Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 117


__ADS_3

Azkia menemui Zhafira didekat Danau Teratai. Sebelum menikah dengan Raka, Azkia ingin berbicara empat mata dengan Zhafira. Dia tahu apapun keputusan yang diambil akan menyakitinya atau Zhafira. Mereka duduk dikursi tepi danau itu.


"Zhafira, aku akan menikah dengan Raka"ucap Azkia.


"Selamat ya Azkia, aku ikut bahagia"ucap Zhafira.


"Aku minta maaf jika ini akan melukai hatimu, jujur aku sudah berusaha pergi dari Raka tapi takdir mempertemukan kami kembali"ucap Azkia.


"Jodoh, rejeki dan maut sudah ditentukan, kita hanya bisa berusaha dan berdoa"ucap Zhafira.


"Zhafira, jika takdir membawamu pada Raka kembali, aku ikhlas jika harus berbagi. Aku tahu kaulah orang pertama mengenal Raka"ucap Azkia.


"Apa ikhlas mampu hadir dihatimu jika kita harus berbagi"ucap Zhafira.


"Insya Allah aku ikhlas, aku tidak mau egois memiliknya sendirian sementara aku melukai hatimu"ucap Azkia.


Azkia tahu biarbagaimanapun Zhafira lebih dulu mengenal dan mencintai Raka. Tapi dia hadir diantara mereka berdua. Semua ini membuatnya merasa bersalah.


"Biar takdir yang membawa semua ini pada muara yang sudah ditentukan"ucap Zhafira.


"Baiklah, aku pulang dulu Zhafira. Assalamu'alaikum"ucap Azkia.


"Wa'alaikumsallam"ucap Zhafira.


Azkia dengan berat hati berjalan meninggalkan Zhafira. Dia tahu hati Zhafira pasti terluka dengan rencana pernikahannya dengan Raka. Dia merasa apakah ini sebuah kebahagiaan atau keegoisan. Keputusan telah dibuat olehnya dan dia harus menanggung segala konsekuensi dari keputusannya itu.


Setelah Azkia pergi meninggalkannya di danau itu, Zhafira menangis hatinya begitu terluka bukan karena dia tidak bahagia dengan rencana pernikahan Raka dan Azkia tapi di lubuk hati yang terdalam, dia mencintai Raka.


"Ya Allah ikhlaskanlah, kuatkanlah hatiku, jika memang Raka jodohku ataupun bukan jodohku kuserahkan semuanya padamu Ya Allah"ucap Zhafira dalam tangisnya.


Perih hatinya, mungkinkah dia mampu menghadiri acara pernikahan Raka dan Azkia. Dan berpura-pura seakan dia tidak mencintai Raka. Tersenyum saat menghadiri acara pernikahan nantinya. Tapi Zhafira percaya ikhlas akan membuatnya lebih kuat menghadapi semua itu.


************


Raka sedang meeting dengan klien disebuah restoran. Dia membicarakan kerjasama bisnis yang akan dilakukan. Setelah meeting bersama klien selesai, dia berjalan menuju ke parkiran mobil direstoran itu. Tiba-tiba ada seorang wanita yang pura-pura jatuh disamping Raka.


"Aw.........kakiku terkilir"ucap Sindi terjatuh. Dia duduk dibawah sambil memegangi kaki kanannya.


Awalnya Raka diam saja, tapi melihat gadis itu terlihat kesakitan Raka tidak tega. Dia menghampiri gadis disampingnya dan duduk didepannya.


"Nona, apa kau bisa bangun?"tanya Raka.


"Gak bisa Mas, aw......sakit. Kalau boleh minta gendong dong sampai diapartemen saya disebrang jalan itu"ucap Sindi.


Raka masih berpikir untuk membantu atau tidak. Tapi tangan wanita itu malah meraba tangan Raka.


"Mas ayolah....baik deh"ucap Sindi.


Azkia melihat Raka sedang bersama wanita. Dia menghampiri Raka yang duduk didepan wanita itu. Dia melihat wanita itu meraba tangan Raka. Azkia langsung mengacungkan pedangnya yang masih pada wadahnya itu ke arah wanita itu.


"Nona manis singkirkan tanganmu dari calon suamiku, kebetulan pedangku baru saja diasah"ucap Azkia.


"Hah.........."ucap Sindi langsung melepas tangannya dari tangan Raka. Dia menatap sesosok wanita cantik yang rambutnya panjang itu.


"Azkia"ucap Raka.

__ADS_1


"Sayang ayo kita lanjutkan lagi kencannya, jangan bermain dengan ulat bulu nanti gatel"ucap Azkia.


Raka langsung berdiri mendekati Azkia yang berdiri didekatnya.


"Kura-kura kau cemburu"bisik Raka ditelinga Azkia.


"Ya, biasa kalau aku cemburu ingin menebas sesuatu dengan pedang tajamku ini"ucap Azkia.


"Apa menebas? aku masih ingin hidup. Cicilan segambreng siapa yang bayar"batin Sindi.


Sindi ketakutan dengan ucapan Azkia.


"Nona cantik maaf, tadi aku hanya khilaf maklum jatuh tepat dibawah tiang listrik. Otak agak kesetrum jadi tubuh gatal minta digarukin total"ucap Sindi.


"Oh....ada tukang rongsokan tuh mau digarukin sama dia, biar ku panggilkan"ucap Azkia.


"Tidak, tiba-tiba saat melihat pedang Nona saya sembuh total"ucap Sindi.


"Padahal baru saja aku mau uji coba penebasan pertama setelah diasah"ucap Azkia.


Sindi menelan ludahnya berkali-kali. Dia salah memilih mangsa, ternyata calon istrinya menakutkan, bisa jadi psikopat menyeramkan.


"Kalau begitu mangga, abdi ngiring ngalangkung nya"ucap Sindi melewati Azkia dan Raka dengan menundukkan badannya.


"Kabur........"batin Sindi langsung lari meninggalkan Raka dan Azkia.


Raka hanya tersenyum melihat calon istrinya cemburu.


"Kenapa kau senyum ayam jago, oh.....kau juga mau merasakan pedangku yang baru diasah?"tanya Azkia.


"Ayam jago kau memanggilku sayang-sayang tumben sekali"ucap Azkia.


"Bukankah kau sayangku sekarang"ucap Raka.


"Tapi aku merasa aneh kau memanggilku seperti itu"ucap Azkia.


"Nanti aku akan memanggilmu sayangku"ucap Raka.


"Menakutkan sekali mendengarnya"ucap Azkia.


"Gadis samurai let's go"ucap Raka.


Raka berjalan lebih dulu meninggalkan tempat itu sambil senyum-senyum.


"Ayam jago tunggu"ucap Azkia menyusul Raka yang berjalan lebih dulu.


Butik Alexsandra


Azkia melihat-lihat gaun pengantin dibutik itu. Tak pernah terbayangkan olehnya akan mengenakan gaun pengantin. Azkia sampai meneteskan air matanya saat melihat gaun pengantin itu.


"Kura-kura kenapa kau menangis?"tanya Raka.


"Aku hanya anak yatim piatu tak pernah terbayangkan akan akan memakai gaun pengantin dihari pernikahanku"ucap Azkia.


Raka memegang kedua lengan Azkia dan menatap mata Azkia yang meneteskan air mata dipipinya.

__ADS_1


"Kura-kura, jangan bersedih. Aku akan jadi orangtuamu, suamimu dan teman bertengkarmu setiap hari nantinya"ucap Raka.


"Jadi kita tetap akan bertengkar"ucap Azkia.


"Bukankah lebih seru seperti itu, kalau kita rukun terus terasa aneh bukan"ucap Raka.


"Ayam jago kau ini, aku terharu jadinya"ucap Azkia.


Raka mendekati wajah Azkia hendak mencium bibir cantiknya itu. Tapi terdengar suara yang tiba-tiba menyapanya.


"Kalian sudah datang"ucap Sandra.


"Sudah Tante"ucap Raka dan Azkia kaget.


Sandra menghampiri Raka dan Azkia.


"Selamat siang Tante Sandra"ucap Raka dan Azkia.


"Siang"ucap Sandra.


"Tante Sandra, ini Azkia calon istriku"ucap Raka memperkenalkan Azkia pada Sandra.


"Senang bertemu dengan Tante Sandra"ucap Azkia.


"Senang juga bertemu denganmu Azkia"ucap Sandra.


"Tante kami kesini untuk fitting baju pengantin" ucap Raka.


"Oya silahkan ke ruangan untuk fitting"ucap Sandra.


Raka dan Azkia mengikuti Sandra masuk ke ruangan untuk fitting. Azkia ditemani Sandra memakai gaun pengantin untuknya. Setelah itu Azkia keluar dari ruangan ganti. Dia berjalan menghampiri Raka yang sedang duduk membaca koran diruang tunggu.


"Ayam jago...."ucap Azkia malu-malu memanggil Raka.


Mendengar Azkia memanggilnya, Raka menoleh ke depan. Dia terkesima melihat Azkia begitu cantik mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Raka berdiri lalu berjalan menghampiri Azkia.


"Aku seperti bermimpi melihat kura-kura berubah jadi cinderella"ucap Raka.


"Kalau begitu ayam jago juga akan berubah jadi pangeran berkuda putih"ucap Azkia.


"Azkia bidadariku I Love You"ucap Raka.


"Tumben kau romantis"ucap Azkia.


"Aku baca komik, ada percakapan romantis"ucap Raka.


"Pantas"ucap Azkia cemberut. Dia berharap itu memang berasal dari hatinya Raka.


"Kura-kura sayang, aku mencari dari komik tapi itu karena aku ingin romantis padamu"ucap Raka.


Azkia tersenyum mendengar penjelasan dari Raka. Dia senang Raka inisiatif mencari kata romantis untuknya.


Sepulang dari butik Raka mengantar Azkia ke Markas Api. Setelah itu dia pulang ke rumahnya. Raka masuk ke kamarnya untuk menelpon Cinta.


Dia hendak menelpon ke nomor telpon rumah milik Black Hunter.

__ADS_1


__ADS_2