Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Leo Dipenjara


__ADS_3

Masih Flash Back


Setelah Udon dan Odon ditangkap karena telah menculik Siva, Ibu Risa juga ditangkap polisi sebagai dalang penculikan itu. Tapi Fira memaafkan Ibu Risa dan tidak memperkarakannya sehingga dia tidak jadi ditahan sementara Udon dan Odon memilih ditahan supaya bisa tinggal, makan dan minum gratis tanpa harus bekerja. Dari pada hidup jadi gelandangan dan pengangguran, dipenjara mereka bisa belajar ngaji, ikut pelatihan kerajinan tangan dan bisa rebahan santai. Tuan Indrawan dan Fira kembali menikah, kini mereka hidup bahagia bersama buah hati mereka dirumah baru nya.


Enam Bulan Kemudian


Tuan Indrawan resign dari perusahaan. Dia ingin berkarir diluar negeri. Istri dan anaknya ikut bersamanya keluar negeri. Setelah Tuan Indrawan resign, Leo dipecat dari perusahaan tanpa alasan pasti. Orang yang menggantikan Tuan Indrawan ingin adiknya menggantikan posisi Leo. Itu sebabnya Leo dipecat tanpa alasan pasti.


Semenjak dipecat dari perusahaan itu Leo akhirnya mencari pekerjaan kesana kemari hingga larut malam, tak sengaja bertemu seorang wanita mabuk yang hendak diperkosa. Leo menolong wanita itu tapi dia malah dituduh memperkosa wanita itu dan ditahan dipenjara. Mendengar kabar Leo dipenjara, Zara langsung membesuk Leo dipenjara.


"Leo, apa yang terjadi?"tanya Zara.


"Tadi sepulang mencari kerja Leo bertemu seorang wanita yang sedang mabuk, dia hampir diperkosa tiga orang lelaki. Setelah Leo menolongnya dia malah berteriak dan mengatakan pada orang-orang yang berdatangan kalau Leo mau memperkosanya"ucap Leo.


"Leo, kenapa dia tega melakukan ini padamu, padahal Leo sudah menolongnya"ucap Zara.


"Gak tahu Zara, mungkin jalan hidup Leo seperti ini"ucap Leo.


"Leo, Zara akan mencari cara agar Leo dikeluarkan dari penjara"ucap Zara sambil meneteskan air matanya.


Leo mengusap air mata dipipi Zara. Dia tahu Zara pasti mengkhawatirkannya.


"Zara percayalah, Allah pasti akan memberikan jalan keluarnya"ucap Leo.


"Ya Leo hik...hik...."ucap Zara sambil menangis.


"Jam besuk sudah habis"ucap polisi itu.


"Jaga dirimu baik-baik Zara"ucap Leo.


"Aku akan selalu berdoa untukmu Leo hik...hik...."ucap Zara sambil menangis melihat Leo berjalan keluar dari ruang besuk itu.


Leo dibawa masuk lagi ke dalam sel. Sementara Zara keluar dari ruangan besuk itu, dia mencari tahu siapa wanita yang melaporkan Leo pada polisi.


"Pak polisi suami saya tidak bersalah, ini hanya salahfaham"ucap Zara.


"Pak polisi saya mohon, tolong bebaskan suami saya, dia tidak bersalah Pak"ucap Zara.


"Begini saja, suami Nona bisa bebas asalkan pelapor mencabut laporannya"ucap Polisi itu.


"Begitu ya Pak, bolehkah saya tahu siapa nama wanita yang melaporkan suami saya?"tanya Zara.


"Namanya Alexsandra"ucap Polisi itu.


"Boleh saya minta alamat rumahnya Pak?" tanya Zara.


"Boleh, sebentar saya carikan ya"ucap Polisi itu sambil mengecek data di komputernya.


Zara menunggu sambil memikirkan Leo.


"Nona, ini alamatnya"ucap Polisi itu sambil memberikan kertas yang berisi alamat rumah Alexsandra.


"Terimakasih Pak"ucap Zara.


"Sama-sama"ucap Polisi itu.


Zara keluar dari kantor polisi itu. Dia berpikir untuk menemui wanita yang bernama Alexsandra dan membujuknya untuk mencabut laporannya.


************


Zara pergi ke alamat rumah yang diberikan polisi padanya. Saat sampai dirumah Alexsandra, Zara melihat sebuah rumah yang cukup besar tapi tidak terurus, rumah itu dipenuhi rumput liar dan terdapat sampah berserakan, baik sampah organik maupun anorganik. Zara masuk ke pekarangan rumah itu, baru menginjakkan kaki dipekarangannya, seekor ular bergerak melewatinya.


"Astagfirullah"ucap Zara kaget ketika seekor ular bergerak melewati kakinya.


Zara terus melangkah, tikus dan kucing liar saling kejar-kejaran disekeliling rumah itu.


"Rumah ini benar-benar tak terurus"ucap Zara.

__ADS_1


Zara mulai mengetuk pintu rumah itu.


Tuk.....tuk.....tuk........


"Assalamu'alaikum"ucap Zara mengucapkan salam sambil mengetuk pintu.


Tak ada jawaban apapun dari dalam rumah, Zara kembali mengetuk pintu rumah itu.


Tuk.....tuk.....tuk......


"Assalamu'alaikum"ucap Zara mengucapkan salam kembali.


Tetap saja tak ada jawaban dari dalam rumah.


"Gimana ya? aku harus segera bertemu dengan Alexsandra"ucap Zara.


"Hei lo ngapain didepan rumah gue?"tanya Sandra yang baru datang.


Zara berbalik dan melihat seorang perempuan mengenakan celana pendek, kaos pendek dan topi dikepalanya. Dia terlihat seksi dan cantik. Rambutnya panjang berwarna kecoklatan. Bibirnya menggunakan lipstik berwarna hitam. Dia sedang memegang rokok yang masih menyala ditangan kanannya.


"Saya ingin bertemu Alexsandra Kak"ucap Zara.


"Lo gak usah nemuin Alexsandra, cepetan pulang sana"ucap Wanita itu.


"Tidak, saya harus tetap menemuinya"ucap Zara.


"Dia gak mau ketemu sama Lo, paham"ucap Wanita itu.


"Saya akan membujuknya agar dia mau bertemu dengan saya"ucap Zara.


"Bodoh, sampai kau berdiri seharian diluarpun, dia tak akan menemuimu"ucap Wanita itu.


"Saya tidak masalah jika harus berdiri seharian disini, yang penting bisa bertemu Alexsandra" ucap Zara.


"Kalau begitu berdirilah seharian disini, lihat apakah Alexsandra akan keluar dan bicara padamu"ucap Wanita itu.


"Aku harus tetap berdiri disini tak peduli apapun yang terjadi, aku harus bertemu dengan Alexsandra dan membujuknya agar mencabut laporannya"ucap Zara.


Zara terus berdiri diluar rumah itu, dia sampai kepanasan, tak lama hujan turun.


"Leo, Zara pasti bisa membujuk Alexsandra untuk mencabut laporannya"ucap Zara.


Hujan turun cukup lebat, baju Zara sampai basah kuyup. Dia tetap berdiri diluar menunggu Alexsandra.


***********


Leo duduk dibalik jeruji besi itu, dia terus memikirkan Zara. Dia menkhawatirkan Zara yang berada diluar sana sendirian tanpanya. Beberapa tahanan bertubuh kekar mendekatinya.


"Hei anak baru, pijatin kita-kita sampai puas"ucap Goro.


".............."Leo hanya diam.


"Wah, anak baru ini belagu Bos, kasih pelajaran aja"ucap Cepi.


"Iya Bos, dia belum tahu siapa kita"ucap Tono.


Ketiga lelaki itu hendak menghajar Leo tapi langsung dilawan oleh Leo. Bahkan mereka kualahan melawan Leo.


"Ayo anak baru hajar Bos Goro"ucap Didit.


"Hajar.....hajar.....hajar......."ucap semua tahanan disel itu.


Goro dan teman-temannya kembali melawan Leo tapi mereka tetap kalah dan malah babak belur ditangan Leo. Seorang sipir melerai mereka dan membawa Goro dan teman-temannya pindah sel.


Leo kembali duduk dan bersandar ditembok, semua tahanan yang satu sel dengan Leo senang akhirnya Goro dan teman-temannya dipindahkan.


"Anak baru kau hebat juga, bisa menghajar Goro dan teman-temannya"ucap Rahmat.

__ADS_1


"Aku hanya membela diri saja"ucap Leo.


"Sebelumnya tak ada yang berani dengan mereka, kami bahkan jadi bulan-bulanannya. Mereka selalu menjadikan kami budak mereka, seenaknya menyuruh kami ini itu sesuka hatinya" ucap Edo.


"Terimakasih, karena kau mereka jadi dipindahkan"ucap Wawan.


Leo hanya mengangguk lalu beristirahat karena kelelahan. Dia tidak tahu akan berapa lama berada dipenjara ini.


*********


Setelah dua minggu berkali-kali datang ke rumah itu Zara tetap belum bisa bertemu dengan Alexsandra. Dia tetap berdiri didepan rumah itu sampai larut malam hingga dia jatuh pingsan karena kelelahan.


Zara bangun dari tidurnya, dia kaget saat melihat sekelilingnya. Dia berada didalam kamar yang asing untuknya. Kamar itu berantakan, baju bergantungan dimana-mana, sampah makanan ada dimana-mana, buku, kertas dan barang-barang lainnya berantakan dimana-mana. Seorang wanita yang kemarin dijumpainya masuk ke kamar itu.


"Hei kau sudah sadar"ucap Wanita itu.


"Iya, apa ini kamarmu?"tanya Zara.


"Betul, hanya kamar ini yang paling rapi dari kamar yang lainnya"ucap Wanita itu.


Zara heran kamar berantakan seperti itu disebut rapi olehnya.


"Hei, kenapa kau keras kepala menunggu Alexsandra sampai semalaman, kau gila"ucap Wanita itu.


"Aku tidak gila, tapi aku harus bertemu Alexsandra"ucap Zara.


"Untuk apa kau mau bertemu dengannya?"tanya Wanita itu.


"Aku ingin dia mencabut laporannya dikantor polisi pada suamiku"ucap Zara.


"Memangnya kenapa Alexsandra melaporkan suami ke polisi?"tanya Wanita itu.


"Suamiku dituduh memperkosanya, tapi aku bisa menjamin suamiku tidak mungkin melakukan itu padanya"ucap Zara.


"Semua laki-laki sama saja kau tahu"ucap Wanita itu.


"Apa maksudmu?"tanya Zara.


"Mereka hanya memperlakukan kita seperti barang, ketika baru dan masih berguna terus dipakai tapi bila sudah lama dan tak berguna kita dibuang dan ditinggalkan"ucap Wanita itu.


"Tidak semua laki-laki seperti itu"ucap Zara.


"Kau hanya gadis ingusan yang belum tahu betapa busuknya laki-laki, kau akan kecewa saat suamimu meninggalkanmu suatu hari nanti"ucap


Wanita itu.


"Tapi Leo tidak seperti itu, dia pekerja keras, baik hati dan bertanggungjawab"ucap Zara.


"Sekarang, karena dia belum mendapatkan penggantimu, saat dia menemukan wanita yang lebih baik dari kita, kau akan ditinggalkan"ucap Wanita itu.


"Aku tidak peduli, bagiku Leo tidak seperti itu, aku hanya ingin bertemu Alexsandra"ucap Zara.


"Dia takkan mencabut laporannya, dengarkan kata-kataku, sebaiknya kau pulang. Untuk apa menghabiskan energi untuk seorang laki-laki" ucap Wanita itu.


"Aku akan tetap disini, akan kulakukan apapun supaya Alexsandra mau mencabut laporannya" ucap Zara.


"Benarkah kau akan melakukan apapun? baik, kebetulan rumah ini tak ada pembantu jadi kau harus menjadi pembantu dirumah ini"ucap Wanita itu.


"Baik, aku tidak masalah jadi pembantu asal bisa bertemu dengan Alexsandra"ucap Zara.


Wanita itu meninggalkan Zara, dia keluar dari kamar dengan senyuman liciknya. Zara mulai membersihkan dan merapikan rumah itu. Dia sampai kelelahan karena bekerja seharian. Zara beristirahat disofa sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena kelelahan.


"Hei, aku lapar. Buatkan aku makanan"ucap Wanita itu.


"Baik"ucap Zara.


Zara langsung memasak soto untuk Wanita itu.

__ADS_1


Setelah selesai dia menghidangkan soto itu dimeja makan. Wanita itu mulai makan soto yang dibuat Zara.


__ADS_2