Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 76


__ADS_3

Raka dan Zhafira sampai dirumah besar milik Leo. Raka menggajak Zhafira menemui keluarganyanya. Zhafira tidak memakai tongkatnya, Raka membantunya menunjukkan jalan untuknya. Sampai ditempat acara dihalaman dekat taman. Raka menghampiri keluarganya.


"Pa, Ma, Cinta dan Marwa, kenalkan ini Zhafira temanku"ucap Raka.


"Salam kenal, saya Zhafira"ucap Zhafira.


"Salam kenal nak, senang bertemu denganmu" ucap Leo dan Zara.


"Aku Marwa adik Kak Raka, Kak Zhafira"ucap Marwa.


"Cinta saudara kembar Kak Raka, senang berkenalan denganmu Zhafira"ucap Cinta.


"Raka ajak Zhafira makan"ucap Zara.


"Iya nak, aja Zhafira jalan-jalan keliling rumah kita"ucap Leo.


"Iya Pa"ucap Raka.


Raka mengajak Zhafira untuk makan, dia menuju tempat parasmanan.


"Zhafira, aku angkat telpon sebentar ya"ucap Raka.


"Iya Raka"ucap Zhafira.


Raka meninggalkan Zhafira dari tempat parasmanan itu. Tiba-tiba ada Santi, ibu tiri Zhafira dan temannya.


"Oh Si buta ada disini juga, kasihan....."ucap Santi.


"Tante baik-baik saja, aku pikir sudah mati"ucap Zhafira.


"Songong sekali anak tirimu ini Santi"ucap Cika.


"Kurang ajar, berani sekali kau bilang aku mati" ucap Santi sambil mendorong Zhafira.


Bruuuuuug.............


Zhafira terjatuh dibawah dekat meja parasmanan.


"Ha...ha.....kasihan sekali Si buta, udah miskin buta lagi"ucap Santi.


"Betul, itu pantas untuk Si buta, atau tambahin lagi Santi"ucap Cika.


Santi mengambil gelas yang berisi jus hendak dituang diatas kepala Zhafira tapi Zhafira langsung berdiri dan menampis gelas itu hingga menjatuhi tubuh Santi sendiri.


"Sialan kau membuatku basah kuyup"ucap Santi.


"Itu hukuman untuk ibu tiri tak berakhlak sepertimu"ucap Zhafira.


"Santi balas Si buta jangan biarkan dia ngelunjak" ucap Cika.


Santi mengambil panci sayur sop hendak menuangkan ke arah Zhafira tapi Raka langsung berada didepan Zhafira, hingga dia yang terkena kuah sop itu.


Byuuuur...............


"Ah......."ucap Santi kaget bukan Zhafira yang kena kuah sop itu tapi lelaki didepan Zhafira.


"Tante jika ingin membuat keributan jangan disini, Anda punya etika gak sih. Ini acara orang bukan acara Tante"ucap Raka.


"Apa kau bilang aku membuat keributan, tak punya etika?"ucap Santi.


"Iya, hanya orang gila yang melakukan kedua hal itu"ucap Raka.


"Hei anak ingusan seenaknya kamu bilang aku orang gila, kau tahu aku ini istrinya Pak Hermawan pemilik Perusahaan One Stars Group" ucap Santi.


"Iya Santi kasih tahu pemuda ingusan ini, biar tahu siapa kamu"ucap Cika.


"Ada apa Ma?"ucap Pak Hermawan.


"Ini Pa, anak ingusan ini menghinaku, dia bilang aku bikin keributan, gak punya etika dan yang paling menohok dia bilang aku gila"ucap Santi.


"Berani sekali kau anak muda menghina istriku" ucap Pak Hermawan sambil menampar Raka.

__ADS_1


Plaaaaaak.............


"Papa....."ucap Zhafira.


"Ayo tampar saya lagi Om, saya tidak akan berhenti menghina istri Anda yang tidak tahu diri itu"ucap Raka.


"Kau.........."ucap Pak Hermawan hampir kembali menampar Raka tapi dihentikan tangannya oleh Leo.


"Pak Hermawan ini acara perkenalan putri saya, kenapa jadi acara kekerasan seperti ini"ucap Leo.


Saat melihat orang yang menghentikan tangannya itu adalah Leo Ariendra, Pak Hermawan langsung malu.


"Bos Leo......"ucap Pak Hermawan.


"Maaf, saya hanya ingin mendisiplinkan anak ingusan ini"ucap Pak Hermawan sambil menurunkan kembali tangannya saat Leo melepas tangan nya.


"Pak Hermawan kenalkan, ini putra saya Raka Ariendra"ucap Leo.


"Apa? putra Anda Bos Leo?"ucap Pak Hermawan kaget saat tahu anak muda didepannya adalah putra seorang Leo Ariendra.


"Apa anak ingusan ini anak Leo Ariendra? untung sekali Si buta bisa aja dia mendekati anak Leo Ariendra"batin Santi.


"Maafkan atas kelancangan saya Bos Leo, ini semua karena istri saya yang tak tahu diri ini, putra Anda tidak bersalah. Saya hanya salahfaham. Biar nanti saya disiplinkan istri saya" ucap Pak Hermawan.


"Apa Papa langsung berubah pikiran saat tahu Raka anak Leo Ariendra, benar-benar licik"batin Zhafira.


"Saya harap kedepan tidak ada lagi ke jadian seperti ini, karena saya tahu anak saya bukan anak ingusan dan suka berbuat seenaknya"ucap Leo.


"Iya Bos Leo, sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya"ucap Pak Hermawan.


"Ayo Ma, minta maaf"ucap Pak Hermawan.


"Tapi Pa....."ucap Santi.


Mata Pak Hermawan melotot pada Ibu Santi.


"Saya minta maaf ya Bos Leo"ucap Santi.


"Iya Bos Leo"ucap Pak Hermawan dan Santi.


"Saya juga minta maaf ya nak"ucap Pak Hermawan pada Raka.


Raka hanya diam tak menjawab permintaan maaf Pak Hermawan yang ada maunya itu. Setelah mengatakan permintamaafannya Pak Hermawan menarik Santi meninggalkan tempat itu.


"Raka ajak Zhafira makan lagi"ucap Leo.


"Iya Pa, makasih untuk yang tadi"ucap Raka.


"Laki-laki memang harus melindungi orang yang disayanginya"ucap Leo.


"Iya Pa, Raka akan ingat itu"ucap Raka.


Leo meninggalkan tempat itu kembali berbaur dengan para tamu. Sementara Raka dan Zhafira kembali mengambil makan.


"Fira ambillah dagingnya, biar kau sedikit gemuk" ucap Raka.


"Memang aku terlihat kurus"ucap Zhafira.


"Tidak sih, tapi dari tadi kau hanya mengambil sayuran"ucap Raka.


"Bisakah kau mengambilkannya untukku?"tanya Zhafira.


"Oke Buguru, nih daging spesial untukmu"ucap Raka sambil menaruh daging itu dipiring Zhafira.


"Makasih Tuan Muda"ucap Zhafira.


"Kenapa kau memanggilku Tuan Muda?"tanya Raka.


"Karena ternyata kau anak Leo Ariendra ya"ucap Zhafira.


"Iya dong, mulai sekarang Buguru boleh memanggilku Tuan Muda, kedengarannya romantis juga"ucap Raka.

__ADS_1


"Apa kau bilang romantis tadi?"tanya Zhafira.


"Itu....maksudku....imut aja kalau dipanggil Tuan Muda"ucap Raka.


"Oh....aku salah dengar, ku pikir tadi kau bilang romantis"ucap Zhafira.


"Fira, kau juga harus makan udang dan kepiting nih"ucap Raka mengalihkan pembicaraan.


Raka malu sekali saat dia keceplosan bilang romantis, untung dia bisa mencari alasan yang tepat.


************


Acara pengenalan itu selesai juga. Cinta duduk dikamarnya sambil memikirkan Rehan yang belum ada kabar. Zara masuk ke kamar Cinta dan duduk disampingnya.


"Cinta, pasti kau sedang memikirkan Rehan ya nak"ucap Zara.


"Iya Ma, Kak Rehan dari tadi belum ada kabar, aku mengkhawatirkannya Ma"ucap Cinta.


"Sabar ya nak, mungkin Rehan ada urusan bisnis yang mendadak"ucap Zara.


"Iya, mungkin kali ya Ma"ucap Cinta.


Zara langsung memeluk Cinta dari samping.


"Cinta, lebih baik kau berdoa untuk Rehan, biar dia selalu dalam lindungan Allah SWT, dan segera berkumpul lagi denganmu"ucap Zara.


"Mama benar, makasih ya Ma"ucap Cinta.


"Iya sayang"ucap Zara.


"Ma dulu saat aku masih bayi, apa aku juga menyusu bersama Raka?"tanya Cinta.


"Dulu walau hanya sebentar, tapi Mama ingat betul kau dan Raka selalu menyusu bersama, kalian juga tidur dan bangun bersama, lucu deh"ucap Zara.


"Aku dan Raka pasti cukup membuat Mama repot ya saat didalam kandungan, pasti Mama keberatan mengandung bayi kembar"ucap Cinta.


"Iya waktu itu Mama sampai susah jalan, Papamu selalu mengkhawatirkan Mama, dia sampai membelikan kursi roda untuk Mama biar duduk dikursi roda kalau sedang jalan-jalan keluar"ucap Zara.


"Papa dan Mama saling mencintai, selalu harmonis dan romantis, aku jadi pengen kaya Papa dan Mama, semoga aku dan Kak Rehan juga begitu Ma"ucap Cinta.


"Pasti sayang, Mama lihat Rehan begitu mencintaimu nak, dia lelaki yang baik dan penyayang. Mama yakin dia bisa menjagamu dan mencintaimu selamanya"ucap Zara.


"Iya Ma"ucap Cinta.


Cinta begitu bahagia bisa bersama Papa, Mama dan saudaranya. Kesedihannya sedikit menghilang saat ada Zara disisinya.


***********


Pak Hermawan dan Santi kembali ke rumah besar mereka. Pak Hermawan langsung menarik Santi ke kamarnya. Lalu dia memarahi Santi.


"Santi, kenapa kau mencari masalah dengan anak Leo Ariendra?"tanya Pak Hermawan.


"Itu Mas, anakmu yang gak tahu diri itu membuatku kesal"ucap Santi.


"Iya, tapi kau tak perlu bermasalah dengan anak Leo Ariendra"ucap Pak Hermawan.


"Aku tidak tahu kalau itu anak Leo Ariendra Mas"ucap Santi.


"Kalau tadi Leo Ariendra marah, dia bisa saja mencabut sahamnya diperusahaan kita, kau tahu"ucap Pak Hermawan.


"Iya aku tahu Mas"ucap Santi.


"Untung aku secepatnya minta maaf"ucap Pak Hermawa.


"Mas kenapa Fira bisa bersama anak Leo Ariendra?"tanya Santi.


"Aku tidak tahu soal ini, tapi ingat jangan mencari masalah dengan anak Leo Ariendra"ucap Pak Hermawan.


Pak Hermawan langsung keluar dari kamar itu setelah bicara pada Santi.


"Sialan Si buta itu bisa aja bersama anak Leo Ariendra, pasti dia menggodanya. Aku tidak akan membiarkan dia mendapatkan anak Leo Ariendra. Anakkulah yang akan bersama dengan anak Leo Ariendra"ucap Santi.

__ADS_1


__ADS_2