Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 120


__ADS_3

Didalam mobil dia memikirkan Cinta. Wanita cantik itu sudah memikat hatinya dan memenuhi ruangan dihatinya. Ditengah jalan terdengar suara tembakan mengarah ke mobilnya.


Dor......dor.......dor..........


"Tuanku kelompok sparatis datang kembali"ucap Pengawal Black Hunter.


"Mereka masih ingin mencari masalah denganku" ucap Black Hunter.


"Apa yang harus kita lakukan Tuanku?"tanya Pengawal Black Hunter.


"Bawa mereka ke jebakan yang sudah disiapkan sebelumnya"ucap Black Hunter.


"Baik Tuanku"ucap Pengawal Black Hunter.


Mobil yang dinaiki Black Hunter anti peluru. Dia hanya duduk manis didalam mobil itu hingga mobilnya masuk ke dalam terowongan, mobil kelompok sparatis mengikuti mobil yang dinaiki Black Hunter. Ternyata mobilnya masuk perangkat. Ban mobilnya pecah semua karena tembakan dari samping yang dilakukan pengawal Black Hunter yang sudah ada diterowongan. Lalu kelompok sparatis keluar dari mobil. Mereka mulai bertarung satu sama lain dengan pengawal Black Hunter. Hingga mereka kalah dan diikat oleh pengawal Black Hunter.


*************


Black Hunter sampai dirumahnya. Dia berjalan naik ke lantai atas. Sampai dilantai atas, dia melihat Cinta berbaring disofa ruang untuk nonton televisi dilantai atas. Black Hunter menghampiri Cinta dan mencium keningnya.


"Maafkan aku manisku"ucap Black Hunter.


"Aku hanya ingin kau mencintaiku sebagai aku, bukan suamimu"ucap Black Hunter.


Black Hunter membopong Cinta sampai ke kamarnya. Kemudian dia membaringkan Cinta diranjang. Baru dia mau melangkah pergi dari ranjang itu Cinta mengigau dan menariknya hingga memeluknya.


"Kak Rehan aku kangen"ucap Cinta.


Black Hunter menatap wajah Cinta. Dia tahu Cinra merindukan Rehan yang merupakan suaminya.


"Dia benar-benar merindukan suaminya. Apa aku semirip itu dengan suaminya?"batin Black Hunter.


Dia mencium Cinta yang sedang tidur, karena ciuman itu Cinta bangun dan melihat Black Hunter didepannya.


"Kau sudah pulang?"tanya Cinta sambil menatap lelaki bertopeng didepannya.


"Iya, apa kau menungguku tadi?"tanya Cinta.


"Aku tadi melihatmu keluar, jadi aku menunggumu pulang. Maafkan aku yang membuatmu merasa aku menyamakanmu dengan suamiku"ucap Cinta.


Black Hunter membelai wajah cantik yang membuatnya luluh itu.


"Mulai sekarang kau boleh menganggapku suamimu, aku tidak masalah"ucap Black Hunter.


"Tidak, mungkin kau suamiku tapi sekarang kau ada Black Hunter. Dan aku akan menganggapmu sebagai dirimu sendiri"ucap Cinta.


"Manisku, jika aku memang suamimu. Tapi ingatanku tak kembali. Apa kau bersedia menerimaku sebagai Black Hunter selamanya?"tanya Black Hunter.


Cinta mengangguk dengan ucapan Black Hunter.


"I Love You"ucap Black Hunter.


"I Love You Too"ucap Cinta.


Cinta melepas topeng yang menutupi wajah lelaki itu. Dia menikmati wajah tampannya. Black Hunter mendekati wajah Cinta lalu menciumnya. Mereka akhirnya memadu cinta. Dimalam yang indah itu membuat cinta terasa lebih mesra dan berlangsung lebih lama. Deburan angin seakan lebih pelan dari suara cinta yang mereka luapkan. Hingga tanpa sadar mereka menghabiskan malam berdua. Ketika tubuh sudah meresa lelah, mereka mengakhirinya dan berbaring bersama diranjang.


"Kakakku akan menikah akhir pekan ini, bolehkah aku menghadiri acaranya?"tanya Cinta.


"Tentu boleh manisku, dia kakakmu bukan?"tanya Black Hunter.


"Terimakasih"ucap Cinta memeluk lelaki itu.


"Aku boleh ikut mengantarmu kesana?"tanya Black Hunter.


"Boleh"ucap Cinta.


"Kalau begitu sekarang kita istirahat, kau pasti lelah"ucap Black Hunter.

__ADS_1


Cinta hanya mengangguk dan mulai tidur. Black Hunter memeluknya erat seakan dia tak mau jauh lagi dari Cinta.


***********


Esok harinya Black Hunter turun ke sel bawah tanah disebuah menara dekat rumahnya. Didalam sel itu terdapat beberapa orang dari kelompok separatis ditahan olehnya. Dia berdiri diluar sel menatap mereka.


"Kalian belum kapok juga"ucap Black Hunter.


"Kami hanya mencari keadilan dalam tempat penuh dosa bernama Pulau Hitam"ucap Hasan.


"Ha...ha....mencari keadilan?"ucap Black Hunter.


"Tempat ini sudah dipenuhi dosa dan kemaksiatan. Kami hanya ingin kedamaian dan kenyamanan hidup penuh dengan cinta dan kasih sayang"ucap Ilham.


"Aku sudah memberi kalian sedikit lahan untuk ditempati apa itu tidak cukup?"tanya Black Hunter.


"Kejahatan dan kemaksiatan merajalela hingga ke tempat kami. Gadis-gadis dijual kegadisannya dengan bujuk rayu dan tipu daya. Para lelaki dibujuk masuk ke dalam lembah malam"ucap Ahmad.


"Itu pilihan, kalau orangmu tertarik dan terjerumus, bukan salah kaum mayoritas dipulau ini"ucap Black Hunter.


"Bahkan warga dikelompok minoritas sudah terbiasa kehilangan barang berharga mereka hampir setiap hari. Hasil kami bertani dan berkebun semua dirampas paksa"ucap Abdul.


"Masalah kalian adalah berbeda dari kami"ucap Black Hunter.


"Naudzibillah min dalik, kami takkan melakukan kejahatan dan kemaksiatan. Sesungguhnya Allah mencintai hambanya yang patuh dan taat padaNya"ucap Hasan.


"Teruslah taat dan patuh, hingga minoritas seperti kalian akan hangus"ucap Black Hunter.


"Kami akan melapor ke pemerintah Negara A, agar kalian semua ditertibkan dan ditangkap"ucap Ilham.


"Oya, silahkan. Apa mereka akan percaya?"ucap Black Hunter tersenyum licik.


"Kami takkan berhenti berharap sampai kebenaran ditegakkan dan kemaksiatan dihilangkan dari Pulau Hitam"ucap Ahmad.


"Ha....ha...bermimpilah, karena besok aku akan mengadili kalian. Cepatlah bertemu Allahmu itu"ucap Black Hunter.


Black Hunter keluar dari dalam sel bawah tanah itu. Tak sengaja dia berpapasan dengan Cinta yang sedang menyiram bunga ditaman. Sel bawah tanah itu terletak dibawah taman dan pintunya berada dilantai dasar menara dekat taman itu.


"Aku hanya mencari angin segar"ucap Black Hunter.


"Tempat apakah itu?"tanya Cinta.


"Itu hanya menara biasa"ucap Black Hunter.


"Bolehkah aku melihatnya?"tanya Cinta.


"Jangan, jangan pernah ke tempat itu"ucap Black Hunter.


"Memangnya kenapa?"tanya Cinta.


"Disana banyak tikus dan kecoak, bahkan ada ular berbisa"ucap Black Hunter.


Black Hunter berbohong pada Cinta. Dia tidak mau Cinta masuk ke dalam sel bawah tanah dan berinteraksi dengan kelompok separatis.


"Oh...."ucap Cinta.


Black Hunter meraih Cinta dan membopongnya.


"Lebih baik kita bersenang-senang dikamar"ucap Black Hunter.


"Tapi aku mau bermain dengan Aksa"ucap Cinta.


"Setelah itu kita bermain dengan Aksa"ucap Black Hunter.


"Ini masih siang"ucap Cinta.


"Tidak masalah"ucap Black Hunter.

__ADS_1


"Kau laparkan biar aku masakkkan"ucap Cinta.


"Nanti saja, yang ini lebih penting"ucap Black Hunter.


"Tapi......"ucap Cinta.


"Tidak ada tapi"ucap Black Hunter.


Black Hunter membopong Cinta hingga ke kamarnya. Dia lagi dan lagi menginginkan Cinta.


Entah siang ataupun malam dia akan melakukannya selama dia menginginkannya.


************


Cinta kembali menyiram bunga ditaman keesokkan harinya. Kebetulan Black Hunter sedang pergi keluar. Cinta menatap menara itu dengan rasa penasarannya. Dia berpikir untuk memberanikan dirinya masuk ke menara itu. Cinta berjalan memasuki menara itu. Saat masuk ke dalam tempatnya gelap. Hanya ada sebuah lorong dan tangga untuk naik ke atas menara. Tapi lorong itu dijaga anak buah Black Hunter.


"Gimana aku mengalihkan mereka?"ucap Cinta bingung.


"Ah....."ucap Cinta.


"Tolong......tolong......"ucap Cinta berteriak diluar menara.


Kedua anak buah Black Hunter keluar dari menara dan menolong Cinta.


"Nyonya muda apa yang terjadi?"tanya Anak buah Black Hunter.


"Kakiku terkilir"ucap Cinta.


"Biar kami antar Nyonya muda ke rumah"ucap Anak buah Black Hunter.


"Tidak perlu, tolong ambilkan aku salep hangat"ucap Cinta.


"Baik Nyonya muda"ucap Anak buah Black Hunter.


Salah satu anak buah Black Hunter itu masuk ke dalam rumah. Tinggal satu lagi yang masih menjaga Cinta.


"Aku sangat haus, bisakah kau ambilkan aku minum?"tanya Cinta.


"Bisa Nyonya muda"ucap Anak buah Black Hunter.


Anak buah Black Hunter yang satunya itu juga masuk ke dalam rumah. Setelah mereka semua pergi, Cinta masuk ke dalam menara itu kembali. Dia masuk ke dalam lorong yang dijaga tadi. Dia berjalan memasuki lorong itu hingga ke sel bawah tanah. Cinta melihat sekelompok orang ditahan dalam kondisi babak belur. Cinta menghampiri mereka.


"Kalian semua kenapa?"tanya Cinta kasihan melihat mereka babak belur.


"Kau pasti anak buah Black Hunter juga, untuk apa pura-pura tidak tahu kami kenapa"ucap Hasan.


"Apa maksud kalian? aku benar-benar tidak tahu"ucap Cinta.


Ilham memandang wajah wanita diluar sel itu. Dia terlihat lemah lembut dan dari cara bicaranya bersahabat.


"Kami ini kelompok separatis yang menentang kejahatan dan kemaksiatan di Pulau Hitam"ucap Ilham.


"Kelompok separatis yang menentang kejahatan dan kemaksiatan?"ucap Cinta.


"Iya, kami berusaha melawan Black Hunter agar kami bisa menegakkan kebenaran dan keadilan"ucap Abdul.


"Kami berasal dari kelompok minoritas dipulau ini. Kami kelompok yang menginginkan kebenaran dan keadilan dan menyembah Allah SWT"ucap Ilham.


"Lalu kenapa kalian malah dipenjara seperti ini?"tanya Cinta.


"Itu karena kami semalam berusaha melawan Black Hunter dan ingin melenyapkannya"ucap Ahmad.


"Kami hanya ingin tempat ini bersih dari kejahatan dan kemaksiatan. Kembali seperti Pulau Hitam yang dulu"ucap Ilham.


Cinta langsung tersentuh, dia tahu pulau ini penuh kejahatan dan kemaksiatan. Bahkan semua bebas melakukan apapun. Mayoritas yang tinggal ditempat itu berbuat kejahatan dan kemaksiatan.


"Aku......."ucap Cinta.

__ADS_1


"Manisku untuk apa kau disini?"tanya Black Hunter yang menghampirinya.


.


__ADS_2