Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Ujian Untuk Leo dan Zara


__ADS_3

Bel istirahat berbunyi, Harun, Beni dan Kemal langsung menghampiri Leo yang sedang membereskan semua bukunya ke dalam ransel. Leo belum tahu kabar yang menyebar dimedia sosial tentangnya dan Zara. Mereka berusaha memberitahu Leo tentang kabar itu.


"Leo, Lo lihat ini deh"ucap Harun memperlihatkan kabar dimedia sosial dihandphonenya pada Leo.


Leo langsung melihat handphone milik Harun. Seketika Leo langsung marah melihat kabar itu.


"Siapa yang bikin berita beginian?"tanya Leo dengan nada marah.


"Sabar Leo, kita kesini justru mau memberitahumu, kabar ini belum sepenuhnya menyebar, baru anak kelas tiga yang mengetahuinya itupun baru beberapa. Kita harus segera menutup kabar ini sebelum menyebar ke pihak sekolah bisa repot urusannya"ucap Harun.


"Kalau kabar ini meluas bisa sampai juga kepihak sekolah"ucap Beni.


"Entah siapa yang sengaja menyebar kabar seperti ini, apa tujuannya?"ucap Kemal.


"Zara"ucap Leo langsung teringat Zara istrinya.


Tanpa basa basi, Leo langsung berlari keluar kelas meninggalkan Harun, Beni dan Kemal, dia menuju ke kelas Zara. Dipikiran Leo hanya mencemaskan Zara, kabar ini pasti akan membuat Zara sedih. Sepanjang jalan menuju ke kelas Zara beberapa siswa kelas tiga melihat Leo dengan sinis. Leo tahu apa yang ada dipikiran mereka. Dia tidak peduli, yang terpenting baginya segera menghampiri Zara ke kelasnya. Didepan kelas Zara, teman-teman sekelas Zara menatap Leo, beberapa membicarakan Leo yang mendatangi kelas Zara. Leo langsung masuk kelas Zara begitu saja tanpa memperdulikan mereka.


"Itu Leo kan?"tanya Acong.


"Iya itu Leo"ucap Nadief.


"Berarti kabar ini benar, lihat aja tuh Leo nyamperin Zara"ucap Aca.


"Mereka kan sering bersama, aku sering lihat Leo nyamperin Zara beberapa kali, aku rasa kabar itu memang benar"ucap Ratih.


"Amit-amit deh kalau benar, tinggal serumah kaya suami istri, udah bebas banget pergaulannya" ucap Santi.


"Udah jangan berburuk sangka dulu, mana tahu ini cuma gosip murahan"ucap Acong.


"Udah banyak kali yang tinggal satu rumah, satu kosan atau satu kontrakkan. Anak muda sekarangkan begitu udah bebas banget pergaulannya, belum apa-apa dah manggil papa mama, suami istri, sayang-sayangan padahal halal aja belum. Eneg aku ngelihatnya, belum lagi yang masih SD aja udah ayah bunda manggilnya padahal masih bau kencur, masih minta jajan sama orangtua, baju aja masih dicuciin sama orangtua.Masih diempanin sama diurusin sama orangtua tapi lagunya kaya yang udah dewasa"ucap Maria.


"Gak tahu aja jadi orang dewasa itu rumit banget. Apalagi kalau udah ngerasain berumah tangga. Emangnya cuma cinta-cintaan doang, kebutuhan harus dicukupi kalau cuma ngandelin cinta emangnya bisa dimakan tuh cinta, kalau belum siap berumah tangga jangan keganjenan deh, jangan mau kemakan rayuan manis cowok yang masih ingusan"ucap Siti.


"Iya, kelakuan anak muda sekarang udah biasa kali tinggal bersama, udah bosen langsung putus dan ditinggal gitu aja. Rugi banget jadi ceweknya udah gak punya harga diri lagi, bekasan, siapa coba nanti yang mau tanggungjawab"ucap Riri.


"Apa-apa tuh yang rugi cewek, cowok mah mana kelihatan udah bekasan atau gak juga"ucap May.


"Makanya jadi cewek dijaga tuh kehormatan. Apalagi sih yang lebih berharga dari perempuan selain kehormatannya"ucap Acong.


Teman-teman sekelas Zara terus mengobrol diluar kelas, sementara Leo menghampiri Zara yang sedang duduk bersama King, Niken dan Nafiza membahas kabar yang menyebar itu.


"Zara"ucap Leo sambil menghampiri Zara.


"Leo"ucap Zara.


"Aku mengkhawartirkanmu jadi langsung kesini"ucap Leo sambil hendak mendekati Zara.


"Stop! sorry Leo bukan menghentikan Lo mau deketin Zara, tapi sekarang keadaan sedang tidak terkendali"ucap King.


"Iya gue paham"ucap Leo.


"Leo, Lo udah tahukan kabar yang menyebar?" tanya Niken.


"Ya, tadi Harun, Beni dan Kemal memberitahu gue"ucap Leo.


"Syukurlah kalau udah tahu, kita juga lagi membicarakan kabar itu"ucap Nafiza.


"Zara sayang, kamu gak apa-apakan?"tanya Leo.

__ADS_1


"Gak papa Leo"ucap Zara.


"Leo dikelas Lo gimana?"tanya King.


"Dikelas gue belum banyak yang tahu, bahkan gue aja gak tahu kalau gak dikasih tahu sama Harun, Beni dan Kemal"ucap Leo.


"Berarti kabar ini belum menyebar luas sepenuhnya"ucap King.


"Iya, tadi aku tanya Cici, Rara dan Ambar, mereka juga baru tahu"ucap Nafiza.


"Berarti kabar ini baru disebar, pelakunya pasti yang kenal Leo dan Zara"ucap Niken.


"Aku berpikir pelaku baru saja menyebar kabar ini, kemungkinan belum banyak yang tahu tapi kalau dibiarkan pasti akan menyebar juga"ucap Leo.


"Leo apa perlu lapor polisi, ini masuk dalam pencemaran nama baik"ucap King.


"Lapor polisi biar semua orang tahu gitu anak mami? otakmu itu dipakai, kalau lapor polisi otomatis pihak sekolah tahu, mau tak mau pernikahan Leo dan Zara akan terungkap terus gimana dengan sekolah mereka?"tanya Niken.


"Benar kata Niken, kalau lapor polisi terlalu ekstrim untuk saat ini, disini tidak menyebutkan pernikahan Leo dan Zara. Hanya kabar Leo dan Zara yang tinggal dirumah yang sama dan hubungan terlarang mereka itu yang digambarkan disini. Gimana kita merubah cara pandang orang terhadap kabar itulah yang harus kita pikirkan"ucap Nafiza.


"Ku rasa benar kata Nafiza untuk saat ini, kalau lapor polisi terlalu banyak yang akan terlibat. Lalu jika pihak sekolah tahu pernikahanku dengan Leo apakah ini aman untuk sekolah kami?"ucap Zara.


"Iya ya aku tak terpikir sejauh itu"ucap King.


Bel berbunyi tanda jam istirahat telah usai, semua siswa mulai kembali ke kelas mereka.


"Gue balik dulu ke kelas, terimakasih udah bantu masalah gue sama Zara"ucap Leo.


"Santai bro, kitakan teman kalian jadi ini udah jadi bagian dari urusan kita juga"ucap King.


"Iya"ucap Niken dan Nafiza.


"Zara sayang, aku balik dulu ke kelas nanti pulang sekolah kita ketemu lagi ya"ucap Leo.


Leo akhirnya kembali ke kelasnya. Saat Leo sedang berjalan menuju kelasnya, dia bertemu Gerald.


"Leo, gue nyari Lo dari tadi, ini tentang kabar yang menyebar"ucap Gerald.


"Gue dah tahu itu Gerald"ucap Leo.


"Sabar ya bro, gue pasti bantu nyari solusinya" ucap Gerald.


"Terimakasih bro, gue balik ke kelas dulu"ucap Leo.


"Ya, gue juga mau balik ke kelas, semangat ya bro"ucap Gerald.


"Oke"ucap Leo.


Mereka akhirnya kembali ke kelas masing-masing. Baru masuk ke kelas Leo sudah disambut hinaan teman sekelasnya.


"Wah juara kelas kita terkenal juga sampai tinggal satu atap sama cewek kelas IPA 1"ucap Roy.


"Roy jaga ya mulut Lo"ucap Harun langsung menghampiri Roy dan menarik kerah bajunya.


"Lo kenapa yang kebakaran jenggot Harun"ucap Roy.


Leo langsung menghampiri Harun dan Roy.


"Harun udah, lepas tangan Lo dari baju Roy"ucap Leo.

__ADS_1


"Roy, sekali lagi mulut Lo gak bisa dijaga, gue pastiin itu mulut diam selamanya, Lo ngertikan"ucap Harun sambil melepas tangannya dari kerah baju Roy.


Leo langsung merangkul Harun kembali ke mejanya.


"Karena temennya aja jadi belain"ucap Roy.


"Udah Roy jangan diperpanjang, bentar lagi jam pelajaran dimulai"ucap Toni teman satu meja dengan Roy.


Leo tidak peduli dengan hinaan itu tapi yang dia pikirkan saat ini gimana supaya kabar ini tidak semakin meluas dan menjadi masalah besar nantinya. Dia tidak ingin nantinya akan mempengaruhi sekolahnya dan Zara, apalagi sebentar lagi UAN.


********


Pulang sekolah Leo langsung menghampiri Zara ke kelasnya. Dikelas itu sudah ada Zara, Niken, Nafiza, King dan Gerald. Leo menghampiri mereka dan duduk disamping King.


"Leo dikelas gue kabar itu sudah menyebar, semua temen sekelas gue ngomongin Lo sama Zara"ucap Gerald.


"Gue dah tahu, bukan dikelas Lo doang, hampir semua kelas tiga tahu kabar ini"ucap Leo.


"Gimana kalau kita upload sesuatu yang memperbaiki nama baik Lo sama Zara"ucap King.


"Iya, kita balas dengan kabar yang mencerminkan prestasi dan kebaikan kalian berdua supaya kabar itu tertutupi"ucap Niken.


"Biasanya kabar akan terlupakan jika ada kabar baru yang jauh lebih booming"ucap Nafiza.


"Aku gimana Zara"ucap Leo sambil melihat ke arah Zara.


"Aku ikhlas Leo, mungkin ini ujian untuk kita. Apapun itu yang terpenting ada kalian semua, Zara yakin bisa melewati semuanya"ucap Zara.


"Oke, pertama-tama untuk sementara waktu, Zara tinggal dirumah gue dulu sampai kondisi membaik gimana?"tanya Niken.


"Iya, kalau kalian masih terlihat tinggal bersama itu akan membenarkan kabar itu"ucap Nafiza.


"Tapi kita juga harus mikirin Leo, apa kamu setuju Leo?"tanya Gerald.


"Sementara waktu gue juga pulang ke rumah ortu dulu mungkin, gue mau ngajak Zara sementara waktu tinggal disana"ucap Leo.


"Kalau menurut gue akan berisiko jika kalian terlihat bersama untuk saat ini, kabar ini akan semakin panas dan liar"ucap Niken.


"Iya, menurut gue Niken bener, Zara mungkin tinggal dirumah Niken dulu sampai kabar ini mereda dan dilupakan. Atau sampai kita cari jalan keluarnya"ucap Gerald.


"Iya Leo, Zara. Kalau kalian terlihat bersama ini akan membenarkan kabar itu, aku yakin teman-teman sesekolah pasti berusaha mencari tahu kebenaran kabar itu. Kalau kalian pulang dan berangkat bersama apalagi terlihat tinggal bersama pasti kabar ini semakin panas dan liar. Kita gak tahu yang dipikirkan oranglainkan"ucap King.


"Zara sayang gimana?apa kamu setuju dengan usulan itu?"tanya Leo.


"Baiklah, aku setuju"ucap Zara berat hati harus berpisah dengan Leo sementara waktu.


Akhirnya Zara ikut Niken pulang ke rumahnya. Sementara Leo pulang ke rumah orangtuanya.


Leo masuk ke rumah orangtuanya, kebetulan ayah dan ibunya sedang makan siang diruang makan. Leo masuk ke ruang makan dan menyalami ayah dan ibunya kemudian duduk dikursi bersama mereka.


"Leo, Zara mana? kamu kok datang sendiri?"tanya


Ibu Vivi.


"Iya Zara mana Leo?"tanya Pak Anton.


"Pa, Ma sebenarnya Leo dan Zara sedang ada masalah disekolah jadi kami memutuskan tinggal ditempat yang berbeda dulu"ucap Leo.


"Masalah? masalah apa Leo? kok kalian sampai harus berpisah gini"ucap Ibu Vivi.

__ADS_1


"Kalian gak sedang marahankan?"tanya Pak Anton.


"Begini Pa, Ma.......bla....bla......"ucap Leo menceritakan semuanya pada orangtuanya.


__ADS_2