
Malam itu Cinta menunggu kedatangan Rehan.
Dia terus menunggu tapi Rehan tak kunjung datang. Cinta sedikit kecewa karena Rehan janji akan datang. Cinta berbaring membelakangi pintu kamar yang mengarah ke balkon kamarnya. Pintu itu sengaja dibuka agar Rehan bisa masuk kalau seandainya dia pulang. Cinta tertidur karena kelelahan tiba-tiba ada yang mencium pipi kirinya. Cinta terbangun dari tidurnya.
"Kak Rehan"ucap Cinta membuka matanya lebar-lebar.
"Happy birthday gadis kecil"ucap Rehan membisikkan ditelinga Rehan.
Cinta duduk dan memeluk Rehan yang berada disampingnya.
"Kak Rehan kok tahu hari ulang tahunku?"tanya Cinta.
"Suamimu ini harus tahu segalanya tentangmu" ucap Rehan.
"Makasih Kak Rehan"ucap Cinta.
"Iya sayang, aku punya sesuatu untukmu"ucap Rehan.
Rehan melepas pelukannya dari Cinta. Dia memberikan Cinta seikat bunga.
"Gadis kecil bunga ini untukmu, sebagai tanda cintaku padamu"ucap Rehan.
"Makasih Kak Rehan, bunganya cantik dan harum"ucap Cinta menerima bunga itu.
"Ada satu lagi kemarilah"ucap Rehan menarik lengan Cinta menuju balkon.
Dibalkon kamar itu terdapat kue ulang tahun.
"Gadis kecil potong kue ulang tahunnya"ucap Rehan.
"Kak Rehan sini"ucap Cinta.
Rehan mendekatkan dirinya pada Cinta.
Cup
Cinta mencium pipi Rehan .
"I Love You"ucap Cinta.
"I Love You Too"ucap Rehan.
"Ayo potong kuenya"ucap Rehan.
"Iya Kak Rehan"ucap Cinta.
Cinta memotong kue ulang tahun itu, tiba-tiba Rehan bertepuk tangan.
Proook.....prooook.....proooook.......
Pak Doyok dari teras lantai bawah melepas kunang-kunang yang begitu banyak. Kunang-kunang itu berterbangan ke atas. Cinta melihat banyak kunang-kunang dimalam hari itu.
"Indah sekali"ucap Cinta.
Rehan memeluk Cinta dari belakang sambil melihat kunang-kunang itu.
"Gadis kecil apa kau suka?"tanya Rehan.
"Aku suka, sangat jarang ada kunang-kunang sebanyak itu"ucap Rehan.
"Ayo turun ke taman disana kunang-kunang itu akan berterbangan"ucap Rehan.
"Oke"ucap Cinta.
Rehan turun dari balon dengan tangga bersama Cinta. Mereka menuju taman bunga disamping halaman rumah besar milik Leo. Ditaman itu dipenuhi lampu hias yang berbentuk berbagai binatang, bulan dan bintang.
__ADS_1
"Kak Rehan tamannya indah banget, banyak lampu hiasnya"ucap Cinta.
"Semua ini untukmu istriku tercinta"ucap Rehan.
"Makasih Kak Rehan"ucap Cinta.
"Iya sayang"ucap Rehan.
Tiba-tiba terdengar suara ucapan selamat ulang tahun dari semak-semak.
"Happy birthday"ucap Leo, Zara, Raka dan Marwa.
"Papa, Mama, Kak Raka, Marwa"ucap Cinta.
Leo, Zara, Raka, dan Marwa menghampiri Cinta dan memeluknya.
"Selamat ulang tahun ya nak"ucap Leo dan Zara sambil mencium pipi Cinta.
"Makasih Pa, Ma"ucap Cinta.
"Adikku selamat ulang tahun"ucap Raka.
"Kak Raka juga selamat ulang tahun"ucap Cinta.
Raka mengangguk dengan ucapan Cinta.
"Kak Cinta selamat ulang tahun"ucap Marwa.
"Makasih ya dek"ucap Cinta.
"Ayo foto bareng"ucap Rehan.
"Iya"ucap Semuanya.
Pak Doyok, Pak Amat dan Pak Kodir mengobrol di teras bersama Bi Surti dan Mba Ida.
"Pak Kodir kenapa kok meringis?"tanya Bi Surti.
"Itu mau ngelepasin kunang-kunang gak taunya lebah madu, eh keentup semua deh muka"ucap Pak Kodir.
"Eh iya benjol semua tuh"ucap Mba Ida.
"Masih untung, saya ngerakit lampu hias malah kesetrum gini, liat aja rambutku ngepank"ucap Pak Amat.
"Belum parah, saya tadi mau naruh tangga eh malah dikasih duit lima ratus ribu sama Tuan Rehan"ucap Pak Doyok.
"Itu mah untung namanya, bukan parah"ucap Pak Amat.
"Bi Surti kenapa kok duduknya miring?"tanya Mba Ida.
"Biasa kebanyakkan nonton film drakor sambil makan telor, ya gini bisulan"ucap Bi Surti.
"Udah pecah aja bisulnya"ucap Mba Ida.
"Ini juga udah pada pecah tinggal emaknya bisul yang belum pecah"ucap Bi Surti.
"Aku belum pernah bisulan, coba ceritakan derita orang bisulan dong"ucap Mba Ida.
"Begini ceritanya, mau duduk sakit, mau BAB sakit, kalau naik motor adalah hal yang paling menyakitkan setiap jalanan jelek dan ada polisi tidur bisul jadi keguncang-guncang terus"ucap Bi Surti.
"Kalau aku bukan bisulan tapi kutuan"ucap Mba Ida.
"Kenapa gak dikeramas aja Mba Ida"ucap Pak Kodir.
"Sayang"ucap Mba Ida.
__ADS_1
"Kok sayang?"tanya Pak Amat.
"Ini kutu ayam, kenang-kenangan dari Si Roro ayamku yang mati"ucap Mba Ida.
"Iiiw.......pantes semalaman aku gatel pas tidur sama Mba Ida"ucap Bi Surti.
Tak lama Bi Surti melihat semut dipipi Mba Ida, dia langsung menampar pipi Mba Ida.
"Mba Ida tunggu ada semut dipipi"ucap Bi Surti.
Plaaaak...........
"Jangan.......ini ratu kutunya"ucap Mba Ida.
"Yah udah terlanjur, jatuh tuh mati"ucap Bi Surti.
"Itu satu-satunya kenangan dari Si Roro"ucap Mba Ida.
"Mba Ida bukannya dah banyak anaknya di rambut Mba Ida, kita aja geli bayanginnya"ucap Pak Doyok.
"Iya, sengaja jarang dikeramasin tapi malah pada mati semua, tinggal ratunya, padahal enakkan kalau lagi nyantai nyariin kutu sambil dicemil"ucap Mba Ida.
"Saya malah panuan"ucap Pak Amat.
"Oh berarti kalian ini group BPK"ucap Pak Kodir.
"Apa tuh BPK?"tanya Bi Surti, Mba Ida, Pak Amat dan Pak Doyok.
"Group Bisulan, Panuan, Kutuan"ucap Pak Kodir.
"Ha.....ha.......ha......."Mereka semua tertawa terbahak-bahak.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Pagi harinya Leo dan keluarganya sholat subuh bersama-sama. Pagi itu menjadi pagi yang membahagiakan untuk Leo bisa berkumpul bersama keluarganya. Di mushola dirumah besar itu, Leo dan keluarga sholat dan mengaji bersama. Leo berbicara sepatah dua kata diantara keluarganya.
"Tidak ada yang membahagiakan selain berkumpul dengan keluarga, pagi ini pagi yang istimewa, kita berkumpul bersama sholat jamaah bersama dan mengaji bersama semoga diakhirat nanti bisa berkumpul bersama disurgaNya, amin"ucap Leo.
"Amin"ucap Semua anggota keluarga.
Rehan dan Raka mengobrol bersama dikolam ikan depan mushola.
"Orang asing berjanjilah padaku, kau akan menjaga dan mencintai adikku seumur hidupmu, jika tidak aku sendiri yang akan menghajarmu"ucap Raka.
"Aku tak perlu berjanji padamu bocah sialan, aku pasti akan menjaga dan mencintai Cinta karena dia istriku"ucap Rehan.
"Baguslah kalau kau sadar sendiri"ucap Raka.
"Tapi untuk saat ini aku belum bisa bersama Cinta sampai urusanku dengan Papaku selesai" ucap Rehan.
"Aku tidak mau tahu itu, pokoknya kau harus tetap menjaga dan mencintai adikku"ucap Raka.
"Kakak yang benar-benar protektif"ucap Rehan.
"Asal kau tahu, jika aku bukan kakaknya pasti aku sudah merebutnya darimu"ucap Raka.
"Oke, aku pasti akan menjaga dan mencintai Cinta sampai aku mati"ucap Rehan.
"Cinta gadis yang baik dari pertama aku mengenalnya saat orientasi dulu, tak pernah ku sangka dia adalah saudara kembarku, awalnya aku tidak bisa menerima takdir, tapi kini aku sadar menjadi saudaranya itu lebih baik untuk hubungan kami"ucap Raka.
"Itulah yang membuat aku jatuh hati pada Cinta, gadis baik hati yang mampu menyentuh hatiku hingga membuatku mengenal Allah"ucap Rehan.
"Semoga kau bisa jadi imam dunia akhirat untuk adikku, amin"ucap Raka.
"Amin"ucap Rehan.
__ADS_1