Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Season 4 Part 96


__ADS_3

Hindun berlari sekuat tenaga meski di dalam air. Dia menghampiri Sela. Menangkap tubuhnya dari belakang. Menghentikan langkahnya yang semakin ke tengah danau.


"Sella jangan!" ucap Hindun.


"Biarkan aku mati, tak ada harganya lagi aku hidup, aku kotor," sahut Sella.


"Kau berharga untuk Eke," jawab Hindun.


Sella terdiam seketika saat Hindun mengatakan dirinya berharga.


"Sella, Eke mau hidup sama Sella, jangan pergi," ucap Hindun.


"Kenapa kau mau hidup denganku Hindun? aku kotor," ujar Sella.


Hindun memeluk Sella erat. Seakan takut kehilangan wanita yang baru saja membuat jantungnya berdebar.


"Jantung Eke berdebar saat berdua denganmu, Eke ingin merasakan itu selamanya sama Sella," ucap Hindun.


"Tapi aku kotor Hindun, aku bekas ...," ucap Sella namun mulutnya ditutup tangan Hindun.


"Eke juga kotor Sella, tapi kita bisa mulai dari awal," ujar Hindun. Kemudian melepas tangannya dari mulut Sella. Dia membalik tubuh Sella menghadap ke arahnya. Memegang kedua pipinya.


"Eke mau sama Sella," ujar Hindun.


Sella meneteskan air matanya. Selama ini tak pernah ada yang mencintainya dengan tulus. Dia hanya jadi objek pemuas belaka.


"Jangan menangis, Eke mau lihat Sella tersenyum," ujar Hindun.


Sella tersenyum memancarkan kebahagiaan yang baru saja dia rasakan.


"Hindun, nikahi aku," pinta Sella.


"Sella mau nikah sama Eke?" tanya Hindun.


Sella mengangguk.


"Ayo minta Pak Abdul nikahin kita," ajak Hindun.


"Iya," sahut Sella.


Hindun langsung membopong Sella ke luar dari danau itu. Menuju ke kamar milik Sella. Semua orang terkejut melihat banci itu membopong Sella. Namun Hindun cuek. Dia tetap membopong Sella hingga masuk ke kamarnya. Hindu mendudukkan Sella di ranjang. Mengambilkannya handuk.


"Mandilah, Hindun tunggu di luar," ujar Hindun.


"Makasih Hindun," ucap Sella.


Hindun mengangguk. Kemudian ke luar. Dia berdiri di depan teras. Menunggu Sella selesai mandi. Rangga yang tadi melihat Hindun membopong Sella langsung menghampirinya.


"Hindun lo kenapa?" tanya Rangga.


"Bang Rangga tolongin Eke," jawab Hindun.


"Tolongin apaan?" tanya Rangga.


"Eke pengen jadi cowok kaya Abang, terlihat maco dan keren," jawab Hindun.


"Gampang, tapi bantu gue juga gimana?" tanya Rangga.


"Bantu apaan?" tanya Hindun.


Rangga berbisik di telinga Hindun.


"Oke, sepakat," jawab Hindun.

__ADS_1


"Alhamdulillah sebentar lagi married gue," ucap Rangga girang.


"Ya udah, ayo ikut ke kamar," ajak Rangga.


Hindun mengangguk. Dia mengikuti Rangga ke kamar mereka. Rangga memberikan beberapa baju miliknya untuk Hindun. Dan menyuruhnya ganti.


"Pakai ini Bang?" tanya Hindun.


"Iyalah, cowok maco bajunya ya ini," jawab Rangga.


"Oke deh, demi Sella, Eke lakukan apa saja," sahut Hindun. Dia mengganti dress miliknya menjadi baju lelaki milik Rangga. Gaya rambutnya juga dirubah setelah Rangga mencukur rambutnya. Kini Hindun tampil jadi lelaki maco.


"Nah ganteng, Sella pasti tambah klepek-klepek," ucap Rangga.


"Eke gak pede Bang," ujar Hindun.


"Oya cara ngomongnya ganti, aku bukan eke, lihat gue ngomong," ujar Rangga. Dia mengajarkan cara berbicara sebagai lelaki sejati. Termasuk cara berjalan, dan gestur tubuh lelaki. Sampai ke sifat dan sikapnya.


"Gimana paham?" tanya Rangga.


"Paham," jawab Riffai.


"Cie yang mau nikah, Muhammad Riffai Algufron," sindir Rangga.


"Iya dong, doain ya Bang, semoga Pak Abdul mau nikahin kami," ujar Riffai.


"Iya gue doain, sekalian gue anterin, biar gue jadi saksi nikahan lo," ujar Rangga.


"Nikah? Siapa yang nikah?" tanya Albern yang baru datang. Dia terkejut melihat Hindun berpenampilan laki banget.


"Hindun ini elo?" tanya Albern.


"Iya Bang, ini aku," jawab Riffai.


"Tuh gue bilang apa kerenkan, makanya cowok kalau sudah ditakdirkan jadi cowok, terima aja, cewek cantik banyak kok, tinggal pilih," ujar Rangga.


"Iya Bang Rangga," sahut Riffai.


"Oya tadi bilang nikah, siapa yang nikah?" tanya Albern masih penasaran. Dia ingin tahu siapa yang akan menikah.


"Aku Bang," jawab Riffai.


"Nikah sama siapa?" tanya Albern.


"Sama Sella," jawab Riffai.


"Alhamdulillah," jawab Albern. Dia senang mendengar kabar baik dari Riffai. Bukan hanya dia sudah jadi cowok namun akan menikah juga dengan Sella. Jadi dua orang sudah mengalami kemajuan.


"Kak Al, kita anter Riffai menemui Pak Abdul, biar nikahin mereka," ujar Rangga.


"Oke, ayo," sahut Albern.


Akhirnya Albern dan Rangga mengantar Riffai dan Sella ke ruang pengurus panti sosial. Mereka duduk di ruangan itu. Pak Abdul dan Ibu Maryam kebetulan ada di tempat.


"Alhamdulillah kalau Hindun sudah mantap jadi Riffai, ternyata ganteng banget, iyakan Sella?" tanya Pak Abdul.


"Iya Pak," jawab Sella malu-malu.


"Ibu seneng, kalian mau menikah, pokoknya kami sangat mendukung," ujar Ibu Maryam.


"Iya," ucap yang lainnya.


"Karena kedua orangtua Sella sudah meninggal, bapak akan jadi wali nikahnya," ucap Pak Abdul.

__ADS_1


Sella mengangguk.


"Kalau begitu, acaranya sekarang saja, lebih cepat lebih baik agar terhindari dari dosa," ucap Ibu Maryam.


Yang lainnya mengangguk setuju. Akhirnya mereka berdua dinikahkan di masjid yang ada di panti sosial itu. Disaksikan semua penghuni panti sosial. Albern dan Rangga jadi saksi pernikahan Riffai dan Sella. Pernikahan itu cukup meriah.


"Sella sekarang kau sudah jadi istriku," ucap Riffai.


Sella mengangguk tersenyum. Dia hanya mengenakan dress brokat putih dengan rambut tergerai panjang. Mengenakan bando bunga-bunga berwarna putih. Dia tampil apa adanya karena pernikahan mereka dadakan.


Riffai membaca doa yang diajarkan Pak Abdul lalu mencium kening Sella.


"Terimakasih Mas Riffai," ujar Sella.


Riffai tersenyum. Mendekati bibir Sella hendak menciumnya namun dihentikan Rangga.


"Sabar Sob, jangan di sini," ujar Rangga memegang kedua lengan Riffai dari belakang.


"Sorry Bang lupa," jawab Riffai.


"Beruang baru bangun dari tidurnya, siap mangsa tuh," sindir Albern.


Yang lainnya tertawa. Ikut merasa bahagia atas pernikahan Riffai dan Sella.


Setelah acara selesai Riffai membawa Sella ke kamarnya. Mereka menutup pintu kamar. Duduk di ranjang berduaan. Riffai bingung memulainya meski tadi sudah diajarkan Albern cara bercinta dengan wanita.


"Sella," panggil Riffai malu-malu.


"Iya Mas," jawab Sella malu-malu.


Riffai menyentuh tangan Sella yang di dekat tangannya. Kemudian menarik Sella dalam pelukkannya.


"Sella, cantik," puji Riffai.


"Mas juga ganteng," sahut Sella.


Riffai lancung mencium Sella. Melakukan semua yang ada dipikirannya sebagai seorang lelaki dewasa. Dia menikmati betapa nikmatnya jadi seorang lelaki. Apalagi Sella begitu seksi membuatnya terbuai dalam cinta bersama Sella.


Keringat demi keringat bercucuran. Mereka mencurahkan keinginannya satu sama lain. Melampiaskan seluruh rasa. Hingga akhirnya lelah dan berbaring di ranjang.


"Makasih Sella," ucap Riffai.


"Iya Mas," jawab Sella.


"Mulai hari ini dan seterusnya kita akan terus bersama," ucap Riffai.


Sella mengangguk.


Riffai memegang perut Sella yang datar.


"Semoga di sini ada buah cinta kita," ucap Riffai.


"Iya Mas, pasti tampan seperti Mas Riffai," jawab Sella.


"Dan secantik Sella kalau cewek," sahut Riffai.


Sella mengangguk dan tersenyum.


"Besok kalau misi Bang Albern dan Bang Rangga selesai, kita ikut mereka ke kota A," ucap Riffai.


"Untuk apa Mas?" tanya Sella.


"Mas mau ikut kerja di sana, kita akan memulai hidup baru kita di sana Sella," ujar Riffai.

__ADS_1


Sella mengangguk. Dia senang bisa dipertemukan dengan Riffai. Hidupnya yang dulu kelam dan menakutkan kini mulai bersinar kembali. Riffai membawa kebahagiaan dan hidup baru untuknya.


__ADS_2