
Seluruh siswa sedang beristirahat, sebagian siswa pergi ke kantin, ada juga yang tetap dikelas, nongkrong didepan kelas, main sepakbola, main basket dan duduk santai ditaman. Niken mengajak Zara pergi ke kantin untuk makan siang. Zara awalnya menolak karena tidak memiliki uang tapi Niken mengajaknya untuk membayarkan makan siangnya.
"Zara Ayo makan nasi gorengnya"ucap Niken.
"..............."
Zara terdiam sesaat, dia memikirkan Leo yang juga belum sarapan. Dan mungkin Leo juga belum makan siang.
"Niken, aku bungkus aja nasi gorengku"
"Memang kenapa?"
"Aku ingin makan dirumah nanti"ucap Zara.
Niken meminta ibu kantin membungkus nasi goreng milik Zara. Disisi lain meja, Nafiza, Ambar, Cici,dan Rara sedang makan dan mengobrol.
"Asyik akhirnya dapat juga tiket nonton konser musik BDS"ucap Cici
"Wah itukan mahal banget tiketnya"ucap Rara.
"Aku juga udah beli"ucap Nafiza
"Aku harus bohong dulu ma nyokap biar bisa beli itu tiket"ucap Ambar.
"Aku malah ngambek dan ngerengek berhari-hari ma bokap biar dibeliin tiket itu"ucap Rara
Untuk anak seusia mereka,mengikuti trend adalah hal menyenangkan. Mereka masih sangat tergolong makhluk visualis yang masih labil. Tak jarang terkadang meniru dan berkiblat pada idolanya. Bahkan menghalalkan segala cara agar bisa mengikuti gaya dan tingkah laku idolanya.
"Liat nih, aku dah ngumpulin poster, kaos, dan topi bergambar VDB"ucap Cici menunjukkan foto dihandphonenya.
"Mau dong berapa harganya?"ucap Rara
"Semuanya satu juta"ucap Cici.
"Mahal ya, tapi gak seru kalau nonton konsernya gak pakai atribut VDB"ucap Rara.
"Aku dong koleksi DVD VDB, nanti aku minta ditandatangani sama personilnya"ucap Ambar.
"Aku akan ikut jumpa fans dengan VDB"ucap Nafiza.
Semua sahabat Nafiza kaget,karena sulit bisa diikut sertakan jumpa fans bersama VDB. Mereka melakukan berbagai cara untuk bisa berjumpa dan bertemu langsung idolanya. Tak jarang sebagian dari mereka akan menangis dan berteriak saat melihat idolanya. Seakan-akan idolanya adalah tuhan.
Leo sedang duduk dibawah pohon yang rindang ditaman sekolah. Harun, Beni, dan Andi menemuinya. Sudah beberapa Minggu ini Leo menghindari sahabatnya itu. Leo tidak tahu harus bagaimana bila mereka mengajaknya ke cafe atau ke club malam.
__ADS_1
"Leo kau disini, kami mencarimu"ucap Harun.
"Oh, kalian"ucap Leo
"Kenapa sih Lo menghindar dari kita-kita"ucap Beni.
"Tar malam nongkrong ditempat biasa yuk"ucap Andi.
"Kayanya gue gak bisa, ada urusan lain"ucap Leo.
Leo berusaha menolak ajakan temannya. Hidup Leo sudah cukup berantakan semenjak diusir oleh ayahnya karena kebiasaan buruknya. Leo tidak mau menambah masalah yang akan membuatnya semakin buruk.
"Lo tiba-tiba tobat sih, gak asyik"ucap Harun.
"Tobat mah tar udah tua aja"ucap Beni.
"Lagian kita masih muda ini"ucap Andi.
"Gue hargai pendapat kalian, tapi sorry gue gak bisa"ucap Leo.
Mereka akhirnya meninggalkan Leo dengan kekecewaan. Bagi mereka Leo adalah bosnya. Mereka seperti kehilangan arah saat Leo tidak ikut lagi nongkrong bersama mereka.
*********
Sampai dikosan Leo dan Zara berganti pakaian dan Leo bersiap untuk mencari pekerjaan. Leo tidak mengajak Zara mencari pekerjaan karena kejadian penodongan pada Zara kemarin. Leo meminta Zara menunggu dirumah. Zara mengeluarkan nasi goreng yang tadi untuk dimakan bersama Leo.
"Kamu dapat dari mana?"ucap Leo
"Dari Niken, tapi sudah dingin gak papa kan"ucap Zara.
"Masih enak kok"ucap Leo sambil makan
"Kalau lapar makan apa saja enak ya"ucap Zara.
Mereka menghabiskan nasi goreng itu. Meski sudah mengeras tapi mereka tetap lahap memakannya. Saat orang lapar makanan apa saja akan terasa enak dimakan.
Leo berjalan menelusuri jalanan dikota itu. Dia menghampiri setiap tempat untuk menanyakan pekerjaan untuknya. Sampai disebuah agen sembako, Leo menanyakan pada pemiliknya apa ada lowongan untuknya.
"Pak apa ada lowongan pekerjaan untuk saya"ucap Leo.
"Ada tapi kuli panggul"ucap pemilik agen sembako.
"Baik saya mau, tapi saya bisanya paruh waktu bagaimana pak?"ucap Leo.
__ADS_1
"Gak papa, ini pekerjaannya bisa sampai malam"ucap pemilik agen sembako.
Leo senang akhirnya diterima kerja.Leo langsung bekerja hari itu juga. Pemilik agen sembako menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukan Leo dari mengangkat barang-barang ke motor atau mobil konsumen, memasukkan stok barang dari mobil pengirim stok barang ke gudang dan menata stok barang ditempat penjualan. Leo menyanggupi pekerjaannya itu. Dia mulai mengerjakan pekerjaan itu.
Zara tidak bisa berdiam diri dikosan sementara Leo bekerja keras diluarsana. Dia mencoba mencari kerja didaerah dekat kosannya. Ada seorang ibu rumah tangga membutuhkan pembantu rumah tangga. Ibu itu bernama ibu Siti. Zara mau menerima pekerjaan itu. Dia memberitahu pada ibu itu bahwa dia hanya bisa kerja paruh waktu. Ibu itu tidak keberatan.
"Kamu harus mencuci baju, menggosok pakaian, masak, cuci piring, mengepel lantai, dan menyapu rumah dan halaman"ucap Ibu Siti.
"Baik Bu"ucap Zara.
Zara mulai mengerjakan pekerjaan itu. Dia mulai memasak dan mencuci piring. Lalu dia mengepel lantai, mencuci dan menggosok baju. Ternyata cucian dan gosokan bajunya banyak sekali, itu karena ibu itu punya 4 anak yang masih kecil-kecil. Zara sampai kelelahan dan kecapean.
"Apa ini yang biasa ibuku kerjakan setiap hari. Aku tidak menyangka pekerjaan ini sangat berat. Tapi ibuku tidak pernah mengeluh dan bahkan selalu ada untukku"ucap Zara.
Selesai bekerja Ibu itu memberi Zara uang sebagai upahnya.Ibu itu memberikan Zara uang 20 ribu. Zara menerimanya dengan senang hati. Uang yang didapatnya dari hasil kerja kerasnya. Zara bergegas pulang takut Leo pulang duluan.
*************
"Leo kamu kesini, angkat kardus ini bawa ke mobil ibu ini"ucap teman kerjanya.
"Ya"ucap Leo mendekati kardus yang dimaksud.
"Kenapa?"Ucap teman kerjanya.
"Berat sekali"(ucap Leo dalam hati)
"Tidak apa-apa"ucap Leo membawa kardus itu ke mobil konsumen.
Semua barang yang harus diangkat Leo sangat berat-berat. Dari kardus bahan makanan pokok, kardus sabun sampai karung beras dan tangki minyak goreng. Ada sebagian barang diangkat menggunakan tangan dan ada juga yang dipanggul. Leo benar-benar harus bekerja keras untuk itu.Ini pertama kalinya Leo bekerja.
"Tulang-tulangku rasanya mau patah, kaki dan tanganku rasanya kebas dan kaku. Dulu aku hanya bisa menghabiskan uang tanpa tahu cara mencarinya. Pantas papa marah padaku.Bekerja untuk mendapatkan uang itu tidak mudah"ucap Leo dalam hatinya.
Sudah jam 8 malam akhirnya pekerjaan Leo selesai. Leo meminta pada pemilik agen sembako agar diberi gaji harian. Karena Leo tidak punya uang sama sekali. Pemilik agen sembako menyetujuinya. Pemilik agen sembako memberinya uang 25ribu. Leo menerima uang itu dan pulang ke kosan.
"Dulu uang 25 ribu paling hanya buat bayar parkir mobil. Tapi ini,dengan uang 25 ribu aku harus kerja keras untuk mendapatkannya"ucap Leo.
Leo membeli nasi bungkus saat pulang sebelum kekosan ya. Sampai dikosan Zara sudah menunggunya. Leo mandi dan berganti pakaian. Mereka makan bersama lalu belajar untuk mengerjakan PR dan mempelajari Mapel besok. Leo dan Zara berbincang sebentar tentang pekerjaan yang tadi mereka kerjakan. Saat mereka tidur mereka resah dan seperti kesakitan. Mereka tidak bisa tidur karena badannya terasa pegal-pegal.
"Leo kamu tidak bisa tidur?"tanya Zara
"Ya badanku sakit semua, kamu juga tidak bisa tidur Zara?"ucap Leo
"Badanku juga sakit semua"ucap Zara
__ADS_1
"Aku tidak menyangka bekerja akan seperti ini rasanya"ucap Leo.
Mereka akhirnya mengobrol dan saling curhat masalah pribadinya. Leo bercerita ini pertama kalinya dia bekerja dan mendapat uang hasil kerja kerasnya. Zara juga mengatakan yang sama. Selama ini mereka mendapatkan uang dari orangtua mereka. Mereka tidak tahu persis proses mendapatkan uang itu. Mereka merasa bahwa menjadi orangtua tidak mudah dan bisa menjadi orangtua yang baik itu sangat hebat.