
Nafiza sedang duduk dikelasnya sambil memainkan handphone sambil menunggu jam istirahat usai.Cici,Rara dan Ambar masuk ke kelas Nafiza.Mereka ingin mengajak Nafiza melihat pertandingan basket dihalaman sekolah.
"Nafiza ayo nonton anak-anak cowok yang lagi main basket"ucap Cici.
"Gak ah malas panas tar gue item lagi"ucap Nafiza.
"Ada Leo loh"ucap Rara.
"Males"ucap Nafiza.
"Kamu udah gak mau ngejar Leo lagi"ucap Cici.
"Masih,tapi capek gak digubris,apalagi sekarang aku satu kelas sama Zara.Kesel deh,dia selalu jadi bahan perhatian temen-temen dikelas. Popularitasku dikelas ini menurun semenjak satu kelas sama Zara"ucap Nafiza.
"Makanya pacaran sama Leo,pasti popularitasmu
naik lagi,secara Leo banyak yang ngefans dari kelas satu sampai kelas tiga"ucap Rara.
"Udah yuk nonton pertandingan basket seru loh, keburu habis jam istirahatnya"ucap Ambar.
Nafiza dan teman-temannya pergi ke lapangan basket dihalaman sekolah.Mereka berdiri diantara penonton dari siswa putri.
"Leo.....Leo.....Leo.....Leo......."teriakan Siswa putri kelas satu yang memberi semangat untuk Leo yang sedang bermain basket.
Nafiza dan teman-temannya jeles dengan anak kelas satu yang kecentilan memanggil nama Leo.
"Ih....anak kelas satu centil banget manggilin Leo"
ucap Cici.
"Labrak aja,masih cabe-cabean ini"ucap Rara.
"Paling juga nangis kalau kita labrak"ucap Ambar.
"Oke"ucap Nafiza.
Mereka mendekati siswa kelas satu yang dari tadi kecentilan memanggil nama Leo.
"Hei kalian ngapain manggil-manggil Leo"ucap Cici.
"Memang kenapa?"tanya Ica.
"Leo itu cem-cemannya Nafiza,jadi jangan berani kecentilan sama Leo"ucap Rara.
"Suka-suka dong,kitakan fans Leo"ucap Bebi.
"Kalian masih bau kencur udah berani ngelawan ucapan kita"ucap Ambar.
"Udah kasih pelajaran mereka biar kapok"ucap Cici.
"Siapa takut mentang-mentang kalian kakak kelas"ucap Dea.
Akhirnya mereka saling dorong mendorong hingga jambak menjambak.
Pertandingan basket usai,Zara membawa minuman untuk Leo ke lapangan bola basket.Leo senang sekali Zara membawakan minuman untuk Leo.
__ADS_1
"Makasih Zara sayang udah dibawain minum,tau aja Leo haus"ucap Leo.
"Aku tadi melihat Leo bertanding basket jadi aku pikir Leo pasti haus setelah bertanding"ucap Zara.
"Itu ribut-ribut apaan ya Leo?"tanya Zara.
"Iya ya,sampai dikerumunin gitu"ucap Leo.
"Harun itu ribut apaan?"tanya Leo.
"Itu anak cewek kelas tiga sama kelas satu lagi pada jambak-jambakan"ucap Harun.
"Seru Leo ayo kita liat"ucap Beni.
"Gak ah,aku mau ke taman sama Zara aja"ucap Leo.
Leo dan Zara pergi ke taman sekolah.Sementara Nafiza dan gengnya kembali ke kelas Nafiza.Penampilan mereka acak-acakan dan kotor.
"Kalian sih ngasih ide aneh-aneh,dapat perhatian Leo kagak malah babak belur gini"ucap Nafiza.
"Kita nggak tahu ternyata cabe-cabean itu kuat juga ya"ucap Cici.
"Rambutku sampai rontok nih"ucap Ambar.
"Kamu masih untung cuma rontok rambutnya,
kancing bajuku sampai hilang semua"ucap Rara.
"Itu belum seberapa,handphoneku baru beli sampai ancur nih"ucap Cici.
"Untung aja tadi kita buru-buru udahan kalau ketahuan guru BK,abis kita dipanggil keruangan BK bersama cabe-cabean itu"ucap Cici.
Mereka bukannya dapat keuntungan dari pertengkaran bersama kelas satu itu.Malah jadi tontonan dan juga menderitanya kerugian pada diri sendiri.Apapun jenisnya pertengkaran itu selalu merugikan lebih baik hidup rukun berdampingan.
************
Leo dan Zara pulang ke rumah mereka setelah pulang sekolah.Di depan rumah mereka ada Ibu Vivi yang sedang duduk diteras rumahnya.Leo dan Zara menghampiri Ibu Vivi kemudian mencium tangannya.Leo dan Zara mengajak Ibu Vivi masuk ke rumah mereka.Leo dan Ibu Vivi mengobrol diruang tamu sementara Zara pergi ke dapur untuk masak makan siang.
"Maaf ya Ma,beginilah keadaan rumah Leo"ucap Leo.
"Bagus dan rapi pasti Zara yang merawatnya" ucap Ibu Vivi.
"Iya,Zara memang rajin merapikan dan mempercantik rumah sederhana kami"ucap Leo.
"Kedatangan Mama kesini untuk mengajak Leo bertemu dengan Papa"ucap Ibu Vivi.
"Papa ingin bertemu dengan Leo?"tanya Leo.
"Iya sayang,Papa ingin bertemu denganmu"ucap Ibu Vivi.
"Baiklah Ma,habis makan siang kita berangkat" ucap Leo.
"Leo,Mama ayo makan siang dulu"ucap Zara sambil meletakkan masakannya ke meja diruang tamu itu.
"Baik"ucap Leo dan Ibu Vivi bersamaan.
__ADS_1
Mereka makan bersama diruang tamu itu.Ibu Vivi kagum dengan masakan Zara yang enak.
"Zara ini kamu yang masak?"tanya Ibu Vivi.
"Iya dong Ma,istri Leo pandai memasak.Bahkan Zara buka kedai kopi ditepi jalan"ucap Leo.
"Oya,......kalian benar-benar hebat.Untuk usia kalian yang masih muda tapi sudah giat bekerja.Mama bangga pada kalian"ucap Ibu Vivi.
"Makasih Ma"ucap Leo dan Zara bersamaan.
Selesai makan Mereka pergi ke rumah besar Pak Anton.Leo dan Zara diajak Ibu Vivi naik ke ruang keluarga dilantai atas.Disana Pak Anton sudah menunggu mereka.Leo sejenak terdiam melihat ayahnya yang sudah satu tahun tak ditemuinya.
"Leo...."ucap Pak Anton sambil membuka kedua lengannya untuk memeluk Leo.
"Papa...."ucap Leo langsung berjalan menghampiri Papanya dan memeluknya.
Pak Anton dan Leo berpelukan melepas rindu satu sama lain.Zara dan Ibu Vivi senang melihat pemandangan itu.
Setelah kenyang berpelukan melepas rindu mereka berbincang.
"Leo maafkan Papa ya nak selama satu tahun ini memberimu hukuman"ucap Pak Anton.
"Gak apa-apa Pa,justru karena hukuman dari Papa,Leo jadi tahu arti kehidupan sebenarnya.
Leo tahu rasanya bekerja keras,tanggungjawab,
bersyukur,disiplin,mandiri dan menghargai sebuah hubungan"ucap Leo.
"Saat itu Papa tahu kamu pasti bisa menjalaninya
dan melewati semuanya dengan baik.Apalagi kau memiliki seorang istri yang baik.Papa yakin kalian akan jadi orang yang sukses suatu saat nanti"ucap Pak Anton.
"Papa benar karena Zaralah aku bisa seperti ini.
Dia tak pernah lelah dan mengeluh hidup bersamaku melewati kesulitan demi kesulitan yang datang"ucap Leo.
"Dibalik kesuksesan seorang suami ada seorang istri yang hebat mendampingi dan selalu mendoakan"ucap Pak Anton.
"Maafkan Leo ya Pa,dulu Leo banyak salah sama Papa.Selalu membuat Papa marah dan kecewa karena kenakalan Leo"ucap Leo.
"Sekarang kita saling memaafkan dan lebih baik lagi kedepannya.Leo dan Zara bisa tinggal dirumah ini lagi"ucap Pak Anton.
"Gimana Zara?"tanya Leo menengok ke belakang melihat tanggapan Zara.
"Dimanapun tinggal yang penting bersama Leo"
ucap Zara sambil tersenyum pada Leo.
"Pa terimakasih atas tawarannya.Tapi Leo mau tinggal dirumah kami saja.Walaupun kecil tapi hasil kerja keras kami.Leo dan Zara ingin mandiri dan memulai semuanya dari nol.Rumah itu penuh kenangan manis dan juga jadi kebanggan untuk Leo dan Zara selama ini"ucap Leo.
"Baiklah kalau begitu,kau membuat Papa bangga.
Ini baru Leo anak Papa,tapi jika kalian membutuhkan bantuan bilang sama Papa ya"ucap Pak Anton.
"Beres Pa"ucap Leo.
__ADS_1
Mereka akhirnya bisa bertemu dan berbicara dari hati ke hati.Pertemuan yang sudah ditunggu-tunggu oleh Leo dan ayahnya.Kini Leo bisa menginjakkan kaki dirumah orang tuanya dengan kakinya sendiri.Dia telah berubah menjadi Leo yang lebih baik dari sebelumnya.