Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 69


__ADS_3

Zhafira membuat adonan roti didapur. Semua bahan dan alat disiapkan. Raka melihat Zhafira begitu terampil dan teliti. Meskipun dimata Raka Zhafira buta tapi dia tidak mengeluh dan tetap bekerja keras, Raka sampai malu sendiri melihat Zhafira.


"Fira, sini ku bantu"ucap Raka.


"Boleh, nih kocok telurnya"ucap Zhafira.


"Oke"ucap Raka.


"Raka, kau mau rotinya gak?"tanya Zhafira.


"Gratis nih?"tanya Raka balik.


"Gratis, kau kan mau membantuku, biar aku bikinnya lebihin"ucap Zhafira.


"Kalau gratis aku minta dua"ucap Raka.


"Boleh, tapi bantu aku berjualan, mau gak?"tanya Zhafira.


"Mau deh"ucap Raka.


"Nah gitu dong, belajar bekerja keras baru bisa makan sesuap nasi"ucap Zhafira.


"Iya Bu guru"ucap Raka.


Zhafira tersenyum mendengar celotahan Raka. Bahan-bahan seperti tepung, telur, gula, mentega, susu cair dan ragi mulai dicampurkan. Kemudian adonan itu dibiarkan mengembang dulu. Barulah Zhafira mencetaknya dengan tangannya sendiri dan diisi macam-macam rasa, ada rasa coklat, strawberry, nanas, susu, keju, kelapa, kacang hijau dan mangga.


"Fira betul gak punyaku?"tanya Raka.


"Bulet banget kurang lonjong"ucap Zhafira memegang adonan milik Raka.


"Lihat aja, aku akan membuat lebih lonjong"ucap Raka.


Raka memutar-mutar adonan ditangannya lalu meletakkannya di wadah panggangan.


"Gimana cakepkan punyaku?"tanya Raka.


"Mirip sesuatu Raka"ucap Zhafira memegang adonan milik Raka.


"Kau pasti mikirin yang tadikan?"tanya Raka.


"Yang tadi apa?"tanya Zhafira.


"Oh....kirain kau masih mikirin yang tadi"ucap Raka.


"Ah Raka pikirannya jorok"ucap Zhafira.


"Fira, terus diapain nih?"tanya Raka mengalihkan pembicaraan.


"Dimasukkan oven diatas kompor itu"ucap Zhafira.


Raka membawa wadah panggangan kue itu dimasukkan ke dalam oven diatas kompor itu.


"Fira kok ovenmu kaya gini, dirumahku ovennya memakai listrik"ucap Raka.


"Aku tak mampu membeli oven seperti itu, lagi pula kalau memakai listrik aku juga tak mampu membayarnya, entah berapa harga jual rotinya kalau menggunakan oven listrik, pangsa pasarkukan menengah kebawah"ucap Zhafira.


"Fira kau bisa membuat roti yang dijual untuk orang menengah ke atas"ucap Raka.


"Tapi aku jualan bukan hanya untuk keuntungan. Aku ingin orang-orang yang tak mampu membeli roti ditoko roti, bisa membeli roti padaku dengan harga sesuai kantong mereka, senang rasanya melihat mereka bisa membeli rotiku yang terjangkau untuk mereka"ucap Zhafira.


"Subhanallah, kau sampai berpikir sejauh itu Buguru"ucap Raka.


"Raka udah angkat rotinya"ucap Zhafira.


Raka mengangkat wadah panggangan itu dari oven lalu meletakkannya dilantai.


"Emmmm....wangainya roti yang baru matang" ucap Raka.


"Ayo kau coba makan"ucap Zhafira.


"Oke, mumpung laper nih"ucap Raka.


Raka mengambil satu buah roti isi stawberry.


"Enak nih yang strawberry, seger"ucap Raka.


"Jangan abis banyak-banyak, nanti aku rugi"ucap Zhafira.


"Beres Buguru"ucap Raka.

__ADS_1


"Ayo bantu mengemas"ucap Zhafira.


"Siap"ucap Raka.


Raka membantu Zhafira mengemas roti-roti itu.


Setelah selesai, mereka berjalan keluar kontrakan untuk menjual roti hangat itu.


"Roti hangat...roti hangat....."ucap Zhafira menawarkan roti hangatnya.


"Roti hangat enak....roti hangat enak......"ucap Raka membantu Zhafira menawarkan roti hangat itu.


"Beli......beli roti hangat kak"ucap Dodo dan Lantip.


"Sini"ucap Zhafira.


Dodo dan Lantip membeli roti hangat yang dijual Zhafira. Didekat pohon Abi hanya melihat kedua temannya membeli roti hangat. Dia tak punya uang karena ayahnya sedang sakit tidak bekerja.


Zhafira menghampiri Abi yang hanya melihat temannya beli roti hangat.


"Ini roti hangat untukmu"ucap Zhafira.


"Tapi aku tidak punya uang kak"ucap Abi.


"Untuk hari ini gratis untukmu, semoga ayahmu cepat sembuh ya"ucap Zhafira sambil memberi satu buah roti untuk Abi.


"Makasih Kak Fira"ucap Abi mengambil roti yang diberikan Zhafira.


Zhafira kembali berkeliling bersama Raka.


"Fira, kau memberikan roti hangat gratis untuk anak itu, memang tak rugi?"tanya Raka.


"Dia pelangganku, hanya saja ayahnya sedang sakit akhir-akhir ini, jadi dia tak punya uang untuk membeli roti hangatku. Apa salahnya sekali-kali aku memberi bonus untuk pelangganku"ucap Zhafira.


"Kau membuatku lebih bersyukur, aku hidup layak bahkan sangat berkecukupan, tapi aku jarang berpikir sepertimu"ucap Raka.


"Kalau begitu biasakan, berbagi itu indah, ada hikmah dikemudian harinya"ucap Zhafira.


"Oke Buguru"ucap Raka.


"Oya Raka kenapa semalam kau seperti punya masalah, apa kau mau bercerita padaku, mungkin aku bisa membantu"ucap Zhafira.


Raka dan Zhafira duduk dibawah pohon.


"Aku mencintai teman sebangkuku, yang ternyata dia saudara kembarku yang lama menghilang. Aku baru tahu kemarin dan dia ternyata sudah menikah dengan orang yang tidak kusukai"ucap Raka.


"Pantas kau semalam kau melakukan hal bodoh" ucap Zhafira.


"Aku belum bisa menerima dia sebagai saudara kembarku, ini terlalu mendadak sekali"ucap Raka.


"Aku tahu apa yang kau rasakan, tapi kau harus bersyukur masih dipertemukan dengan saudaramu, tidak seperti diriku, aku tidak punya saudara, terkadang aku kesepian. Ingin rasanya punya saudara"ucap Zhafira.


"Kau benar Fira, harusnya aku bersyukur bisa bertemu kembali saudara kembarku"ucap Raka.


"Waktu bayi kalian pasti lucu"ucap Zhafira.


"Memang, ada foto kami dikamar Papa dan Mama"ucap Raka.


"Kalau begitu temui saudaramu, dia pasti merindukanmu, kaliankan sudah terpisah lama"ucap Zhafira.


"Makasih Zhafira, hatiku ploong banget udah cerita sama kamu"ucap Raka.


"Iya, semangat"ucap Zhafira.


"Semangat"ucap Raka.


Raka menemani Zhafira berjualan hingga roti hangat itu habis disore itu. Setelah mengantar Zhafira ke kontrakkannya, Raka naik taksi menuju ke rumah besar milik Rehan. Raka berteriak dihalaman rumah itu biar Cinta keluar.


"Cinta....Cinta.....Cinta....."teriak Raka memanggil Raka.


"Hei bocah berisik tahu"ucap Rehan yang menghampiri Raka.


"Oh adik ipar, sopanlah sedikit pada kakak iparmu"ucap Raka.


"Kau itu masih bocah walau kakak iparku"ucap Rehan.


"Aku tidak akan memberikan adikku Cinta untuk lekaki asing yang menyebalkan sepertimu"ucap Raka.


"Aku juga gak sudi minta restu padamu, toh Cinta sudah jadi istriku"ucap Rehan.

__ADS_1


"Kok bisa orang menyebalkan sepertimu jadi suami adikku"ucap Raka.


"Hei bocah, aku Rehan Darien seorang CEO, jadi wajar kalau aku bisa menaklukkan hati adikku" ucap Rehan.


"Semoga adikku cepat sadar, lelaki sepertimu tidak pantas untuknya"ucap Raka.


"Ternyata kau berbeda dengan Cinta, kau itu menjengkelkan"ucap Rehan.


"Kau menyebalkan"ucap Raka.


"Kau menjengkelkan"ucap Rehan.


"Menyebalkan"ucap Raka.


"Menjengkelkan"ucap Rehan.


"Kau...."ucap Raka.


"Kau...."ucap Rehan.


Raka dan Rehan kembali beradu mulut dan bertarung kembali. Mereka saling memukul dan menendang hingga babak belur. Untung Cinta keburu datang melerai mereka.


"Stop Kak Raka, stop Kak Rehan"ucap Cinta melerai mereka berdua.


"Dia menyebalkan Cinta"ucap Raka.


"Dia menjengkelkan gadis kecil"ucap Rehan.


"Kalian udah babak belur apa belum cukup, mau ku jewer semuanya"ucap Cinta.


"Jewer dia Cinta"ucap Raka.


"Jewer dia gadis kecil"ucap Rehan.


"Oh kalau gitu kalian berdua yang harus....dijewer"ucap Cinta sambil menjewer telinga Raka dan Rehan.


"Aw.....Cinta ampun"ucap Raka.


"Aw.....gadis kecil ampun"ucap Rehan.


Cinta menjewer telinga Raka dan Rehan sampai masuk ke dalam rumah. Cinta mengajak mereka masuk ke ruang keluarga. Raka dan Rehan duduk dikarpet dan terdiam sambil memalingkan wajah mereka. Cinta mengambil kotak P3K lalu menghampiri Raka dan Rehan, dia duduk ditengah mereka. Kemudian Cinta mengobati Raka terlebih dahulu.


"Gadis kecil obati aku duluan, aku ini suamimu" ucap Rehan.


"Cinta aku duluan, aku ini kakakmu"ucap Raka.


"Hei suami lebih penting"ucap Rehan.


"Kakak lebih utama"ucap Raka.


"Suami selalu ada setiap hari untukmu"ucap Rehan.


"Kakak kembarmu berada diperut Mama bersamamu"ucap Raka.


"Suami paling perhatian"ucap Rehan.


"Kakakmu paling pengertian"ucap Raka.


"Suamimu bisa melindungimu"ucap Rehan.


"Kakakmu bisa menjagamu"ucap Raka.


"Sudah....sudah....."ucap Cinta.


Karena mereka berdua terus berdebat akhirnya Cinta menggunakan kedua tangannya untuk mengobati secara bersamaan dengan kencang.


"Aw....perih...perih....."ucap Raka dan Rehan bersamaan.


"Itu salah kalian yang berdebat terus gak ada habisnya, perihkan"ucap Cinta.


"Iya"ucap Raka dan Rehan.


"Kak Rehan sayang, bisakah aku bicara berdua saja dengan Kak Raka"ucap Cinta.


"Tapi gadis kecil....."ucap Rehan.


"Ku mohon"ucap Cinta.


"Hus..hus...pergi sana"ucap Raka.

__ADS_1


"Awas ya kau"ucap Rehan lalu berjalan meninggalkan Raka dan Cinta berdua diruang keluarga itu.


__ADS_2