Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Matahari Terbenam Di Pantai Muara Buaya


__ADS_3

Setelah selesai membakar ikan 🐟🐟🐟 itu, para lelaki membawa ikan 🐟🐟🐟 bakarnya untuk diletakkan bersama lauk pauk yang sudah tersedia ditikar itu. Mereka duduk bersama berkumpul ditikar itu. Sebelum makan mereka berdoa. Mereka bersyukur atas rejeki hari ini yang mereka dapatkan.


"Yam....yam....(mengunyah) manis dan gurihnya ikan bakar ini"ucap Leo.


"Iya Leo enak banget ikan bakarnya"ucap Zara.


"Punya gue kok pahit ya"ucap King.


"Lo Si King bakarnya kelamaan jadinya gosong tuh,pasti pahitlah rasanya"ucap Gerald.


"Udah King, nih ambil yang gue bakar, matengnya pas"ucap Harun.


"Terimakasih Harun"ucap King.


"Nikmatnya bisa mengambil ikan dari sungainya langsung dan dibakar dadakan kaya gini"ucap Andi.


"Kalau alam kita tetap asri seperti ini,kita bisa menikmati hasil alam setiap saat.Asalkan kita harus ikut serta melestarikannya agar tetap terjaga sampai anak cucu kita"ucap Leo.


"Betul Leo, kita memang seharusnya ikut melestarikannya bukan mengeksploitasinya habis-habisan sehingga merusak alam sekitar dan ujung-ujungnya jadi musibah juga untuk kita"


ucap Kemal.


"Ya betul"ucap Semuanya.


Mereka menikmati hidangan yang mereka bawa dan ikan 🐟🐟🐟 bakar itu.Selesai makan mereka main air disungai dan air terjun ditepi sungai.


Zara, Niken, Nafiza, dan Nunu memetik blackberry dan jambu ditepi sungai.



"Zara, manis ya blackberry baru dipetik langsung dari pohonnya"ucap Nafiza.


"Iya manis banget, jambunya juga manis dan besar-besar"ucap Zara.


"Aku suka banget jambunya manis dan empuk dagingnya tebel, seger siang-siang gini makan jambu"ucap Nunu.


Niken lagi berduaan dengan King ditepi sungai.


"Anak mami, Lo metik apa sih?"tanya Niken.


"Buah berry dong"ucap King.


King langsung memakan buah yang dipetiknya.


"Anak mami jangan sembarangan makan buah yang petik dialam liar, gak semuanya bisa dimakan bahkan bisa membuat keracunan"ucap


Niken.


"Masa sih"ucap King yang masih mengunyah buah yang dipetiknya.



"King itukan buah mangsian"ucap Gerald.


"Iya yang buat bikin isi pulpen ya"ucap Niken.


King langsung diam, dia takut keracunan terus mati muda padahal belum nikah juga.


"Aduh kalau gue mati keracunan mangsian ini gimana?nikah belum apalagi punya pacar,ngenes nasib gue kalau mati beneran"ucap King dalam hatinya.


"Anak mami,Lo kenapa? masih idupkan?"ucap Niken.


"King Lo keracunan atau sakit perut?"tanya Gerald.


"Kira-kira kalau keracunan ini gue bakal mati gak?"tanya King.


"Paling masuk rumah sakit terus kalau mati udah takdir"ucap Niken.


"King kenapa, Niken?"tanya Zara.


"Ini anak mami sok tau, mangsian dimakan sangkanya buah berry"ucap Niken.


"King minum nih"ucap Zara memberi air mineral.


"Makasih Zara"ucap King minum air mineral itu.


King masih diam memikirkan akan kematian gara-gara makan buah mangsian.

__ADS_1


"Makanya besok-besok tanya dulu jangan asal makan"ucap Niken.


"King Lo udah makan banyak memangnya?"tanya Nafiza.


"Belum sih, tapi 10 biji mah ada"ucap King.


"Paling sakit perut doang, wajarlah King"ucap Gerald.


"Repot kalau anak mami ini mati diperjalanan" ucap Niken meledek King.


"Cewek galak bawel, Lo ya seneng kalau gue mati apa"ucap King.


"Zara dipanggil Leo tuh"ucap Nunu.


Zara menengok ke arah Leo yang melambai padanya.Dia menghampiri Leo yang sedang menunggunya dibawah pohon rindang.


"Leo ada apa?"tanya Zara.


"Zara ayo lihat sawah yang hijau,kalau dikota kita jarang melihat sawahkan"ucap Leo.


"Iya Leo"ucap Zara.


Leo dan Zara berjalan ke ladang pertanian, hamparan padi yang hijau terlihat sejuk dipandang.Membuat rindu akan kampung halaman.Zara teringat saat dia masih kecil waktu diajak pulang kampung.


"Zara kau tersenyum kenapa?"tanya Leo.


"Aku jadi ingat kampung halaman bapak dan Ibu, Leo.Seperti ini hijau dan masih asri,beda dengan dikota yang sudah dipenuhi bangunan,dikampung tempat seperti ini masih banyak ditemukan"ucap Zara.


"Iya, Zara coba lihat itu seperti ladang bunga aster berwarna kuning, cantik sekali tumbuh liar dan dalam jumlah yang sangat banyak"ucap Leo.


"Ayo kita kesana Leo, indah sekali"ucap Zara.


Leo dan Zara pergi ke ladang bunga aster kuning yang tumbuh liar.Mereka begitu menikmati pemandangan yang jarang bisa dilihat saat berada dikota besar.



"Indahnya pedesaan, alamnya benar-benar masih terjaga, coba saja dikota seperti ini"ucap Leo sambil berkali-kali menarik nafas.


"Orang yang tinggal di pedesaan pasti bahagia, alam mereka begitu indah dan masih asri, indah dipandang sejauh mata memandang"ucap Zara.


"Iya Leo"ucap Zara.


Leo memetikkan bunga aster itu dan diberikan pada Zara.


"Bunga yang cantik untuk istriku yang cantik"ucap Leo.


Zara tersenyum menerima bunga yang dipetik Leo.Tangan Leo mengambil satu bunga dan dipakaikan ditelinga Zara sehingga Zara semakin tambah cantik.Tak lupa Leo dan Zara berdiri diladang bunga aster itu untuk difoto. Leo ingin mengabadikan kebersamaannya bersama Zara, biar kelak saat mereka tua nanti masih bisa mengenang masa lalu mereka.


Leo dan Zara kembali berkumpul bersama teman-teman mereka. Mereka berfoto di air terjun, disungai, didekat blackberry dan buah jambu serta diladang pertanian padi.


**********


Mereka kembali naik mobil masing-masing melanjutkan perjalanan menuju Pantai Muara Buaya. Di dalam mobil milik King, mereka semua pada tidur kecuali Leo yang menemani Pak Ekos mengobrol sambil mengendarai mobilnya.


"Den Leo makasih ya, semenjak berteman dengan kalian semua, Tuan muda jadi rajin sekolah, lebih ceria dan terlihat bahagia. Dia juga jadi mudah bergaul dan sikapnya yang dulu selalu menutup diri dan tak peduli pada orang lain, kini Tuan muda jadi orang yang jauh lebih baik"ucap Pak Ekos.


"Sama-sama Pak, King juga anak yang baik dan selalu peduli terhadap teman-temannya, kita semua senang berteman dengannya"ucap Leo.


Setelah dua jam perjalanan,mereka sampai juga di Pantai Muara Buaya. Leo membangun teman-temannya. Mereka semua bangun dan keluar dari mobil. Mereka sampai dipantai itu jam 4 sore. Air laut mulai pasang kembali. Ombak mulai bolak balik datang ke tepi pantai. Mereka semua meletakkan barang-barang dibawah pohon ditepi pantai. Setelah itu mereka semua berlari-lari sambil main ombak ditepi pantai.


Sesekali mereka saling bercanda dengan menyiramkan air laut ke tubuh temannya.


Leo mengajak Zara berbaring diantara ombak yang datang sambil melihat langit yang mulai memerah.



"Leo indah sekali langitnya ya"ucap Zara.


"Iya Zara, indahnya pantai disore hari ya Zara" ucap Leo.


"Lihat burung-burung camar yang berterbangan semakin menambah indah pantai ini"ucap Zara.


"Matahari ⛅⛅⛅ mulai terbenam Zara indah sekali"ucap Leo.


"Iya, makasih ya Leo udah ngajak Zara jalan-jalan hari ini, rasanya sangat menyenangkan apalagi bisa menikmatinya bersama Leo dan teman-teman semua. Aku jadi merasa hidup ini begitu bahagia"ucap Zara.


"Iya Zara hal yang membahagiakan adalah bersamamu dan teman-teman semua. Indahnya cinta dan persahabatan kita semua Zara"ucap Leo.

__ADS_1


"Iya Leo"ucap Zara.


Sementara Leo dan Zara menikmati matahari ⛅⛅⛅ terbenam dan langit yang memerah. King, Niken, Nafiza, dan Gerald berjalan-jalan ditepi pantai.


"Ini apa?"tanya King mengambil umang dari pasir.


"Itu umang namanya King"ucap Gerarld.


"Lucunya"ucap King mencium Si umang.


"Awas, tar dicapit sama Si umang King"ucap Nafiza.


"Eh....eh.....bibirku dicapit ma Si umang nih, kirain kau bersahabat gak tahunya garang juga"ucap King sambil berusaha melepas Si umang dari bibirnya.


"Makanya anak mami jangan sotoy, apes teruskan seharian"ucap Niken.


"Padahal lucu kaya kerang ya"ucap King.


"Si umang tuh nyewa rumahnya kerang makannya kaya kerang dari luar"ucap Niken.


Setelah mereka semua puas jalan-jalan,mereka menggelar tikar ditepi pantai untuk makan malam sambil menikmati indahnya malam ditepi pantai.


Leo, Zara, King, dan Niken bertugas membeli makanan. Mereka menghampiri seorang ibu yang menjual berbagai gorengan.


"Wah gorengan" ucap King.


King langsung makan gorengan itu tanpa tanya dulu itu gorengan apa.



"Rasanya gurih Bu, ini gorengan apa ya?"tanya King.


"Itu bakwan laron"ucap Ibu Aminah.


"Bakwan laron itu apa?"tanya King.


"Anak mami masa kamu gak tahu, itu rayap yang udah tumbuh bersayap, jadi kamu tuh lagi makan gorengan ABG nya rayap ngerti gak? padahal dikelas IPA tapi otaknya kemana sih?"ucap Niken.


King langsung mual denger ucapan Niken mana udah abis dua bakwan laronnya lagi.


"Alamak, gue makan rayap dari tadi, kira-kira tar gue alergi gak ya kok jadi pada gatel gini badanku


denger ucapan cewek galak bawel"ucap King dalam hatinya.


Sementara King lagi kegatelan dan mual mikirin ucapan Niken. Leo dan Zara membeli gorengan pisang, tempe goreng, bakwan sayuran, tahu isi, dan risol.


"Gorengannya berapaan harganya Bu?"tanya Leo.


"Murah nak, 500 rupiah"ucap Ibu Aminah.


"Apa?.....500 rupiah?"ucap Leo kaget mendengar harga yang begitu murah.


"Apa tidak salah ya Bu? murah sekali"ucap Leo jujur.


"Tidak nak, memang harganya segitu, kalau jual mahal-mahal dikampung pelosok seperti ini siapa yang mau beli, jual murah saja susah nyari pembeli apalagi dijual mahal. Maklum dikampung susah buat nyari duit, paling jadi petani atau kerja serabutan paling banter PNS nak, itupun banyak yang honorer"ucap Ibu Aminah.


"Kalau begitu saya beli semuanya Bu"ucap Leo.


"Yang bener nak?"tanya Ibu Aminah.


"Iya Bu"ucap Leo.


"Terimakasih ya nak, udah beberapa hari ibu sepi jualannya, jarang ada yang datang kesini. Yang beli gorengan paling hanya orang-orang sini itupun paling satu dua biji. Semoga rejekimu lancar ya"ucap Ibu Aminah seneng banget semua gorengannya diborong Leo.


Leo langsung memberikan uang 100 ribu pada Ibu Aminah.


"Nak ini kembaliannya"ucap Ibu Aminah memberikan Leo uang 20 ribu.


"Buat Ibu saja, saya ikhlas"ucap Leo.


"Terimakasih ya nak"ucap Ibu Aminah.


"Sama-sama"ucap Leo.


Setelah itu mereka membeli nasi bungkus dikedai


nasi ditepi pantai itu.

__ADS_1


__ADS_2