
Leo dan Zara berjalan berdua menuju ke Rumah Singgah Tuna Wisma untuk berganti pakaian.Setelah itu mereka berangkat untuk bekerja seperti biasanya.Leo mengantarkan Zara untuk mengambil barang dagangannya dulu,lalu pergi ke mimi market tempat Leo bekerja.Leo mengantarkan Zara ke taman depan jalan seberang mini market itu.Disanalah Zara berjualan kopi seduhnya.
Leo memarkirkan setiap motor dan mobil yang masuk ke mini market itu.Dia bekerja bersama Didi teman sejawatnya. Saat sedang duduk ditepi parkiran dengan Didi.Ada seorang laki-laki hendak mencuri motor milik pengunjung mini market itu.Leo dan Didi mendatanginya.
"Mas mau ngapain?"tanya Leo.
"Iya nih mas ngapain?"tanya Didi.
"Gak,mau ngambil motor saya tadi habis belanja disini"ucap Laki-laki 1.
"Mas bohong ya,jelas-jelas saya hafal satu-satu wajah pemilik setiap kendaraan yang parkir disini"ucap Leo.
"Iya betul,tadikan orangnya kurus dan bajunya berwarna merah.Mas mau maling motor ya?"tanya Didi.
"Banyak bacot nih dua bocah"ucap Laki-laki 1.
Teman laki-laki itu keluar dari persembunyiannya dibelakang mobil dan membantu temannya mau menghajar Leo dan Didi.
"Udah habisi saja dua bocah ini"ucap Laki-laki 2.
"Siapa takut"ucap Leo.
"Leo,gue gak bisa berkelahi"ucap Didi.
"Lo bantu dikit-dikit aja"ucap Leo.
Leo dan kedua laki-laki itu berkelahi satu sama lain.Didi hanya membantu sesekali tapi malah babak belur dihajar dua laki-laki itu.Terus dua laki-laki itu dihajar Leo,salah satu kaki-laki itu mengeluarkan pisau untuk menusukkan ke perut Leo,tapi Leo berhasil menghindar tapi kena lengannya.Tak lama warga datang,orang-orang didalam mini market keluar.Dua laki-laki itu kabur.Tangan Leo berdarah,Didi langsung pergi mencari Zara diseberang jalan ditaman.
"Zara....Zara....."ucap Didi.
"Ada apa kak Didi?"tanya Zara.
"Leo tangannya terluka"ucap Didi.
"Apa?......."ucap Zara kaget.
Zara langsung berlari menyeberang jalan menuju mini market tempat Leo berada.Leo sedang diobati oleh seseorang.Zara langsung memeluk Leo dari samping.
"Leo....."ucap Zara sambil meneteskan air matanya.
"Gak papa Zara jangan menangis"ucap Leo.
__ADS_1
"Tenang neng,masnya udah diobatin sama saya"ucap Orang itu.
"Leo apa masih sakit?"tanya Zara.
"Gak Zara udah diperban nih.Kamu jangan sedih"ucap Leo.
"Mas,makasih ya.Kalau bukan karena mas nya motor saya pasti udah diambil tuh maling"ucap Orang itu.
"Sama-sama Pak,saya hanya menjalankan pekerjaan saya"ucap Leo.
"Ini untuk ucapan terimakasih saya"ucap Orang itu sambil menyodorkan beberapa uang lembaran seratus ribuan.
"Tidak usah Pak,saya ikhlas membantu"ucap Leo.
"........."Zara hanya mendengarkan.
"Saya senang bertemu anak muda sepertimu yang pemberani,pekerja keras dan baik"ucap Orang itu.
"Terimakasih atas pujiannya Pak"ucap Leo.
Setelah itu Orang itu pergi meninggalkan mini market itu.
"Leo lo gak kenapa-napakan?tanya Didi.
"Syukur dah kalo begitu,gue cari makan dulu,laper nih"ucap Didi.
"Ya"ucap Leo.
Didi pergi mencari makan,hanya tinggal Leo dan Zara yang duduk ditepi parkiran itu.
"Leo coba ku lihat perbannya"ucap Zara meraih lengan Leo.
"Sakit tidak ku pegang seperti ini"ucap Zara sambil menyentuh lengan yang diperban.
"Gak sakit lagi Zara,luka kecil kok.Aku ini laki-laki,luka ini gak ada apa-apanya" ucap Leo.
"Leo mau obat pereda nyeri?biar aku belikan ke apotik"ucap Zara.
"Aku mau obatnya dicium sama Zara aja"ucap Leo.
Zara langsung tersenyum malu.Hatinya berbunga-bunga mendengar kata-kata Leo.
__ADS_1
"Leo mau dicium?"tanya Zara.
"Iya"ucap Leo.
Zara langsung mencium bibir Leo,lalu Leo membalasnya kembali.Mereka berciuman cukup lama.Sampai temannya Didi yang baru datang melongo melihat mereka berciuman.
"Ehm...ehm...enak ya kalau punya istri"ucap Didi menggoda.
Leo dan Zara langsung melepas ciuman mereka.
"Apa sih lo Didi"ucap Leo.
"Gue datang disaat tidak tepat nih,sorry ya bro"ucap Didi.
"Leo aku kembali menjual kopi seduh ya"ucap Zara.
"Biar ku antar Zara"ucap Leo.
"Aduh gak mau pisah kayanya nih"ucap Didi menggoda.
"Makanya punya istri Di.Jangan nonton video XX(18+) mulu"ucap Leo.
Leo mengantarkan Zara kembali ke taman ditepi jalan raya itu.Leo duduk dikursi dengan Zara.
"Leo kalau sakit,apa kita pulang saja"ucap Zara.
"Enggak Zara sayang,aku masih bisa bekerja.Lagian nanti sore kita jadikan ke rumah kak Dika?"tanya Leo.
"Leo yakin mau kesana dengan kondisi seperti ini?"tanya Zara.
"Iya Zara,Leo ingin bisa lolos seleksi akuntansi tingkat sekolah dan ikut Lomba Cerdas Cermat Akuntansi tingkat Kecamatan.Biar bisa bareng Zara ke sananya"ucap Leo.
"Iya ya,kalau kita lolos dan ikut Lomba Cerdas Cermat tingkat Kecamatan,kita bisa bersama-sama disana nanti,pasti kita lebih bersemangat"ucap Zara.
"Iya,Leo akan berusaha demi Zara dan kehidupan kita ke depannya"ucap Leo.
"Makasih Leo"ucap Zara.
"Iya Zara"ucap Leo.
__ADS_1
Setelah itu Leo kembali ke mini market untuk bekerja lagi.Sementara Zara berjualan kopi seduh lagi.Mereka berdua anak muda yang tak pernah putus asa untuk merajut asa.Dibumbui dengan kisah cinta dibalik sulitnya menghadapi hidup dan perjuangan menggapai cita-cita.