Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Itik Dan Ayam Pembantu Baru


__ADS_3

King kembali menyusul sahabat-sahabatnya. Dia mendekati Niken yang sedang duduk minum es jeruk dikursi dekat penjual es jeruk. Dia duduk disamping Niken.


"Sayang bagi es jeruknya"ucap King.


"Nih gue dah beliin Lo juga"ucap Niken.


"Makasih sayang"ucap King.


"Anak mami kau bau, kaya bau....."ucap Niken langsung ditutup mulutnya dengan tangan kanan King.


"Sayang tadi celanaku kena tainya Si kakek yang BAB disemak-semak"ucap King.


Setelah memberitahu Niken, King melepas tangannya.


"Oalah begitu ceritanya, tunggu dulu gue mau ketawa dulu....ha.....ha...ha....."ucap Niken yang diakhiri tertawa terbahak-bahak.


"Udah puas ketawanya sayang, bantuin aku. Kamu bawa minyak wangi gak ditasmu?"tanya King.


"Bawa, tar gue cek dulu"ucap Niken.


Niken mengecek tas miliknya, dia mencari minyak wangi miliknya.


"Anak mami, aku lupa gak bawa, tapi adanya minyak nyong-nyong milik nenek gue"ucap Niken.


"Yah itu mah minyak wanginya si Mbah yang udah udzur"ucap King.


"Terserah mau gak? dari pada bau"ucap K


Niken.


"Terlanjur"ucap King.


King memakai minyak wangi itu ke seluruh badan dan baju miliknya. Setelah itu, dia berkumpul lagi bersama Leo dan Gerald untuk lomba balap karung. Leo, King dan Gerald sedang memakai karungnya.


"Gerald kenapa?"tanya King.


"Yah karung gue banyak tai kambingnya"ucap Gerald.


"Masih untung, celana gue malah kena tai orang beneran"ucap King.


"Berarti gue lebih beruntung"ucap Gerald.


Mereka bertiga pun lomba balap karung, King memimpin dipaling depan.


"King Lo mau kemana?"tanya Gerald.


"Mau ke garis Finish lah"ucap King.


"Lo salah jalur bro, kalau kesitu Lo mau nyamperin janda bohay, noh melambai ke arah Lo" ucap Gerald.


"Amit-amit, itu mah bencong, hidup didua alam, dadanya aja gede padahal isinya jeruk" ucap King.


Merekapun kembali melompat sampai ke garis Finish. Leo, King, dan Gerald ikut kembali lomba makan kerupuk.


"Gerald kerupuk gue kok lebih gede dari punya Lo"ucap King.


"Berarti itu rejeki Lo"ucap Gerald.


"Iya sih, tapi kalau kaya gini gue pasti kalah, secara kerupuk gue paling gede tar gak habis-habis lagi"ucap King.


Mereka mulai memakan kerupuknya setelah lomba makan kerupuk dimulai.


"Yah, kerupuk gue udah gede, alot, tengik lagi, nasib"ucap King.


"Sabar ini ujian, semangat habiskan kerupuk gak enak itu"ucap Gerald.


Selesai makan kerupuk mereka bertiga ikut panjat pinang. King berada dibawah sebagai tumpuan.


"Sorry bro gue sakit perut jadi kentut terus nih"ucap Gerald yang diatas King.

__ADS_1


Bruuut.....bruuuuut......bruuuut.......


"Ya ampun dari tadi gue dikentutin dari atas, udah dibawah paling ngenes eh dapet kentut juga"ucap King.


Bukan hanya Leo, King dan Gerald yang ikut lomba, Mumun juga mengikuti lomba makan mie ayam.


"Pak masih ada lagi gak mie ayam yang bisa dimakan lagi?"tanya Mumun.


"Mas ini lomba bukan numpang makan gratis" ucap Pak Ahmad.


Mumun melirik teman disampingnya yang gak kuat menghabiskan tiga mangkuk mie ayam.


"Edi mie ayam Lo kalau gak abis gue bisa nampung"ucap Mumun.


"Iya gue udah gak sanggup ngabisinnya"ucap Edi.


"Totok kalau Lo gak abis gue sanggup ngabisinnya, Lo sisain ya"ucap Mumun.


"Tenang Mun, gue paling abis satu mangkuk"ucap Totok.


Mumun menghabiskan semua mie ayam milik peserta yang tidak habis. Dia bahkan sampai kekenyangan dan tidur dimeja tempatnya tadi berlomba.


Leo dan Zara duduk dibawah pohon sambil menikmati makanan yang dibawa Zara.


"Zara sayang seru gak?"tanya Leo.


"Seru...., Papanya dede bayi capek gak?"tanya Zara.


"Gak, malah seru, jarang-jarang kita ngumpul bersama dengan banyak orang"ucap Leo.


"Paling setahun sekali ada acara kaya gini, jadi kalau kita punya waktu lebih baik menyempatkan berpartisipasi"ucap Zara.


"Zara suapin"ucap Leo manja.


"Iya Leo sayang"ucap Zara.


"Dede ini Papa sayang, tadi Papa ikut lomba menangkap belut, lomba balap karung, lomba makan kerupuk dan lomba panjat pinang"ucap Leo.


Zara hanya tersenyum mendengarkan Leo bicara pada bayi diperutnya.


"Zara, kata Dokter bayi kita kembar ya"ucap Leo.


"Iya Leo, kita akan punya dua bayi sekaligus" ucap Zara.


"Pantes Zara makan mulu, soalnya bayi kita ada dua"ucap Leo.


"Baru empat bulan tapi segede ini ya"ucap Zara.


"Karena bayinya kembar jadi perut Zara terlihat besar"ucap Leo.


"Senengnya kita punya bayi kembar, pasti lucu dan menggemaskan"ucap Leo.


"Nanti beli baju, sepatu, dan topi samaan, Zara jadi gak sabar Leo"ucap Zara.


"Nanti Leo beli tempat tidur bayi khusus pesan dari luar negeri deh"ucap Leo.


"Leo, beli yang buatan dalam negeri saja,


itung- itung kita membantu perekonomian negara kita. Lagi pula buatan dalam negeri juga bagus kok"ucap Zara.


"Bener juga ya, tanpa kita sadari membeli prodak dalam negeri sama saja kita menolong orang. Karena yang bekerja di industrinya adalah orang pribumi, kalau semua orang beli apa-apa diluar negeri akan semakin sulit masyarakat kita mencari kerja karena industri-industri dalam negeri gulung tikar"ucap Leo.


"Kalau begitu kita beli besok"ucap Leo.


"Jangan dulu, nanti kalau Zara sudah hamil 8 bulan saja"ucap Zara.


"Oke sayang"ucap Leo.


Setelah seharian mengikuti acara ulang tahun negara mereka, Leo dan Zara pulang ke rumah.

__ADS_1


***********


Setelah Leo berangkat kuliah dihari Minggu itu, Zara bersantai diruang keluarga sambil nyemil makanan dan nonton film romantis. Hari Minggu, Zara libur kuliah jadi bisa bersantai dirumah. Dia juga tidak pergi ke cafe dihari Minggu. Saat sedang asyik makan dan nonton, Bi Surti datang membawa seorang perempuan lugu, penampilannya jadul dan rambutnya dikepang dua.


"Non ini pembantu baru yang akan kerja disini" ucap Bi Surti.


"Selamat pagi Nona, nama saya Itik Dan Ayam disingkat IDA berasal dari pulau Noroto nan jauh disana"ucap Ida.


Bi Surti menahan ketawa saat Itik Dan Ayam memperkenalkan diri sampai terkencing-kencing.


"Aduh Non, Bibi gak bisa membendung danau lagi jadinya tumpah diarea rumah penduduk nih"ucap Bi Surti terkencing.


"Bi Surti kencing ya, luber tuh dilantai"ucap Zara.


"Tenang Bi Surti, Ida biasa ngurusin kerbau ngompol jadi sudah ahli, biar Ida yang membersihkan"ucap Ida.


"Gak usah, biar Bibi saja, kelamaan kamu ngomong Bibi bisa pipis lagi nih"ucap Bi Surti.


Bi Surti akhirnya membersihkan lantai, sementara Ida menghadap Zara.


"Nama panjangmu Itik Dan Ayam, dipanggil Ida?"tanya Zara.


"Iya Non, mau saya sebutkan juga nama nenek moyang, lelehur, buyut dan nenek jumlahnya ada 121 orang, tapi mesti pakai contekan saya gak hafal semua Non"ucap Ida.


"Tidak perlu, oya kenapa namamu Itik Dan Ayam?"tanya Zara.


"Ceritanya panjang Non, pada suatu hari bapak menanam padi disawah, ibu membawa bekal untuk bapak. Mereka makan digubuk reyot ditepi sawah, nemu telor itik dan ayam lalu dirawat dan disayangi. Ketika mereka menetas tiap hari dikasih makan sampai gendut, lucu-lucu dan gemesin. Setiap hari bapak dan ibu mengajak mereka ke sawah......."ucap Ida.


"Stop, jangan bertele-tele Bibi gak akan kasih like dan vote loh. Ini kok rasanya kaya dongeng petani miskin gak kelar-kelar ceritanya"ucap Bi Surti.


"Yaudah Ida tolong dirangkum saja yang pentingnya"ucap Zara.


"Setelah itik dan ayam dewasa mereka menikah dibalai desa dengan itik dan ayam milik kepala desa. Saat ibu saya melahirkan saya, itik dan ayam juga menetaskan anaknya. Nah karena peristiwa bersejarah itu, saya diberi nama Itik Dan Ayam"ucap Ida.


"Ampun deh Itik dan Ayam menetaskan anaknya saja, peristiwa bersejarah, dia idup dijaman apa sih"ucap Bi Surti dalam hatinya.


"Oh begitu ya, oya pulau Noroto itukan jauh banget dari sini, pulau itukan ada diujung negara kita, kamu naik apa kesini?"tanya Zara.


"Saya naik kuda berhari-hari membelah hutan rimba, lalu naik perahu menyusuri sungai terpanjang dipulau Noroto, lalu jalan kaki tujuh hari tujuh malam, lalu melewati padang ilalang selama seharian, lalu melewati jalan raya selama dua pekan, lalu naik kapal laut satu bulan, lalu ikut mobil sembako sampai ke kota selama satu hari satu malam, lalu saya diculik jadi gembel dijalanan disuruh minta-minta, gak dikasih makan kalau belum dapet uang seratus ribu, lalu saya kebawa banjir disungai saat jatuh dari jembatan, lalu ditolong seorang pemilik yayasan penyalur asisten rumah tangga begitulah sepenggal kisah hidup dramatis saya Non"ucap Ida.


"Sedih banget........,mengandung bawangnya banyak, ini kisah dramatis yang paling mengharukan hik...hik...."ucap Bi Surti.


"Panjang juga ya perjalananmu sampai disini, Oya kamu kenapa meninggalkan Pulau Noroto, apa disana tidak ada pekerjaan?"tanya Zara.


"Saya ingin merasakan kerja dikota Non, saat saya menonton sinetron Pembantuku Dari Desa dirumah Pak Kepala Desa, saya terinspirasi dan ingin mengikuti cerita disinetron itu sepertinya seru"ucap Ida.


"Oalah korban baper sinetron toh, tapi sampai menderita kaya gitu, Bibi mah gak akan sanggup" ucap Bi Surti.


"Oya Non ini surat lamaran kerja saya"ucap Ida sambil memberikan setumpuk kertas yang diikat karet gelang.


"Oh, membuat surat lamaran kerja juga ya"ucap Zara sambil mengambil surat lamaran kerja itu.


Zara memeriksa lamaran kerja Ida dan membacanya.


"Ida ini surat lamaran kerja atau cerita bergambar ya?"tanya Zara.


"Saya gambar sekalian bentuk bendanya baik yang berupa benda padat, gas dan cair Non, biar gak bosen bacanya jadi ada visualnya"ucap Ida.


"Iya, tapi ini kok isinya gambar sapi, ayam, itik, sawah dan pegunungan digambar juga?"tanya Zara.


"Itu lukisan saya Non, oleh-oleh dari saya untuk dipajang didapur atau ditoilet juga boleh Non"ucap Ida.


"Ini calon pembantu antik dan unik bin ajaib, seru kalau diajak nonton drama Korea pasti melongo sampai pagi"ucap Bi Surti dalam hatinya.


"Terimakasih atas oleh-olehnya, bagus kok lukisannya, mulai sekarang kamu kerja disini" ucap Zara.


"Terimakasih Non"ucap Ida.


Zara akhirnya menerima Itik Dan Ayam jadi pembantu rumah tangganya.

__ADS_1


__ADS_2