Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 35


__ADS_3

Rehan menemani Cinta diruangan rawat inap itu.


Cinta sedang membaca buku Bahasa Indonesia miliknya. Rehan duduk disamping ranjang memandangi wajah Cinta. Dia begitu bahagia Cinta sudah menjadi kekasih hatinya.


"Gadis kecil, besok aku ulang tahun, kau harus memberiku kado"ucap Rehan.


"Memangnya Tuan yang sombong mau kado apa?"tanya Rehan.


Rehan mendekati Cinta dan membisikkan sebuah kata-kata mesra padanya.


"Aku mau sebuah ciuman mesra darimu sayang" ucap Rehan.


Cinta langsung menepuk lengan Rehan.


Plaaaaak...........


"Aw............gadis kecil kenapa kau galak lagi, aku ini kekasihmu"ucap Rehan.


"Aku sudah bilang gak ada lagi ciuman kecuali sudah menjadi suamiku"ucap Cinta.


"Gadis kecil aku hanya bercanda, ya kalau kau mau menciumku berarti aku untung"ucap Rehan.


"Tuan yang sombong temani aku jalan-jalan, aku bosan diruangan ini"ucap Cinta.


"Iya cantik"ucap Rehan.


Rehan menemani Cinta keluar dari ruangan rawat inap itu. Mereka berjalan-jalan diantara koridor rumah sakit. Kemudian Rehan mengajak Cinta ke atap gedung rumah sakit. Disana semua pemandangan kota terlihat jelas dan angin semilir begitu sejuk.


"Gadis kecil indahkan pemandangannya dari sini?"tanya Rehan.


"Iya, terlihat jelas seisi kota ini dan lihat diatas langit itu ada layangan"ucap Cinta.


"Dulu aku sering main layangan bersama Eden saat masih kecil dulu"ucap Rehan.


"Lalu kenapa sekarang Eden bermusuhan denganmu Tuan yang sombong?"tanya Cinta.


"Aku menikung kekasihnya"ucap Rehan.


".............."Cinta hanya terdiam.


"Gadis kecil, aku ini bukan orang baik, mungkin bisa dibilang aku brengsek, apa kau menyesal mencintaiku?"tanya Rehan.


"Aku tidak menyesal karena kekasihku Rehan yang sekarang bukan Rehan yang dulu"ucap Cinta.


Rehan langsung memegang kedua lengan Cinta dan menatap wajahnya.


"Gadis kecil, panggil aku Kak Rehan, aku ingin mendengarnya"ucap Rehan.


"Kak Rehan"ucap Cinta.


" I Love You"ucap Rehan.


"Tuan yang sombong kau tak pantas jadi romantis seperti ini, aneh rasanya"ucap Cinta.


"Gadis kecil, aku berusaha romantis salah, nanti aku menyebalkan dan suka mengatur juga salah"ucap Rehan.


"Habis aku rindu kau yang suka menyebalkan dan suka mengatur"ucap Cinta.


Rehan jongkok membelakangi tubuh Cinta.

__ADS_1


"Naiklah ke pundakku"ucap Rehan.


"Untuk apa?"tanya Cinta.


"Naiklah! jangan bawel"ucap Rehan.


"Hih mulai memerintah lagi"ucap Cinta.


"Kau suka itukan"ucap Rehan.


Cinta naik ke pundak Rehan, kemudian Rehan berdiri sambil memegang kaki Cinta.


"Apa yang kau rasakan?"tanya Rehan.


"Angin yang sejuk dan.....ada pelangi terlihat dikejauhan"ucap Cinta.


"Kau pendek itu sebabnya kau tadi tidak melihat ada pelangikan"ucap Rehan.


"Iya benar, oya aku baca dibuku dongeng katanya ada emas diujung pelangi, apa itu benar?"tanya Cinta.


"Gadis kecil kalau begitu nanti kita pergi ke ujung pelangi untuk mengambil emasnya, lalu aku tak perlu bekerja tinggal duduk manis dirumah bermesraan denganmu"ucap Rehan.


"Benarkah? kalau kau tak bekerja nanti jatuh miskin, aku tak akan memanggilmu Tuan yang sombong lagi, tapi Tuan yang jatuh miskin"ucap Cinta.


"Kalau aku jatuh miskin dan tak punya apa-apa lagi apa kau masih mau jadi kekasihku?"tanya Rehan.


"Aku tidak peduli kau miskin ataupun kaya, bagiku yang terpenting kau Rehan yang sama yang ku kenal"ucap Cinta.


"Terimakasih gadis kecil, aku tak salah mencintaimu"ucap Rehan.


"Turunkan aku Kak Rehan"ucap Cinta.


"Iya cantik"ucap Rehan.


"Aku pikir hanya aku yang menikmati pemandangan yang indah ini, ternyata ada orang lain juga"ucap Kana.


"Hai aku Cinta, senang bertemu denganmu"ucap Cinta menyapa Kana.


"Hai juga, aku Kana"ucap Kana.


"Oya ini Kak Rehan"ucap Cinta.


"Dia kekasihmu?"tanya Kana.


"............."Cinta terdiam.


"Aku memang kekasihnya"ucap Rehan.


"Kalian cocok"ucap Kana.


"Apa kau sering kesini?"tanya Cinta pada Kana.


"Hampir setiap hari, rumah sakit ini rumah keduaku"ucap Kana.


"Rumah keduamu?"ucap Cinta heran.


"Aku menderita Leukimia stadium akhir, mungkin umurku tidak panjang lagi, tapi aku ingin melihat indahnya dunia setiap harinya sebelum aku pergi selamanya"ucap Kana.


"Kau hebat bisa tetap semangat disaat sakit seperti ini"ucap Cinta.

__ADS_1


"Terkadang aku menyerah dan putus asa, aku bahkan marah dan menyesali semua yang sudah berlalu. Aku rindu sehat, aku rindu hidup normal seperti orang lain. Semua uang yang ku punya tidak bisa membuatku sehat kembali seperti dulu. Hanya rasa sakit dan rasa takut akan datangnya kematian itu yang selalu ku rasakan"ucap Kana.


"Kana yang sabar ya, pasrahkan semuanya pada Allah SWT, hanya Dialah yang Maha Tahu dan Berkuasa atas semuanya, kita hanya bisa berdoa dan berusaha"ucap Cinta.


"Terimakasih Cinta"ucap Kana.


"Sama-sama"ucap Cinta.


"Gadis kecil ayo kita kembali, kau harus beristirahat"ucap Rehan.


"Kana aku pergi dulu"ucap Cinta.


"Iya Cinta"ucap Kana.


Rehan dan Cinta pergi dari tempat itu. Sepanjang jalan menuju ruangannya Cinta melamun.


"Gadis kecil kau kenapa?"tanya Rehan.


"Aku kasihan pada Kana, jika aku diposisinya gimana ya, apa aku bisa menjalaninya"ucap Cinta.


"Gadis kecil, kau juga sama seperti Kana, bagaimana aku memberitahumu hal ini"batin Rehan.


Rehan dan Cinta masuk ke ruangan rawat inap itu. Sampai didalam ruangan itu Cinta langsung duduk diranjang. Rehan menghampirinya dan berbicara padanya.


"Gadis kecil ada yang ingin aku bicarakan"ucap Rehan.


"Ya"ucap Cinta.


"Aku harus tetap memberitahu Cinta tentang penyakitnya, karena dia harus menjalani kemoterapi"batin Rehan.


"Gadis kecil kau juga menderita Leukimia seperti Kana"ucap Rehan.


"............"Cinta langsung terdiam.


"Gadis kecil jangan khawatir, aku akan melakukan apapun agar kau sembuh"ucap Rehan.


"..........."Cinta masih terdiam.


"Kalau perlu kita keluar negeri untuk berobat"ucap Rehan.


"..............."Cinta tetap terdiam.


"Bicaralah sesuatu, aku mengkhawatirkanmu" ucap Rehan.


"Tuan yang sombong maukah kau menemaniku sampai hari-hari terakhirku?"tanya Cinta.


"Kau bicara apa? kau harus sembuh, aku tidak akan memaafkanmu jika kau berani meninggalkanku" ucap Rehan.


"Jika aku seperti Kana, aku ingin kau ada disisiku disaat terakhirku"ucap Cinta.


Rehan langsung menarik Cinta dan memeluknya.


"Aku akan melakukan apapun agar kau sembuh gadis kecil, aku akan selalu disisimu dan menemanimu seumur hidupmu"ucap Rehan.


"Terimakasih sudah mencintai gadis penyakitan sepertiku"ucap Cinta.


"Gadis kecil, kau hidupku, jadi kau harus tetap hidup bersamaku, percayalah kau akan sembuh"ucap Rehan.


Cinta mengangguk dengan ucapan Rehan. Baginya sekarang yang terpenting mensyukuri semua yang ada.

__ADS_1


__ADS_2