
Tiga hari sudah Cinta dan Aksa belum ditemukan.
Semenjak pergi ke pemakaman mereka tak ada kabar bahkan tak ada jejaknya. Leo, Zara, dan anggota keluarga lainnya sudah berusaha menghubungi nomor telpon cinta tapi tidak aktif.
Leo bahkan sudah melaporkan hilangnya cinta dan Aksa ke polisi. Tapi belum ada kabar dari pihak kepolisian. Mereka semua mencemaskan Cinta dan Aksa.
"Pa gimana ini? sampai sekarang Cinta dan Aksa belum ketemu juga"ucap Zara.
"Sabar Ma, kita semua sudah berusaha mencari Cinta bahkan Papa sudah membayar orang untuk mencarinya. Kita juga sudah melapor ke polisi. Selain itu kita berdoa semoga Cinta dapat ditemukan, amin"ucap Leo.
"Amin"ucap Semua orang diruangan itu.
"Pa, apa Raka pergi mencari Cinta dan Aksa ya Pa?"tanya Raka.
"Jangan gegabah Raka, kita tidak tahu siapa yang kita hadapi, apa Cinta dan Aksa murni hilang karena penculikan atau ini perbuatan seseorang"ucap Leo.
"Aku sudah menyebar semua anak buahku untuk mencari Cinta dan Aksa"ucap Pak Theo.
"Kirana juga sudah menanyakan ke semua teman SMP, SMA dan teman kuliah Cinta"ucap Kirana.
"Kemarin aku sudah menanyakan ke petugas pemakaman, tapi tidak ada yang tahu kemana Cinta dan Aksa pergi"ucap Marwa.
"Mama juga sudah menanyakan keberadaan Cinta dan Aksa pada kerabat, tapi masih nihil hasilnya"ucap Zara.
"Kita tidak punya petunjuk apapun untuk menemukan Cinta dan Aksa"ucap Leo.
"Papa benar, bahkan tidak punya petunjuk apapun"ucap Raka.
"Kita tunggu hasil pencarian orang-orang bayaran kita dan polisi. Semoga Cinta dan Aksa segera ditemukan"ucap Leo.
"Iya"ucap Semua orang yang berada diruangan itu.
************
Cinta bangun dari tidurnya. Dia melihat ke sekeliling kamar itu. Dikamar itu Cinta hanya sendirian. Dia baru ingat siang tadi Black Hunter telah memperkosanya. Cinta langsung menangis.
"Hik....hik.....hik....."Cinta menangis.
"Ya Allah siapa lelaki itu, kenapa dia melecehkan kehormatankku hik...hik..."ucap Cinta.
"Tidak, aku tidak boleh bersedih, aku kesini untuk mencari Aksa"ucap Cinta menyemangati dirinya sendiri.
Cinta melihat ada telpon rumah dikamar itu. Dia bergegas menghampiri telpon rumah diatas meja.
Cinta hendak mengabari keluarganya. Baru mau bicara keluar Black Hunter dari toilet.
"Berani memberitahu keadaanmu yang sebenarnya, kau tidak akan bertemu anakmu" ucap Black Hunter.
"Hah....."ucap Cinta kaget mendengar suara Black Hunter.
Black Hunter menghampiri Cinta lalu memeluknya dengan menekan sampai tubuhnya Cinta merasa kesakitan karena semakin tertekan.
"Manis sekarang kau milikku jadi menurutlah" ucap Black Hunter.
Cinta hanya terdiam mendengar ucapan Black Hunter.
"Kau akan tahu akibatnya jika melawanku"ucap Black Hunter.
Black Hunter melepas pelukannya itu.
__ADS_1
"Huh....huh....huh...."Nafas Cinta tersengal.
"Telpon keluargamu dan bilang kau sedang berlibur dengan anakmu, cepat!"ucap Black Hunter.
Cinta kaget Black Hunter ternyata begitu keras dan kasar. Dia tak punya pilihan, Aksa belum ada ditangannya. Menuruti Black Hunter adalah jalan untuknya bertemu anaknya. Cinta menelpon nomor telpon Leo disaksikan Black Hunter didepannya.
"Hallo Pa"ucap Cinta.
"Hallo nak, ini kau Cinta? Papa dan semua orang mencemaskanmu nak"ucap Leo.
"Pa, aku.....aku......"ucap Cinta ragu mau bicara apa.
Tiba-tiba Black Hunter mendekatinya dan mencengkram tangannya dengan kencang.
"Aw............"ucap Cinta.
"Kamu kenapa nak?"tanya Leo.
"Aku baik-baik saja Pa"ucap Cinta.
"Lalu kenapa kau tidak ada kabar selama tiga hari ini?"tanya Leo.
"Itu karena handphoneku hilang Pa"ucap Cinta.
"Sekarang kau dimana biar Papa dan Raka menjemputmu"ucap Leo.
"Aku ada diluar kota Pa liburan dengan Aksa, Papa jangan khawatir ya, aku baik-baik saja"ucap Cinta.
"Oh gitu, terus kapan kau akan pulang nak?"tanya Leo.
Black Hunter kembali mencengkram tangan Cinta dengan kencang.
"Aku akan liburan selama satu bulan, Papa dan keluarga tidak perlu khawatir"ucap Cinta.
"Oke, jangan lupa telpon kami kalau ada apa-apa nak"ucap Leo.
"Iya Pa"ucap Cinta.
Tiba-tiba telpon itu dimatikan oleh Black Hunter.
Cinta melihat Black Hunter didepannya dengan jelas. Black Hunter meraih tubuh Cinta masuk dalam pelukannya lagi.
"Manis jangan harap bebas dariku"ucap Black Hunter.
"Dimana anakku"?"tanya Cinta.
"Nanti kita akan mencarinya bersama, sekarang aku lapar, masaklah untukku"ucap Black Hunter.
Black Hunter melepas pelukannya itu. Cinta hanya terdiam saat Black Hunter mengancamnya. Dia tak punya pilihan selain menurutinya sampai Aksa ditemukan.
"Pistol milikmu ku sita dulu, manis"ucap Black Hunter.
Black Hunter keluar dari kamar itu.
"Aku tak punya pilihan lain, aku harus menemukan Aksa. Tapi aku justru terjebak dalam cengkraman Black Hunter"ucap Cinta.
Cinta segera mandi membasuh tubuhnya yang kotor. Dia menangis karena tubuhnya telah dijamah lelaki bertopeng itu.
"Kak Rehan maafkan aku hik....hik...."ucap Cinta menangis saat membasuh tubuhnya yang penuh tanda cinta dari Black Hunter itu.
__ADS_1
Cinta duduk dilantai toilet sambil menangis.
"Hik....hik....hik......hik....."Cinta menangis, dia merasa kotor dan jijik pada tubuhnya sendiri.
Setelah menangis hampir satu jam penuh ditoilet akhirnya Cinta keluar dari toilet. Dia mengenakan handuk dari dalam toilet itu. Black Hunter ada dikamar itu duduk disofa melihat Cinta yang berjalan dari pintu toilet itu.
"Manis kemarilah"ucap Black Hunter.
Cinta menghampiri Black Hunter. Tangannya ditarik Black Hunter hingga dia duduk dipangkuannya.
"Manis pakailah pakaian yang kusediakan dilemari itu, berdandanlah yang cantik"ucap Black Hunter.
"..........."Cinta hanya diam.
Black Hunter memegang kedua pipi Cinta dengan satu tangannya.
"Jawablah ucapanku tadi"ucap Black Hunter.
"Iya"ucap Cinta.
"Nah ini baru manisku"ucap Black Hunter melepas tangannya dari pipi Cinta.
"Cepat pakai bajumu"ucap Black Hunter.
"Keluarlah dulu, aku mau memakai baju dulu"ucap Cinta.
"Untuk apa? aku ingin melihatmu memakai baju" ucap Black Hunter.
"............."Cinta hanya terdiam.
"Aku sudah melihat semuanya, jadi jangan jual mahal padaku"ucap Black Hunter.
"Baik"ucap Cinta.
Cinta berdiri lalu melepas handuknya dan memakai dress seksi yang disediakan untuknya.
"Dress ini seksi sekali, aku bahkan tak nyaman memakainya, terlalu terbuka"batin Cinta.
Cinta hendak melepas dress itu tapi Black Hunter tiba-tiba ada dibelakangnya dan menghentikannya.
"Tubuhmu akan indah ku lihat saat kau mengenakan dress ini"ucap Black Hunter.
"Tapi aku tidak suka, diluar pasti ada lelaki lain yang akan melihatnya"ucap Cinta.
"Tenang, semua orang yang ada didalam rumah ini perempuan. Jadi hanya aku yang akan menikmati keindahan tubuhmu"ucap Black Hunter.
Cinta kembali mengenakan dress itu.
"Ini baru manisku"ucap Black Hunter.
Cup
Black Hunter mencium pipi Cinta.
"Aku lapar masaklah untukku"ucap Black Hunter.
"Iya"ucap Cinta.
Menurut tanpa bantahan itu yang dimau Black Hunter dari Cinta. Bagaikan burung dalam sangkar emas. Cinta sebuah boneka cantik yang terpajang. Lelaki bertopeng itu takkan melepasnya dan akan terus menjeratnya.
__ADS_1