Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Zara Sakit


__ADS_3

Zara menuju rumah Ibu Siti, tempat dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sudah satu minggu Zara bekerja dirumah itu. Sampai dirumah itu, sangat ramai. Sepertinya si empunya rumah memiliki tamu. Ternyata keluarganya dari kampung datang berkunjung. Zara langsung ke dapur untuk masak. Hari ini Zara harus masak banyak.


"Ini banyak sekali yang harus aku masak"ucap Zara.


Selesai masak Zara mencuci dan menggosok baju. Ternyata cucian dan gosokan bajunya 3x lipat lebih banyak dari sebelumnya, padahal sebelumnya juga sudah banyak. Sudah pukul 8 malam tapi pekerjaan Zara belum juga selesai. Zara masih harus cuci piring, menyapu, dan mengepel lantai.


Leo sudah pulang ke kosan setelah bekerja. Tapi Leo tak menemukan Zara dikosan. Leo bingung kenapa Zara belum pulang padahal sudah pukul 9 malam. Leo yang membawa nasi bungkus tidak mau memakannya tanpa Zara walaupun perutnya sudah sangat lapar. Leo berpikir ingin menjemput Zara ketempat dia bekerja karena sudah malam.


"Akhirnya pekerjaanku selesai, sudah pukul 10 malam Leo pasti menungguku pulang"ucap Zara.


"Zara ini upahmu hari ini"ucap Ibu Siti.


Ibu Siti memberikan uang 30 ribu pada Zara. Hanya beda 5 ribu dari bayaran hari biasanya padahal pekerjaannya jauh lebih banyak dari sebelumnya. Saat Zara keluar dari rumah Ibu Siti, Leo sudah ada didepan Rumah Ibu Siti untuk menjemput Zara.


"Leo, kau menjemputmu?"tanya Zara.


"Ya, ini sudah malam jadi aku berpikir untuk menjemputmu"ucap Leo.


Mereka berjalan bersama menuju kosannya. Sampai dikosan Zara langsung mandi dan berganti pakaian. Leo mengajak Zara untuk makan.


"Zara ayo makan"ucap Leo.


"Oya..., Jangan-jangan kamu menungguku makan ya dari tadi"ucap Zara.


"Ya, aku ingin makan bersamamu"ucap Leo.


Mereka akhirnya makan nasi bungkus yang dibeli Leo. Memang sudah dingin dan tidak fresh lagi tapi mereka tetap memakannya karena lapar. Untung Leo dan Zara tidak harus belajar malam itu karena besok hari libur.


Zara tidak bisa tidur, badannya tidak enak dan rasanya panas sekujur tubuhnya. Zara hanya berbalik kekanan dan kiri tanpa bisa memejamkan matanya. Tak lama Zara tertidur tapi dia mengigau terus.


"Ibu badanku sakit...Ibu badanku sakit...."ucap Zara yang sedang tidur mengigau.


Mendengar Zara mengigau Leo langsung bangun. Leo melihat Zara mengigau terus. Leo coba mengecek keadaan Zara.


"Panas sekali tangannya,dahinya juga"ucap Leo memegang tangan lalu dahi Zara.


Leo bingung harus melakukan apa.Leo tidak pernah merawat orang sakit.Leo mencari-cari obat untuk demam tapi dia tidak punya.


"Aduh gak ada obat lagi,mana sudah sangat malam,gimana ini"ucap Leo.


Leo terus berpikir,dia harus segera mencari cara agar Zara cepat diobati dan cepat sembuh.Leo bolak balik berjalan kebingungan.


"Pakai apa ya......(berpikir),dikompres pakai air aja kali ya,betul...betul..."ucap Leo bicara sendiri.


Leo menggambil kain lalu dibasahi air dan diletakkan di dahi Zara.Zara masih tidur tapi terus mengigau dan kesakitan.


"Badannya masih panas,kasihan sekali Zara dia pasti tersiksa"ucap Leo.

__ADS_1


Leo tidak bisa hanya mengompres Zara.Badan Zara semakin panas dan menggigil.Zara juga terus merengek kesakitan dan mengigau.


Leo berpikir harus membawa Zara kerumah sakit.Leo menggendong Zara dipunggungnya.Leo terus berjalan sambil menggendong Zara.Leo mencoba mencari angkot tapi belum kunjung dapat.Leo terus berjalan sampai kerumah sakit.


"Suster tolong istri saya,badannya sangat  panas"ucap Leo.


"Mas harus registrasi dulu dibagian administrasi"ucap perawat itu.


Leo langsung menuju konter administrasi untuk registrasi sambil masih menggendong Zara.


"Mas dokter spesialis sudah tutup,adanya dokter UGD gimana"ucap Admin itu.


"Ya,tidak apa-apa"ucap Leo.


Setelah registrasi,Zara dibawa ke ruang Dokter UGD untuk diperiksa.Setelah diperiksa oleh Dokter UGD,Dokter menyarankan untuk pemeriksaan darah di laboratorium.Leo pergi ke laboratorium untuk registrasi.


"300ribu....,pak maaf ini 300ribu untuk pemeriksaan darahnya"ucap Leo.


"Ya,memang kenapa dek"ucap admin itu.


"Apa harus dibayar dimuka?"ucap Leo.


"Iya"ucap Admin.


Leo bingung harus membayar dengan apa.Uangnya hanya 120ribu masih jauh dari 300ribu,itupun belum biaya Dokter UGDnya.


"Maaf dek,tidak bisa"ucap Admin.


"Aduh,gimana ya uang saya tidak cukup"ucap Leo.


"Maaf dek,saya hanya menjalankan aturan"ucap Admin.


Leo terdiam kebingungan harus berbuat


apa.Melihat Leo terdiam didepannya,admin merasa kasihan dan memberikan saran.


"Dek,ke Puskesmas aja disana gratis"ucap Admin.


"Benarkah pak?"tanya Leo.


"Ya"ucap Admin.


Leo langsung bergegas ke ruang Dokter UGD dan mengambil Zara untuk dibawa ke Puskesmas.Leo membayar registrasinya dirumah sakit untuk pemeriksaan Dokter UGD sebesar 100ribu.Leo menggendong Zara berjalan menuju Puskesmas.Leo tidak bisa naik transportasi umum karena uangnya tinggal 20ribu.Leo harus menyisihkan uangnya untuk uang makan mereka.Leo tidak mungkin menggunakan uang itu untuk naik angkot atau ojeg.Puskesmas sangat jauh,Leo sesekali beristirahat.Untung badan Zara langsing jadi tidak terlalu berat.Sesekali Leo memeriksa keadaan Zara.Zara sesekali terbangun tapi karena badannya sudah sangat lemah dan lemas dia hanya bisa diam.


"Leo..."ucap Zara


"Kamu tidur aja ya,kamu harus kuat dan bertahan,sebentar lagi kita sampai Puskesmas"ucap Leo.

__ADS_1


Air mata Leo tak terasa jatuh di pipinya saat dia bicara pada Zara.Ini pertama kalinya Leo menangis.Leo mengkhawatirkan keadaan Zara.Akhirnya setelah satu setengah jam berjalan sambil menggendong Zara mereka sampai di Puskesmas.Leo langsung secepatnya masuk kedalam Puskesmas itu.Untung mereka tinggal dikota besar jadi Puskesmas itu buka 24 jam dengan Dokter UGD berjaga saat sip malam.


"Suster tolong,istri saya sakit"ucap Leo.


"Baik,sekarang mas daftar disana,istri mas kami periksa dulu"ucap perawat itu.


Zara dibawa keruang UGD di Puskesmas itu.Sementara Leo daftar dikonter administrasi.Karena Puskesmas milik pemerintah biaya berobatnya gratis.Leo hanya menunjukkan Kartu Pelajarnya.Leo terpaksa berbohong pada admin kalau Zara adalah temannya.


    Setelah daftar dari konter administrasi,Leo menuju keruang UGD untuk melihat kondisi Zara.Dokter UGD itu juga menyarankan Zara melakukan pemeriksaan darah.Akhirnya Zara melakukan pemeriksaan darah.Setelah hasilnya diperiksa Dokter itu,ternyata Zara terkena tipes.Dokter menyarankan untuk dirawat beberapa hari.Leo menyetujui saran dokter itu.Zara akhirnya dirawat di Puskesmas.


"Leo...."ucap Zara.


"Sekarang kamu istirahat Zara,kita sudah di Puskesmas,kamu akan cepat sembuh"ucap Leo.


"Makasih untuk semuanya Leo"ucap Zara.


"Iya"ucap Leo.


Leo akhirnya lega Zara sudah mendapatkan penanganan yang tepat.Zara juga sudah diberikan obat oleh dokter.Leo tidur dikursi dekat tempat tidur pasien yang Zara tiduri.Hari ini hari yang sangat melelahkan untuk Leo.Tapi Leo senang Zara tidak apa-apa.


    Pagi harinya Leo menyuapi Zara makan bubur yang disediakan oleh pihak Puskesmas.Leo juga membantu Zara minum obat.Untung Zara tidak sulit untuk minum obat walaupun pahit.Leo menyuruh Zara istirahat setelah itu.


"Sekarang kamu istirahat Zara"


"Kamu belum sarapan Leo"


"Nanti aku sarapan"


"Pokoknya kamu harus sarapan,semalam kamu menggendongku terus"


"Ya"


Leo meninggalkan Zara sebentar untuk beli sarapan.Leo membeli makan diwarung makan depan Puskesmas.Sisa uang Leo tinggal 12ribu.Leo berpikir harus bekerja siang ini.Biarbagaimanapun Leo butuh uang, untuk makan dia dan Zara nanti.Leo kembali ke kamar pasien tempat Zara dirawat.


"Zara kamu sudah bangun"


"Iya Leo,kamu sudah sarapan?"


"Sudah...,Zara nanti siang aku akan bekerja,kamu gak papa ditinggal sebentar ya"


"Iya...,Oya hari ini aku juga harus bekerja"


"Sudah jangan pikirkan itu dulu"


"Tapi aku belum lama bekerja,nanti gimana kata Bu Siti kalau aku tidak kerja hari ini"


"Sekarang yang terpenting kamu sehat dulu"

__ADS_1


Zara akhirnya mendengarkan perkataan Leo untuk istirahat agar cepat sehat.Siangnya Leo pergi bekerja kembali ke agen sembako tempat dia bekerja.


__ADS_2