Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Kabar Gembira


__ADS_3

Malam harinya Leo dibawa ke sebuah halaman yang luas didepan markas itu. Leo diikat disebuah tiang yang berjejer kayu mengelilinginya. Jojo, Zara dan anak buahnya berada didepan Leo. Jojo mendekati Leo untuk memberikan penawaran terakhirnya.


"Leo, ini belas kasihku yang terakhir untukmu. Tanda tangani surat perceraian itu atau kau akan dipukuli dan dibakar disini"ucap Jojo.


"Sampai matipun aku takkan menceraikan Zara" ucap Leo.


"Keras kepala, beri dia pelajaran"ucap Jojo.


"Tidak.....ak.....ak.....hik....hik......jangan.....hik...hik....."ucap Zara berteriak sambil menangis kencang.


Dua orang anak buah Jojo menghajar Leo yang terikat itu sampai babak belur.


"Aw.............Aw............."ucap Leo kesakitan dan berusaha menahannya.


Setelah babak belur baru mereka berhenti dan meninggalkan Leo.


"Leo......hik....hik......"ucap Zara menangis sambil berlutut.


Jojo menghampiri Zara dan membujuknya.


"Tenang Princess, setelah Leo meninggal aku akan menikahimu dan membuatmu hidup bahagia"ucap Jojo.


"Kau gila....."ucap Zara.


"Apa kau bilang tadi?"tanya Jojo.


"Kau gila, hanya orang gila yang memaksakan kehendaknya pada orang lain. Hanya orang gila yang menyiksa orang yang tak berdaya. Hanya orang gila yang tidak tahu mana yang benar dan tidak"ucap Zara.


"Kau"ucap Jojo sambil menampar Zara.


Plaaaaak.............


"Bunuh aku sekalian biar aku meninggal bersama Leo dari pada harus bersamamu"ucap Zara.


"Oh itu maumu, aku benar-benar gila karena cinta. Doni ikat Zara bersama Leo dan nyalakan apinya" ucap Jojo.


"Baik Bos"ucap Doni.


Doni membawa Zara menghampiri Leo. Dia mengikat Zara berdekatan dengan Leo ditiang itu.


Setelah itu Doni menyalakan api dari tepi terlebih dahulu. Jojo dan anak buahnya menyaksikan itu semua.


"Zara, maafkan aku belum bisa melindungimu" ucap Leo.


"Tidak, Leo sudah berusaha melindungiku tapi jumlah mereka memang sangat banyak"ucap Zara.


"Zara sayang, aku sangat mencintaimu, jika sekarang mati bersamamu, aku bahagia"ucap Leo.


"Zara juga sangat mencintai Leo, jika sekarang mati bersamamu, aku bahagia. Lebih baik seperti ini dari pada harus berpisah denganmu"ucap Zara.


"Ingat saat kita bertemu pertama kali dikamar hotel, saat kita ngekos, saat kita berbagi sepotong roti, saat kita dikejar anjing demi jambu, saat kita tinggal di Rumah Singgah Tuna Wisma dan masih banyak lagi. Saat-saat itu adalah saat terbahagia untuk Leo"ucap Leo.


"Bagi Zara, saat-saat kita bersama melewati suka dan duka itulah kenangan terindah dalam hidup Zara"ucap Zara sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Ya Allah kami ikhlas jika ini memang takdir untuk kami"ucap Leo.


"Ya Allah terimakasih karena sampai saat ini kami tetap bersama, bahkan mungkin akan pergi menemuimu bersama-sama"ucap Zara.


"Zara kau sangat cantik saat memakai gaun pengantin saat kita menikah dulu"ucap Leo.


"Leo juga tampan saat memakai setelan jas pernikahan itu"ucap Zara.


"Kau ingat saat kau sakit, aku menggendongmu dipunggungku, aku sangat mencemaskanmu saat itu"ucap Leo.


"Aku juga selalu senang saat melihat Leo bekerja, Leo selalu bekerja keras untuk keluarga kecil kita"ucap Zara.


Saat mereka terus bercerita kenangan-kenangan manis bersama, api itu terus bergerak. Jojo begitu senang melihat itu. Lalu dari belakang muncul Pak Baron, King, Gerald dan Harun.


"Lepaskan mereka"ucap Pak Baron.


"Bos Besar"ucap Semua anak buah terkejut dan ketakutan melihat Pak Baron yang muncul.


Semua anak buah itu berlutut dan memberi penghormatan pada Pak Baron. Jojo langsung takut dan pura-pura menyapa Pak Baron.


"Bos Besar lama tak berjumpa"ucap Jojo.


"Kau anak bau kencur yang ku ambil dari jalanan karena keputuasaanmu, kini berani berlaku seenaknya pada temanku"ucap Pak Baron.


"Mereka teman Bos Besar?"tanya Jojo.


"Ya, mereka sudah ku anggap sebagai keluargaku dan kau berani menyakitinya"ucap Pak Baron.


"Ampun Bos Besar, tapi kau sudah tua saatnya kau pergi ke untuk selamanya"ucap Jojo mengeluarkan pistol.


"Kau pikir, kenapa aku disebut Bos Besar? itu karena aku sudah banyak makan asam garam didunia kegelapan, paham"ucap Pak Baron.


Pak Baron terus menghajar Jojo hingga babak belur. Sementara itu King, Gerald, dan Harun melepas ikatan Leo dan Zara sebelum api itu mendekat dan membesar. Setelah ikatan itu terlepas mereka semua menepi. Lalu polisi barulah tiba ditempat itu. Jojo, Pak Baron, dan anak buahnya ditangkap polisi. Leo menghampiri Pak Baron. Dia meminta izin pada polisi untuk bicara sebentar dengan Pak Baron, polisi memberi izin pada Leo.


"Pak Baron terimakasih, maaf Leo merepotkanmu. Bapak jadi kembali lagi ke penjara karena Leo"ucap Leo.


"Leo, bapak justru betah dipenjara. Bisa mendengarkan Ustad Muhammad berceramah, mengaji dan berdzikir bersama. Dipenjara tempat tinggal, makan dan minum gratis. Apalagi yang harus bapak cari selain itu. Semoga kau sukses selalu. Jaga istrimu, salam untuk semua sahabatmu. Salut mereka setiakawan padamu. Kau dikelilingi orang-orang yang baik dan menyayangimu, ingat jangan disia-siakan sepertiku"ucap Pak Baron.


"Terimakasih Pak"ucap Leo.


"Ya"ucap Pak Baron singkat.


Polisi segera membawa Jojo, Pak Baron dan anak buahnya pergi dari tempat itu. Garis polisi memenuhi tempat itu. Leo, Zara, King, Gerald dan Harun akhirnya pulang dengan selamat.


Setiap perbuatan baik akan menghasilkan hal yang baik juga begitupun sebaliknya. Apapun yang kita perbuat pasti dipertanggungjawabkan baik didunia maupun diakhirat.


***********


Leo dan Zara beserta King, Gerald, dan Harun pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka mereka. Leo, terluka paling parah dari mereka. Dia harus dirawat selama tiga hari dirumah sakit. Sementara King, Gerald, dan Harun diperbolehkan pulang. Mereka bertiga menyempatkan mengunjungi Leo dan Zara terlebih dahulu diruangan rawat inap.


"Leo, Zara Alhamdulillah kita semua bisa selamat dari tempat itu"ucap Harun.


"Alhamdulillah"ucap Leo dan Zara yang berbaring diranjang pasien itu.

__ADS_1


"Betul, gak kebayang meninggal disana, gue sampai takut gak jadi nikah malah jadi almarhum"ucap King.


"Kita harus bersyukur, untung ada Pak Baron, kalau gak lenyap kita semua saat itu"ucap Gerald.


"Leo, Lo kenal Pak Baron?"tanya Harun.


"Iya, dia teman saat Leo bekerja jadi kuli bangunan diproyek pembangunan perumahan elit"ucap Leo.


"Dia itu Bos Besar Gengster Bulan Sabit Merah"ucap Gerald.


"Semua anak buatnya takut dan hormat padanya" ucap King.


"Hebat Lo bisa kenal orang seperti Pak Baron, kalau tidak kita semua sudah meninggal ditempat itu" ucap Harun.


"Kau benar, untung ada Pak Baron yang datang disaat yang tepat"ucap Leo.


Setelah berbincang-bincang cukup lama Harun, Gerald dan King pamit pulang pada Leo dan Zara. Mereka senang Leo dan Zara selamat. Setelah Harun, Gerald dan King pergi, Zara naik ke ranjang Leo dan berbaring disampingnya.


"Leo aku punya kabar gembira untukmu"ucap Zara.


"Kabar apa Zara sayang, Leo jadi penasaran?" tanya Leo.


"Zara hamil Leo"ucap Zara.


Mata Leo langsung berkaca-kaca, dia tidak membayangkan akan ada kabar gembira setelah ujian yang begitu berat. Rasanya seperti mendapatkan hadiah dari Allah SWT. Leo langsung memeluk Zara.


"Zara sayang, Leo akan jadi ayah"ucap Leo.


"Iya Leo sayang"ucap Zara.


"Dari mana kau tahu kalau hamil?"tanya Leo.


"Tadi saat pemeriksaan kesehatan, Zara bilang telat haid, terus ditest pack dan USG, ternyata Zara hamil Leo"ucap Zara.


"Ini hadiah dari Allah Zara, karena kita bisa melewati ujian ini"ucap Leo.


"Zara seneng sebentar lagi jadi Ibu"ucap Zara.


"Kau mual, pusing atau ingin muntah seperti yang biasa terjadi pada Ibu hamil?"tanya Leo.


"Tidak, hanya saja Zara inginnya makan banyak" ucap Zara.


"Anak kita tahu kalau Mamanya masih kuliah dan harus bekerja di cafe jadinya dia gak mau rewel" ucap Leo.


"Benar Leo, dia tahu Mamanya sibuk jadi dia anteng dan gak banyak minta sesuatu yang aneh dan sulit"ucap Zara.


"Akhirnya semua telah berakhir dan kita bisa bersama lagi, apalagi ada buah hati kita"ucap Leo.


"Apa kau senang Zara hamil Leo?"tanya Zara.


"Leo senang sekali Zara hamil, rasanya seperti mendapat hadiah cuma-cuma, dapat piala dan penghargaan. Terimakasih Zara sayang sudah memberi Leo banyak kebahagiaan, I Love You"ucap Leo.


"Sama-sama, I Love You Too"ucap Zara.

__ADS_1


Mereka sangat bahagia dengan adanya buah hati yang akan menemani hari mereka nantinya. Buah cinta antara Leo dan Zara. Mereka berharap akan selalu bersama dan membesarkan anak-anak mereka kelak.


__ADS_2