kakakmu Erica baru pulang dari luar negeri," ucap Ibu Vivi.
Leo senang mendengar kabar kepulangan kakaknya. Sudah lama mereka tak bertemu. Rasa rindu mengusik di hati sanubarinya.
Tak lama Ibunya bicara pada Leo dan Zara, Erica menghampiri mereka. Erica adalah Kakak Leo yang kuliah di luar negeri. Penampilan Erica sudah terbawa budaya barat. Bahkan gaya rambut dan aksesoris yang dipakainya mengikuti trend dari sana.
"Leo ...," ucap Erica. Dia langsung memeluk Leo. Mereka berpelukan melepas rindu antara kakak dan adik.
"Kak Erica dah lama tidak bertemu," ucap Leo.
"Kakak kangen sama Leo," ucap Erica.
"Aku juga kangen sama Kakak," ucap Leo.
Setelah rasa rindu itu terobati mereka melepas pelukannya. Saling menatap.
"Mama tinggal ke dapur dulu nyiapin makanan untuk kalian ya," ucap Ibu Vivi.
Mereka bertiga mengangguk bersamaan.
Ibu Vivi pergi ke dapur, tinggal Leo, Zara dan Erica yang sedang berada di ruang tamu itu. Erica memperhatikan wanita di samping Leo yang terlihat sederhana. Dia melihatnya dari atas sampai bawah dengan tatapan merendahkan. Seolah gadis di depannya tak ada harganya.
"Leo siapa gadis kampungan ini?" tanya Erica sambil memperhatikan penampilan Zara.
"Gadis kampungan? Dia adalah istriku Kak Erica,"
ucap Leo.
__ADS_1
"Oh ini istri nikah terpaksamu," ucap Erica. Dia tahu tentang pernikahan Leo yang dilakukan karena terpaksa.
Zara memperkenalkan diri dengan sopan dan tersenyum pada Erica. Menghormati Erica meskipun menghinanya karena dia kakaknya Leo
"Hai Kak, saya Zara," ucap Zara memperkenalkan diri dengan sopan dengan mengulurkan tangan kanannya.
"Udah gak zaman kenalan cara begitu," ucap Erica.
Dia merasa perkenalan dengan mengulurkan tangan dan bersalaman sudah ketinggalan zaman.
"Kak Erica, Zara udah berbaik hati kenalan sama kakak, jadi tolong hargai dia," ucap Leo.
"Oke tidak masalah, aku Erica kakaknya Leo"
ucap Erica.
Akhirnya Erica dan Zara saling berkenalan. Meskipun Erica terlihat tak menyukai Zara.
Setelah itu Leo dan Zara makan bersama dengan Ibu Vivi dan Erica. Mereka berbaur dan menikmati makanan yang dimasak Ibu Vivi. Selesai makan, Leo dan Zara minta tanda tangan Ibu Vivi kemudian mereka pulang. Mereka terlihat bahagia sudah mendapatkan izin.
Diperjalanan menuju ke kosan mereka, Leo dan Zara berbicara.
"Zara kamu marah gak? tadi kakakku bicara yang tidak baik padamu," ucap Leo.
"Yang terpenting bukan Leo yang bicara tidak baik pada Zara," ucap Zara.
"Maafkan ucapan kakakku ya Zara," ucap Leo.
"Iya Leo, aku tidak memasukkan ke hati kok,"ucap
Zara.
Mereka kembali ke kosan mereka. Leo mengayuh sepedanya perlahan sambil menikmati bersepeda dengan istri tercintanya.
Sampai di kosan Leo langsung membopong Zara dan membaringkan di ranjangnya.
"Zara boleh aku menciummu?" tanya Leo sambil memandang wajah cantik Zara.
"Tentu, Leokan suami Zara," ucap Zara.
Leo mencium bibir cantik Zara, mereka berciuman mesra layaknya suami istri yang sah.
Setelah itu Leo berhenti dan berbaring di samping Zara.
"Zara besok libur mau kemana?" tanya Leo.
"Aku mau ke taman hiburan, ada pekerjaan jadi badut untuk dua acara. Lumayan bayarannya Leo, soalnya acaranya orang kaya. Zara dibayar 500 ribu untuk dua acara itu. Lumayan untuk menambah beli laptop untuk Leo," ucap Zara.
"Aku antar ya?" tanya Leo. Dia ingin bersama Zara.
"Bukannya Leo kerja siangnya besok ya," ucap Zara.
"Leo mau cuti sehari, pengen nemenin Zara kerja biar pulangnya gak ditodong preman lagi," ucap Leo.
"Iya ya, waktu itu pulangnya aku ditodong dua orang preman"ucap Zara.
"Maka dari itu,Leo mau jadi satpam buat Zara" ucap Leo.
"Makasih Leo"ucap Zara.
"Justru Leo yang harus terimakasih karena Zara kerja buat bantuin Leo beli laptop"ucap Leo.
Mereka terus mengobrol dan berbagi cerita suka dan duka bersama.Bagi mereka dengan berbagi cerita satu sama lain membuat cinta mereka semakin kuat.
__ADS_1