Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Musim 3 : Bertemu Tiger Part 49


__ADS_3

Deena dan Barra masuk ke dalam markas. Markas itu terlihat sepi. Seperti ruangan yang kosong. Hanya ada singgasana yang tak bertuan.


Barra mereka ada yang aneh. Tak mungkin markas itu tak bertuan, apalagi ini markas besar Gengster Harimau.


"Sayang mungkin ini jebakan" ucap Barra merasa ada yang aneh melihat ruangan itu kosong.


"Iya" ucap Deena yang juga mencurigai hal yang sama dengan Barra.


Tak lama muncul anggota Gengster Harimau. Mereka semua mengepung Barra dan Deena dengan membawa gergaji otomatis. Muncul dari arah pintu seorang ketua Gengster Harimau dan disampingnya Eden, pamannya Deena. Melihat itu Deena terkejut. Setahunya pamannya itu ada dipenjara tapi sekarang dia ada dihadapannya sebagai tangan kanan Gengster Harimau.


"Raynor, dan siapa yang ada disampingmu? apa dia pahlawan kesiangan sepertimu?" ucap Tiger ketua Gengster Harimau.


"Nyalimu mulai ciut hingga kau membawa teman sekarang" ucap Eden meremehkan Deena.


"Paman kau tak pernah berubah" batin Deena merasa pamannya masih saja berbuat kejahatan.


"Habisi mereka berdua!!" ucap Tiger memerintah anak buahnya.


"Oke Bos" ucap semua anak buah Tiger.


Deena dan Barra bersiap melawan semua anak buah Tiger. Mereka harus benar-benar bertarung mempertaruhkan nyawa kali ini. Jumlah mereka cukup banyak. Barra terus bertarung dan berusah melindungi kekasihnya. Dia tak ingin terjadi sesuatu pada kekasihnya. Babu hantam tak terelakkan. Pukulan, tendangan, lemparan, melompat dan berbagai cara dilakukan kedua belah pihak. Deena tersudut didekat dinding. Satu orang membawa gergaji mengarah ke tubuhnya, Deena seketika mengeluarkan pedang menahan gergaji itu dengan pedangnya.


Srreet....srrretttt.....strrett......


Bunyi gesekan gergaji yang mengenai pedang. Melihat itu Barra mengambil kursi ditepi langsung melempar ke arah orang itu. Tapi orang itu berbalik dan memotong kursi yang dilempar Barra. Keadaan itu dimanfaatkan Deena untuk melawan. Dia melawan balik orang-orang didepannya menggunakan pedangnya. Sementara itu Barra mengeluarkan sebuah tongkat pendek yang otomatis memanjang. Tongkat itu digunakan untuk melawan anak buah Tiger.


Barra dan Deena berhasil menumbangkan semua anak buah Tiger. Saat mereka berdua mencari Tiger dan Eden, mereka sudah tak ada diruangan itu, bahkan semua pintu diruang itu tertutup dan terkunci rapat. Dari saluran AC bagian atas keluar gas pelumpuh beracun.


"Sayang ini gas pelumpuh beracun" ucap Barra memberitahu Deena.


"Kau benar" ucap Deena.


"Pakai masker anti gas beracun" ucap Barra.


"Oke" ucap Deena.


Barra dan Deena memakai masker anti gas beracun. Tapi kapasitas gas pelumpuh beracun itu semakin banyak. Hingga Barra dan Deena mulai kekurangan oksigen. Tubuh mereka lemas dan sulit bernafas. Barra dan Deena meringkuk dilantai. Mereka sudah tak mampu bertahan. Gas pelumpuh beracun memenuhi ruangan itu membuatnya kekurangan oksigen untuk bernafas. Mereka berdua tak semakin lemas hingga pingsan.


***********


Kaisar duduk diintrogasi anak buah Tiger. Dia membawa Bolo dan Lolo bersamanya dalam proses introgasi itu. Maklum kegadisan Kaisar mulai dipertanyakan. Mereka mencurigai Kaisar justru gadis dengan tingkat tulen yang melewati batas hingga menjadi keanehan.


"Saya ini laki-laki Bang, kemarin baru sunat dianter kakek, eh seminggu penuh pakai pempes" ucap Kaisar menceritakan kenyataan kalau dia lelaki tulen.


"Iiiw......." ucap semua yang mengintrogasi Kaisar.


Mereka tak habis pikir Kaisar baru disunat, padahal udah remaja.


"Kamu udah gede baru sunat?" tanya Tono.

__ADS_1


"Iya Bang, habis baru juga disapih minum susu bayi" ucap Kaisar.


"Ha ha ha" semua yang mengintrograsi tertawa.


Kipas angin dipindahkan disamping Kaisar. Angin dari kipas itu menerjang wig yang dipakai Kaisar.


Pluuuk.......


Wig terjatuh dilantai terkena angin yang cukup kencang dari kipas angin. Rambut Kaisar kini terlihat pendek.


"Kamu siluman jadi-jadian ya?" Jeko.


"Tadi aku dah bilang, kita satu rumpun, abang gak percaya" ucap Kaisar menegaskan.


"Tunggu ini terlalu dini untuk diputuskan. Coba nyanyikan lagu Anak Tiri dulu" ucap Tono.


"Ibu tiri hanya cinta pada ayahku saja...bla...


..bla...bla...." Kaisar bernyanyi dengan penghayatan totalitas sampai semua yang mendengar baper dan menangis.


"Sedih...ih...ih...tega banget ibu tiri" ucap Jeko.


"Kenapa kalau denger lagu ini berasa jadi pemeran anak tirinya" ucap Wawan.


"Iya sih, tapi tolong ecesmu dikondisikan, yang berurai itu mata bukannya mulut, aku dibawahmu nih" ucap Jeko.


"Kalau gak banjir dari tadi" ucap Jeko.


Salah satu anak buah Tiger sedang makan bubur dengan lahap. Kaisar ngilu melihatnya makan dan coba untuk berbicara padanya.


"Bang jangan diteruskan makannya" ucap Kaisar.


"Emangnya kenapa? enak gini" tanya Idrus.


"Sorry...sorry aja Bang, tadi Lolo buang pup dimangkuk bubur abang" ucap Kaisar.


"Pantes rasanya asem dikit" ucap Idrus.


"Ini minuman apa kok seger?" ucap Tono.


Anak buah Tiger meminum botol air dari dalam ransel Kaisar. Dia meminumnya sampai habis setengah botol.


"Itu pipisnya Bolo Bang" ucap Kaisar.


"Ugh...ugh...ugh..., pipisnya kucing kok rasanya kaya es jeruk sih" ucap Tono.


"Itu karena tiap hari Bolo minum es jeruk peras Bang" ucap Kaisar.


"Ini apaan enak juga" ucap Jeko.

__ADS_1


Anak buah Tiger memakan makanan dalam plastik yang ada diransel Kaisar. Dia begitu menikmati camilan itu.


"Itu tai Bolo dan Lolo yang dikeringkan Bang, buat kenang-kenangan" ucap Kaisar.


"Tai kucing dan ayam enak juga ya, apa karena aku sudah gila" ucap Jeko.


"Itu karena Bolo dan Lolo keturunan bangsawan makanya tai nya pulen dan sedep Bang" ucap Kaisar.


"Ha ha ha" Anak buah Tiger tertawa.


"Bang boleh jalan-jalan dulu? Kaisar belum pernah piknik ditempat seperti ini, seru juga" ucap Kaisar.


"Berani bayar berapa? ini tempat wisata horor yang berbeda dari biasanya"


Kaisar mengeluarkan segepok uang, jam branded, handphone mahal terbaru. Dia memberikan semua barangnya pada anak buah Tiger.


"Lumayan juga nih" ucap Tono.


"Ini jam mahal, keren" ucap Idrus.


"Banyak juga duitmu bocah" ucap Jeko.


"Aku ke toilet dulu Bang" ucap Kaisar.


"Oke" ucap semua anak buah Tiger yang menginterograsi Kaisar.


Kaisar meninggalkan tempat interograsi. Dia juga membawa Bolo dan Lolo.


"Bocah itu gak papa dilepas gitu aja?" tanya Idris.


"Biarin paling juga cuma jalan-jalan doang" ucap Tono.


Kaisar berjalan-jalan sampai disuatu ruangan. Ada dua orang diikat menggantung diatas dan dibawahnya besi runcing berjejer cukup banyak.


Dia tidak tahu apa yang terjadi, Kaisar hanya bisa memperhatikan.


"Siapa mereka berdua, kasihan juga" ucap Kaisar.


Kaisar mengintip dari balik tiang bangunan markas. Dia melihat mereka berdua dikelilingi pasukan bersenjata. Dan ada satu lelaki bertubuh kekar, berkumis tebal dan tubuhnya penuh tato duduk disinggasana, disampingnya berdiri seorang lelaki yang mungkin tangan kanannya. Kaisar memperhatikan yang mereka lakukan.


Barra terbangun, dia melihat tubuhnya berada diatas, dia diikat dan bawahnya besi runcing berjejer cukup banyak. Deena masih belum sadar. Barra berusaha membangunkannya.


"Sayang...sayang....bangun....sayang....bangun" ucap Barra.


Deena mulai terbangun, tubuhnya masih terasa lemas. Dia terkejut melihat dirinya berada diatas dalam kondisi terikat dan dibawahnya besi runcing berjejer cukup banyak.


"Om cabul kita?" ucap Deena.


"Sepertinya kita akan dieksekusi" ucap Barra.

__ADS_1


__ADS_2