
Nafiza dan Niken sedang berjalan sambil membawa jus untuk King dan Zara yang menanti mereka dikelas.Kini Nafiza bersahabat dengan Zara,Niken dan King.Mereka berempat selalu kompak bersama.Walaupun Niken sering adu mulut dengan King,tapi mereka tetap nongrong bersama dikelas.Tak sengaja Nafiza bertubrukan dengan siswa cowok.
Dug.............
"Maaf gak sengaja"ucap Nafiza. Dia menatap lelaki yang ada di depannya hanya saja lelaki itu terlihat acuh padanya.
"Maaf," ucap Nafiza kembali.
Gerald hanya diam tanpa memberikan kata satupun.
Laki-laki itu bernama Gerald, kelas 3 IPS 4. Dia pendiam dan sangat tertutup. Bahkan dia jarang bicara. Dia hanya bicara jika penting saja. Teman-temannya tidak ada yang berani berdekatan dengannya karena kesan menakutkan terlihat dari tatapan matanya yang tajam dan suka memukul siapapun yang menyinggungnya. Gerald lebih senang sendirian daripada memiliki seorang teman.
Dia hampir tidak memiliki 1 orang teman pun di sekolah itu. Biasanya dia menyendiri dan tak pernah bicara dengan siapapun walaupun itu guru sekalipun.
Gerald tak menggubris ucapan Nafiza tapi terus berjalan ke depan meninggalkan Nafiza. Niken menghampiri Nafiza yang kebingungan dengan sikap Gerald.
"Naf,kamu gak papa?"tanya Niken. Dia ingin memastikan temannya yang baru saja bertubrukan dengan lelaki bernama Gerald itu.
"Gak sih, tapi cowok itu kok aneh, aku ngomong gak dijawab cuma tatapan matanya itu tajam banget"ucap Nafiza. Dia merasa aneh dengan sosok Gerald yang tidak bicara satu katapun padahal nafiza sudah meminta maaf dua kali.
"Itukan Gerald, anak kelas 3 IPS 4, jauh-jauh deh dari dia, menakutkan dan kata teman sekelasnya dia itu suka mukul orang, serem. Udah yuk ke kelas"ucap Niken. Mengajak nafisa kembali ke kelas daripada membicarakan Gerald yang aneh itu.
"Yuk, Zara dan King pasti nunggu kita"ucap Nafiza. Sepakat dengan ajakan Niken untuk kembali ke dalam kelas.
Niken dan Nafiza balik ke kelas mereka. Di dalam kelas, Zara dan King masih sibuk mengerjakan tugas kelompok mereka. Terlihat beberapa buku penggaris dan karton ada di meja mereka.
"Cewek galak bawel mana jus milikku? kamu pasti kebanyakan bawel sana sini sama cowok disepanjang jalan"ucap King.
"Hei anak mami, aku udah baik ya beliin kamu jus pakai gula gak pake garem, kalau kamu masih ngomel terus ku kasih racun juga ini jus"ucap Niken.
Dia kesel pada King yang selalu meledeknya.Mereka berdua selalu tak pernah akur meskipun satu kelompok.
"Wah belum jadi pacar gue aja Lo udah mau ngeracunin gue, apa lagi dah jadi pacar gue,pasti tiap hari gue dicincang kaya ayam"ucap King.
"Anak mami siapa juga yang mau jadi pacarmu ya.Membayangkannya saja dosa apalagi menjalaninya,haram"ucap Niken.
Mulai lagi mereka berdebat sampai membuat Zara dan Nafiza geleng-geleng. Jika dibiarkan satu hari pun mereka akan tetap berdebat tak ada damainya.
"Udah King dan Niken akur dulu, ayo kita kerjakan tugas kelompok ini, Niken dan King bagian persentasinya,aku dan Nafiza bagian prakteknya"
ucap Zara.
"Apa? presentasi sama cewek galak bawel, bisa ditimpukin batu sama teman satu kelas kalau dia yang presentasi secara semua juga tahu dia ini nenek gambreng"ucap King. Dia tidak mau harus persentasi dengan Niken. Gengsi sekali apabila berdiri di depan kelas bersama gadis yang selalu membuatnya kesal.
"Apa King kamu bilang aku nenek gambreng?"ucap Niken.
"Aduh kenapa kalimat terlarang ini mesti keluar dari mulutku, pasti abis deh gue digebukin sama Niken, kabur dulu ah mendinginkan situasi"ucap King dalam hatinya.
__ADS_1
"Sorry semuanya aku mau ke toilet dulu ya"ucap King.
King buru-buru kabur dari pada kena marah Niken. Dia sudah tahu kemarahan Niken Seperti apa mengamankan diri adalah jalan satu-satunya untuk saat ini.
"King kamu bisanya kabur ya"ucap Niken.
King berlari ke luar kelas,dia menuju ke belakang sekolah untuk bersembunyi takut digebukin sama Niken kaya hari sebelumnya.Dibelakang sekolah sangat sepi,King tak sengaja melihat Gerald sedang duduk dan mau mengiris lengan kirinya dengan silet.
"Hei bro,Lo mau mati,jangan disini nyusahin sekolah"ucap King.
Gerald tidak menggubris ucapan King langsung menghampirinya dan menarik kerah baju King. Matanya melotot ke arah King. Seakan King adalah musuh terbesar dalam hidupnya.
"Jangan ikut campur urusan gue, kalau Lo mau hidup"ucap Gerald. Dia mengancam King agar tidak ikut campur dalam urusan pribadinya. Mau dia hidup ataupun mati.
"Lepasin tangan Lo dari kerah baju gue"ucap King. Tangannya berusaha melepas tangan Gerald dari kerah bajunya.
Gerald malah mencekik King dengan tangan kanannya. Dia semakin marah dan menjadi-jadi. Untung Leo datang melerai mereka.
"Gerald turunkan tangan Lo dari leher King"ucap Leo. Dia tidak ingin terjadi pertumpahan darah di antara teman-temannya.
Gerald langsung melepas tangannya dari leher King. Lalu dia meninggalkan tempat itu tanpa berkata apapun.
"Ugh....ugh....ugh....."King batuk setelah dicekik Gerald.
"King Lo gak kenapa-kenapa?"tanya Leo.
"Gue juga pernah denger,kata teman sekelasnya dia aneh"ucap Leo. Dia tidak begitu mengenal Gerald dengan akrab. Hanya beberapa temannya pernah membicarakan tentang Gerald. Leo juga pernah bertemu dengan Gerald itupun hanya sebatas melihatnya di kelas IPS.
"Gue mau balik ke kelas Leo, Lo ikut ke kelas gue gak?"tanya King. Mengajak Leo untuk pergi ke kelas bersama.
"Oke"ucap Leo. sepakat dengan ajakan King. Dia ingin bertemu Zara di kelasnya.
Leo dan King pergi ke kelas 3 IPS 1. Melihat Leo masuk ke dalam, Zara tersenyum saat Leo menghampirinya ke kelas.
"Aduh ada yang diapelin sama pacarnya"ucap Niken.
"Iyalah,Lo sirik ya gak ada yang ngapelin,paling sapinya Pak Mamat yang mau ngapelin Lo gadis galak bawel"ucap King.
"King,gue udah panas nih dari tadi ya,awas bogem mentah melayang dimuka Lo ya"ucap Niken.
"Coba aja kalau bisa"ucap King.
King dikejar Niken sampai keluar kelas.Tinggal Leo,Zara dan Nafiza dikelas itu.
"Zara aku ke toilet dulu"ucap Nafiza.
Nafiza keluar dari kelas,dia tak ingin mengganggu Leo dan Zara. Nafiza tahu Leo dan Zara membutuhkan waktu untuk bicara bersama.
__ADS_1
"Zara diam di sini dulu sebentar"ucap Leo.
"Ya Leo"ucap Zara.
Leo keluar kelas mengambil sesuatu dan kembali ke kelas Zara dengan membawa beberapa balon dan kotak perhiasan. Zara tersenyum melihat Apa yang dibawa Leo ke dalam kelas. Dia tak menyangka Leo akan mempersiapkan semua itu untuknya.
"Selamat ulang tahun Zara"ucap Leo.
Zara langsung menangis melihat Leo ingat hari ulang tahunnya.Leo mendekat dan memberikan seikat balon 🎈🎈🎈🎈 untuk Zara kemudian dia memakaikan Zara sebuah kalung yang dibelinya dari bonus menggambar komik bulan ini.Dia bekerja keras mencapai target agar bisa membelikan Zara kalung itu.Selama menikah Leo belum pernah membelikan barang berharga untuk Zara,ini pertama kalinya Leo bisa membeli barang berharga untuk Zara.
"Bagus gak Zara?"tanya Leo.
"Bagus banget Leo, terimakasih. Zara suka kalungnya karena ini hasil kerja keras Leo setiap malam"ucap Zara sambil menangis.
"Zara hanya ini yang bisa Leo berikan selama menikah"ucap Leo.
"Leo,bagi Zara semua kerja keras Leo itu hadiah paling berharga untuk Zara"ucap Zara.
"Terimakasih Zara"ucap Leo.
King,Niken dan Nafiza masuk kelas membawa kue ulang tahun yang sudah dibeli mereka.
"Selamat ulang tahun Zara"ucap King,Niken dan Nafiza.
"Teman-teman terimakasih"ucap Zara.
"Ayo buruan dipotong kuenya Zara"ucap Niken.
Zara memotong kue itu,dia memberikan setiap potongan kue itu pada Leo,Niken,King,dan Nafiza.
Karena kuenya lumayan besar.Zara juga membaginya untuk semua teman dikelasnya yang mulai memasuki ruang kelasnya.Zara bahagia bisa merayakan ulang tahunnya bersama Leo dan sahabat tercintanya.
Bukan emas ataupun berlian yang membuat kita bahagia tapi bisa berkumpul bersama orang-orang tercinta lah yang akan membuat kita bahagia.Kata orang bijak "Bahagia Itu Serdehana"
Tergantung bagaimana kita menilainya.
Gerald pulang ke rumahnya,dia langsung menuju kamar Ibunya.Terlihat dikamar itu Ibunya sedang diikat dikursi dan penuh luka sundut4n r0kok ditangan kanan dan kirinya.Gerald langsung berlari menghampiri Ibunya.Dan mencoba membuka ikatan itu.
"Gerald jangan,pergilah dari sini.Kau harus bahagia,tinggalkan Ibu"ucap Ibu Rahayu.
"Tidak,aku tidak mungkin meninggalkanmu dengan lelaki b4ngsat itu Bu"ucap Gerald.
"Jangan hiraukan Ibu,pikirkan masa depanmu nak"ucap Ibu Rahayu.
"Aku akan disini bersama Ibu,meskipun mati sekalipun"ucap Gerald.
"Jangan bodoh nak,Ibu tidak akan bisa memaafkan diri Ibu jika kau mati.Tidak ada seorang Ibu yang tega melihat anaknya mati didepannya nak"ucap Ibu Rahayu.
__ADS_1
Gerald langsung memeluk Ibunya.Dia begitu sedih melihat Ibunya seperti ini.Tapi dia tak bisa melakukan apapun.