Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Kesabaran dalam menghadapi Masalah


__ADS_3

"Leo, Papa merasa masalah ini harus segera diselesaikan. Masalah ini terlihat biasa tapi efeknya akan berdampak pada sekolahmu dan Zara"ucap Pak Anton.


"Mama juga berpikir seperti itu, sekolahmu dan Zara bisa terancam, padahal sebentar lagi UAN. Masalah ini bisa menjadi penghalang untuk kalian mengikuti UAN nanti"ucap Ibu Vivi.


"Itulah sebabnya aku dan Zara sementara ini memisahkan diri dulu, sambil menunggu solusi yang terbaik"ucap Leo.


"Papa carikan orang yang bisa memblokir semua kabar itu"tanya Pak Anton.


"Boleh Pa, berarti semua kabar itu akan terhapus dari media sosial ya Pa?"tanya Leo.


"Betul, Papa punya kenalan orang yang ahli dibidang itu, secepatnya kabar itu akan terhapus dan PR kita adalah mencari sumber yang menyebarkannya. Pasti dia akan tetap buat ulah selama dia belum puas, meskipun kita hapus pasti dia akan upload kembali. Jadi nanti Papa sekalian mencari sumber penyebar kabar itu jadi bisa kita lakukan peneguran hingga pelaporan karena termasuk pencemaran nama baik"ucap Pak Anton.


"Leo setuju dengan ide Papa, makasih ya Pa, Leo jadi merasa lega udah cerita sama Papa dan Mama. Leo jadi dikasih solusinya"ucap Leo.


"Papa pasti akan bantu kalian, apalagi ini menyangkut sekolah kalian, Papa akan usahakan apapun untuk menyelamatkan sekolah kalian yang tinggal sebentar lagi lulus"ucap Pak Anton.


Leo senang akhirnya ada bantuan dari Papanya.


Setelah malam, Leo naik ke atas. Dia masuk ke kamar lamanya, Leo melihat semua sudut kamarnya yang masih sama seperti saat dia meninggalkannya, semua barang miliknya masih tertata rapi seperti dulu. Leo mengingat masa-masa saat dulu bersama orangtuanya. Dia ingat betul ayah dan ibunya begitu menyayanginya, apapun permintaan Leo selalu diberikan. Apalagi Ibunya yang selalu memanjakan Leo sejak dari kecil.


"Lama sekali rasanya meninggalkan rumah ini, kamar ini masih seperti dulu, barang-barang milikku masih tersimpan rapi disini, jadi rindu masa lalu"ucap Leo.


Leo berbaring diranjang kamarnya. Tapi seketika dia ingat Zara istrinya. Walaupun dia sudah merasa lega. Tapi Zara pasti masih mengkhawatirkan masalah ini. Leo langsung menelpon Zara.


"Hallo Zara sayang"ucap Leo.


"Hallo Leo"ucap Zara.


"Leo kangen, malam ini gak bisa tidur meluk Zara"ucap Leo.


"Zara juga kangen sama Leo"ucap Zara.


"Zara, Papa akan membantu masalah kita. Semoga semua ini bisa segera diselesaikan jadi kita bisa bersama lagi sayang"ucap Leo.


"Iya Leo, Zara juga berharap masalah ini segera selesai jadi kita bisa bersama lagi"ucap Zara.


"Jaga dirimu baik-baik ya Zara sayang"ucap Leo.


"Leo juga jaga diri baik-baik"ucap Zara.


"Aku mencintaimu Zara"ucap Leo.


"Aku juga mencintaimu Leo"ucap Zara.


Leo menutup telponnya setelah puas bicara dengan Zara. Niken melihat Zara yang baru ditelpon Leo, langsung menggodanya.


"Ada yang baru kangen-kangenan nih, padahal baru berapa jam kayanya udah kangen berat ya"ucap Niken.


"Aku memang kangen sama Leo, mungkin karena selama hampir dua tahun ini kami selalu bersama terus, rasanya Leo lebih dari suamiku, dia seperti teman hidupku, kami selalu bersama melewati semuanya"ucap Zara.


"Benar juga, kau dan Leo selalu bersama bahkan disaat kalian kesusahan, aku ingat betul masa-masa sulit yang harus kalian lewati bersama. Semua itu pasti membuat kalian saling memiliki, mungkin kalau aku diposisimu pasti juga merasakan hal yang sama Zara"ucap Niken.


"Leo itu penyayang dan hangat, itu yang membuatku selalu nyaman disisinya. Meski diawal pernikahan kami tidak saling mengenal tapi Leo tak pernah sekalipun kasar padaku, dia selalu perhatian dan memperlakukanku dengan baik. Itu yang membuatku jatuh cinta padanya"ucap Zara.


"Sahabatku ini sudah bertemu cinta sejatinya ya, jadi pengen bisa ketemu dengan cinta sejatiku juga"ucap Niken.


"Bukannya kau dekat dengan King?"tanya Zara.

__ADS_1


"Entahlah Zara, anak mami itu tak pernah romantis sedikitpun tiap kita bersama malah berdebat terus, ya walaupun kadang aneh kalau kita gak berdebat sehari aja"ucap Niken.


Zara melihat ekspresi Niken yang berubah saat membicarakan King. Dia tahu sahabatnya itu sedang jatuh cinta tapi tak tahu cara memulainya.


"Niken, King mau kuliah keluar negeri, kau sudah tahu?"tanya Zara.


"Sudah, anak mami itukan selalu menyombongkan diri kalau dia mau kuliah keluar negeri"jawab Niken.


"Apa kau tak mau tahu perasaan King yang sebenarnya padamu, Niken?"tanya Zara.


"Paling dia udah punya seseorang yang spesial, aku gak mau berharap Zara. Lagi pula dia orang kaya, gak selevel denganku"ucap Niken.


"Cinta gak memandang status Niken, lagi pula orangtua King baik, mereka juga tak pernah membedakan siapapun. King itu masih polos, dia belum pernah memiliki hubungan dengan perempuan sebelumnya. Aku rasa jika dia menyadari perasaannya pasti dia akan menyatakannya padamu Niken"ucap Zara.


"Apa mungkin dia suka padaku, rasanya seperti mustahil, kita seperti air dan minyak tak pernah bisa satu pemikiran, kalau bersama aja cek cok terus"ucap Niken.


Zara hanya tersenyum, dia tahu Niken memendam perasaannya pada King. Begitupun King yang gengsi mengakui perasaannya.


"Oya Niken, Leo bilang Papanya akan membantu menyelesaikan masalah kami"ucap Zara.


"Syukurlah kalau begitu, semoga masalah ini cepat selesai, jangan sampai deh kamu dan Leo dipanggil pihak sekolah, bentar lagi UAN. Masa cuma karena masalah ini, sekolah kalian selama tiga tahun ini dipertaruhkan cuma karena masalah ini"ucap Niken.


"Aku juga ingin masalah ini segera selesai, biar tenang menghadapi UAN"ucap Zara.


Setelah mengobrol beberapa saat, Niken dan Zara akhirnya tertidur. Mereka tidur bersama dikamar Niken. Sejak kecil Niken adalah sahabat Zara, dia tahu banyak hal tentang Zara termasuk hubungannya dengan Leo. Niken sangat menyayangi sahabat kecilnya Zara. Mereka begitu dekat bahkan seperti saudara.


*********


Leo dan Zara terpaksa berjauhan selama disekolah. Mereka tak bisa bersama seperti sebelumnya. Leo hanya bisa melihat Zara dari kejauhan. Begitupun Zara pada Leo, dia hanya bisa berharap masalah ini cepat selesai.


"Leo, Lo kangen nyamperin Zara ke kelasnya kaya sebelumnya ya"ucap Harun menghampiri Leo yang sedang duduk dikelas.


"Iyalah, kaliankan udah suami istri, hati kalian itu ibaratnya udah jadi satu. Kalau jauh pasti rindu berat. Sabar ya Leo, nanti bisa nyium Zara lagi"ucap Harun menggoda.


"Apaan sih Lo Harun kenapa jadi ngomongin itu segala"ucap Leo.


"Habis Lo keliatan kurang belaian gitu, lemes banget dari pagi, gue paham Lo biasa belai Zara tiap malam, eh tadi malam belai guling"ucap Harun.


"Lo bisa aja Harun"ucap Leo sambil tersenyum.


"Nah gitu jangan bengong bae, tenang besok Lo bisa belai Zara sepuasnya lagi. Masalah ini pasti cepet selesai. Gue, Beni dan Kemal juga lagi naikkin nama baik Lo sama Zara dimedsos nih. Siapa tahu bisa ngurangin anggapan miring terhadap Lo sama Zara"ucap Harun.


"Makasih ya Harun, kalian memang sahabat terbaik"ucap Leo.


"Kitakan udah lama sama-sama Leo, Lo udah kita anggap kaya saudara. Kalau Lo susah kita semua juga susah. Andi juga disana pasti lagi mikirin Lo juga Leo"ucap Harun.


"Gue kangen Andi, Harun. Bentar lagi kita lulus, tapi Andi gak ikut kita wisuda bareng"ucap Leo.


"Takdir sudah menentukan Leo, dulu kita sama-sama dari SMP sekarang Andi udah gak ada diantara kita Leo. Hanya impiannya jadi Sarjana yang masih kita harus wujudkan"ucap Harun.


"Kita memang harus mewujudkan mimpi Andi jadi Sarjana, Harun"ucap Leo.


"Gue bakal tunjukkin ke Andi kalau gue udah jadi Sarjana nanti"ucap Harun.


Leo tersenyum mendengar ucapan Harun. Dia juga memiliki mimpi yang sama dengan Harun. Dia janji jadi Sarjana dan akan menunjukkan pada Andi nantinya.


*******

__ADS_1


Leo dan Zara dipanggil ke ruangan BK. Mimi sengaja melaporkan mereka sampai ke guru BK.


Leo dan Zara masuk ke ruangan BK, mereka duduk dan menghadapi guru BK.


"Leo, Zara apa benar kalian tinggal bersama?" tanya Pak Dadang.


Leo dan Zara bingung mau menjawab apa. Mereka diam sesaat, Leo mencoba menjawab pertanyaan Pak Dadang.


"Iya Pak"ucap Leo jujur.


"Apa kalian punya hubungan saudara atau kekerabatan?"tanya Pak Dadang.


"Tidak Pak"ucap Leo.


"Kalian tahu, tinggal bersama tanpa memiliki hubungan saudara atau kekerabatan berarti kalian melanggar aturan. Apa orangtua kalian tahu hal ini?"tanya Pak Dadang.


"Maafkan kami Pak"ucap Leo.


"Kabar ini sudah menyebar disekolah kita, walaupun sudah dihapus. Tapi ada siswa yang melaporkan kalian. Bapak coba memanggil kalian untuk tahu kebenarannya, sebenarnya beberapa guru juga sudah mendengar kabar ini. Bahkan Kepala Sekolah juga sudah tahu"ucap Pak Dadang.


Leo dan Zara menundukkan kepala mereka. Tak tahu harus berkata apa, mereka bingung harus jujur tentang pernikahan mereka atau tetap menyembunyikannya.


"Kaliankan didik disekolah ini selama tiga tahun, pasti tahu yang mana yang benar dan tidak. Apa pantas kalian tinggal bersama satu atap sementara kalian masih berstatus siswa. Kalian inikan belum halal mana boleh tinggal bersama. Apa orangtua kalian membiarkan kalian seperti ini"ucap Pak Dadang.


"Orangtua kami tidak bersalah Pak, kamilah yang bersalah"ucap Leo.


"Kalian bisa terancam dikeluarkan dari sekolah padahal kalian inikan bentar lagi lulus, kenapa harus nyari masalah seperti ini. Apa gak sayang sekolah kalian selama tiga tahun ini jadi sia-sia dengan ulah kalian"ucap Pak Dadang.


"Haruskah aku jujur, kalau aku dan Zara sudah menikah?tapi apa dengan kejujuran ini akan berdampak baik, gimana kalau sebaliknya"ucap Leo dalam hatinya.


"Untuk sementara kalian diskors selama satu minggu sampai ada keputusan dari sekolah nantinya"ucap Pak Dadang.


"Tapi Pak"ucap Leo dan Zara bersamaan.


"Nanti pihak sekolah akan menghubungi orangtua kalian untuk membicarakan hal ini"ucap Pak Dadang.


Leo dan Zara keluar ruangan BK, mereka terlihat lemas dengan hukuman yang diterima mereka.


"Leo, apa kita akan dikeluarkan dari sekolah?"tanya Zara.


"Zara sayang, Leo akan berusaha agar kita tetap bisa sekolah sampai lulus nanti"ucap Leo.


"Tapi gimana?apa harus kita jujur kalau kita sudah menikah Leo?"tanya Zara.


"Aku juga bingung disitu Zara. Kalau kita bilang sudah menikah, apa akan berdampak baik, gimana kalau justru berdampak buruk"ucap Leo.


"Leo padahal bentar lagi UAN, apa kita bisa ikut UAN nantinya"ucap Zara sambil meneteskan air matanya.


Leo langsung mengusap air mata dipipi Zara.


"Zara sayang, setiap ujian yang Allah berikan pasti ada hikmahnya, Allah sedang menguji kita karena kita mampu melewatinya. Leo yakin pasti Allah juga akan memberikan jalan keluarnya, yang penting kita tetap sabar, tawakal dan berusaha memecahkan masalah ini. Kita harus semangat, kita akan melewati semuanya seperti sebelumnya"ucap Leo.


"Benar, kita akan selalu bersama melewatinya seperti sebelumnya. Semoga Allah memudahkan semuanya ya Leo"ucap Zara.


"Iya Zara sayang, ayo kita pulang. Kita tak perlu berpisah lagi. Kita lalui semuanya bersama-sama"


ucap Leo.

__ADS_1


Zara mengangguk dengan ucapan Leo. Mereka tersenyum dan berjalan bersama. Semua masalah akan terasa ringan jika dilalui bersama. Leo dan Zara percaya pasti akan ada jalan keluarnya. Allah tak mungkin menguji hambanya diluar batas kemampuannya. Itulah yang mereka yakini.


__ADS_2