
Setelah enam hari tak bertemu Leo, Zara memutuskan menyusul Leo ke puncak. Zara naik bus untuk pergi ke puncak. Dia begitu merindukan Leo. Disepanjang perjalanan pemandangan begitu indah menuju puncak membuat hati Zara semakin bahagia dan bersemangat. Dia terus tersenyum tak sabar lagi ingin bertemu Leo. Setelah sampai dirumah almarhum nenek Leo. Zara langsung masuk kedalam rumah karena pintu depan terbuka.
"Leo........"ucap Zara terhenti.
Dia tak sengaja melihat Tania hendak mencium Leo yang sedang tidur disofa ruang keluarga.
Mendengar suara Zara Tania menoleh ke arah Zara yang berdiri tak jauh darinya.
"Zara"ucap Tania.
Zara langsung berbalik dan berjalan keluar dari rumah itu. Tania menggerakkan kursi rodanya dan mengejar Zara keluar dari rumah itu.
"Zara tunggu, ku mohon"ucap Tania memanggil Zara yang berjalan.
Mendengar panggilan Tania padanya, Zara langsung berhenti dan berdiri membelakangi Tania.
"Zara tadi tak seperti yang terlihat, aku hanya ingin melihat wajah Kak Leo dari dekat. Tak ada maksud apapun"ucap Tania.
Hujan turun dengan intensitas sedang, Zara dan Tania berada diluar hujan-hujanan.
"Tenang saja Tania aku tidak apa-apa"ucap Zara.
"Maafkan aku membuat kau dan Kak Leo berada diposisi yang sulit, aku membuat kalian harus berkorban perasaan hik...hik..."ucap Tania.
"Tania jangan bersedih, aku dan Leo ingin kau bahagia"ucap Zara.
"Aku janji akan segera mengembalikan Kak Leo padamu hik...hik...."ucap Tania.
"Tania, tolong jangan beri tahu Leo kalau aku ada disini"ucap Zara.
"Kau mau kemana Zara?"tanya Tania.
"Menginap dihotel dekat sini"ucap Zara.
Selesai berbicara Zara berjalan meninggalkan tempat itu. Tania berada diluar menangis karena merasa telah membuat Leo dan Zara harus berkorban untuknya.
"Ugh....ugh....ugh....ugh.....ugh.....ugh...."Tania terus batuk hingga keluar darah dari batuknya.
Setelah Zara pergi Tania hanya menangis, dari belakang Leo membawa payung untuk Tania. Dia meletakkan payung itu diatas tubuh Tania supaya dia tidak kehujanan.
"Tania ayo masuk rumah hujannya makin deras" ucap Leo.
Tania mulai merasakan sakit didadanya, sesak nafas dan kepalanya sangat pusing. Dia akhirnya pingsan karena tak mampu menahannya. Leo langsung membawanya masuk ke dalam. Dirumah sudah ada Om Dirgan yang membantu Leo membawa Tania ke kamarnya. Leo keluar dari kamar itu saat Tania diganti pakaiannya karena basah. Selesai mengganti pakaian Tania, Om Dirgan keluar dari kamar Tania.
"Om gimana kabar Tania?"tanya Leo.
"Harusnya Tania mendapatkan pengobatan dirumah sakit tapi dia tidak mau dan tetap ingin menghabiskan sisa waktunya bersamamu. Maafkan Om ya Leo jadi merepotkanmu"ucap Om Dirgan.
"Tidak apa-apa Om, Taniakan adik Leo"ucap Leo.
Zara menginap dihotel untuk menenangkan dirinya. Dia tidak jadi pergi menemui Leo. Langkahnya berat memasuki kamar hotelnya. Dia duduk dilantai samping ranjang kamar hotel itu. Zara menangis sejadi-jadinya, hatinya begitu terluka.
"Ternyata begini rasanya sakit hati hik...hik....hik..
Leo aku rindu, tapi kita belum bisa bertemu hik...hik...hik...."ucap Zara.
"Meskipun kejadian tadi hanya salahfaham tapi rasanya sakit hik...hik....hik...."ucap Zara.
Zara mengingat kebersamaannya bersama Leo dari awal bertemu. Air mata Zara terus mengalir mengingat semua itu. Dia tak menyangka Leo menempati dihati terdalamnya.
Sore harinya Tania meminta ditemani Leo jalan-jalan sore padahal kondisinya semakin buruk. Dia terus batuk dan mengeluarkan darah.
"Tania kau yakin kita akan berjalan-jalan, apa lebih baik istirahat"ucap Leo.
"Ugh.....ugh....ugh....ugh....ugh....ugh..."Tania terus batuk mengeluarkan darah.
"Tania kondisimu sedang tak baik, istirahat dikamar saja, Kak Leo bacakan dongeng"ucap Leo.
"Waktuku sebentar lagi selesai, tolong antarkan aku jalan-jalan melihat indahnya pemandangan Kak Leo"ucap Tania.
Leo mengangguk kemudian mendorong kursi roda yang dinaiki Tania. Mereka pergi ke taman bunga didekat rumah almarhum nenek Leo. Tania minta duduk dibawah pohon sambil melihat indahnya hamparan bunga. Merekapun duduk dibawah pohon.
"Kak Leo begitu banyak bunga berwarna-warni indah ya"ucap Tania.
"Kau benar indah sekali"ucap Leo.
"Dulu Kak Leo selalu memetikkan bunga untukku"ucap Tania.
"Tania mau bunga, tunggu disini ya"ucap Leo.
Leo pergi memetik beberapa tangkai bunga. Lalu memberi pada Tania.
"Terimakasih Kak Leo"ucap Tania.
Leo kembali duduk disamping Tania sambil melihat pemandangan didepannya.
"Kak Leo sangat mencintai Zara ya?"tanya Tania.
"Zara itu matahari dihidupku Tania, entah seperti apa jika aku tak bertemu dengannya. Aku sangat mencintainya"ucap Leo.
"Kalian saling mencintai dan berhak bersama, maafkan Tania telah membuat kalian terpisah beberapa hari ini. Tania harap setelah kepergian Tania kalian bisa bersama lagi. Kak Leo, Zara ada disini. Dia menyusulmu kemari. Temui dia dihotel dekat sini. Maafkan aku menyusahkan kalian hik..hik...hik...."ucap Tania.
"Tania, Kak Leo selalu sayang padamu. Kau adalah adik kecil Kak Leo. Dari dulu Kak Leo senang bisa bersamamu, jadi jangan berpikir kau menyusahkanku ataupun menyusahkan Zara. Dia juga menyayangimu Tania"ucap Leo.
"Aku senang bisa bertemu kalian semua dihidupku"ucap Tania.
"Kak Leo aku ingin mendengar lagu Kupu-kupu terbang ditaman"ucap Tania lalu menyandarkan kepalanya dibahu Leo.
Leo menyanyikan lagu Kupu-kupu terbang ditaman untuk Tania.
Kupu-kupu terbang ditaman
Sayapnya begitu indah
__ADS_1
Warna-warni dan bercorak
Terbang diantara bunga-bunga
Kupu-kupu yang indah
Ingin aku melihatnya
Terbang setiap hari
Mencari bunga-bunga
Kupu-kupu ingin rasanya bisa terbang bersamamu
Terbang bebas kesana kemari
Hinggap diantara bunga-bunga
Untuk mengambil madunya
Kupu-kupu yang indah
Ingin aku melihatnya
Terbang setiap hari
Mencari bunga-bunga
Setelah lagu dinyanyikan sampai habis Leo mengajak Tania bicara.
"Tania gimana apa kau suka?"tanya Leo.
Tania tak menjawab, Leo memanggil nama Tania.
"Tania...Tania...."ucap Leo.
Karena tak ada jawaban, Leo memegang pipi Tania. Pipinya sangat dingin, Leo berusaha mengecek nafas Tania.
"Innalillahi wainna ilaihi raji'un"ucap Leo.
Tania telah berpulang pada Allah SWT. Dia memenuhi keinginan terakhirnya bersama Leo. Kini Tania pergi dengan tenang.
Pemakaman Seroja Indah
Leo, orangtuanya dan Om Dirgan beserta para pelayat berkumpul mendoakan kepergian Tania diatas kuburannya. Selesai berdoa para pelayat meninggalkan tempat pemakaman itu. Tinggal keluarga yang ada disana.
"Leo, Papa dan Mama pulang duluan ya"ucap Pak Anton.
"Ya Pa"ucap Leo.
Pak Anton dan Ibu Vivi pergi meninggalkan tempat pemakaman itu. Om Dirgan menghampiri Leo dan berbicara padanya.
"Tania sudah pergi dengan tenang, dia sudah memenuhi keinginannya untuk bersamamu disisa waktunya. Terimakasih Leo, sampaikan maaf dan ucapan terimakasih Om pada Zara juga ya"ucap Om Dirgan.
"Sama-sama Om, nanti aku akan menyampaikannya pada Zara"ucap Leo.
Leo mengangguk, Om Dirgan pergi meninggalkan tempat pemakaman itu. Tinggal Leo yang sedang duduk disamping kuburan Tania.
"Tania, semoga kau berada ditempat yang terbaik. Diringankan siksa kuburnya. Kak Leo sayang Tania"ucap Leo.
Leo pulang kembali ke rumah almarhum neneknya. Sampai dirumah itu Leo langsung masuk ke kamarnya. Leo coba menghubungi Zara tapi handphonenya tidak aktif. Leo memutuskan besok akan menemui Zara.
***********
Zara membereskan perlengkapannya ke dalam tas miliknya. Dia ingin pulang ke rumahnya lagi. Bukan tak ingin bertemu dengan Leo tapi Zara tak ingin nanti hatinya akan terluka melihat sesuatu yang tak diinginkannya. Zara keluar dari hotel itu dan naik taksi menuju ke terminal. Sementara itu Leo pergi ke hotel tempat Zara menginap tapi Leo tak menemukan Zara. Leo berdiri dilobi hotel, dia memikirkan kemana lagi harus mencari Zara.
Di Terminal Karang Sari Zara naik bus, dia duduk di kursi belakang. Zara hanya diam dan merenung memikirkan Leo. Bus sudah dipenuhi penumpang, hanya Zara yang masih duduk sendiri. Ketika bus hendak berangkat, seorang laki-laki memakai jaket hoodie dan memakai topi membawa gitar naik ke dalam bus. Dia berdiri ditengah-tengah jalan. Zara hanya merenung hingga tak memperhatikan lelaki itu.
"Permisi Bapak Ibu, kakak adik dan semua yang ada disini. Maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya hanya seorang penyanyi yang ingin menyanyikan sebuah lagu cinta untuk istri saya yang duduk dibelakang. Lagu ini sebagai ungkapan rasa cinta saya kepadanya. Zara sayang lagu ini untukmu"ucap Leo.
Mendengar namanya disebut Zara langsung memperhatikan lelaki itu dan ternyata dia adalah Leo. Zara langsung berdiri menatap ke arah Leo yang sedang bernyanyi dengan merdunya. Leo terus menatap ke arah Zara berdiri sambil terus bernyanyi dan memetik gitarnya. Dengan suara yang merdu, penghayatan yang maksimal dan dinyanyikan dari dalam hatinya lagu itu begitu dinikmati semua orang yang ada didalam bus. Melihat Leo seperti itu Zara langsung meneteskan air mata bahagianya.
"Terimakasih atas waktunya, semoga selamat sampai tujuan"ucap Leo setelah selesai bernyanyi.
Semua orang dibus itu bertepuk tangan. Mereka tahu Leo menyanyikan lagu itu untuk perempuan yang berdiri dikursi belakang itu. Leo melangkah menghampiri Zara. Rasa rindu yang menggebu membuat Leo tak lepas menatap Zara. Dia lupa sedang berada didalam bus. Leo langsung memeluk Zara. Mereka berpelukan melepas rindu yang terpendam selama satu minggu ini.
Prooook.....prooook....proooook.......
Orang-orang dibus bertepuk tangan melihat Leo dan Zara berpelukan. Mereka terus berpelukan merasakan kehangatan satu sama lain. Seorang kenek menegur mereka yang masih berpelukan.
"Mas, Mba pelukannya mau berapa lama lagi? gak lagi syuting film cintakan satu bus baper semua nih, kasihan jiwa jombloku meronta, belum lagi pasti diantara penumpang ada yang jones. Harap bubar jalan sebelum kondisi tak terkendali"ucap Kenek itu.
Leo dan Zara melepas pelukan sambil tersenyum karena baru ingat kalau tadi pelukan didalam bus disaksikan semua orang.
**********
King naik ke mobil pribadinya bersama ayah dan Ibunya. Dia mau berangkat ke bandara. Diperjalanan King terlihat murung dan hanya diam. Ibunya melihat ekspresinya seperti itu berusaha mengajaknya bicara.
"King, apa kau yakin kuliah diluar negeri?"tanya Ibu Murni.
"Yakin, Papa dan Mamakan sudah membayar biaya kuliahku masa aku batalkan"ucap King.
"Bagi Papa dan Mama uang bukan segalanya, kebahagiaanmulah yang terpenting"ucap Pak Haris.
"Aku sebenarnya berat meninggalkan teman-teman dekat ku, mereka baik dan selalu membuatku bahagia meskipun hal sederhana" ucap King.
"King jika hatimu berat melangkah sebaiknya jangan, Mama maunya kau happy disana. Kuliah dimanapun yang terpenting kita senang menjalaninya itu yang terpenting"ucap Ibu Murni.
King hanya tersenyum dengan ucapan ibunya. Hatinya berat ketika harus berpisah dengan sahabat-sahabatnya.
Sampai dibandara King masih duduk dikursi tunggu datanglah Leo, Zara, Gerald,Niken dan Nafiza. Mereka datang untuk mengsuport King.
"King semoga kau betah disana"ucap Leo.
__ADS_1
"Belajar yang rajin"ucap Zara.
"Harus kuat menghadapi semuanya bro"ucap Gerald.
"Kabari kita walau kau sudah disana"ucap Nafiza.
"Semoga disana ada temen berantem juga"ucap Niken.
"Makasih kalian mau nyempetin datang kemari"
ucap King.
Tak lama mereka pamit pada King untuk pulang. King menyempatkan bicara pada Niken. Dia ingin bicara sebelum berangkat.
"Niken ku tanya sekali lagi, kau akan menunggukukan?"tanya King.
"Iya, aku akan menunggumu"ucap Niken.
"Bagiku kau adalah orang spesial dihatiku, jadi aku harap jaga hatimu selama aku tak ada"ucap King.
"Oke, aku akan menjaga hatiku selama kau tak ada"ucap Niken.
Zara dan Nafiza tersenyum-senyum melihat King dan Niken membicarakan hubungan mereka.
Setelah selesai bicara Niken pergi bersama Leo, Zara, Gerald dan Nafiza keluar bandara. Orangtua King juga pergi dari bandara itu. King berjalan hendak berangkat naik pesawat, hatinya ragu dia teringat masa-masa bersama sahabat-sahabatnya. Kenangan-kenangan itu membuatnya bahagia. Bahkan dia semangat sekolah karena ada teman-temannya yang selalu membuatnya bahagia. King menghentikan langkahnya. Dia berbalik dan kembali, dia berlari menuju keluar bandara. Dia pergi menyusul sahabatnya. King berlari membawa kopernya keluar bandara tapi sahabatnya sudah pergi. King naik taksi yang ada depan bandara, dia tahu teman-temannya hari ini pada mau ngumpul dirumah Nafiza. King naik taksi itu menuju rumah Nafiza. Belum lama naik taksi, ban mobil taksi itu meletus.
"Mas ban mobilnya meletus, mau nungguin apa gak?"tanya Supir taksi.
"Gak usah Pak, saya nyari taksi lain aja"ucap King.
"Oke deh"ucap Supir taksi.
King keluar dari taksi, dia mencoba pesan taksi online. Taksi online itu datang, King naik ke taksi itu. Baru jalan sebentar, supir taksi berbicara pada King.
"Mas maaf istri saya mau melahirkan jadi saya mohon maaf tidak bisa mengantarkan sampai tempat tujuan"ucap Supir taksi online itu.
"Oke tidak masalah"ucap King.
King keluar dari taksi itu, dia coba naik bus saja.
Didalam bus penuh sekali, dia sampai desak-desakkan.
"Aduh dempetan sama cewek dada gede, empuk gini rasanya. Punggung gue berasa tidur dikasur. Lha ngapain nih cewek ngeraba gue"ucap King dalam hatinya.
Cewek itu meraba-raba King. Dia cewek kegatelan yang naksir King saat baru masuk bus.
"Aduh bulu kuduk gue berdiri nih, panas dingin, geli lagi diraba gini. Lha ini dada gede kenapa semakin ditempelin dipunggung gue. Aduh gak tahan pengen pipis jadinya"ucap King dalam hatinya.
Didepan King, nenek-nenek yang duduk dikursi tak berhenti mengedipkan matanya pada King dan memberinya kiss bye.
"Ya ampun ini nenek-nenek lagi udah bau tanah juga masih keganjenan. Inget besok mati nek. Tobat sebelum terlambat"ucap King dalam hatinya.
Karena merasa terus diraba dan ditempel, King tak tahan akhirnya memutuskan turun dari bus.
"Akhirnya bebas juga dari cewek kurang belaian tadi, bisa pipis beneran dibus kalau terus dilanjutin. Tuh cewek nafsuan banget, dibus aja main sikat"ucap King.
King coba naik angkot, dia masuk ke angkot dan duduk diantara deretan lelaki sangar. Mereka ada dua orang. Yang satu orang duduk disamping King, yang satunya didepan King.
"Aduh cowok bertato itu kok melototin gue dari tadi, gak pegel apa matanya. Serem juga bekas Nafi kali ya. Yang samping gue juga serem matanya ditutup sebelah kaya kapten separo"ucap King dalam hatinya.
Saat didalam angkot itu udah sepi tinggal King dan kedua lelaki sangar itu. Mereka beraksi, satu temannya mengancam King sambil mengeluarkan pisau ke arah pinggang King.
"Mau aman gak?"tanya Lelaki sangar sampingnya.
"Ampun bang jangan bunuh saya, belum nikah nih nanti penasaran. Masih remaja baru juga jadian sama cewek belum juga bahagia total, kasihan cewek gue bang kalau mati sekarang"ucap King.
"Serahin dompet dan hp Lo"ucap Lelaki sangar sampingnya.
"Oke bang, nih"ucap King sambil menyerahkan dompet dan hp.
"Bagus, cus yuk say eke mau nyalon dah lama"ucap lelaki sangar sampingnya pada lelaki sangar depan King.
"Eke juga belum meni pedi kuku, mau luluran segala, cus ah"ucap Lelaki sangar didepannya.
Kedua lelaki sangar itu keluar dari angkot. Tak lama King juga turun dari angkot.
"Aduh gak taunya ngonde, kirain beneran sangar ketipu gue. Mana dompet ma handphone diambil lagi. Untung supir angkot baik, jadi gue gak bayar"ucap King.
Karena tak punya uang dan hp raib King akhirnya memutuskan jalan kaki. Dia terus berjalan dengan menyeret kopernya.
"Alamak udah jalan satu jam belum nyampai rumah Nafiza juga. Mana rumahnya jauh dari jalan utama. Masuk ke dalam perumahan lagi.
Bengkak nih kaki, kenapa ya nasib gue agak apes hari ini"ucap King.
Setelah perjuangan tiga jam penuh berjalan sampai juga dirumah Nafiza. Sampai disana King langsung tepar dilantai ruang tamu Nafiza.
"King Lo kaya abis lari maraton, tepar gitu"ucap Gerald.
"Emang, gue apes hari ini. Menyedihkan deh kalau gue cerita panjang lebar dari awal"ucap King.
Akhirnya King menceritakan semua kejadian dari keluar bandara hingga ke rumah Nafiza pada sahabat-sahabatnya.
"Sabar bro, ini ujian ha...ha..."ucap Gerald sambil tertawa ingat King ketemu cewek kurang belaian dan nenek kegatelan plus lelaki sangar ngonde.
"Sabar King, ambil hikmahnya yang penting Lo masih selamat"ucap Leo juga nahan tertawa.
"Anak mami nih minum dulu, pasti kau haus"ucap Niken memberi minum pada King.
King minum air yang diberikan Niken, dia minum sampai habis karena kehausan.
"Yaelah King, Lo untung kali kan diraba ma ditempel cewek montok"ucap Nafiza.
"Sabar ya King, banyakin berdoa sebelum pergi kemana-mana"ucap Zara.
__ADS_1
Akhirnya King bisa kembali berkumpul dengan sahabat-sahabatnya. Dia memutuskan kuliah didalam negeri, walau nanti mungkin beda jurusan tapi paling tidak bisa nongkrong bareng.
Bagi King moment bersama sahabat-sahabatnya berharga dan membuatnya semangat belajar. Lagi pula sahabat-sahabatnya memberi pengaruh positif padanya.