Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Bertemu Tuan Indrawan dan King Jadi Pengasuh


__ADS_3

Masih Flash Back


Pagi itu Leo dan Zara masih tidur setelah semalaman bergadang. Mereka benar-benar kelelahan. Untung hari ini Zara libur, sementara Leo ijin tidak kuliah dulu hari ini. Mereka berencana pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi ibu bayi yang sedang dirawat dirumah sakit. Saat Zara membuka mata, bayi itu sudah tak ada diranjang. Zara membangunkan Leo yang masih tidur pulas.


"Leo....Leo bangun....Leo"ucap Zara.


"Ehm......masih ngantuk sayang"ucap Leo.


Leo malah memeluk Zara mengajaknya tidur kembali.


"Bayinya gak ada diranjang Leo"ucap Zara.


"Bayi?"ucap Leo belum sadar sepenuhnya.


"Leo...ooo...."ucap Zara berbicara sambil menepuk paha Leo dengan tangannya.


Leo terbangun dan mulai sadar, dia tidak melihat bayi itu ada diranjang.


"Zara bayinya kemana?"tanya Leo.


"Saat aku bangun bayinya udah gak ada diranjang"ucap Zara.


"Jangan-jangan"ucap Leo dan Zara.


Mereka langsung lari ke dapur, benar saja bayinya sedang asyik memainkan stok sayuran yang dibeli Zara kemarin.


"Ca...ca...ca....."ucap Bayi itu mengoceh sambil mengunyah cabai dan memegang tomat.


"Leo.....o....o..."ucap Zara berteriak.


"Zara buruan ambil cabai dimulut bayinya"ucap Leo.


Zara mengambil cabai yang dikunyah bayi itu.


"Hampir saja, bayi kecil kalau kau makan cabai nanti lidahmu kepedesan"ucap Zara sambil menggendong bayi itu.


"Zara minyak gorengmu ditumpahin juga tuh" ucap Leo.


"Kau suka mainannya bayi kecil"ucap Zara.


"Bukan itu saja, bayi kecil mecahin telor ayamnya juga"ucap Leo.


"Oh, bayi kecil kau rusuh ya"ucap Zara gemas.


"Ca...ca....ca...ca...."ucap Bayi itu mengoceh.


"Lucunya, gimana mau marahin kamu, gemes" ucap Zara.


Leo pergi ke ruang tengah yang digunakan untuk kamar mereka.


"Zara sini deh"ucap Leo.


"Iya"ucap Zara.


Zara menggendong bayi itu pergi ke ruang tengah.


"Bedak dan lipstik mu berantakkan Zara"ucap Leo.


"Dia benar-benar penasaran dengan segala hal ya Leo"ucap Zara.


"Yah handphoneku berlendir gini, pasti habis dikunyah sama bayi ini juga"ucap Leo.


"Leo kita harus beli baju bayi dan bubur untuk bayi kecil, dia sudah bisa merangkak berarti usianya sekitar 6 bulan keatas"ucap Zara.


"Kalau begitu ayo kita ke pasar"ucap Leo.


Zara mengangguk, mereka mandi bersama dengan bayi kecil itu, berganti pakaian kemudian pergi ke pasar.


Sampai dipasar Leo dan Zara kebingungan memilih baju bayi, mereka mendatangi setiap kios baju anak.


"Zara baju anak kecil lumayan mahal juga ya"ucap Leo.


"Iya Leo, bahkan harga kaos Zara lebih murah dari harga baju untuk bayi ini"ucap Zara.


"Berarti kita harus bekerja keras lagi, biar nanti saat kita punya anak, keadaan ekonomi kita lebih baik dari sekarang"ucap Leo.


"Ya kau benar Leo"ucap Zara.


Leo dan Zara terus berkeliling dan memilih baju yang cocok untuk bayi itu.


"Zara baju itu lucu deh warnanya biru, modelnya kaya superhero"ucap Leo.


"Leo, bayi kecil ini perempuan masa pakai baju laki-laki"ucap Zara.


"Iya ya, kalau begitu baju yang itu saja, kaya princess pasti lucu, ada sayapnya lagi"ucap Leo.


"Leo itu baju untuk ke pesta atau baju saat ada acara penting"ucap Zara.


"Eh iya, terus baju yang seperti apa yang cocok untuk bayi kecil?"tanya Leo.


"Baju yang bisa dipakai untuk sehari-hari, bahannya nyaman dan tidak menghalanginya untuk bergerak lincah, soalnya bayi kecilkan lagi masanya merangkak"ucap Leo.


"Kau benar Zara, istri Leo memang pintar, Leo jadi makin sayang"ucap Leo.


Zara hanya tersenyum, kemudian memilih baju untuk bayi kecil itu. Setelah membeli baju untuk bayi kecil itu, Leo dan Zara pergi membeli bubur balita dan sarapan untuk mereka.


**********


Leo dan Zara pergi ke rumah sakit menjenguk ibu bayi itu. Mereka masuk ke ruang rawat inap. Didalam ruangan itu, Ibu bayi itu sudah terlihat sehat. Leo dan Zara berjalan menghampirinya.


"Mba sudah sehat?"tanya Leo.

__ADS_1


"Sudah, terimakasih ya. Mba jadi merepotkan kalian karena kebodohan mba"ucap Fira.


"Syukurlah kalau begitu, kami sebenarnya tidak merasa direpotkan, justru kami senang bisa membantu Mba"ucap Leo.


"Oya siapa nama kalian?"tanya Fira.


"Nama saya Leo, dan istri saya Zara"ucap Leo.


"Nama saya Fira, Leo Zara sekali lagi terimakasih, kalian tidak hanya menyelamatkan nyawaku tapi juga merawat bayiku selama aku dirawat"ucap Fira.


"Oya mba, boleh kami tahu kenapa mba ingin mengakhiri hidup mba?"tanya Leo.


"Aku adalah anak yatim piatu, dari kecil sudah tinggal di panti asuhan. Suatu hari aku bertemu dengan seorang lelaki, dia anak dari seorang konglomerat. Kami jatuh cinta kemudian memutuskan untuk menikah, tapi orangtuanya tidak menyetujui pernikahan kami karena derajat kami yang berbeda. Kami tetap menikah meski tanpa restu orangtuanya. Selama 8 tahun pernikahan, kami tidak kunjung diberi keturunan. Akhirnya ibu mertuaku memaksa suamiku untuk menceraikanku, awalnya suamiku menolak tapi ibu mertuaku menjebakku dengan seseorang dihotel agar suamiku mau menceraikanku. Padahal aku tidak melakukan apapun dengan lelaki asing itu. Suamiku termakan omongan ibunya dan menceraikanku. Setelah bercerai, aku baru tahu kalau aku sedang hamil, tapi sayangnya aku tidak bisa memberi tahunya karena ancaman ibu mertuaku. Setelah aku melahirkan, ibu mertuaku mengancamku, dia akan membunuh bayiku jika aku masih hidup. Dia tidak ingin aku bertemu dengan anaknya lagi. Itu sebabnya dia ingin aku mati"ucap Fira.


"Jadi itu sebabnya kenapa Mba mau mengakhiri hidup mba"tanya Leo.


"Iya"ucap Fira.


"Sabar ya Mba, semoga Mba dan mantan suami Mba bisa berkumpul lagi dan membesarkan anak kalian"ucap Zara.


"Apa Leo bantu Mba bertemu mantan suami Mba siapa tahu kesalahfahaman diantara kalian bisa diselesaikan"ucap Leo.


"Tidak perlu Leo, aku tidak ingin membahayakan anakku. Mungkin kami memang sudah tidak berjodoh lagi"ucap Fira.


"Oya Mba, siapa nama bayi kecil?"tanya Zara.


"Siva"ucap Fira.


"Bayi kecil ternyata namamu Siva"ucap Zara sambil mencium bayi kecil itu.


"Mba, kami pamit pulang dulu, kalau Mba sudah diperbolehkan pulang, nanti kami akan menjemput Mba pulang"ucap Leo.


"Terimakasih ya Leo Zara"ucap Fira.


"Sama-sama mba"ucap Leo dan Zara.


Leo dan Zara keluar dari ruang rawat inap itu. Mereka kembali pulang ke kontrakannya. Mereka kasihan pada Safira dan Siva. Leo dan Zara berpikir untuk membantu mereka sampai menyelesaikan masalahnya.


************


Leo dan Zara menitipkan Siva ke rumah King. Kebetulan King tidak masuk kuliah karena kedatangan paman dan bibinya dari luar kota.


Leo bisa pergi bekerja dengan tenang, ada yang mengasuh Siva sementara waktu sampai Zara pulang kuliah. Leo kembali bekerja di proyek pembangunan perumahan elit. Saat dia sedang bekerja bersama Pak Baron dan rekannya yang lain, datang seorang laki-laki berbaju rapi dan membawa desain gambar perumahan elit itu.


"Pak Baron, apakah orang itu arsitek perumahan ini?"tanya Leo.


"Iya, dia memang arsiteknya. Sudah berapa kali dia datang kesini"ucap Pak Baron.


Ketika Leo hendak shalat, Leo bertemu dengan arsitek itu, dia juga sedang shalat didekat Leo.


Selesai shalat Leo dan arsitek itu berbincang banyak hal tentang proyek pembangunan perumahan elit itu.


"Leo ternyata kau tahu banyak tentang desain arsitektur"ucap Tuan Indrawan.


"Gimana kalau kau jadi asistenku? kebetulan aku membutuhkan seorang asisten untuk membantu pekerjaanku. Apa kamu bersedia?"tanyaTuan Indrawan.


"Kalau ini memang sebuah kesempatan, saya bersedia"ucap Leo.


Leo akhirnya bersedia menjadi asisten Tuan Indrawan. Dia senang akhirnya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan hobinya.


**********


King sedang bermain dengan Siva dan keponakannya. Papa, mama, paman dan bibinya pergi ke pemakaman nenek dan kakeknya untuk berziarah. Jadi King ditugaskan mengasuh keponakannya sekaligus Siva.


"Pak de King beli permen yuk"ucap Caca.


"Pak de?....Om bukan Pak de kesannya tua banget"ucap King.


"Kalau Om, tar disangka Om-om yang suka genit sama cewek-cewek matre itu, kaya sinetron yang ku tonton, judulnya Wanita Jalanan"ucap Caca.


"Buset deh bocah piyik nontonnya udah sinetron dewasa, gue aja gak paham begituan, berasa tua jadinya"ucap King.


"Pak de aja ya manggilnya"ucap Caca.


"Alamak sejak kapan gue jadi Pak de, kalau Niken tahu bisa diketawain"ucap King.


"Pak de, Caca mau main kuda-kudaan"ucap Caca.


"Terus"ucap King.


"Pak de jadi kudanya"ucap Caca.


"Oke deh"ucap King.


Caca akhirnya naik ke punggung King. Kemudian King berjalan seperti kuda dengan tangan dan kaki sebagai tumpuannya.


"Caca kok berat banget sih"ucap King.


"Iya Caca naikkin Siva juga sekalian Si Morin kucing kesayangan Caca, sama masak-masakan Caca juga ikut naik"ucap Caca.


"Berasa angkutan umum segala naik dipunggung" ucap King.


"Pak de yang cepet jalannya, masa kuda lelet kaya kurang gizi"ucap Caca.


"Pak de capek Ca, udahan ya"ucap King.


"Koinnya belum abis, jadi kudanya masih harus jalan"ucap Caca.


"Berapa kali lagi?"tanya King.


"Dua puluh putaran lagi Pak de, iyakan Siva"ucap Caca.

__ADS_1


"Ca..ca..bwa...bwa..."ucap Siva mengoceh.


"Tuh Siva juga setuju"ucap Caca.


"Ini mah gue bisa osteoporosis duluan, nih bocah kecil-kecil cabe rawit"ucap King.


Setelah dua puluh putaran, King tepar sampai tidur dilantai.


"Pak de, lantainya ada pupnya Siva berjatuhan tuh"ucap Caca.


"Eh iya, bau nih. Aduh kena pipi segala nih pupnya Siva"ucap King.


King akhirnya membersihkan diri di toilet setelah itu dia keluar lalu minum air di gelas yang terletak dimeja dikamarnya.


"Pak de itu pipisnya Si Morin, tadi aku gelasin biar gak kemana-mana"ucap Caca.


King menyemburkan minuman yang hampir ditelannya.


"Hampir aja gue minum air kencing kucing, perasaan dua kurcil ini bikin gue agak apes"ucap King.


King akhirnya membersihkan lantai yang kotor karena pup Siva dan mengganti popok yang dipakai Siva. Setelah itu King tidur di karpet dilantai kamarnya. Caca dan Siva bermain bersama. King tidurnya mengorok, mulutnya sampai terbuka.


"Dede Siva mau bantu ngasih makan Si Morin?"tanya Caca.


"Ca..ca...ca.....ca...."ucap Siva mengoceh.


"Oh mau, nih ambil sebungkusnya sekalian, kasih ke Morin ya"ucap Caca.


Caca meninggalkan Siva bermain sendirian didekat King tidur. Saat King asyik tidur, Siva memasukkan makanan Si Morin itu ke mulut King yang terbuka.


"Dede makanan Morinnya kok dimasukin ke mulut Pak de, tar Pak de keselek Lo"ucap Caca.


Benar kata Caca, tak lama King langsung tersedak.


"Ugh...ugh...ugh...,ya ampun ini apaan? kenapa menuhin mulut gue"ucap King melihat segemgam makanan yang dikeluarkan dari mulutnya.


"Itu Dede Siva masukin makanannya Si Morin ke mulut Pak de"ucap Caca.


"Apa?....makanannya Si Morin, untung bukan tainya Si Morin"ucap King merasa masih beruntung.


King berbaring sambil menunggu duo bocah itu bermain, lama-lama dia terlelap dan ketiduran sebentar. Saat dia terbangun dua bocah itu sudah tak ada. King mencari mereka kesana kemari. Dia melihat Caca dan menghampiri Caca yang sedang memberi makan Si Morin pakai ikan.


"Ca dapet ikan dimana?"tanya King.


"Itu Caca ngambil dari aquarium deket kamar Pak de"ucap Caca.


"Apa?....itukan ikan arwana milik gue, harganya 50 juta. Sekejap dimakan Si Morin, alamak rugi segalanya"ucap King.


"Ca mana Siva?"tanya King.


"Itu dideket balkon, lagi mainan ayam"ucap Caca.


"Mainan ayam?...jangan-jangan ayam gue lagi" ucap King.


King langsung menuju balkon, benar saja Siva sedang mencekik ayam-ayam warna-warni milik King.


"Siva mati semua deh ayam kesayangan gue" ucap King.


Cit.....cit....cit.......(suara anak ayam itu)


"Ca...ca....ca..."ucap Siva mengoceh sambil mencekik-cekik leher ayamnya dan dimainkan.


Selain itu Siva mengunyah kepala ayamnya sampai basah.


"Siva itu kepala ayam idup bukan dot, potong-potong deh kepala anak ayam gue"ucap King.


King mengambil Siva terus menggendongnya, anak ayam yang dipegang dan dikunyah Siva dilepaskan lagi.


"Aduh anak ayam kalian jadi sekarat gini, tar gue bawa ke Dokter hewan deh"ucap King.


King membawa Siva masuk ke dalam rumah dan membuatkannya susu. Setelah itu Siva tidur, Caca menyusul King masuk ke kamar. King sedang tidur pulas tapi mulutnya masih terbuka karena mengorok, Caca yang ingin tidur juga tidak bisa tidur karena merasa terganggu suara ngorok King.


"Pak de berisik, aku kasih apa biar diem"ucap Caca.


Caca mengambil sesuatu barang dari tas miliknya lalu mengoleskan barang itu dibibir King dan menyatukan kedua bibir King.


"Udah beres, bibir Pak de udah tertutup gak akan berisik lagi"ucap Caca.


Kemudian Caca tidur didekat Siva, dia tidur memeluk Siva. Setelah dua jam, King bangun dan menuju toilet.


"Loh kok bibirku gak bisa dibuka gini, rapat banget, kenapa ya"ucap King dalam hatinya.


"Aduh jangan-jangan ini perbuatan Caca, dia mengelem bibirku saat ngorok tadi"ucap King dalam hatinya.


Setelah perjuangan panjang berusaha melepaskan kedua bibirnya akhirnya lepas juga walaupun sakit banget.


"Aduh sakit, lecet lagi jadinya. Gak sanggup deh ngasuh duo kurcil itu, rugi secara moril dan materil"ucap King.


Setelah sore hari Leo dan Zara menjemput Siva dirumah King. Mereka duduk diruang tamu sambil berbincang sebentar.


"King terimakasih ya udah mau dititipin Siva"ucap Leo.


"Sama-sama"ucap King.


"Bibir Lo kenapa kok merah lecet gitu?"tanya Leo.


"Gak papa, cuma tragedi kecil-kecilan sama lem" ucap King.


"Kalau gitu gue dan Zara pamit dulu ya"ucap Leo.


"Oke, hati-hati dijalan ya Leo Zara"ucap King.

__ADS_1


"Ya"ucap Leo dan Zara.


Setelah mengambil Siva dari rumah King, Leo dan Zara pulang ke kontrakan mereka.


__ADS_2