Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Musim 3 : Cemburu Part 76


__ADS_3

Alvan dan Haura mengurus semua keperluan pernikahan mereka dari undangan, baju pernikahan dan gedung pernikahan sisanya diserahkan pada WO. Sore itu Alvan dan Haura pergi ke sebuah taman setelah pergi ke gedung pernikahan mereka. Alvan dan Haura duduk dikursi taman.


"Sayang tinggal beberapa hari lagi kita menikah ya" ucap Alvan.


"Iya sayang" ucap Haura.


"Gak sabar jadinya lihat gadis cerewet ini pakai gaun pengantin" ucap Alvan.


"Sayang aku juga gak sabar jadi istrimu" ucap Haura.


Alvan memetikkan bunga lalu memakaikannya ditelinga Haura.


"Cantiknya calon istriku" ucap Alvan.


Haura tersenyum malu dengan pujian yang dilontarkan Alvan.


"Sayang, aku pergi ke toilet dulu ya" ucap Haura.


"Iya, jangan lama-lama, kangen" ucap Alvan.


"Oke" ucap Haura.


Haura berjalan meninggalkan Alvan. Dia menuju ke toilet taman itu. Sedangkan Alvan duduk sendirian. Tiba-tiba ada seorang gadis cantik berpakaian seksi duduk disamping Alvan.


"Enak ya punya pasangan"


Alvan terkejut melihat seorang gadis cantik yang tiba-tiba duduk disampingnya tanpa permisi.


"Siapa kau?" tanya Alvan.


"Aku hanya seorang gadis yang datang ke taman untuk mengenang kekasihku yang sudah meninggal"


"Oh, jadi kekasihmu sudah meninggal" ucap Alvan.


"Tempat ini menyimpan sejuta kenanganku bersamanya"


Gadis itu mulai menangis. Dia teringat kekasihnya hingga air matanya mengalir deras.


"Aku...aku rindu padanya hik hik hik"


"Nona jangan bersedih, dia pasti bahagia disana" ucap Alvan.


"Aku ingin kembali bersamanya hik hik hik"


Alvan kasihan melihat gadis itu menangis. Dia coba menenangkannya dengan memegang bahunya tapi gadis itu langsung memeluk Alvan. Haura yang baru saja kembali dari toilet melihat Alvan berpelukan dengan seorang gadis cantik.


"Alvan" ucap Haura memanggil calon suami.


Alvan terkejut saat melihat Haura. Dia berusaha melepas pelukan gadis cantik itu tapi gadis cantik itu malah semakin erat memeluknya.


"Sayang aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku hik hik hik"


"Loh apa-apaan ini? lepas tidak?" ucap Atnan.


"Sayang kita sudah saling mencintai, jangan mau dipaksa nikahin cewek gatel itu"


"Apa kau bilang aku cewek gatel? kaulah yang gatel merayu calon suamiku" ucap Haura.


"Dasar cewek gatel merebut pacar orang"


Wanita cantik itu terus memeluk Alvan dengan erat sambil berbicara dengan Haura. Mendengar ucapan gadis cantik Haura kesal dan meninggalkan taman. Alvan berusaha melepas pelukan gadis cantik itu hingga dia terdorong dan jatuh ke bawah.


Bluuuug...

__ADS_1


"Haura" ucap Alvan.


Alvan berlari mengejar Haura. Gadis cantik itu hanya tersenyum sinis.


"Pekerjaanku yang sudah selesai, ternyata mudah memprovokasi mereka"


Alvan terus mengejar Haura hingga ke parkiran mobil. Dia berusaha menghentikan Haura masuk ke dalam mobilnya.


"Haura dengarkan aku, semua ini salahfaham. Aku tak mengenal gadis itu sama sekali" ucap Alvan menegaskan.


"Oya, dia bilang kalian saling mencintai" ucap Haura.


"Aku tidak mengenal gadis itu, baru saja tadi aku mengenalnya. Dia tadi terlihat sedih memikirkan kekasihnya, aku kasihan. Tapi aku tidak tahu kalau dia itu seperti itu" ucap Alvan menjelaskan.


"Alvan aku butuh waktu untuk berpikir dulu, apakah ini benar atau tidak" ucap Haura.


"Haura sebentar lagi kita menikah" ucap Alvan.


Haura hanya diam dan berjalan ke tepi lalu masuk ke dalam mobil. Dia meninggalkan tempat itu.


"Siapa sih gadis itu? bikin hubunganku dan Haura runyam" ucap Alvan.


Sampai dirumah, Haura berjalan masuk ke kamarnya. Dia sedih melihat Alvan bersama gadis itu. Haura berbaring diranjang sambil menangis. Dia sangat cemburu, ini pertama kalinya Haura cemburu berat. Saat Haura menangis, Alina masuk ke kamarnya.


"Haura" ucap Alina.


Haura tetap menangis diranjang membelakangi Alina. Melihat saudara kembarnya terlihat tidak biasa, Alina menghampirinya dan berbaring disampingnya.


"Haura, kalau ada masalah berbagilah denganku" ucap Alina.


Haura membalikkan badannya dan menatap Alina.


"Alina hik hik hik" ucap Haura tak tahan menahan tangisannya.


"Kau kenapa? curhat padaku, kitakan saudara" ucap Alina.


"Tadi aku melihat Alvan pelukan dengan seorang gadis cantik, gadis itu juga bilang mereka berdua saling mencintai, Alvan terpaksa menikahiku" ucap Haura.


"Oh kau sedang terkena demam cemburu nih" ucap Alina.


"Alina aku tidak bercanda" ucap Haura.


"Haura, aku sangat mengenal Alvan. Kau pun juga kan. Dia bukan tipekal lelaki yang mudah dekat dengan cewek. Bahkan dia tak punya teman cewek. Kalau sudah suka satu cewek, dia akan terus suka padanya. Kalau dia tak mencintaimu untuk apa dia menunggumu sampai 4 tahun lamanya" ucap Alina.


Haura memikirkan ucapan Alina. Dia merasa yang diucapkan Alina ada benarnya.


"Alina terus wanita itu siapa? untuk apa dia ngaku-ngaku?" tanya Haura.


"Itu aku tidak tahu, tapi yang jelas kepercayaan itu penting dalam sebuah hubungan" ucap Alina.


Haura terdiam. Dia merasa bersalah, seharusnya percaya pada Alvan.


"Sudahlah jangan dipikirkan. Nanti Alvan pasti menyusul kesini untuk bertemu sang pujaan hati" ucap Alina.


Haura tersenyum. Dia jadi tak sabar ingin segera bertemu Alvan dan meminta maaf padanya.


**************


Malam itu sepulang bekerja dari kantor, Aksa menyempatkan diri bertemu Farhan direstoran sebuah hotel. Aksa masuk ke restoran itu. Dia melihat Farhan sedang duduk bersama Kiara. Mereka terlihat romantis. Aksa menghampiri meja mereka berdua.


"Aksa, duduk" ucap Farhan.


Aksa duduk bersama mereka berdua. Dia memperhatikan Kiara yang nempel terus pada Farhan.

__ADS_1


"Sayang, lihat nih videonya lucu deh" ucap Kiara menunjukkan video dihandphonenya pada Farhan.


"Iya lucu yang" ucap Farhan sambil melihat video itu.


Aksa merasa tak nyaman dengan kedekatan mereka. Dia bolak balik minum jus yang sudah dipesankan untuknya.


"Haus Bro, minum aja punya gue juga" ucap Farhan.


Aksa hanya diam dan mengambil jus milik Farhan, dia meminumnya juga. Pandangannya mengarah pada mereka berdua yang sedang bercanda gurau sambil melihat video dihanphone Kiara.


"Sayang yang ini lebih lucu dan romantis" ucap Kiara.


"Romantisnya kaya kita" ucap Farhan.


Aksa terus minum jus sampai jus milik Kiara juga diminum habis olehnya.


"Wah haus beneran loh Bro" ucap Farhan.


"Udaranya panas" ucap Aksa.


Farhan pamit ke toilet sebentar. Tinggal Kiara dan Aksa berdua dimeja. Kiara cuek tak memperdulikan lelaki yang duduk didepannya. Dia hanya asyik dengan handphonenya.


"Kau suka Farhan?" pertanyaan aneh mencuat dari mulut Aksa.


"Iya dong, dia itu hamble, humoris, baik, penyayang dan gak jutek, apalagi sok-soan dingin" ucap Kiara.


Aksa merasa tertampar dengan ucapan Kiara. Gadis itu benar-benar tak suka padanya.


"Kau tidak pesan makanan?" tanya Aksa berusaha akrab.


"Gak laper, nunggu sayangku Farhan memesankan" ucap Kiara.


Berusaha bicara baik tapi langsung dipatahkan. Aksa merasa gadis itu benar-benar menutup rapat apapun tentangnya.


Kiara berdiri dan berjalan, dia hendak mengangkat telpon saat itu Aksa juga berdiri dan berjalan, hendak pergi. Mereka bertubrukan satu sama lain. Aksa langsung menangkap Kiara. Matanya fokus ke wajah Kiara. Dia mendekati wajah Kiara hendak menciumnya tapi terhenti saat Kiara memanggilnya.


"Lepaskan aku" ucap Kiara.


Aksa tersadar dari keinginannya. Dia melepaskan tubuh Kiara. Mereka berdiri berhadapan, tak lama Farhan kembali. Dia langsung menghampiri mereka berdua.


"Sorry lama" ucap Farhan.


"Gak papa sayang" ucap Kiara.


"Aku cabut dulu" ucap Aksa.


"Gak makan dulu bareng kita Bro, gue tadinya mau ngenalin lo sama temen gue" ucap Farhan.


"Gak usah" ucap Aksa.


Aksa meninggalkan tempat itu. Dia malas harus melihat mereka bermesraan didepannya. Saat sedang berjalan dilorong hotel kepalanya pusing. Dia melihat semuanya menjadi remang dan berbayang. Pandangannya mulai kabur.


Bluuug....


Aksa terjatuh dilantai. Dia pingsan begitu saja.


Dua jam kemudian Aksa membuka matanya. Perlahan dia memperhatikan sekelilingnya. Dia seperti berada dalam kamar hotel. Dia melihat kesamping kanan. Seorang gadis tidur bersamanya satu ranjang. Dia melihat pada dirinya sendiri. Tubuhnya sudah tak memakai sehelai benangpun.


"Apa yang terjadi?" pikir Aksa.


Gadis itu bangun dan menatap Aksa.


"Sayang dah bangun"

__ADS_1


__ADS_2