
Leo dan Zara kembali ke hotel setelah puas jalan-jalan di Mall. Mereka masuk ke kamar hotel tempat mereka menginap. Leo dan Zara langsung berbaring diranjang karena cukup lelah setelah berjalan-jalan di Mall.
"Zara sayang nanti sore berenang dibawah yuk"ucap Leo.
"Tapi Zara gak bisa berenang Leo"ucap Zara.
"Nanti Leo ajari caranya"ucap Leo.
"Oke Zara mau"ucap Zara.
"Zara sayang, Leo mau lagi boleh gak?"tanya Leo malu-malu.
Zara hanya mengangguk, Leo langsung mencium bibir cantik Zara dan mulai melakukan hal romantis itu. Mereka menikmati indahnya keintiman itu bersama. Leo berusaha selembut mungkin menyentuh Zara. Mereka melakukannya sampai berulang-ulang dan beristirahat setelah merasa kelelahan.
Sore harinya Leo dan Zara pergi berenang dikolam renang hotel tersebut. Leo mengajari Zara berenang. Meski berkali-kali Zara kesulitan dan belum juga bisa.
"Zara sayang semangat, pasti bisa"ucap Leo sambil memegang tangan Zara yang sedang belajar berenang.
"Iya Leo, semangat"ucap Zara.
Zara terus berusaha dan pada akhirnya bisa berenang juga. Dia mulai berenang kesana kemari sambil didampingi Leo.
"Zara sayang asyikkan bisa berenang dikolam renang"ucap Leo.
"Benar, ternyata menyenangkan bisa berenang waulaupun belum lancar. Dulu waktu SMP ada pelajaran berenang Zara hanya melakukan gaya batu aja habis gak bisa berenang"ucap Zara.
"Pokoknya Leo akan ajari Zara berenang tiap hari biar lancar"ucap Leo.
"Memang kita akan menginap berapa hari?"tanya Zara.
"Satu minggu Zara biar kita puas romantisnya" ucap Leo.
"Apa gak mahal ya menginap dihotel berhari-hari Leo?"tanya Zara.
"Tenang aja Zara sayang, ini hadiah dari Papa"ucap Leo.
"Berarti kita harus mengucapkan terimakasih pada Papa Leo"ucap Zara.
"Nanti kita telpon Papa ya"ucap Leo.
Setelah selesai berenang mereka beristirahat ditepi kolam renang. Leo dan Zara duduk dikursi sambil bersantai menikmati matahari terbenam. Saat Leo sedang bersantai beberapa cewek memperhatikannnya.
"Lihat cowok yang duduk disana ganteng banget ya, kaya artis"ucap Emi.
"Iya dari tadi aku juga memperhatikannya, keren, tinggi, badannya bagus dan ganteng banget"ucap
Rindi.
"Kenalan yuk"ucap Tika.
"Udah ada cewek disampingnya, jangan-jangan pacarnya"ucap Emi.
"Merebut sesuatu punya orang itu menyenangkan, kaya ada tantangannya tersendiri gitu"ucap Rindi.
"Betul banget, punya orang lebih menarik untuk dimiliki, ah biasa juga ngerebut suami orang masa gak berani sih kenalan doang sama tuh cowok"ucap Tika.
"Ayo taruhan, siapa yang berhasil minta no telponnya, bagi yang kalah harus beliin tas branded ya"ucap Emi.
"Oke, seru juga jadi semangat nih"ucap Rindi.
"Saatnya meluncur ke TKP"ucap Tika.
Ketiga cewek itu berjalan menghampiri Leo yang sedang duduk bersantai. Baru jalan beberapa langkah ada beberapa anak kecil sedang berlari kejar-kejaran dan tak sengaja menyenggol mereka bertiga hingga terdorong jatuh ke kolam renang.
"Eh...eh...."ucap mereka saat mau tercebur ke kolam renang.
Byuuuur..........
"Apes banget, jadi basah nih kita"ucap Emi.
"Ini namanya langit belum merestui kita"ucap Rindi.
"Basah kuyup deh, padahal udah sengaja pakai dress mahal ini buat nyari cem-ceman"ucap Tika.
"Aduh gelang gue ilang nih jadinya, bantuin nyari" ucap Emi.
"Yah susah nyari dikolam renang segede ini, Lo yakin jatuh dikolam renang ini?"tanya Rindi.
"Yakin, tadi pas kita nongkrong masih ada. Itu gelang dari Mas Daru, saat gue jadi simpanannya"ucap Emi.
"Aduh apes kali nasibmu, udah basah kuyup gelang mahal ilang juga"ucap Tika.
"Sialan tuh bocah-bocah bikin kita nyebur dikolam renang gini"ucap Rindi.
"Gak jadi deh kenalan sama cowok ganteng itu"ucap Tika.
Ketiga cewek itu tidak jadi menggoda Leo malah kena apes karena niat buruk mereka. Sementara itu Leo dan Zara kembali ke kamar hotel mereka.
**********
Acong berjalan memasuki sekolah SMA Buana.
Teman-temannya yang melihatnya masuk ke sekolah menghampirinya. Mereka penasaran Acong datang lagi kesekolah padahal anak kelas tiga sudah libur.
"Acong datang kemari juga kaya kita-kita, mau nyamperin gebetan adik kelas ya"ucap Nadief.
"Boro-boro punya gebetan, utang aja numpuk diMpok Siti"ucap Acong.
"Oh Lo kemari buat bayar utang Lo"ucap Eri.
"Yoi, habis udah lulus, masa utang belum dibayar" ucap Acong.
__ADS_1
"Wah Lo banyak duit dong bisa bayar utang"ucap Nadief.
"Gak juga, uangnya juga boleh ngutang ma temen"ucap Acong.
"Itu namanya gali lobang tutup lobang"ucap Eri.
"Sorry, gue meluncur ke warung Mpok Siti dulu tar kita ngobrol lagi"ucap Acong.
"Oke"ucap Nadief dan Eri.
Acong langsung menuju ke warung Mpok Siti.
"Mpok Siti bayar utang nih"ucap Acong.
"Akhirnya setelah sekian lama bulan purnama kamu inget juga bayar utang Acong"ucap Mpok Siti.
"Maaf Mpok Siti, Acong baru berlayar dari pulau ke pulau ini hasilnya bisa bayar utang"ucap Acong.
"Nih catatan utangmu dari tahun ke tahun, Mpok sampai pegel nyatetnya"ucap Mpok Siti memberikan Acong buku catatan utang.
"Mpok Siti ini novel apa catatan utang kok tebel banget gini"ucap Acong menerima buku catatan utangnya.
"Kamu baca tuh rincian utangmu selama bertahun-tahun, Mpok aja udah lupa"ucap Mpok Siti.
"Capek banget bacanya tebel gini, baca buku pelajaran aja jarang ini baca rincian utang setebel novel gini kapan kelarnya. Bangun tidur, tidur lagi juga belum selesai nih bacanya"ucap Acong.
"Udah baca totalnya aja biar gampang"ucap Mpok Siti.
"Aduh panas dingin nih baca totalnya"ucap Acong.
"Makanya punya utang dicicil jangan ditumpuk bertahun-tahun, judul sinetron yang Mpok Siti tonton aja udah gonta ganti selama kamu berutang"ucap Mpok Siti.
"Oke deh, nih Mpok Siti lunas ya"ucap Acong memberikan uang ke Mpok Siti.
"Nah gini dong, akhirnya kamu bisa bayar utang Acong, Mpok gak akan nagih dialam kubur nanti"ucap Mpok Siti meledek Acong.
"Ya ampun, Mpok Siti mau nagih segala dialam kubur"ucap Acong.
Acong akhirnya melunasi utangnya yang menumpuk di Mpok Siti. Sudah sepatutnya bila berhutang kita bayar dan jangan dilupakan. Hutang akan dibawa sampai mati jadi bayar selagi ada waktu sebelum maut menjemput.
**********
Gedung Graha Mustika ramai dipenuhi siswa kelas tiga SMA Buana yang akan wisuda SMA.
Semua siswa memakai baju kebaya untuk perempuan dan setelan jas untuk laki-laki.
Mereka berkumpul didalam gedung itu, sebagian masih nongkrong diluar gedung. Leo dan Zara memasuki area gedung itu, Gerald memanggil mereka.
"Leo, Zara kesini"ucap Gerald sambil melambai.
Leo dan Zara menghampiri Gerald yang sedang berdiri bersama Niken dan Nafiza.
"Wah kamu cantik banget Zara memakai baju kebaya itu"ucap Niken.
"Niken dandan dari subuh sampai sekarang nih biar terpesona nanti kalau King datang melihatnya"ucap Nafiza menggoda Niken.
"Ah kamu ember Nafiza"ucap Niken.
"Tapi aku aja pangling, pasti nanti King juga pangling"ucap Zara.
"Udah ah, malu nih jangan dibahas"ucap Niken.
Gerald dan Leo ngobrol berdua saat Zara, Niken dan Nafiza asyik mengobrol.
"Leo kemarin gambarnya udah gue selesaikan ya"ucap Gerald.
"Udah gue kirim juga, Gerald ada kontrak baru dari perusahaan yang sama untuk komik baru"ucap Leo.
"Berarti kita akan lebih sibuk nih"ucap Gerald.
"Nanti gue kasih tahu Didi sama Harun juga, lumayan kali ini lebih besar bayaran kontraknya dari sebelumnya"ucap Leo.
"Alhamdulillah, seneng dengernya. Gue mau beliin Ibu hadiah ulang tahun nanti kalau udah dapet bayarannya"ucap Gerald.
"Semoga Lo bisa beliin hadiah itu, pasti Ibu Lo seneng dapat hadiah istimewa"ucap Leo.
Saat mereka asyik mengobrol baru King sampai menghampiri mereka.
"Friends, lama gak ketemu kangen gue"ucap King sambil membawa banyak bunga mawar.
"King bawa bunga mawar banyak banget buat apa?"tanya Gerald.
"Anak mami Lo mau jualan bunga disini"ucap Niken.
"Tenang dulu, ini bunga mawar mau gue kasih ke semua teman cewek satu angkatan sebagai kenang-kenangan. Masih banyak tuh dibawa Pak Ekos"ucap King menunjuk Pak Ekos yang baru sampai dibelakangnya bawa banyak bunga mawar juga.
"Ampun deh King, kamu gak salah bawa bunga banyak banget. Satu sekolah kebagian semua ini mah"ucap Nafiza.
"Ada-ada aja kelakuan Lo King, asal jangan nyusahin gue lagi"ucap Gerald.
"Biarin King mau ngasih kenangan manis buat teman satu angkatan. Udah ayo kita berfoto dulu buat kenang-kenangan"ucap Leo.
"Tunggu-tunggu ikut berfoto dong"ucap Harun.
Harun, Beni, Kemal dan Nunu baru datang mereka gabung bersama.
"Ayo siap semua"ucap Pak Ekos.
"Siap"ucap Semuanya.
Cekrek........
__ADS_1
Mereka berfoto dengan berbagai gaya bersama.
Foto itu akan jadi kenang-kenangan berharga untuk mereka. Masa-masa SMA akan selalu dirindukan apalagi memiliki sahabat yang terbaik.
Semua siswa, guru dan Kepala Sekolah sudah berkumpul didalam gedung. Pak Yunus selaku Kepala Sekolah memberi sambutan. Mereka semua mendengarkan. Sambutan itu cukup mengharukan sampai membuat beberapa siswa menangis haru. Selama tiga tahun mereka bersekolah di SMA Buana banyak hal yang sudah mereka lewati baik suka dan duka. Bersama teman satu angkatan mengukir cerita dan cita. Masa SMA yang begitu menyenangkan kini akan berakhir. Mereka bersedih mendengar sambutan itu. Bayangan kampus baru, dan berpisah dengan sahabat terlintas dipikiran. Tapi untuk mewujudkan cita-cita mereka yakin bisa berjuang dan tetap semangat maju kedepan.
Selagi mendengarkan sambutan Mumun resah duduk diantara teman-temannya.
"Mun Lo kenapa?"tanya Abdul.
"Pasti celana Lo robek lagi nih"ucap Heri.
"Bukan itu, gue nahan pipis nih, kira-kira Kepala Sekolah kapan selesainya memberi sambutan?" tanya Mumun.
"Masih berjam-jam lagi, sabar aja ya Mun"ucap Hardian menggoda.
"Aduh, udah gak tahan nih"ucap Mumun.
"Tahan bentar Mun, sejam lagi pasti kelar, belum panas dingin kan?"ucap Ali.
"Yah kalian malah ngeledek"ucap Mumun.
"Udah ke toilet sana, tar Lo pipis disinikan repot"ucap Heri.
"Iya gue ke toilet dulu"ucap Mumun.
Akhirnya Mumun pergi ke toilet. Sampai ditoilet antrian padat memenuhi depan pintu toilet.
"Aduh, udah gak tahan ini kenapa antrian kaya pembagian sembako gratis panjang bener, udah gak tahan nih ampun deh"ucap Mumun.
Mumun mengantri sambil bergoyang-goyang maju mundur cantik menahan pipis. Keringat mengucur antrian masih panjang kesabaran diuji.
"Ini sampai kapan giliranku, tahu gini tadi pipis dulu"ucap Mumun.
Mumun mencoba bertanya pada teman didepannya.
"Toni gue boleh duluan?"tanya Mumun.
"Sorry Mun, gue kebelet BAB nih dari tadi dah nahan sampai gue panas dingin, ini aja gue meringis terus dari tadi nahannya"ucap Toni.
"Kasihan, Lo ternyata lebih menderita dari gue, sabar ya bro antrian masih panjang"ucap Mumun.
Akhirnya setelah mengantri penuh perjuangan akhirnya Mumun sampai juga pada gilirannya masuk toilet, saat masuk eh mati air.
"Nasib, udah ngantri panjang kali lebar ini air kenapa mati sih. Mana tisu abis juga, udah kembali ke jaman purba dibawah pohon pakai daun aja"ucap Mumun.
Acara wisuda itu selesai semua siswa mulai bersalaman dengan teman satu angkatan dan saling mengucapkan selamat serta kata perpisahan. King mencari Niken kesana kemari, dia mencari disemua sudut digedung itu sampai keluar gedung. Dia melihat Niken sedang berjalan keluar dari area gedung itu, King menghampirinya.
"Cewek galak bawel mau pulang ya"ucap King.
"Iya"ucap Niken singkat.
"Gue anter mau gak?"tanya King.
"Gak usah, mau naik bus aja"ucap Niken.
"Dua hari lagi aku berangkat keluar negeri"ucap King.
"Bagus dong, semoga sukses ya"ucap Niken.
"Semoga kamu juga sukses ya, aku pulang dulu"ucap King.
"Hati-hati dijalan"ucap Niken.
King hanya mengangguk dan berjalan meninggalkan Niken. Dia gelisah dan bingung dengan perasaannya sendiri.Dia masuk ke mobil dan meninggalkan area gedung itu. Diperjalanan King murung, dia merasa sedih.
"Rasanya ada yang kurang, kenapa gue jadi begini"ucap King.
Niken naik ke dalam bus, dia hanya diam dan duduk dikursi tengah bus itu. Dia memikirkan saat bersama King yang kadang menjengkelkan tapi menyenangkan. Banyak hal yang dilaluinya bersama, walaupun sering bertengkar tapi itu kenangan manis untuknya. King menyusul Niken naik ke bus itu dan melihat Niken yang duduk lalu menghampirinya. Sementara Niken berdiri saat melihat King masuk ke bus dan menghampirinya.
Niken langsung berjalan menghampiri King yang berjalan ke arahnya.
"Ada yang masih tertinggal bersamamu"ucap King.
"Apa?"ucap Niken.
"Selama bersamamu menyenangkan, walau kita sering bertengkar. Itu membuat hari-hariku berbeda dan berwarna. Aku sering meledekmu, menjahilimu, dan membuatmu kesal tapi justru itu hal yang membuatku selalu ingin mengulangnya. Mungkin aneh terdengarnya tapi selama bersamamu aku....aku......"ucap King.
"Bahagia"ucap Niken.
"Ya aku bahagia selalu bersamamu"ucap King.
Niken langsung menangis, air matanya menetes mendengar ucapan King.
"Hei cewek galak bawel gak pantes kamu nangis, mana ada pemeran antagonis nangis gini"ucap King menggoda Niken.
"Anak mami kau itu bisa tidak dijaga sedikit ucapanmu, gue lagi sedih nih"ucap Niken.
"Sedih mikirin gue mau keluar negerikan"ucap King.
"Ngapain gue mikirin Lo, nyebelin bikin kesel"ucap Niken.
"Tapi ngangeninkan"ucap King.
"Dik kalau mau menyatakan cinta jangan disini, busnya mau jalan nih, ditaman gitu biar romantis"ucap Kenek bus itu.
King langsung mengajak Niken turun dari bus.
"Kita mau kemana?"tanya Niken.
"Kan mau jalan-jalan ke taman kata kenek yang tadi bilang romantis itu kalau ditaman"ucap King.
__ADS_1
Niken tersenyum mendengar ucapan King. Dia ikut King naik ke mobilnya. Mereka pergi ke taman bersama.